Pengertian, istilah dan Struktur kardiovaskuler (Anatomi jantung dan pembuluh darah)

Sistem kardiovaskuler merupakan sistem yang memberi fasilitas proses pengangkutan berbagai substansi dari, dan ke sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang disebut jantung, dan sistem saluran yang terdiri dari arteri yang mergalirkan darah dari jantung, dan vena yang mengalirkan darah menuju jantung.

Pengertian, istilah dan Struktur kardiovaskuler (Anatomi jantung dan pembuluh darah)
Pengertian, istilah dan Struktur kardiovaskuler (Anatomi jantung dan pembuluh darah)
Jantung manusia merupakan jantung berongga yang memiliki 2 atrium dan 2 ventrikel. Jantung merupakan organ berotot yang mampu mendorong darah ke berbagai bagian tubuh. Jantung manusia berbentuk seperti kerucut dan berukuran sebesar kepalan tangan, terletak di rongga dada sebalah kiri. Jantung dibungkus oleh suatu selaput yang disebut perikardium. Jantung bertanggung jawab untuk mempertahankan aliran darah dengan bantuan sejumlah klep yang melengkapinya. Untuk mejamin kelangsungan sirkulasi, jantung berkontraksi secara periodik.


Pengertian, istilah dan Struktur kardiovaskuler (Anatomi jantung dan pembuluh darah)
Pengertian, istilah dan Struktur kardiovaskuler (Anatomi jantung dan pembuluh darah)


Otot jantung berkontraksi terus menerus tanpa mengalami kelelahan. Kontraksi jantung manusia merupakan kontraksi miogenik, yaitu kontaksi yang diawali kekuatan rangsang dari otot jantung itu sendiri dan bukan dari syaraf. Terdapat beberapa bagian jantung (secara anatomis) akan kita bahas dalam makalah ini, diantaranya yaitu :

A. Bentuk Serta Ukuran Jantung

Jantung merupakan organ utama dalam sistem kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh organ-organ muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Ukuran jantung panjangnya kira-kira 12 cm, lebar 8-9 cm seta tebal kira-kira 6 cm.

Bentuk Serta Ukuran Jantung
Bentuk Serta Ukuran Jantung


Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200 sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari kepalan tangan. Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah.

Posisi jantung terletak diantar kedua paru dan berada ditengah tengah dada, bertumpu pada diaphragma thoracis dan berada kira-kira 5 cm diatas processus xiphoideus. Pada tepi kanan cranial berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa III dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Pada tepi kanan caudal berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa VI dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Tepi kiri cranial jantung berada pada tepi caudal pars cartilaginis costa II sinistra di tepi lateral sternum, tepi kiri caudal berada pada ruang intercostalis 5, kira-kira 9 cm di kiri linea medioclavicularis.

Bentuk Serta Ukuran Jantung
Bentuk Serta Ukuran Jantung


Selaput yang membungkus jantung disebut perikardium dimana terdiri antara lapisan fibrosa dan serosa, dalam cavum pericardii berisi 50 cc yang berfungsi sebagai pelumas agar tidak ada gesekan antara perikardium dan epikardium. Epikardium adalah lapisan paling luar dari jantung, lapisan berikutnya adalah lapisan miokardium dimana lapisan ini adalah lapisan yang paling tebal. Lapisan terakhir adalah lapisan endokardium.

B. Ruang Dalam Jantung

Ada 4 ruangan dalam jantung dimana dua dari ruang itu disebut atrium dan sisanya adalah ventrikel. Pada orang awam, atrium dikenal dengan serambi dan ventrikel dikenal dengan bilik.

Ruang Dalam Jantung
Ruang Dalam Jantung


Kedua atrium merupakan ruang dengan dinding otot yang tipis karena rendahnya tekanan yang ditimbulkan oleh atrium. Sebaliknya ventrikel mempunyai dinding otot yang tebal terutama ventrikel kiri yang mempunyai lapisan tiga kali lebih tebal dari ventrikel kanan.

Ruang Dalam Jantung
Ruang Dalam Jantung


Kedua atrium dipisahkan oleh sekat antar atrium (septum interatriorum), sementara kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat antar ventrikel (septum inter-ventrikulorum). Atrium dan ventrikel pada masing-masing sisi jantung berhubungan satu sama lain melalui suatu penghubung yang disebut orifisium atrioventrikuler. Orifisium ini dapat terbuka atau tertutup oleh suatu katup atrioventrikuler (katup AV). Katup AV sebelah kiri disebut katup bikuspid (katup mitral) sedangkan katup AV sebelah kanan disebut katup trikuspid.

C. Katup-Katup Jantung

Diantara atrium kanan dan ventrikel kanan ada katup yang memisahkan keduanya yaitu katup trikuspid, sedangkan pada atrium kiri dan ventrikel kiri juga mempunyai katup yang disebut dengan katup mitral/ bikuspid. Kedua katup ini berfungsi sebagai pembatas yang dapat terbuka dan tertutup pada saat darah masuk dari atrium ke ventrikel.

Katup Trikuspid, Katup trikuspid berada diantara atrium kanan dan ventrikel kanan. Bila katup ini terbuka, maka darah akan mengalir dari atrium kanan menuju ventrikel kanan. Katup trikuspid berfungsi mencegah kembalinya aliran darah menuju atrium kanan dengan cara menutup pada saat kontraksi ventrikel. Sesuai dengan namanya, katup trikuspid terdiri dari 3 daun katup.

Katup pulmonal, Setelah katup trikuspid tertutup, darah akan mengalir dari dalam ventrikel kanan melalui trunkus pulmonalis. Trunkus pulmonalis bercabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang akan berhubungan dengan jaringan paru kanan dan kiri. Pada pangkal trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari 3 daun katup yang terbuka bila ventrikel kanan berkontraksi dan menutup bila ventrikel kanan relaksasi, sehingga memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kanan menuju arteri pulmonalis.

Katup bikuspid, Katup bikuspid atau katup mitral mengatur aliran darah dari atrium kiri menuju ventrikel kiri.. Seperti katup trikuspid, katup bikuspid menutup pada saat kontraksi ventrikel. Katup bikuspid terdiri dari dua daun katup.

Katup Aorta, Katup aorta terdiri dari 3 daun katup yang terdapat pada pangkal aorta. Katup ini akan membuka pada saat ventrikel kiri berkontraksi sehingga darah akan mengalir keseluruh tubuh. Sebaliknya katup akan menutup pada saat ventrikel kiri relaksasi, sehingga mencegah darah masuk kembali kedalam ventrikel kiri.


D. Komponen Sistem Induksi Jantung


  1. Sinoatrial
  2. Atrioventrikular
  3. RA, LA, RV, LV
  4. Peace Meker ( Pusat Picu Jantung )

Fungsi utama jantung adalah memompa darh ke seluruh tubuh dimana pada saat memompa jantung otot-otot jantung (miokardium) yang bergerak. Untuk fungsi tersebut, otot jantung mempunyai kemampuan untuk menimmbulkan rangsangan listrik.

Aktifitas kontraksi jantung untuk memompa darah keseluruh tubuh selalu didahului oleh aktifitas listrik. Aktifitas listrik inidimulai pada nodus sinoatrial (nodus SA) yang terletak pada celah antara vena cava suiperior dan atrium kanan. Pada nodus SA mengawali gelombang depolarisasi secara spontan sehingga menyebabkan timbulnya potensial aksi yang disebarkan melalui sel-sel otot atrium, nodus atrioventrikuler (nodus AV), berkas His, serabut Purkinje dan akhirnya ke seluruh otot ventrikel.

E. PENGERTIAN JANTUNG

Jantung (bahasa latin : cor) adalah sebuah organ tubuh manusia yang berongga serta berotot yang berperan dalam sistem peredaran darah manusia. Jantung mengendalikan seluruh kegiatan peredarah darah, dengan melibatkan pembuluh darah sebagai salurannya. Jantung memompa darah ke seluruh tubuh melalui kontraksi berirama dengan bantuan listrik jantung. Darah ini dipompa ke seluruh tubuh.

Kandungan yang ada di dalam darah adalah nutrisi dan oksigen yang berguna untuk kelangsungan hidup sel-sel tubuh. Setelah digunakan oleh sel-sel tersebut, darah itu dikembalikan lagi ke jantung, dan begitu seterusnya

Jantung memiliki empat ruang yang masing-masing memiliki fungsi tertentu. Organ ini terletak di dalam rongga dada tepatnya di bawah paru-paru sebelah kiri (pada umumnya), dan dilindungi oleh tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costae). Ukuran jantung lebih kurang sebesar kepalan tangan orang dewasa.

F. STRUKTUR JANTUNG

Jantung juga memiliki struktur tertentu yang harus diketahui agar suatu hal mengenai kelainan-kelainan yang terdapat di jantung dapat diketahui. Struktur tersebut adalah :

1. Bentuk dan Ukuran Jantung
Bentuk jantung lebih kurang mirip seperti kepalan tangan orang dewasa yang terbalik. Organ ini merupakan organ utama yang berperan dalam sistem kardiovaskular. Ukuran jantung kira-kira sebesar kepalan tangan orang dewasa atau memiliki panjang 12 cm, lebar 8 cm, dan tebal 6 cm, dengan berat sekitar 300 gram. Jantung terdiri dari otot-otot (muscular), apex (puncak), basis (dasar), atrium kana dan kiri, serta bilik kanan dan kiri.

Hal menarik yang bisa kita ketahui dari organ yang satu ini adalah, mampu untuk memompa darah atau berdetak sebanyak 100.000 kali selama sehari. Oleh karena itu, darah yang dipompa olehnya mencapai 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah segar ke segala sel-sel tubuh.

2. Lapisan Otot Jantung
Jatung memiliki tiga lapisan otot (myocardium) yang berbeda dan masing-masing lapisannya memiliki fungsi yang berbeda pula. Otot-otot jantung ini harus selalu disuplai oleh darah segar yang dibawa oleh arteri coroner agar jantung tidak berhenti berdetak. Berikut adalah lapisannya :

  1. Lapisan Pericardium, Merupakan lapisan paling atas yang menyelubungi jantung dan terbagi lagi menjadi 2 macam lapisan, yaitu pericardium parietal yang melekat pada tulang dada, tulang rusuk, dan selaput paru, serta pericardium visceral atau disebut juga dengan epikardium yang berada di bawah pericardium parietal. Diantara dua lapisan pericardium tersebut, terdapat 50 cc cairan atau pelumas yang disebut dengan cairan pericardium yang berfungsi sebagai pelumas agar melindungi kedua lapisan saling bergesekan akibat dari gerak jantung saat memompa darah. Jika kedua lapisan ini bergesekan, maka akan robek dan menyebabkan perdarahan yang hebat di jantung.
  2. Lapisan Miokardium, Lapisan ini berada di bawah lapisan pericardium dan merupakan lapisan otot jantung yang paling tebal dan terdiri dari otot-otot jantung yang banyak.
  3. Lapisan Endokardium, Lapisan ini merupakan lapisan terdalam (lapisan yang berhubungan langsung dengan jantung) dan terdiri dari jaringan-jaringan endotel.


3. Ruang-Ruang Jantung
Seperti dikatakan sebelumnya, organ jantung memiliki empat ruang yang maisng-masingnya dibatasi oleh sekat jantung (septum) yang terdiri dari otot-otot padat. Sekat yang membatasi kedua serambi (atrium) adalah septum interatriorum), sedangkan sekat yang membatasi kedua bilik (ventrikel) dinamakan dengan septum interventrikular. Adapun sekat yang membatasi antara bilik dan serambi dinamakan dengan septum atrioventrikular. Ke-empat ruang tersebut adalah :

  1. Serambi Kanan (Atrium Dextra), Merupakan ruang jantung yang berada di atas dan memiliki dinding yang lebih tipis daripada bilik (ventrikel). Fungsi dari atrium kanan ini adalah sebagai tempat penampungan darah kotor (darah yang miskin oksigen) dari seluruh tubuh. Darah ini dibawa dari sel-sel tubuh melalui saluran atau pembuluh darah yang disebut dengan vena.
  2. Serambi Kiri (Atrium Sinistra), Merupakan ruang jantung yang berada di atas dan bersebelahan dengan serambi kanan dan berfungsi sebagai ruang yang menerima darah segar (darah kaya oksigen yang kembali dari paru-paru) untuk disalurkan ke bilik kiri sebelum dipompa ke seluruh tubuh.
  3. Bilik Kanan (Ventrikel Dextra), Ruang jantung ini berada di bawah serambi dan memiliki dinding yang lebih tebal dikarenakan tugasnya yang lebih berat daripada atrium. Bilik kanan berfungsi sebagai tempat penampungan darah yang sedikit oksigen hasil dari serambi kanan untuk disalurkan ke paru-paru untuk diikat dengan oksigen.
  4. Bilik Kiri (Ventrikel Sinistra), Ruang ini berada di bawah jantung dan bersebelahan dengan ruang bilik kanan. Ruang bilik kiri jantung ini memiliki fungsi sebagai tempat penampungan darah kaya oksigen untuk segera disalurkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri.


4. Katup-Katup Jantung
Diantara ruang-ruang jantung diatas, tentunya memiliki suatu struktur yang bernama katup (valvula) yang dibutuhkan agar darah dari satu ruang tidak langsung masuk ke ruang yang lainnya, sehingga fungsi jantung akan tetap terjaga sebagaimana mestinya. Katup-katup akan bekerja dengan sistem buka tutup saat darah hendak dialirkan. Katup-katup tersebut ialah :

  1. Katup Tricuspidalis, Katup ini terletak antara ruang serambi kanan dan bilik kanan. Dinamakan tricuspid Karena katup ini memiliki tiga daun katup. Katup ini terbuka saat darah yang berasal dari serambi kanan hendak dialirkan ke bilik kanan, dan akan tertutup apabila darah di serambi kanan sudah dialirkan ke bilik kanan, sehingga mencegah baliknya darah ke atas.
  2. Katup Pulmonal, Merupakan katup yang berada antara bilik kanan dan arteri pulmonalis yang berfungsi sebagai pembawa darah yang miskin oksigen untuk diikat dengan oksigen yang segar di paru-paru. Katup ini akan terbuka apabila bilik kanan berkontraksi dan tertutup apabila bilik kanan berelaksasi.
  3. Katup Bicuspidalis, Merupakan katup yang terletak diantara serambi kiri dan bilik kiri. Katup ini akan terbuka apabila serambi kiri berkontraksi (mengalirkan darahnya ke bilik kiri) dan akan tertutup apabila kondisi yang sebaliknya.
  4. Katup Aorta, katup ini berada diantara bilik kiri dan pembuluh darah aorta yang bertugas sebagai saluran yang membawa darah segar ke seluruh tubuh. Katup ini terbuka apabila bilik kiri berkontraksi dan tertutup apabila bilik kiri berelaksasi.


5. Listrik Jantung
Jantung memiliki sistem listrik yang berguna agar fungsi-fungsi yang dibebankan terhadap jantung dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sistem listrik ini terdiri dari 4 sistem dan apabila sistem yang satu tidak dapat berfungsi, maka akan digantikan dengan sistem selanjutnya yang berakibat pada melemahnya kontraksi jantung. Semakin rendah listrik yang digunakan, maka semakin rendah pula kontraksi jantung yang dihasilkan untuk memompa darah dan darah yang dipompa pun akan semakin sedikit. Berikut merupakan 4 sistem listrik tersebut secara berurutan, yaitu :
Sinoatrial Node (SA Node), sistem ini terletak di dinding jantung serambi kanan dekat dengan vena cava superior (pembuluh vena yang berada di atas serambi kanan).
Atrioventricular Node (AV Node), sistem ini terletak di dasar serambi kanan dekat dengan katup tricuspidalis atau dekat dengan pertautan antara serambi dan bilik.
Berkas HIS, sistem listrik ini berbentuk seperti berkas yang berasal dari AV node dan masuk ke septum antar ventrikel. Berkas ini bercabang menjadi dua, yaitu berkas HIS kanan dan kiri yang berjalan ke bawah melalui septum melingkari ujung bilik dan kembali ke serambi di sepanjang dinding luar.
Serabut Purkinje, sistem listrik ini merupakan lanjutan dari berkas HIS dan berjalan ke seluruh myocardium (otot jantung) bilik jantung.

Sesuai dengan urutan tersebut, maka para ahli memperkirakan bahwa semakin ke bawah sistem listrik yang digunakan, amka akan semakin lemah juga kntraksi yang dihasilkan, yaitu :

  • SA Node                              : 60-80 kali/menit
  • AV Node                              : 40-60 kali/menit
  • Berkas His                           : 20-4- kali/menit
  • Serabut Purkinje                  : 0-20 kali/menit


G. Cara Kerja Jantung

Jantung yang memiliki fungsi sebagai organ yang memompa darah ke seluruh tubuh tentunya mempunyai mekanisme kerja tersendiri. Berawal dari darah yang kaya karbon dioksida yang berasal dari seluruh tubuh disalurkan ke serambi kanan melalui pembuluh darah vena, sehingga dari ruang serambi kanan tersebut dialirkan ke bilik kenan untuk selanjutnya dialirkan melalui arteri pulmonalis untuk dibawa ke paru paru supaya darah tersebut mengikat oksigen dan membuang karbon dioksida. Mekanisme ini dikenal dengan sirkulasi pulmonal.

Setelah dari paru-paru, maka darah yang sudah segar atau berikatan dengan oksigen dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis sehingga sampai ke serambi kiri. Dari serambi kiri, darah tersebut ditampung di bilik kiri untuk selanjutnya dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri. Mekanisme ini disebut dnegan sirkulasi sistemik.

Ada kalanya jantung berkontraksi untuk mengosongkan isinya, hal ini disebut dengan periode sistolik. Lalu, periode jantung untuk berelaksasi agar darah kembali memenuhi jantung disebut dengan periode diastolic.

Kerja-kerja jantung tersebut dibantu oleh sistem listrik jantung yang sebelumnya telah dibahas di atas. Sistem listrik ini berasal dari sistem saraf tubuh yang akan menimbulkan potensial aksi sehingga menyebabkan jantung berkontraksi. Potensial aksi ini membutuhkan elektrolit-elektrolit seperti kalium, natrium, dan kalsium untuk menjalankan tugasnya.

H. Penyakit-Penyakit Jantung

Sebenarnya, terdapat banyak sekali penyakit jantung yang disebabkan dari tidak normalnya fungsi jantung. Namun, dalam pembahasan kali ini, akan disebutkan beberapa penyakit jantung akibat ketidaknormalan fungsi jantng tersebut, yaitu :

Penyakit Jantung Koroner, Merupakan penyumbatan yang terjadi di dalam pembuluh darah coroner akibat menumpuknya lemak dan kolesterol. Arteri coroner yang sebelumnya bertugas untuk memberikan nutrisi ke otot-otot jantung menjadi terganggu. Sehingga jika arteri coroner benar-benar tersumbat, maka akan menyebabkan jantung berhenti berdetak.

Penyakit Jantung Bocor, Adalah suatu kondisi dimana adanya lubang di sekat jantung akibat kelianan bawaan, atau kelainan yang terjadi dari lahir. Penyakit ini menyebabkan terganggunya distribusi darah, baik itu darah yang kaya oksigen atau darah yang kaya karbon dioksida, dikarenakan darah tersebut kaan bercampur-campur di ruang jantung.

Penyakit Jantung Lemah, Kondisi ini disebabkan karena melemahnya kondisi jantung akibat beberapa hal, seperti usia yang semakin tua, dan kondisi lain, sehingga kemampuan jantung untuk memompa darah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan tubuh. Kondisi ini banyak dialami oleh penderita hipertensi (tekanan darah tinggi). Penderita hipertensi lama kelamaan otot jantungnya akan membesar dan berpengaruh pada kerja jantung.



Disamping pembagian tersebut, penyakit kardiovaskuler dapat berupa:


  1. Penyakit Jantung Bawaan, Penyakit jantung ini disebabkan kelainan jantung atau pembentukan struktur jantung tidak normal saat lahir. Hal ini terjadi bisa merupakan karena faktor keturunan atau karena faktor lain. Faktor resiko penyakit jantung bawaan antar lain ibu menggunakan narkoba, minum banyak alkohol, mengalami penyakit tertentu, atau ibu kurang gizi. Faktor-faktor resiko tersebut dapat menyebabkan bayi lahir cacat, salah satunya dapat menyebabkan bayi memiliki cacat jantung.
  2. Stroke, Stroke (cerebrovascular accident, CVA) terjadi jika suplai darah ke otak terhambat. Hal ini dapat terjadi karena pembuluh darah di otak tersumbat atau pecah. Orang beresiko mengalami stroke adalah penderita darah tinggi, memiliki gangguan irama detak jantung, memiliki kolesterol tinggi, perokok, penderita diabetes dan orang lanjut usia.
  3. Gagal Jantung Kongestif (Congestive Heart Failure), Gagal jantung kongestif terjadi jika otot-otot jantung tidak mampu memompa darah ke pembuluh darah. Orang yang beresiko mengalami gagal jantung kongestif antara lain orang yang memiliki tekanan darah tinggi, gangguan irama detak jantung, serangan jantung, obesitas, dsb.
  4. Penyakit Vena Dalam (Deep Vein Thrombosis), Penyakit vena dalam (Deep Vein Thrombosis, DVT) adalah terjadinya gumpalan darah beku pada pembuluh vena kaki yang menyebabkan nyeri dan kaki tidak bisa digerakkan. Gumpalan darah beku ini dapat berpindah ke jantung dan paru-paru yang menyebabkan komplikasi yang membahayakan jiwa. Faktor resiko penyakit ini antara lain operasi pembedahan yang lama, trauma, obesitas, kanker, baru melahirkan, menggunakan alat kontrasepsi telan, terapi penggantian hormon, dsb.
  5. Penyakit Jantung Rematik, Penyakit ini terjadi karena kerusakan otot jantung dan katup jantung akibat demam rematik (rheumatic fever). Demam rematik disebabkan infeksi bakteri streptococcal.
  6. Penyakit Kardiovaskular Lain, Ada banyak jenis-jenis penyakit kardiovaskular lainnya, tetapi jarang terjadi seperti tumor pembuluh darah, aneurysm pada pembuluh darah otak, cardiomyopathy, penyakit katup jantung, pericarditis, aortic aneurysm, dsb.


Upaya pencegahan untuk menghindari penyakit kardiovaskuler dimulai dengan memperbaiki gaya hidup dan mengendalikan faktor risiko sehingga mengurangi peluang terkena penyakit tersebut. Untuk pencegahan penyakit kardiovaskuler hindari obesitas/kegemukan dan kolesterol tinggi.  pengobatan dapat dilakukan pada hampir semua bentuk penyakit kardiovaskular termasuk hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes mellitus, namun semua itu berpulang kepada individu untuk menjalankan pola hidup sehat. Sedapat mungkin menghindari faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular merupakan langkah terbaik yang dapat dilakukan.

Untuk mencegah timbulnya penyakit jantung, ada beberapa hal yang mesti dilakukan:


  1. Menerapkan pola makan sehat, Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau kolesterol tinggi. Contohnya seafood (makanan laut) memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. Makanan yang banyak mengandung kolesterol tertimbun dalam dinding pembuluh darah dan menyebabkan aterosklerosis yang menjadi pemicu penyakit kardiovaskuler. Sebaiknya, konsumsilah makanan yang diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang, yang rendah atau tanpa lemak. Misalnya susu, keju, dan mentega. Selain itu, hindari pula makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink. Menerapkan pola makan sehat juga berarti makan tidak berlebihan agar terhindar dari kegemukan. Seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dan 80 cm (kegemukan), berisiko lebih besar terkena penyakit jantung. Mulailah dengan mengkonsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, padi-padian, makanan berserat lainnya dan ikan. Kurangi daging, makanan kecil (cemilan), dan makanan yang berkalori tinggi dan banyak mengandung lemak jenuh lainnya.
  2. Pemeriksaan rutin, Kebanyakan penyakit kardiovaskular menyerang dengan tiba-tiba tanpa gejala apapun. Sebelum semuanya terlambat, akan lebih baik jika Anda rutin melakukan check up atau pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui risiko tersembunyi dari penyakit kardiovaskular.
  3. Yoga, Latihan pernapasan melalui yoga adalah salah satu cara untuk mencegah penyakit kardiovaskular. Selain mampu melancarkan asupan oksigen melalui latihan pernapasan, yoga juga menurunkan stres dan mencegah penyakit kardiovaskular.
  4. Aktif bergerak, Seperti yang sudah disebutkan, gaya hidup yang tidak aktif menjadi salah satu penyebab dari penyakit kardiovaskular. Oleh sebab itu, cara mencegahnya adalah dengan lebih aktif bergerak. Misalnya membiasakan diri untuk jalan kaki , jalan cepat, atau jogging lebih sering setiap hari.
  5. Berhenti merokok, Merupakan target yang harus dicapai, juga hindari asap rokok dari lingkungan. Merokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang, sehingga meningkatkan pengerasan pembuluh darah arteri, dan meningkatkan faktor pembekuan darah yang memicu penyakit kardiovaskuler. Perokok mempunyai peluang terkena stroke dan jantung koroner sekitar dua kali lipat lebih tinggi dibanding dengan bukan perokok.
  6. Kurangi minum alkohol, Makin banyak konsumsi alkohol maka kemungkinan stroke terutama jenis hemoragik makin tinggi. Alkohol dapat menaikan tekanan darah, memperlemah jantung, mengentalkan darah dan menyebabkan kejang arteri. Lakukan Olahraga/aktivitas fisik. Olahraga dapat membantu mengurangi bobot badan, mengendalikan kadar kolesterol, dan menurunkan tekanan darah yang merupakan faktor risiko lain terkena penyakit kardiovaskuler.
  7. Memperbanyak minum air putih., Air putih adalah pelarut yang sangat baik bagi tubuh kita. Sekitar 70% dari tubuh kita adalah air. Air adalah media utama dalam metabolisme tubuh, sebagai pengatur suhu, penyeimbang kadar asam-basa, merupakan kendaraan dasar untuk transportasi material, dan lain-lain. Karena air adalah pelarut yang baik, air akan melancarkan segala keperluan metabolisme tubuh kita, termasuk pembuangan sampah dan racun dari tubuh kita. Selain itu tubuh yang tercukupi kebutuhan airnya akan lebih mudah melakukan regenerasi bagian tubuh yang rusak, sehingga orang akan menjadi awet muda hanya dengan minum air putih dalam jumlah cukup (tidak berlebihan) setiap hari.
  8. Kendalikan tekanan darah dan kadar gula darah., Hipertensi merupakan faktor utama terkena stroke dan juga penyakit jantung koroner. Diabetes juga meningkatkan risiko stroke 1,5-4 kali lipat, terutama apabila gula darahnya tidak terkendali. Hindari penggunaan obat-obat terlarang seperti heroin, kokain, amfetamin, karena obat-obatan narkoba tersebut dapat meningkatkan risiko stroke 7 kali lipat dibanding dengan yang bukan pengguna narkoba.
  9. Mengonsumsi antioksidan, Polusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok menciptakan timbulnya radikal bebas dalam tubuh. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. Antioksidan dapat diperoleh dan berbagai macam buah dan sayuran, seperti jeruk, pepaya, brokoli, stroberi, wortel, tomat, mangga, buah kiwi, buah naga, bunga rosela, dan lain-lain. Vitamin C juga merupakan suatu antioksidan, karena itu mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C yang cukup akan sangat membantu dalam melindungi tubuh.



Pencarian yang paling populer


  • struktur morfologi jantung
  • gambar sistem kardiovaskuler
  • gambar sistem kardiovaskuler dan fungsinya
  • struktur dan fungsi sistem kardiovaskuler pdf
  • pengertian kardiovaskuler
  • anatomi kardiovaskuler
  • struktur jantung dan pembuluh darah
  • bagian dari sistem kardiovaskuler