Pengertian Gempa Bumi, Penyebab dan Jenis – jenis Gempa Bumi

Pengertian Gempa Bumi – Gempa bumi merupakan salah satu bentuk bencana alam yang dapat membahayakan keberlangsungan hidup manusia di muka bumi. Gempa bumi dapat mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan juga menelan korban jiwa baik manusia maupun organisme makhluk hidup lainnya.

Pengertian Gempa Bumi, Penyebab dan Jenis – jenis Gempa Bumi
Pengertian Gempa Bumi, Penyebab dan Jenis – jenis Gempa Bumi

Gempa bumi dapat terjadi karena beberapa macam hal seperti gunung meletus, pergeseran lempengan tektonik, longsor, atau pun karena penggunaan berbagai macam benda yang dapat menimbulkan ledakan.

Semakin besar skala atau pun ukuran penyebab gempa bumi, maka semakin besar pula goncangan gempa bumi yang dapat ditimbulkannya. Dan semakin besar goncangan yang terjadi, maka semakin besar pula tingkat kerusakan infrastruktur yang mungkin ditimbulkannya.

Definisi dan Pengertian Gempa Bumi

Istilah gempa bumi pada dasarnya berasal dari dua kata yaitu kata gempa yang artinya guncangan atau pun getaran, dan kata Bumi yang merupakan nama planet yang kita tinggali. Jika diartikan dari pembentuk frasa katanya, maka gempa bumi merupakan guncangan tidak wajar yang terjadi di muka bumi karena berbagai macam hal tertentu.

Jika diartikan secara lengkap, maka pengertian gempa bumi adalah goncangan atau pun getaran yang terjadi sebagai dampak adanya pergeseran atau pun pergerakan lapisan batu bumi yang ada di dasar atau pun di bagian bawah permukaan bumi.

Pengertian Gempa Bumi Menurut Para Ahli

1. Howel 
Meurut Howel dalam Mulyo (2004) yang mendefinisikan bahwa pengertian gempa bumi adalah getaran atau serentetan getaran dari kulit bumi yang bersifat tidak abadi dan kemudian menyebar ke segala arah. Kulit bumi bergetar secara kontinyu walaupun relatif sangat kecil. Getaran tersebut tidak dikatakan gempa bumi karena memiliki sifat getaran yang terus menerus. Jadi, gempa bumi harus memiliki waktu awal dan waktu akhir yang jelas.

2. Bayong
Menurut Bayong (2006: 12) gempa bumi adalah gerakan atau getaran pada kulit bumi yang disebabkan oleh tenaga endogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang disebabkan oleh perubahan pada kulit bumi. Tenaga endogen memiliki sifat yang membentuk permukaan bumi menajdi tidak rata. Mungkin saja di suatu daerah dulunya permukaan bumi rata (datar) tetapi akibat tenaga endogen ini berubah menjadi gunung, bukit atau pegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya suatu lembaga ataupun jurang. Secara umum tenaga endogen tersebut dibagi kedalam tiga jenis yakni vulkanisme, tektonisme, dan seisme atau gempa. Vulkanisme dibagi lagi menjadi plutonisme dan vulkan.

Sifat-Sifat Gempa Bumi 

Selain itu, gempa bumi juga memiliki sifat-sifat. Sifat-sifat gempa bumi adalah sebagai berikut...

  1. Global. Secara geografis, distribusinya terstruktur terdapat daerh gempa bumi atau dengan gempa bumi yang besar. 
  2. Melepaskan energi yang juga sangat besar. Pelepasan energi dapat terjadi di dataran maupun juga di lautan, pelepasan energi yang terjadi di lautan dapat menyebabkan tsunami. 
  3. Datang secara berkelompok baik terhadap waktu maupun juga dengan ruang. 
  4. Kedalaman focus gempa beragam hingga 700 km. 
  5. Distribusi frekuensi gempa merupakan fungsi dari kedalam focus namun tidak seragam terhadap kedalaman maupun juga geologis. 

Jenis – jenis Gempa Bumi

Jika dilihat dari penyebabnya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi empat jenis gempa bumi, yaitu :

Gempa Bumi Vulkanik (Gunung Api)
Gempa bumi vulkanik merupakan gempa bumi yang terjadi sebagai dampak terjadinya letusan gunung berapi. Gempa bumi vulkanik biasanya terjadi sesaat sebelum larva gunung berapi keluar dari dalam perut bumi. Jenis gempa bumi vulkanik merupakan salah satu jenis gempa yang dapat diprediksi.

Gempa Bumi Tektonik
Gempa bumi tektonik merupakan gempa bumi yang terjadi sebagai dampak terjadinya pergeseran lempengan tektonik secara tiba – tiba. Gempa bumi tektonik merupakan gempa bumi yang paling dahsyat dan tidak dapat diprediksi kedatangannya / waktu terjadinya.

Gempa Bumi Runtuhan
Gempa bumi runtuhan merupakan gempa bumi yang terjadi sebagai dampak terjadinya longsor / runtuhnya daerah kapur yang ada di sekitar wilayah pertambangan. Sama seperti gempa bumi tektonik, gempa bumi runtuhan biasanya tidak dapat diprediksi waktu terjadinya. Akan tetapi tingkat goncangan yang ditimbulkan dari gempa bumi cenderung jauh lebih kecil dibandingkan dengan dua gempa bumi yang sebelumnya.

Gempa Bumi Buatan
Gempa bumi buatan merupakan gempa bumi yang terjadi karena ulah manusia baik yang disengaja atau pun yang tidak disengaja. Gempa bumi buatan dapat terjadi karena penggunaan dinamit, bom, atau pun berbagai macam alat peledak lainnya. Tidak hanya itu, gempa bumi buatan juga dapat terjadi tanpa disengaja yaitu ketika ada ledakan dahsyat yang terjadi karena kecelakaan.

Berdasarkan Kedalaman

Gempa bumi dalam
Gempa bumi dalam adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi (di dalam kerak bumi). Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya.

Gempa bumi menengah
Gempa bumi menengah adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada antara 60 km sampai 300 km di bawah permukaan bumi.gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.

Gempa bumi dangkal
Gempa bumi dangkal adalah gempa bumi yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar.

Berdasarkan Gelombang/Getaran Gempa

Gelombang Primer
Gelombang primer (gelombang lungituudinal) adalah gelombang atau getaran yang merambat di tubuh bumi dengan kecepatan antara 7–14 km/detik. Getaran ini berasal dari hiposentrum.

Gelombang Sekunder
Gelombang sekunder (gelombang transversal) adalah gelombang atau getaran yang merambat, seperti gelombang primer dengan kecepatan yang sudah berkurang,yakni 4–7 km/detik. Gelombang sekunder tidak dapat merambat melalui lapisan cair.

Penyebab terjadinya gempa Bumi

Kebanyakan gempa Bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang disebabkan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan di mana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan terjadi.

Pergeseran lempeng bumi dapat mengakibatkan gempa bumi karena dalam peristiwa tersebut disertai dengan pelepasan sejumlah energi yang besar. Selain pergeseran lempeng bumi, gerak lempeng bumi yang saling menjauhi satu sama lain juga dapat mengakibatkan gempa bumi. Hal tersebut dikarenakan saat dua lempeng bumi bergerak saling menjauh, akan terbentuk lempeng baru di antara keduanya. Lempeng baru yang terbentuk memiliki berat jenis yang jauh lebih kecil dari berat jenis lempeng yang lama. Lempeng yang baru terbentuk tersebut akan mendapatkan tekanan yang besar dari dua lempeng lama sehingga akan bergerak ke bawah dan menimbulkan pelepasan energi yang juga sangat besar. Terakhir adalah gerak lempeng yang saling mendekat juga dapat mengakibatkan gempa bumi. Pergerakan dua lempeng yang saling mendekat juga berdampak pada terbentuknya gunung. Seperti yang terjadi pada gunung Everest yang terus tumbuh tinggi akibat gerak lempeng di bawahnya yang semakin mendekat dan saling bertumpuk.

Gempa Bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan-lempengan tersebut. Gempa Bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa Bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.

Beberapa gempa Bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa Bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa Bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam Bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas Bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa Bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.

Sejarah gempa bumi besar pada abad ke-20 dan 21


  • 6 April 2016. Gempa bumi di Garut, Jawa Barat, berkekuatan 6,1 skala Richter.
  • 2 Maret 2016. Gempa bumi di Mentawai, berkekuatan 7,8 skala Richter. Pusat gempa berada 682 km barat daya kepulauan Mentawai dengan kedalaman 10 km.[2] Gempa ini berpotensi Tsunami dari Aceh hingga Lampung.[3]
  • 2 Juli 2013. Gempa Bumi Sumatra 2013 di sepanjang NAD berskala 6.2 SR
  • 11 April 2012. Gempa bumi di sepanjang Pulau Sumatera berskala 8.6 SR, berpotensi sampai Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Lampung. Gempa terasa sampai India.
  • 11 Maret 2011. Gempa Bumi di Jepang, 373 km dari kota Tokyo berskala 9,0 Skala Richter yang sebelumnya di revisi dari 8,8 Skala Richter, gempa ini juga menimbulkan gelombang tsunami di sepanjang pesisir timur Jepang
  • 26 Oktober 2010. Gempa Bumi di Mentawai berskala 7.2 Skala Richter, korban tewas ditemukan hingga 9 November ini mencapai 156 orang. Gempa ini kemudian juga menimbulkan tsunami.
  • 16 Juni 2010. Gempa bumi 7,1 Skala Richter menggguncang Biak, Papua.
  • 7 April 2010. Gempa bumi dengan kekuatan 7.2 Skala Richter di Sumatera bagian Utara lainnya berpusat 60 km dari Sinabang, Aceh. Tidak menimbulkan tsunami, menimbulkan kerusakan fisik di beberapa daerah, belum ada informasi korban jiwa.
  • 27 Februari 2010. Gempa bumi di Chili dengan 8.8 Skala Richter, 432 orang tewas (data 30 Maret 2010). Mengakibatkan tsunami menyeberangi Samudera Pasifik yang menjangkau hingga Selandia Baru, Australia, kepulauan Hawaii, negara-negara kepulauan di Pasifik dan Jepang dengan dampak ringan dan menengah.
  • 12 Januari 2010. Gempa bumi Haiti dengan episenter dekat kota Léogâne 7,0 Skala Richter berdampak pada 3 juta penduduk, perkiraan korban meninggal 230.000 orang, luka-luka 300.000 orang dan 1.000.000 kehilangan tempat tinggal.
  • 30 September 2009. Gempa bumi Sumatera Barat merupakan gempa tektonik yang berasal dari pergeseran patahan Semangko, gempa ini berkekuatan 7,6 Skala Richter (BMG Indonesia) atau 7,9 Skala Richter (BMG Amerika) mengguncang Padang-Pariaman, Indonesia. Menyebabkan sedikitnya 1.100 orang tewas dan ribuan terperangkap dalam reruntuhan bangunan.
  • 2 September 2009. Gempa tektonik 7,3 Skala Richter mengguncang Tasikmalaya, Indonesia. Gempa ini terasa hingga Jakarta dan Bali, berpotensi tsunami. Korban jiwa masih belum diketahui jumlah pastinya karena terjadi Tanah longsor sehingga pengevakuasian warga terhambat.
  • 3 Januari 2009. Gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter di Papua.
  • 12 Mei 2008. Gempa bumi berkekuatan 7,8 Skala Richter di Provinsi Sichuan, China. Menyebabkan sedikitnya 80.000 orang tewas dan jutaan warga kehilangan tempat tinggal.
  • 12 September 2007. Gempa Bengkulu dengan kekuatan gempa 7,9 Skala Richter
  • 9 Agustus 2007. Gempa Bumi 7,5 Skala Richter
  • 6 Maret 2007. Gempa bumi tektonik mengguncang provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Laporan terakhir menyatakan 79 orang tewas [4].
  • 27 Mei 2006. Gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempa Bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter. United States Geological Survei melaporkan 6,2 pada skala Richter; lebih dari 6.000 orang tewas, dan lebih dari 300.000 keluarga kehilangan tempat tinggal.
  • 8 Oktober 2005. Gempa bumi besar berkekuatan 7,6 skala Richter di Asia Selatan, berpusat di Kashmir, Pakistan; lebih dari 1.500 orang tewas.
  • 26 Desember 2004. Gempa bumi berkekuatan 9,0 skala Richter mengguncang Aceh dan Sumatera Utara sekaligus menimbulkan gelombang tsunami di samudera Hindia. Bencana alam ini telah merenggut lebih dari 220.000 jiwa.
  • 26 Januari 2004. Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang India dan merenggut lebih dari 3.420 jiwa.
  • 26 Desember 2003. Gempa bumi kuat di Bam, barat daya Iran berukuran 6.5 pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari 41.000 orang tewas.
  • 21 Mei 2002, di utara Afganistan, berukuran 5,8 pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas.
  • 26 Januari 2001, India, berukuran 7,9 pada skala Richter dan menewaskan 2.500 ada juga yang mengatakan jumlah korban mencapai 13.000 orang.
  • 21 September 1999, Taiwan, berukuran 7,6 pada skala Richter, menyebabkan 2.400 korban tewas.
  • 17 Agustus 1999, barat Turki, berukuran 7,4 pada skala Richter dan merenggut 17.000 nyawa.
  • 25 Januari 1999, barat Colombia, pada magnitudo 6 dan merenggut 1.171 nyawa.
  • 30 Mei 1998, di utara Afganistan dan Tajikistan dengan ukuran 6,9 pada skala Richter menyebabkan sekitar 5.000 orang tewas.
  • 17 Januari 1995, di Kobe, Jepang dengan ukuran 7,2 skala Richter dan merenggut 6.000 nyawa.
  • 30 September 1993, di Latur, India dengan ukuran 6,0 pada skala Richter dan menewaskan 1.000 orang.
  • 12 Desember 1992, di Flores, Indonesia berukuran 7,9 pada skala richter dan menewaskan 2.500 orang.
  • 21 Juni 1990, di barat laut Iran, berukuran 7,3 pada skala Richter, merengut 50.000 nyawa.
  • 7 Desember 1988, barat laut Armenia, berukuran 6,9 pada skala Richter dan menyebabkan 25.000 kematian.
  • 19 September 1985, di Meksiko Tengah dan berukuran 8,1 pada Skala Richter, meragut lebih dari 9.500 nyawa.
  • 16 September 1978, di timur laut Iran, berukuran 7,7 pada skala Richter dan menyebabkan 25.000 kematian.
  • 4 Maret 1977, Vrancea, timur Rumania, dengan besar 7,4 SR, menelan sekitar 1.570 korban jiwa, di antaranya seorang aktor Rumania Toma Caragiu, juga menghancurkan sebagian besar dari ibu kota Rumania, Bukares (Bucureşti).
  • 28 Juli 1976, Tangshan, Tiongkok, berukuran 7,8 pada skala Richter dan menyebabkan 240.000 orang terbunuh.
  • 4 Februari 1976, di Guatemala, berukuran 7,5 pada skala Richter dan menyebabkan 22.778 terbunuh.
  • 29 Februari 1960, di barat daya pesisir pantai Atlantik di Maghribi pada ukuran 5,7 skala Richter, menyebabkan kira-kira 12.000 kematian dan memusnahkan seluruh kota Agadir.
  • 26 Desember 1939, wilayah Erzincan, Turki pada ukuran 7,9, dan menyebabkan 33.000 orang tewas.
  • 24 Januari 1939, di Chillan, Chili dengan ukuran 8,3 pada skala Richter, 28.000 kematian.
  • 31 Mei 1935, di Quetta, India pada ukuran 7,5 skala Richter dan menewaskan 50.000 orang.
  • 1 September 1923, di Yokohama, Jepang pada ukuran 8,3 skala Richter dan merenggut sedikitnya 140.000 nyawa.

Proses Terjadinya Gempa Bumi

Para ahli berpendapat bahwa terdapat sebab timbulnya gempa bumi yakni
  1. Runtuhan lubang-lubang interior bumi. Misalnya gua atau tambang batuan atua mineral dalam bumi yang menyebabkan getaran di atas permukaannya, akan tetapi getaran tersebut tidaklah terlalu besar dan terjadi hanya di setempat saja atau terjadi secara lokal. 
  2. Tabrakan (Impack). Tabrakan benda langit atau sering juga disebut dengan meteori yang menyebabkan getaran, hanya saja getarannya tidak sampai terekam oleh suatu alat pencatat getaran gempa bumi dan juga sangat jarang terjadi. 
  3. Letusan atau ledakan gunung api. Aktivitas gunung api dapat menimbulkan gempa yang disebut dengan gunung api vulkanik. Penyebabnya adanya persentuhan antara magma dengan dinding gunung api dan juga tekanan gas yang meletus dengan kuat, atau terjadi suatu perpindahan magna secara tiba-tia dari dapur magma. 
  4. Kegiatan Tektonik. Gempa yang memiliki efek besar yang berasal dari kegiatan tektonik. Gempa yang berhubungan dengan kegiatan gaya tektonik berlangsung dalam gunung, terjadi patahan dan tarikan ataupun tekanan dari pergerakan lempeng batuan penyusun kerak bumi. 

Dampak Gempa Bumi

Adapun yang disebabkan oleh gempa bumi, bukanlah suatu persoalan bisu ketika terjadi sebuah dampak gempa bumi. Indonesia yang sering dilanda fenomen demikian, tidaklah sedikit anggaran dan berbagai akibat atau dampak yang diterima oleh Indonesia akibat terjadinya proses gempa bumi. Akibat gempa bumi atau dampak gempa bumi tersebut dibagi kedalam dua macam dampak gempa bumi yakni sebagai berikut: 

Dampak fisik :
  1. Bangunan banyak yang hancur atau roboh.
  2. Tanah longor akibat goncangan.
  3. Jatuhnya korban jiwa.
  4. permukaan tanah menjadi merekat, retak dan jalan menjadi putus.
  5. Banjir karena rusaknya tanggul.
  6. Gempa dasar laut dapat menyebabkan tsunami.
  7. Dan sebagainya.
Dampak sosial:
  1. Menimbulkan kemiskinan.
  2. Kelaparan.
  3. Menimbulkan penyakit.
  4. Bila pada sekala yang besar ( dapat menimbulkan tsunami yang besar), bisa melumpuhkan politik, system ekonomi dan lain-lain.
  5. Dan sebagainya.

Cara Mengatasi Dampak Gempa Bumi 
Berbagai fenomena gempa bumi yang terjadi di negara Indonesia, merupakan sumber pengalaman dalam mempelajari hal-hal yang harus diperhatikan ketika terjadi gempa bumi. Ada beberapa tips dan trik mengatasi dampak gempa bumi agar dapat menyelamatkan diri kita, keluarga dan teman-teman. Cara mengatasi dampak gempa bumi adalah sebagai berikut...

Sebelum Terjadinya Gempa Bumi 
  1. Mengetahui apa yang dikatakan gempa bumi
  2. Memastikan bahwa struktur dan letak dari rumah anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempabumi (longsor, liquefaction dan lain-lain). 
  3. Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan anda agar terhindar bahaya gempa bumi
  4. Mengenali lingkungan dari tempat anda bekerja dan tinggal. 
  5. Memperhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, ketika terjadi suatu gempa bumi, yang telah tempat paling aman untuk berlindung. 
  6. Belajar melakukan P3K 
  7. Belajar menggunakan pemadam kebakaran. 
  8. Mencatat nomor telepon penting ketika terjadi gempa bumi
  9. Persiapan rutin pada tempat anda tinggal dan bekerja
  10. Menyimpan bahan yang mudah terbakar di tempat yang tidak mudah pecah agar dapat terhindar dari kebakaran. 
  11. Memastikan air,gas dan juga listrik sedang tidak digunakan. 
  12. Penyebab yang paling besar adalah atur benda berat pada bagian bawah, cek kestabilan benda saat jatuh
  13. Menyiapkan kotak p3k, senter, radio dan makanan suplemen serta air. 
  14. Membuat bangunan yang tahan gempa 
  15. Jangan panik
  16. Mengamati tanda-tanda gempa

Saat Terjadi Gempa 
  1. Lindungi kepla dan badan dari reruntuhan bangunan
  2. Mencari tempat paling aman 
  3. Berlari keluar ketika masih bisa. 
  4. Ketika diluar bangunan hindari gedung, tiang listrik dan pohon dll. Kemudian perhatikan tempat anda berpijak dan hindari retakan tanah. 
  5. Jika mengendari mobil, segera keluar, turun dan menjauh dari mobil. Kemudian perhatikan tempat berpijak. Hindari berada di dekat pantai. Hindari daerah pegunungan yang mungkin dapat terjadi longsor. 

Setelah Gempa Bumi 
Jika berada dalam bangunan segera keluar. Jangan gunakan lif. Periksa ada yang terluka. Telpon atau minta pertolongan. Periksa lingkungan sekitar, terjadi kebakarna, kebocoran gas, arus pendek, aliran dan pipa air. 

Akibat Gempa Bumi


  1. Bangunan roboh
  2. Kebakaran
  3. Jatuhnya korban jiwa
  4. Permukaan tanah menjadi retak dan jalan menjadi putus
  5. Tanah longsor akibat guncangan
  6. Banjir akibat rusaknya tanggul
  7. Gempa di dasar laut yang menyebabkan tsunami

Cara Menghadapi Gempa Bumi

Bila berada di dalam rumah:
  1. Jangan panik dan jangan berlari keluar, berlindunglah di bawah meja atau tempat tidur.
  2. Bila tidak ada, lindungilah kepala dengan bantal atau benda lainnya.
  3. Jauhi rak buku, lemari dan kaca jendela.
  4. Hati-hati terhadap langit-langit yang mungkin runtuh, benda-benda yang tergantung di dinding dan sebagainya.
Bila berada di luar ruangan:
  1. Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi dan sebagainya.
  2. Usahakan dapat mencapai daerah yang terbuka.
  3. Jauhi rak-rak dan kaca jendela.
Bila berada di dalam ruangan umum:
  1. Jangan panik dan jangan berlari keluar karena kemungkinan dipenuhi orang.
  2. Jauhi benda-benda yang mudah tergelincir seperti rak, lemari, kaca jendela dan sebagainya.
Bila sedang mengendarai kendaraan:
  1. Segera hentikan di tempat yang terbuka.
  2. Jangan berhenti di atas jembatan atau di bawah jembatan layang/jembatan penyeberangan.
Bila sedang berada di pusat perbelanjaan, bioskop, dan lantai dasar mall:
  1. Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan.
  2. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.
Bila sedang berada di dalam lift:
  1. Jangan menggunakan lift saat terjadi gempabumi atau kebakaran. Lebih baik menggunakan tangga darurat.
  2. Jika anda merasakan getaran gempabumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol.
  3. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah.
  4. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.
Bila sedang berada di dalam kereta api:
  1. Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak
  2. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta
  3. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan
Bila sedang berada di gunung/pantai:
  1. Ada kemungkinan lonsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman.
  2. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika Anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
Beri pertolongan:
  1. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang berada di sekitar Anda.
Evakuasi:
  • Tempat-tempat pengungsian biasanya telah diatur oleh pemerintah daerah. Pengungsian perlu dilakukan jika kebakaran meluas akibat gempa bumi. Pada prinsipnya, evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki di bawah kawalan petugas polisi atau instansi pemerintah. * * * Bawalah barang-barang secukupnya.
Dengarkan informasi:
  • Saat gempa bumi terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas PMK. Jangan bertindak karena informasi yang tidak jelas.



Pencarian yang paling banyak dicari
  • penyebab gempa bumi
  • gempa bumi hari ini
  • gempa bumi terkini
  • bmkg gempa bumi hari ini
  • gempa bumi hari ini 2017
  • gempa bumi di indonesia
  • gempa bumi barusan
  • gempa bumi malam ini