Kesimpulan Kenapa BBM naik.

BBM NAIK!!!...
Dibenakku terus berfikir tentang kenaikan BBM ini, mencoba mencari dari berbagai sumber kesana kemari dan akhirnya aku ingin menulisnya.
//Kebijakan pemerintah menaikan harga BBM sudah tidak Asing lagi, bahkan dari ERA sukarno sampai skrng ini 1.000.000 persentase kenaikan BBM terus dIlakukan. wahhhh angka yang draktis bukan??.
Begitu Sukarno turun dari jabatan, sejak tahun 1967, pemerintah ORBA telah menaikkan harga BBM sebanyak 28 kali. dan selanjutnya di susung oleh Suharto. Soeharto telah menaikkan harga BBM masing 2000 X untuk premium, 1832 X untuk solar dan 700 X untuk minyak tanah selama 32 tahun menjabat.Silahkan anda cari harga BBM tahun 1967 dan anda hitung prosentase kenaikannya hingga tahun sekarang.
Di pemerintahan Suharto setiap 1,5thn harga BBM naik. ini sudah tidak asing lagi, hutang dimana-mana dan perekonomian Indonesia Anjlok, membuat rakyat Indonesia tidak begitu fokus dengan Kebijakan Suharto tentang kenaikan BBM ini.
Akhirnya, tak ada satu pun pemerintahan pasca Suharto yg mampu mencari jalan alternatif untuk tidak menaikkan harga BBM. Gus Dur pernah menaikkan harga BBM 2 kali, Megawati 3 kali, dan SBY 4 kali.
Beruntung kemudian Jokowi berani membuat tim anti mafia migas yg diketuai Faisal Basri yg dikenal berasih dan bereputasi baik dalam bertugas. semoga Faisal Basri bisa menjalankan Amanah ini dan temukan sebanyak banyaknya MAFIA migas ini.
"Setiap kebijakan pasti memiliki Resiko"
Apapun Kebijakan pemerintah, selagi itu tidak KORUPSI, aku Sepakat
Regard : Rio Art Brendleboy

Hanya itu yang dapat saya berikan,semoga teman-teman mendapat ilmu baru, jangan lupa. jika ilmu itu di pendam dan disimpan, maka gak akan berkembang, Berbagilah, selagi masi bisa, karena ilmu itu merupakan Amalan Jariah.. salam dari saya Riolan


Jangan lupa bergabung di jejaring sosial saya “ www.zonelike.com
saya tunggu kehadiran kalian, karena saya tidak akan bosan-bosan mengajak siapa saja untuk bergabung.


“Setiap ilmu yang kamu miliki tidak ada apa-apanya di mata Allah, selagi masih hidup Berbagilah, karena itu merupakan amalan untuk bekal kita di Akhirat nanti” (Riolan)