Kamu Sering Dibohongi? Mari Kenali Beberapa Gejala Pembohong - bukan.info

Berbohong - Perilaku tersebut terjadi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Ada banyak kategori berbohong, salah satunya adalah Compulsive Lying. Pembohong Komplusif (Compulsive Lying) adalah orang-orang yang merasa berbohong adalah "area aman bagi emosional", jika dibandingkan dengan mengatakan yang sebenarnya. Berbohong adalah cara normal dan refleks mereka untuk menanggapi pertanyaan. Untuk pembohong komplusif ini, mengatakan yang sebenarnya akan terasa sangat canggung, sulit, dan tidak nyaman. Berbohong seolah-olah menjadi sifat dasar kedua mereka.

Dalam postingan kali ini, bukan.info akan menguraikan beberapa gejala pembohong komplusif. Langsung saja kita simak bersama ya, Cekidot.. :D



1. Bipolar Disorder

Bipolar
http://jadiberita.com/

Penderita gangguan bipolar, melalui periode "roller coaster" antara depresi dan mania. Depresi biasanya disertai dengan percaya diri yang rendah dan merasa seperti hidup adalah mengerikan. Sedangkan mania adalah kebalikannya, dimana seseorang merasa seperti hidup adalah anugrah besar dan tidak ada yang bisa menghalangi jalannya. Perilaku implusif umum terjadi selama periode ini, dan menjadi lebih sering untuk berbohong daripada menghadapi kenyataan.

2. Rendahnya Kepercayaan Diri

Tidak PD
http://2.bp.blogspot.com/

Ini merupakan ciri khas dari kebanyakan orang dengan gangguan compulsive lying. Perasaan mendalam akan inferioritas mendorong untuk melakukan kebohongan yang membuat mereka merasa lebih berharga.
3. Kecanduan
Orang yang kecanduan judi, alkohol dan narkoba juga jauh lebih mungkin untuk untuk menjadi pembohong yang komplusif.

4. Ketidak Mampuan Untuk Menghadapi Kenyataan

Tak Mampu menghadapi kenyataan
http://www.kesekolah.com/


Bahkan ketika dihadapkan dengan fakta-fakta baku, pembohong komplusif sejati tidak akan pernah mengakui kebenaran. Upaya untuk membuat pembohong komplusif ini mengakui kebenaran berdasarkan fakta akan membuat mereka berbohong lebih jauh lagi, dan mungkin bahkan ledakan emosional yang dirancang untuk mengalihkan perhatian dari berbohong.

5. Pencari perhatian

Pencari perhatian
www.photocard.me

Ada orang tertentu yang perlu menjadi pusat perhatian dimanapun mereka pergi. Dalam rangka mempertahankan tingkat popularitas, maka mereka mulai membangun kebohongan-kebohongan untuk mencari perhatian. Kebohongan ini segera menjadi bagian dari kepribadian mereka dan mereka tidak pernah merasa perlu untuk menghindari kebohongan yang tidak berbahaya. Plagiarisme menjadi bagian lain dari gejala pembohong obesif komplusif.

Demikian tadi beberapa gejala pembohong yang biasanya terjadi. Semoga bermanfaat ya, terimakasih.. :)