Pengertian, Istilah dan Macam-macam Struktur Sosial Menurut Para Ahli

Apa pengertian struktur sosial ? Struktur sosial berasal dari sebuah kata dalam bahasa latin structum yang bermakna menyusun. Secara sederhana struktur sosial dapat kita artikan susunan masyarakat.

Pengertian, Istilah dan Macam-macam Struktur Sosial Menurut Para Ahli
Pengertian, Istilah dan Macam-macam Struktur Sosial Menurut Para Ahli


Para ahli sosiologi memiliki pandangan masing-masing  mengenai difinisi struktur social, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Menurut Radclife-Brown, struktur sosial adalah suatu rangkaian kompleks dari relasi-relasi sosial yang berwujud dalam suatu masyarakat. Dengan demikian, struktur sosial meliputi relasi sosial di antara para individu dan perbedaan individu dan kelas sosial menurut peranan sosial mereka.
  2. Menurut Evans-Pritchard, struktur sosial ialah relasi-relasi yang tetap dan menyatukan kelompok-kelompok sosial pada satuan yang lebih luas.
  3. Menurut Raymond Firth, konsep struktur sosial merupakan analytical tool atau alat analisis yang diwujudkan untuk membantu pemahaman tentang tingkah laku manusia dalam kehidupan sosial.
  4. Menurut Beattie, struktur sosial adalah bagian-bagian atau unsur-unsur dalam masyarakat itu yang tersusun secara teratur guna membentuk suatu kesatuan yang sistematik.
  5. Menurut George Simmel, Kumpulan individu serta pola perilakunya. Yang dimaksud individu dengan kumpulan adalah orang yang berjumlah lebih dari satu.
  6. Menurut George C. Homans, Hal yang memiliki hubungan erat dengan perilaku sosial dasar dalam kehidupan sehari-hari. Yang dimaksud dengan perilaku sosial dasar adalah perilaku yang biasa dilakukan sehari hari seperti berkomunikasi dengan teman.
  7. Menurut William Kornblum, Susunan yang dapat terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku individu. Yang dimaksud dengan pengulangan pola adalah perilaku yang diulang kembali seperti perayaan ulang tahun.
  8. Menurut Soerjono Soekanto, Hubungan timbal balik antara posisi-posisi dan peranan-peranan sosial. Yang dimaksud dengan timbal balik adalah adanya sikap saling membantu, seperti dalam tolong menolong sesama yang sedang kesuliatan contohnya menjenguk orang sakit.


Nilai Sosial dan Organ-organ Masyarakat

Dari pengertian-pengertian di atas dapat kita simpulkan secara difinitif bahwa struktur social adalah suatu skema penempatan nilai-nilai social budaya dan organ-organ masyarakat pada posisi yang dipandang sesuai dengan tujuan menjadikan organisasi masyarakat sebagai suatu keseluruhan dapat terus berfungsi dengan baik serta kepentingan setiap bagian dari masyarakat tersebut juga dapat berjalan dalam tempo waktu yang relative lama.

Nilai-nilai sosial budaya dalam suatu struktur sosial terdiri dari ajaran agama, idiologi, dan kaidah-kaidah yang berkaitan dengan moral serta peraturan sopan santun yang berlaku dalam suatu masyarakat. Setip nilai sosial memiliki tempat serta peranannya tersendiri dalam kehidupan sosial masyarakat.

Adapun yang dimaksud dengan organ-organ masyarakat adalah semu komponen yang membentuk masyarakat. Komponen-komponen tersebut adalah kelompok-kelompok sosial, lembaga-lembaga atau institusi-institusi sosial.

Organ-organ tersebut berperan sebagai wadah bagi setiap anggota masyarakat yang berusaha mengusung nilai-nilai tertentu dan mewujudkannya dalam praktik kehidupan bermasyarakat.

Setiap kelompok atau komponen-komponen sosial yang begitu beragam memiliki peran masing-masing. Setiap komponen tidak bisa bekerja masing-masing melainkan harus secara bersama-sama saling mengisi dan melengkapi satu sama lainnya. 

Semua kegiatan itu pada akhirnya disatupadukan oleh organisasi besar yang disebut masyarakat.

Klasifikasi (Macam-macam) Struktur Sosial

Jika kita perhatikan secara seksama, struktur sosial yang terbentuk dalam fenomena kehidupan manusia dapat dilasifikasikan ke dalam beberapa jenis:

  1. Struktur kaku dan luwes, struktur kaku ialah struktur sosial yang bersifat tidak mungkin  diubah atau sulit untuk diubah. Struktur luwes adalah struktur yang pola susunannya memungkinkan untuk diubah.
  2. Struktur formal dan informal. Struktur formal dapat disebut juga dengan sruktur resmi. Yaitu suatu struktur yang diakui pihak berwenang berdasarkan hukum yang berlaku. Adapun struktur informal atau tidak resmi adalah struktur yang nyata atau benar-benar ada serta berfungsi bagi masyarakat, tetapi tidak diakui oleh pihak berwenang dan tidak berketetapan hukum.
  3. Struktur homogen dan heterogen. Struktur homogen adalah suatu struktur sosial yang unsur-unsurnya mempunyai pengaruh yang sama terhadap dunia luar. Struktur heterogen adalah suatu struktur yang unsur-unsurnya mempunyai kedudukan yang berbeda-beda dan kesempatan setiap unsur pun berbeda pula, baik terhadap kelompok sendiri maupun terhadap kelompok lain.
  4. Struktur mekanis dan statistik. Struktur mekanis adalah suatu struktur yang menuntut persamaan posisi dari anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Struktur statistik adalah struktur yang dapat berfungsi dengan baik apabila persyaratan jumlah anggotanya terpenuhi. 
  5. Struktur atas dan bawah. Struktur atas atau suprastruktur umumnya diduduki oleh golongan orang yang memegang kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya. Struktur bawah atau infrastruktur adalah tempat bagi golongan masyarakat bawah atau mereka yang taraf kehidupannya relatif rendah.

Diferensasi Sosial dan Stratafikasi Sosial

Mengacu pada pengertian dan jenis struktur sosial, secara umum masyarakat dapat diklasifikasikan ke dalam pengelompokan secara horizontal (diferensiasi sosial) dan secara vertikal (stratifikasi sosial).

Merujuk pada gagasan yang dikemukakan oleh Peter M. Blau; bahwa masyarakat plural dapat dibagi menurut dua faktor, yaitu heterogenitas dan kesenjangan sosial.

Heterogenitas atau keragaman merupakan pengelompokan masyarak berdasarkan parameter nominal, yang meliputi SARA, parpol, dan ormas. Pengelompokan ini nantinya disebut dengan diferensiasi sosial.

Adapun kesenjangan sosial adalah pengelompokan berdasarkan parameter gradual yang dikenal dengan stratifikasi sosial atau pelapisan sosial, seperti faktor ekonomi dan status atau jabatan.

10 Macam Struktur Sosial dan Contohnya

Struktur sosial merupakan komponen atau unsur-unsur dalam sebuah masyarakat yang tersusun secara teratur sehingga membentuk suatu kesatuan yang sistematik.

Komponen-komponen tersebut dapat berupa kelompok-kelompok sosial, lembaga-lembaga atau institusi-institusi sosial.Komponen-kmponen ini nantinya berperan sebagai wadah bagi setiap anggota masyarakat yang berusaha mengusung nilai-nilai tertentu dan mewujudkannya dalam praktik kehidupan bermasyarakat.

Para ahli mengklasifikasikan struktur sosial ke dalam beberapa bentuk. Diantaranya struktur sosial kaku-luwes, struktur sosial formal-informal, struktur sosial homogen-heterogen, struktur sosial mekanis-statistik dan struktur sosial atas dan bawah.

Penjelasan 10 Macam-macam Struktur sosial dan Contohnya

1. Struktur Sosial Kaku 
Struktur sosial kaku adalah struktur sosial yang tidak mungkin atau sangat sulit untuk dirubah. Strutur sosial jenis ini biasanya sudah diwarsan secara turun-menurun dan dilatar belakangi oleh dogma agama atau kesukuan yang amat kuat.

Contoh struktur sosial yang bersifat kaku diantaranya adalah sistem kasta di India.

2. Struktur Sosial Luwes
Struktur sosial luwes adalah kebalikan dari struktur sosial kaku. Artinya struktur sosial jenis ini sangat fleksibel dan mudah mengalami perubahan.

Contoh struktur sosial luwes dapat kita temukan pada masyarakat yang menganut sistem stratafikasi terbuka seperti di negera kita. Misal untuk menjadi seorang kepala daerah seseorang tidak diharuskan memiliki garis keturunan raja atau bangsawan. Siapapun bisa menjadi kepla daerah selama dia memiliki kapasitas dan pendukung yang memadai.

3. Struktur Sosial Formal
Struktur sosial formal merupakan suatu bentuk struktur sosial yang diakui oleh pihak yang berwenang dan hukum yang berlaku di subuah wilayah. Misalnya lembaga pemerintahan tingkat daerah (Pemda) yang terdiri dari bupati, wakil bupati, sekwilda, dan lain-lain.

4. Struktur Sosial Informal
Struktur sosial informal merupakan kebalikan struktur sosial formal. Struktur semacam ini nyata ada dan berfungsi, tetapi tidak mempunyai ketetapan hukum dan tidak diakui oleh pihak yang berwenang.

Mislanya dalam suatu masyarakat terdapat tokoh adat atau tokoh agama yang memiliki wibawa dan kharisma, dipatuhi dan disegani oleh anggota masyarakatnya, tetapi mereka tidak berada dalam struktur yang formal dan keberadaannya tidak diakui secara konstitusional.

5. Struktur Sosial Homogen
Pada struktur sosial yang homogen adalah jenis struktur soial yang memiliki latar belakang identitas diri yang sama, seperti kesamaan ras, suku bangsa, ataupun agama.

Contoh struktur sosial homogen dapat kita temukan pada struktur suku adat seperti Suku Kampung Naga di Tasik Malaya.

6. Struktur Sosial yang Heterogen
Struktur sosial ini ditandai oleh keanekaragaman identitas anggota masyarakatnya. Struktur sosial yang heterogen memiliki latar belakang ras, suku, ataupun agama yang berbeda dari para anggota masyarakatnya.

Contoh struktur sosial heterogen dapat kita lihat pada masyarakat Indonesia secara umum. Hal ini ditandai dengan banyaknya suku, bahasa, agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakatnya.

7. Struktur Sosial Mekanis
Struktur mekanis adalah suatu struktur yang menuntut persamaan posisi dari anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Contoh struktur sosial mekanis diantaranya adalah struktur keluarga, di mana kedudukan tiap-tiap anggota keluarga merupakan suatu mekanisme yang tidak dapat dengan mudah ditukar atau digantikan tanpa membawa dampak negatif.


8. Struktur Sosial Statistik
Struktur statistik adalah struktur yang dapat berfungsi dengan baik apabila persyaratan jumlah anggotanya terpenuhi. Struktur ini tidak akan jalan atau minimal berjalan dengan cacat apabila komponen anggotanya tidak terpenuhi.

Contoh struktur sosial statistik bisa kita temukan pada jenis olahraga beregu seperti sepak bola, bola volly, bola takraw dan semisalnya.

9. Struktur Atas dan Bawah
Pembagian struktur sosial menjadi struktur atas dan bawah pertamakali dikemukakan oleh Karl Marx.Struktur atas (supra-struktur) menurutnya adalah kelompok orang-orang yang menguasai kekuasaan atas bidang politik, ekonomi dan budaya.

adapun struktur bawah (infra-struktur) adalah rkyat jelata yang tidak memiliki kekuasaan atas bidang politik, ekonomi dan budaya.

10. Struktur Horizontal dan Vertikal
Struktur horizontal merupakan pembedaan masyarakat secara horizontal atau berdasarkan pada aspek diferensiasi. Contoh struktur horizontal adalah perbedaan ras, agama dan keyakinan.

Adapun struktur vertikal merupakan pembedaan masyarakat secara vertikal atau berdasarkan tingkatan.Struktur vertikal ditentukan oleh tinggi rendah strata seseorang dalam suatu masyarakat. Struktur sosial vertikal bsa disebut jug dengan stratafikasi sosial.

Demikian 10 macam struktur sosial dan contohnya ditinjau dari berbagai sudut pandang. Anda juga dapat membaca beberapa artikel yang terkait dengan pembahasan ini sepert pengertian struktur sosial, diferensasi sosial maupun stratafikasi sosial.

Bentuk Struktur Sosial

Bentuk struktur sosial berupa stratifikasi sosial dan diferensiasi sosial. Berikut adalah ulasan selangkapnya.

Stratifikasi Sosial
Struktur sosial yang ada di dalam suatu masyarakat terbentuk karena adanya unsur sosial seperti melakukan interaksi antar individu yang ada didalam masyarakat dalam waktu lama. Dari interaksi tersebut terbentuk tatanan kehidupan secara menyeluruh disegala aspek kehidupan bermasyarakat.

Diferensiasi Sosial
Menurut Soerjono Soekanto, diferensiasi sosial merupakan penggolongan masyarakat atas perbedaan-perbedaan tertentu yang biasanya sama atau sejajar. Sedangkan untuk jenisnya adalah sebagai berikut: diferensiasi ras, diferensiasi suku bangsa, diferensiasi klen, siferensiasi agama, diferensiasi profesi dan diferensiasi jenis kelamin.

Ciri-ciri Struktur Sosial

Dalam hal ini ciri ciri struktur sosial dapat dikelompokan menjadi dua yaitu yang ada dalam suatu kelompok masyarakat dan yang berkaitan dengan kebudayaan masyarakat.

Terdapat pada suatu kelompok masyarakat
Struktur sosial hanya ada pada individu yang memiliki status serta peran dan hanya dapat dilihat saat mereka di dalam suatu kelompok masyarakat. Sistem sosial memiliki macam status dan peran yang berbeda-beda.

Berkaitan dengan kebudayaan masyarakat
Kebudayaan terbentuk dari suatu kelompok masyarakat dimana kebudayaan tersebut memiliki struktur sendiri. Indonesia yang kaya akan kebudayaan daerah tidak menjadi masalah antar kelompok karena Indonesia mengamalkan bhineka tungal ika yang artinya berbeda beda tetapi tetap satu.

Fungsi Struktur Sosial

Adapun fungsinya dapat dibagi menjadi beberapa macam, berikut adalah beberapa fungsi struktur sosial:

Fungsi Identitas
Memiliki fungsi sebagai penegas identitas yang ada di sebuah kelompok masyarakat. Diamana kelompok tersbemut memiliki kesamaan antar individu didalamnya seperti latar belakang, sosial, ras, dan juga budaya.

Fungsi Kontrol
Berfungsi untuk mengontrol individu agar tidak melanggar norma, nilai, maupun peraturan yang telah berlaku dimasyarakat. Dengan adanya fungsi ini, individu yang akan melanggar akan berfikir ulang apabila akan melanggar norma yang ada di masyarakat sebab apabila melanggar norma yang berlaku, individu tersebut akan dikenakan hukuman.

Fungsi Pembelajaran
Dengan adanya fungsi pembelajaran, individu dapat mempelajari struktur sosial yang berlaku di suatu masyarakatnya. Banyak yang dapat dipelajari dari fungsi ini seperti sikap, kepercayaan, kebiasaan dan kedisplinan.

Selain materi tentang struktur sosial, ada juga materi lainnya yang dapat anda pelajari seperti interaksi sosial dan Perubahan Sosial. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda, jangan lupa share, like dan berikan komentar anda tentang artikel ini. Terimkasih sudah berkunjung.



Pencarian yang paling populer

  • contoh struktur sosial
  • fungsi struktur sosial
  • bentuk struktur sosial
  • fungsi dan bentuk struktur sosial
  • ciri ciri struktur sosial
  • unsur struktur sosial
  • materi struktur sosial
  • struktur sosial masyarakat