Pengertian, Istilah, Ciri-ciri dan Jenis Investasi dan Tujuannya

Salah satu cara menabung dengan banyak keuntungan yang didapat adalah dengan melakukan investasi. Banyak sekali keuntungan yang akan anda rasakan, diantaranya adalah terhindar dari hutang, nilai kekayaan yang terlindungi baik dari pengaruh inflasi sekalipun, nilai kekayaan akan meningkat, kebutuhan masa depan akan terpenuhi, dan perencanaan keuangan lebih tertata. Investasi bisa berbentuk tanah, pendidikan, saham, bahkan mata uang asing. Sebelum mengenal lebih jauh mengenai investasi dan bentuk-bentuknya, baiknya anda paham terlebih dahulu mengenai Pengertian Investasi.

Pengertian, Istilah, Ciri-ciri dan Jenis Investasi dan Tujuannya
Pengertian, Istilah, Ciri-ciri dan Jenis Investasi dan Tujuannya


Beberapa Pengertian Investasi

Pengertian Investasi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah kata benda yang artinya penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek dengan tujuan memperoleh keuntungan. Ilmu yang mempelajari mengenai berinvestasi adalah ilmu sosial khususnya ilmu ekonomi.

Menurut seorang ahli ekonomi Fitz Gerald, investasi adalah semua hal yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber yang dipakai untuk mengadakan modal barang sekarang. Barang modal tersebut kemudian akan menghasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Menurutnya, investasi ialah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber yang dipakai untuk mengadakan suatu barang.

Menurut Henry Simamora, investasi adalah suatu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk menambah kekayaannya melalui distribusi hasil investasi (misal pendapatan bunga, royalty, deviden, pendapatan sewa, dll), untuk apresiasi nilai investasi, atau juga untuk manfaat lain bagi suatu perusahaan yang berinvestasi, seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan dagang.

Setiap kata yang bermakna, hampir mempunyai kebalikan, lalu kebalikan dari investasi itu apa? Kebalikannya adalah divestasi. Pernahkah anda mendengar kata divestasi? Menurut Wikipedia, divestasi adalah pengurangan aset baik dalam bentuk finansial atau barang, definisi lain dari divestasi adalah penjualan dari bisnis aset perusahaan. Memahami pengertian dari divestasi saja, sudah tertuju dari kebalikan Pengertian Investasi bukan? Berdasarkan ilmu ekonomi sendiri investasi dapat dikategorikan sebagai pembelian jenis barang modal misalnya peralatan produksi, pembangunan tempat tinggal, pabrik, atau kantor. Beberapa jenis investasi yang biasanya diminati oleh beberapa orang adalah tabungan, deposito, reksadana, obligasi, saham, emas, dan property.

Nah, itulah Pengertian Investasi, setiap jenis investasi mempunyai keuntungan dan kerugian tersendiri. Misalnya, keuntungan investasi emas diantaranya termasuk aset yang dapat dengan mudah dijual, bertahan lama, harga stabil, bahkan naik. Kerugian investasi emas diantaranya emas tidak membuat pemilik bertambah kaya, kemungkinan nilai emas anjlok, dan tidak dapat menghasilkan keuntungan secara rutin. Keuntungan investasi saham diantaranya dapat mendatangkan keuntungan yang besar jika harga saham nya naik, meskipun modal sedikit namun keuntungan bisa berkali lipat, kekurangannya adalah resiko kehilangan modal jika perusahaan bangkrut dan resiko kehilangan uang apabila harga saham anjlok atau turun. Apabila anda menginvestasikan uang dalam tabungan, keuntungan yang didapat adalah uang dapat diambil kapan saja dan transaksinya mudah sedangkan kerugian yang didapat ketika investasi tabungan diantaranya uang akan cepat berkurang karena dapat diambil dalam waktu kapanpun dan anda tetap mendapat bunga meskipun kecil. Selain itu, anda juga bisa menginvestasikan property. Pada dasarnya, investasi property itu hampir mirip dengan membeli emas, namun beberapa keuntungan investasi property dibandingkan emas adalah resiko kecil, mendapat penghasilan tambahan jika propertinya disewakan, kerugiannya adalah membutuhkan modal yang cukup besar misalkan untuk membeli rumah atau tanah, kemudian kedua, property bukanlah aset yang likuid dan untuk menjual property tersebut tentunya tidak mudah.

Pengertian investasi menurut Haming dan Basalamah
investasi ialah pengeluaran pada saat sekarang untuk membeli aktiva real (tanah, rumah, mobil, dan lain-lain) atau juga aktiva keuangan mempunyai tujuan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi dimasa yang mendatang, selanjutnya dikatakan juga investasi ialah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber (dana) yang digunakan untuk mengadakan barang modal pada saat sekarang, dan  dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang

Pengertian investasi menurut Mulyadi
Investasi ialah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapatkan hasil laba di masa yang akan datang

Pengertian investasi menurut Sadono Sukirno
Investasi diartikan ialah sebagai pengeluaran atau pembelanjaan penanam-penanam suatu modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan juga perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan juga jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian.

Pengertian Investasi menurut James C Van Horn
kegiatan yang dilangsungkan ialah dengan memanfaatkan kas pada sekarang ini, dengan tujuan untuk  mendapatkan hasil barang di masa yang akan datang

Pengertian Investasi menurut Henry Simamora
Investasi ialah suatu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk menambahkan atau pertumbuhan kekayaannya melalui distribusi hasil investasi (misal pedapatan bunga, royalty, deviden, pendapatan sewa dan lain -lain ), untuk apresiasi nilai investasi, atau juga untuk manfaat lain bagi suatu perusahaan yang berinvestasi,yang seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan dagang.

Pengertian Investasi menurut Fitz Gerald
aktivitas ialah berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber yang dipakai untuk mengadakan modal barang pada saat sekarang. Barang modal tersebut kemudian akan menghasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang. Fitz Gerald juga kemudian mengungkapkan bahwa investasi ialah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber untuk yang dipakai untuk mengadakan suatu barang. Dari modal itulah makan akan dihasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang

Pengertian investasi menurut Sunariyah
Investasi ialah penanaman modal untuk satu ataupun lebih aktiva yang dimiliki dan juga biasanya berjangka waktu lama dengan harapan untuk  mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.

Produk

Beberapa produk investasi dikenal sebagai efek atau surat berharga. Definisi efek adalah suatu instrumen bentuk kepemilikan yang dapat dipindah tangankan dalam bentuk surat berharga, saham/obligasi, bukti hutang (Promissory Notes), bunga atau partisipasi dalam suatu perjanjian kolektif (Reksa dana), Hak untuk membeli suatu saham (Rights), garansi untuk membeli saham pada masa mendatang atau instrumen yang dapat diperjual belikan.

Bentuk

  1. Investasi tanah - diharapkan dengan bertambahnya populasi dan penggunaan tanah; harga tanah akan meningkat pada masa depan.
  2. Investasi pendidikan - dengan bertambahnya pengetahuan dan keahlian, diharapkan pencarian kerja dan pendapatan lebih besar.
  3. Investasi saham - diharapkan perusahaan mendapatkan keuntungan dari hasil kerja atau penelitian.
  4. Investasi mata uang asing - diharapkan investor akan mendapatkan keuntungan dari menguatnya nilai tukar mata uang asing terhadap mata uang lokal

Risiko

Selain dapat menambah penghasilan seseorang, investasi juga membawa risiko keuangan jika investasi tersebut gagal. Kegagalan investasi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah faktor keamanan (baik dari bencana alam atau diakibatkan faktor manusia), atau ketertiban hukum.

Fungsi Investasi

1. Fungsi Investasi yaitu suatu pengeluaran-pengeluaran untuk membeli barang modal dan sebuah peralatan produksi yang  bertujuan untuk mengganti dan menambah suatu barang-barang modal dalam suatu perekonomian yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa di masa depan.(sudono,2000)
2. Fungsi Investasi yang kedua yaitu kurva yang menunjukkan sebuah hubungan antara tingkat investasi dan tingkat pendapatan nasional.
Fungsi investasi yang satu ini dibedakan menjadi dua yakni :
  1. Sejajar dengan sumbu datar
  2. Bentuknya naik ke atas ke sebelah kanan

Tujuan Investasi

  1. Untuk mendapatkan sebuah pendapatan yang tetap dalam setiap periode, yaitu antara lain seperti bunga, royalti, deviden, atau uang sewa dan lain sebagainya.
  2. Untuk membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk suatu kepentingan ekspansi, kepentingan sosial.
  3. Untuk mengontrol atau mengendalikan suatu perusahaan lain, melalui pemilikan sebagian ekuitas suatu perusahaan tersebut.
  4. Untuk menjamin tersedianya sebuah bahan baku dan untuk mendapatkan pasar untuk produk yang dihasilkan.
  5. Untuk mengurangi persaingan di antara sebuah perusahaan-perusahaan yang sejenis.
  6. Untuk menjaga hubungan antar perusahaan.

Jenis-Jenis Investasi

1. Jenis Investasi berdasarkan Asetnya
Jenis investasi yang berdasarkan asetnya yaitu penggolongan investasi dari segi aspek modal atau kekayaan. Investasi berdasarkan asetnya terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut :
  • Real Asset yaitu investasi yang berwujud seperti gedung-gedung, kendaraan dan lain-lain.
  • Financial Asset yaitu dokumen (surat-surat) klaim tidak langsung dari pemegangnya terhadap sebuah aktivitas riil pihak yang menerbitkan sekuritas tersebut.
2. Jenis Investasi berdasarkan Pengaruhnya
Jenis investasi menurut pengaruhnya yaitu investasi yang didasarkan pada suatu faktor-faktor yang memengaruhi atau tidak berpengaruh dari suatu kegiatan investasi. Jenis investasi yang berdasarkan pengaruhnya bisa dibagi lagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :
  • Investasi Autonomus yaitu investasi yang tidak dipengaruhi pada tingkat pendapatan, yang sifatnya spekulatif. Contohnya seperti pembelian surat-surat berharga.
  • Investasi Induced yaitu investasi yang dipengaruhi oleh kenaikan permintaan akan barang dan jasa dan dalam tingkat pendapatan. Contoh investasi ini yaitu penghasilan transitori, yakni suatu penghasilan yang diperoleh selain dari bekerja, seperti bunga dan sebagainya.
3. Jenis Investasi berdasarkan Sumber Pembiayaannya
Jenis investasi berdasarkan sumber pembiayaannya ini merupakan investasi yang didasarkan pada sebuah asal-usul investasi yang diperoleh. Jenis investasi ini bisa dibagi lagi menjadi dua macam, yakni investasi yang bersumber dari modal asing dan investasi yang bersumber dari modal dalam negeri.

4. Jenis Investasi berdasarkan bentuknya.
Jenis investasi yang berdasarkan bentuknya merupakan investasi yang didasarkan pada suatu cara menanamkan investasinya. Jenis investasi ini bisa dibagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :
  • Investasi Portopolio yaitu dilakukan melalui pasar modal dengan instrumen surat berharga, contohnya seperti pada saham dan obligasi.
  • Investasi langsung yaitu bentuk investasi yang dilakukan dengan membangun, membeli total, atau mengakuisi sebuah perusahaan.

Manfaat Investasi

  1. Bisa menjadi Potensi penghasilan jangka panjang
  2. Bisa Mengungguli inflasi
  3. Bisa memberikan sebuah penghasilan yang tetap
  4. Dapat menyesuaikan dengan suatu perubahan kebutuhan
  5. Dapat berinvestasi sesuai dengan suatu keadaan keuangan Anda

Klasifikasi Investasi

            Investasi dibagi menjadi dua yaitu investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek. Investasi jangka panjang merupakan kelompok aset nonlancar dan investasi jangka pendek merupakan kelompok investasi lancar.
Investasi jangka pendek harus memenuhi karakteristik sebagai berikut :
  1. Dapat segera diperjualbelikan/dicairkan
  2. Investasi tersebut ditujukan dalam rangka manajemen kas, artinya pemerintah dapat menjual investasi tersebut tanpa timbul kebutuhan kas.
Beresiko rendah.
Maka pembelian surat-surat berharga yang beresiko tinggi karena dipengaruhi oleh fluktuasi harga pasar surat berharga tidak termasuk dalam investasi jangka pendek.

Investasi jangka panjang merupakan penanaman atau penyertaan sebagian kekayaan suatu perusahaan lain dengan maksud untuk memperoleh pendapatan tetap dan untuk menguasasi atau mengendalikan perusahaan tersebut.

Beberapa bentuk penanaman dalam investasi jangka panjang antara lain :
  1. Penanaman atau penyertaan dalam bentuk saham, obligasi dan surat-surat berharga lainnya.
  2. Dana untuk melunasi utang jangka panjang atau dana khusus lainnya.
  3. Pembelian tanah dengan rencana penggunaan dana dimasa yang akan datang.

Biaya investasi

Biaya perolehan suatu investasi mencakup biaya perolehan lain disamping harga beli, seperti komisi broker, jasa bank, dan pungutan oleh bursa efek. Jika suatu atau sebagian investasi diperoleh dengan penerbitan saham atau surat berharga lain, maka biaya perolehannya adalah nilai wajar dari surat berharga yang diterbitkan dan bukan nilai nominal atau value. Jika suatu ataub sebagian investasi diperoleh dengan pertukaran dengan aktiva lain, biaya perolehan investasi tersebut ditentukan dengan mengacu pada nilai wajar dari aktiva yang diserahkan atau dapat juga menggunakan nilai wajar dari aktiva yang diperoleh apabila dianggap lebih andal berdasarkan data/bukti yang tersedia.

Piutang bunga, royalti, dividen dan sewa sehubungan dengan suatu investasi secara umum dianggap sebagai penghasilan (return) investasi tersebut. Tetapi dalam keadaan tertentu arus masuk seperti dapat merupakan suatu pemulihan biaya dan tidak merupakan penghasilan. Misalnya jika bunga yang dibayar telah diakrual sebelum pembelian investasi yang berbunga dan oleh karena itu dimasukkan dalam biaya perolehan yang dibayar untuk investasi tersebut, penerimaan berikutnya dari bunga dialokasikan antara periode sebelum dan sesudah pembelian; bagian sebelum pembelian dikurangi dari biaya perolehan. Jika deviden dideklarasikan dari laba praakuisisi, maka dividen pra akuisisi tersebut dikurangkan dari biaya perolehan.

Perbedaan antara biaya perolehan dan nilai penebusan (redemption value) suatu investasi dalam sekuritas hutang (diskonto atau premi pada pembelian) biasanya diamortisasi oleh investor selama periode dari pembelian sampai saat jatuh tempo sehingga hasil yang konstan (constant yield) diperoleh dari investasi tersebut. Diskonto atau premi yang diamortisasi tersebut dikreditkan atau dibebankan pada penghasilan bunga, dan sehingga merupakan penambahan atau pengurangan dari nilai tercatat sekuritas (carrying value) tersebut. Nilai tercatat yang dihasilkan, selanjutnya dianggap sebagai harga perolehan.

Nilai tercatat Investasi (Carrying Amount of Investmen)

Investasi Lancar
Terdapat pendapat berbeda mengenai nilai tercatat yang tepat untuk investasi lancar. Ada yang menekankan bahwa untuk laporan keuangan yang dipersiapkan menurut biaya perolehan aturan umum tentang biaya dan nilai bersih yang direalisasi yang mana yang lebih rendah dapat diterapkan pada investasi; dan karena kebanyakan investasi lancar dapat dipasarkan; nilai tercatatnya adalah biaya atau nilai pasar mana yang lebih rendah. Dengan kata lain metode ini memberikan nilai neraca yang wajar (prudent) dan tidak menyebabkan pengakuan keuntungan yang tidak direalisasi  dalam penghasilan.

Pendapat lain mengenai investasi lancar yang merupakan subtitusi kas adalah menilainya dengan nilai wajar, yakni dengan nilai pasar. Perusahaan tidak memperhatikan unsur harga perolehan melainkan kas yang dapat diperoleh dengan menjualnya kembali. Persediaan dengan investasi lancar merupakan hal yang berbeda. Investasi lancar dapat dengan mudah dijual sedangkan laba tidak dapat diakui sebelum penjualan persediaan dipastikan.

Perhatian perusahaan biasanya langsung pada nilai keseluruhan dari portofolio investasi lancar, dan bukan pada investasi individual, karena investasi tersebut dimiliki secara kolektif sebagai tempat penyimpanan kekayaan. Maka sejalan dengan pandangan ini, investasi dicatat pada biaya atau nilai pasar yang mana yang lebih rendah dinilai pada suatu portofolio agregat, dalam total atau dengan kategori investasi, dan tidak pada basis investasi individual. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa penggunaan dasar portofolio menghasilkan kerugian yang dikompensasi dengan keuntungan yang tidak direalisasi.

Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang biasanya dicatat pada biaya perolehan. Tetapi jika terjadi penurunan yang tidak bersifat sementara dalam penilaian investasi jangka panjang  tersebut, nilai tercatat dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut. Indikator nilai suatu investasi dapat diperoleh dengan mengacu pada nilai pasarnya, aktiva dan kinerja investee serta arus kas yang diharapkan dari aktivitas tersebut. Resiko dan jenis serta penyertaan (stake) investor pada investe juga diperhitungkan. Pembatasan distribusi oleh investee tersebut atau pelepasan investasi oleh investor mungkin mempengaruhi investasi. Contoh : pembayaran dividen atau pembayaran kembali investasi.

Banyak investasi jangka panjang yang secara individual penting bagi perusahaan yang melakukan investasi. Nilai tercatat dari investasi jangka panjang karenanya, biasanya ditentukan secara individual. Namun, dari beberapa negara, sekuritas ekuitas mudah dipasarkan yang diklasifikasikan sebagai investasi jangka panjang dapat dinilai menurut yang terendah antara biaya dan nilai pasar yang ditentukan pada basis portofolio. Dalam hal ini, penurunan sementara dan pemulihan atas penurunan tersebut dimasukkan dalam ekuitas.

Penurunan selain penurunan sementara dalam nilai tercatat investasi jangka panjang dibebankan pada laporan laba rugi. Penurunan nilai tercatat dapat dipulihkan jika selanjutnya terdapat kenaikan dalam nilai invetasi tersebut, atau jika alasan penurunan tersebut tidak relevan lagi. Pemulihan tersebut tidak boleh menyebabkan nilai investasi melebihi biaya perolehannya semula (original cost).

Investasi properti lazim dicatat sebagai investasi jangka panjang kecuali apabila dimaksudkan untuk dimiliki dalam waktu satu tahun atau kurang. Investasi properti tidak boleh disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap dan tidak boleh disusutkan.


Pencarian yang paling banyak dicari
  • materi investasi
  • investasi online
  • tujuan investasi
  • contoh investasi
  • macam investasi
  • makalah investasi
  • jenis investasi
  • investasi saham