Pengertian, istliah dan Manfaat Ilmu Pengetahuan Kehutanan

Salah satu jenis lingkungan hidup yang harus kita lestarikan keberadaannya adalah hutan. Hutan adalah lingkungan yang sangat penting keberadaannya dikarenakan manfaatnya yang banyak seperti menampung air, tempat tinggal alami, dan lain-lain.

Pengertian, istliah dan Manfaat Ilmu Pengetahuan Kehutanan
Pengertian, istliah dan Manfaat Ilmu Pengetahuan Kehutanan



Pengertian Ilmu Pengetahuan Kehutanan


Ilmu Pengetahuan Kehutanan adalah ilmu-ilmu  yang membahas berbagai hal berkenaan dengan pengelolaan, pembangunan  dan pengkonservasian hutan secara berkelanjutan. Hutan mempunyai hubungan yang erat dengan masalah manusia dan kepentingan masyarakat. Untuk itu, perlu dilakukan pengkajian tentang ilmu-ilmu yang berkaitan dengan kehutanan.

Hutan yang ada sekarang ini merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable natural resources) secara langsung ataupun tidak langsung berpengaruh terhadap pembangunan nasional. Penelitian-penelitian yang terarah perlu dilakukan untuk mencegah kerugian yang tidak diinginkan.

Beberapa ilmu-ilmu yang berkaitan dengan kehutanan, antara lain:

1.Ilmu Tanah Hutan

Ilmu ini sangat dibutuhkan di dalam mempelajari keadaan lantai hutan, dimana serasah yaitu sampah-sampah organik yang berupa tumpukan dedaunan kering, rerantingan, dan berbagai sisa vegetasi lainnya di atas lantai hutan yang sudah mengering dan berubah dari warna aslinya, merupakan bagian penting bagi kehidupan pohon dan kesuburan tanah.

2. Dendrologi

Ilmu ini merupakan perpaduan antara taksonomi, ekologi dan geologi di mana harus mengenal pohon-pohon dengan ciri-cirinya serta memberi nama dan menggolongkan dengan dibantu ilmu morphologi dalam menafsirkan bentuk dan strukturnya.

3. Ekologi Hutan

Ilmu ini mirip dengan ilmu silvika yang mempelajari tentang vegetasi dengan lingkungannya terhadap pengaruh bentuk dan struktur tanaman. Ilmu silvika mempelajari faktor lingkungan terhadap jenis tanaman yang terbatas dan ekologi mempelajari hutan secara menyeluruh.

4. Silvika

Ilmu ini mirip atau equivalen dengan ilmu ekologi hutan. Sebab, silvika merupakan cabang ilmu ekologi yang mempelajari kehidupan dari pohon dalam hutan dan sejarah hidup serta sifat-sifat umum dari pohon-pohon dan tegakan terhadap faktor-faktor lingkungan. Jadi, ilmu silvika adalah ilmu yang mempelajari sejarah hidup dan ciri-ciri umum pohon beserta tegakan hutan dalam kaitannya dengan faktor-faktor lingkungan.

Ahli silvika memandang hutan sebagai suatu bentuk kompleks yang tersusun atas unit-unit vegetasi yang terkait dengan faktor habitat yang berbeda. Seorang ahli silvika akan selalu menghubungkan vegetasi hutan dengan pengaruhnya terhadap lingkungan. Hutan secara menyeluruh dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang mewujudkan suatu kualitas tempat tumbuh dari kapasitas berproduksi wilayah hutan.

5. Silvikultur

Merupakan suatu ilmu dan seni menghasilkan serta memelihara hutan dengan menggunakan pengetahuan silvika untuk memperlakukan hutan serta mengendalikan susunan dan pertumbuhannya. Ilmu silvikultur analog dengan ilmu agronomi dan hortikultura di bidang pertanian karena membicarakan cara-cara membudidayakan tumbuhan. Silvikultur dibagi rnenjadi dua bagian, yakni silvika dan silvikultur, di mana silvika sebagai dasar teori dan silvikultur sebagai pelaksanaan di lapangan. Seperti suatu pohon akan mampu hidup dan berkembang apabila ditanam dalam tapak yang telah dipilih serta harus ditanam secara vegetatif ataupun generatif.

6. Ilmu Ukur Kayu

Merupakan ilmu yang mempelajari besar massa kayu yang masih berdiri dan banyaknya kayu yang dapat ditebang, agar tidak membahayakan asas kelestarian.

7. Inventarisasi

Merupakan ilmu untuk mengetahui potensi hutan yang bersangkutan dan berbagai arti ekonomi, lingkungan dan fungsi sosial serta nilai sumber dayanya sebagai perencanaan hutan yang baik dan lestari.

8. Penafsiran Potret Udara

Suatu ilmu yang khusus mengumpulkan data penting bagi inventarisasi dan perencanaan hutan. Dari survei ini dapat diperoleh gambaran kasar mengenai keadaan dan penyebaran setiap tipe vegetasi, terutama penyebaran dan luas hutan, massa tegakan atau kerapatannya, dan perkiraan jenis-jenis tumbuhan penting.

9. Pengelolaan DAS

Suatu ilmu yang mempelajari manfaat hutan yang berkaitan dengan sifat-sifat mikro dan makro kayu seperti cacat, sifat fisika, dan kimia kayu.

10. Dendrologi

Dendrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pohon. Dalam perkuliahan dendrologi, kita hanya mempelajari khusus tentang pohon seperti terlihat pada nama ilmunya sendiri. Dendrologi mempelajari tentang identifikasi, klasifikasi dan penamaan (nama ilmiah) pohon. Dapat juga dikatakan dendrologi mempelajari khusus tentang morfologi pohon.

11. Taksonomi

Taksonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang identifikasi, klasifikasi dan penamaan. Sekilas terlihat sama dengan dendrologi, namun perbedaan dendrologi dan taksonomi berada pada umum dan khusus, dendrologi khusus mempelajari tentang pohon sedangkan mempelajari tentang semua semua makhluk hidup termasuk pohon. Jadi bisa dikatakan juga dendrologi termasuk juga dalam pembelajaran taksonomi.

12. Ekologi Hutan

Ekologi hutan adalah ilmu mempelajari tentang hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungan sekitarnya, yang khusus mempelajari ekosistem di hutan. Pada ekologi hutan kita juga akan mempelajari tentang analisis vegetasi untuk mengetahui jumlah spesies dan tingkat kerapatan vegetasi.

13. Interpretasi Lingkungan dan Pendidikan Konservasi (ILPK)

Kita juga mempelajari tentang lingkungan hidup secara luas, sebab bumi adalah sebuah ekosistem yang harus lestarikan untuk kebutuhan hidup manusia demi menjaga kelangsungan hidup. Bukan hanya makhluk hidup yang dipelajari dalam ilmu kehutanan tetapi benda fisik pun dipelajari, itulah ilmu interpretasi lingkungan dan pendidikan konservasi.

14. Kebijakan Hutan

Dalam ilmu kehutanan tidak hanya mempelajari tentang hutan sebagai ekosistem atau lingkungan hidup tapi kita juga mempelajari tentang peraturan perundang-undangan terkait dengan kehutanan dan lingkungan hidup. Sebab dalam dunia kehutanan sendiri terdapat instansi-instansi pemerintahan yang khusus bekerja dibidang kehutanan.


15. Etnobotani

Etnobotani adalah ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan-tumbuhan yang dimanfaat oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari yang didalamnya termasuk mempelajari tumbuhan dan tanaman obat-obatan baik di hutan dan di luar kawasan hutan.

16. Pariwisa Alam

Pariwisata alam juga termasuk dalam dasar-dasar dalam mempelajari ilmu kehutanan, dimana rekreasi adalah kebutuhan dasar manusia sehingga manusia perlu melakukan rekreasi. Pariwisata alam mengajarkan kita agar berwisata dengan penuh rasa cinta terhadap alam dengan demikian kita akan selalu menjaga dan melestarikan alam disaat berekreasi.

17. Silvikultur

Silvikultur adalah ilmu yang mempelajari tentang budidaya tanaman kehutanan. Dalam pembelajaran silvikultur ini, kita akan mempelajari tentang tanaman kehutanan dalam pembudidayaan mulai dari persemaian sampai pada tahap panen

18. Agroforestri 

Agroforestri adalah ilmu yang mempelajari tentang penanaman yang menggabungkan tanaman kehutanan dan tanaman pertanian, disamping itu juga agroforestri mencakup peternakan dan perikanan pada areal penanaman.





Tujuan Kehutanan


Penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan dengan :

  1. menjamin keberadaan hutan dengan luasan yang cukup dan sebaran yang proporsional;
  2. mengoptimalkan aneka fungsi hutan yang meliputi fungsi konservasi, fungsi lindung, dan fungsi produksi untuk mencapai manfaat lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi, yang seimbang dan lestari;
  3. meningkatkan daya dukung daerah aliran sungai;
  4. meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan kapasitas dan keberdayaan masyarakat secara partisipatif, berkeadilan, dan berwawasan lingkungan sehingga mampu menciptakan ketahanan sosial dan ekonomi serta ketahanan terhadap akibat perubahan eksternal; dan
  5. menjamin distribusi manfaat yang berkeadilan dan berkelanjutan.




Fungsi Kehutanan



  1. Melindungi tanah dari terjadinya erosi tanah
  2. Menjaga kesuburan tanah (baca: ciri-ciri tanah subur dan tidak subur)
  3. Melindungi dan mempertahankan lapisan tanah
  4. Penyimpan cadangan air tanah (baca: jenis jenis air )
  5. Mengatur tata air
  6. Menjaga kelembaban udara
  7. Menjaga suhu udara
  8. Mengurangi penguapan air tanah
  9. Sebagai penyaimbang alam karena memerangi polusi udara
  10. Menyajikan pemandangan yang indah
  11. Dapat menjadi benteng pertahanan suatu wilayah negara
  12. Sebagai rumah berbagai macam binatang dan juga tumbuh- tumbuhan

Itulah beberapa fungsi yang dimiliki oleh hutan baik yang dapat kita lihat dengan kasat mata maupun tidak. Selain fungsi yang talah disebutkan di atas, tentunya masih ada fungsi lain yang dimiliki oleh hutan ini. Karena hutan ini memiliki fungsi yang banyak, maka manusia pun melakukan berbagai aktivitas untuk memenfaatkan potensi yang dimiliki oleh hutan ini. Pemanfaatan potensi hutan ini tentu saja akan berdampak positif bagi semua yang ada di Bumi.


Manfaat Hutan


Hutan merupakan sebuah wujud anugerah dari Tuhan yang Maha Kuasa di Bumi ini. Karena adanya hutan inilah kita dapat merasakan keseimbangan alam di Bumi yang semakin lama semakin panas (baca: pemanasan global). Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat penting keberadaannya. Manusia yang  bertugas sebagai pengelola Bumi yang sangat baik, dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh hutan ini agar bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi semuanya (Bumi dan seisinya). Ada berbagai macam wujud pemanfaatan hutan yang dapat dilakukan oleh manusia. Berikut merupakan berbagai macam pemanfaatan hutan tersebut:

Sebagai kawasan lindung

Pemnafaatan hutan yang pertama adalah dengan menjadikan hutan sebagai kawasan lindung. Ada salah satu jenis hutan yang khusus diperuntukkan untuk nejadi kawasan lindung. Hutan ini adalah hutan lindung. Hutan lindung merupakan salah satu hutan yang digunakan untuk melindungi dan menjaga kondisi alam yang ada di Bumi.

Keberadaan hutan lindung ini biasanya digunakan untuk menjaga kondisi yang ada di Bumi. Fungsi hutan lindung ini yang pokok antara lain sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan berupa pengaturan tata air, mencegah terjadinya banjir (baca: jenis-jenis banjir), mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, serta untuk memelihara kesuburan tanah (baca: cara menyuburkan tanah kering), dan lain sebagainya. Selain yang telah disebutkan, biasanya hutan lindung ini juga diperuntukkan sebagai rumah dari berbagai binatang dan juga tumbuh- tumbuhan yang khas.

Sebagai kawasan suaka alam

Pemanfaatan hutan yang selanjutnya adalah sebagai kawasan suaka alam. Kawasan suaka alam ini diperuntukkan untuk menlindungi binatang atau tumbuhan yang dilindungi dan keberadaannya hampir punah. Kepunahan binatang dan tumbuhan ini bisa disebabkan karena proses alam maupun karena terlalu banyak diburu oleh manusia. Ada jenis hutan yang dikhususkan untuk mempunyai peranan melindungi binatang dan tumbuhan langka. Hutan ini adalah hutan suaka alam.

Hutan suaka alam ini merupakan hutan yang mempunyai keadaan yang khas. Hutan suaka alam ini diperuntukkan sebagai kawasan perlindungan dan juga pelestarian flora serta fauna yang hampir punah agar nantinya dapat berkembang biak sesuai dengan kondisi ekosistemnya (baca: ekosistem hutan).

Sebagai kawasan produksi

Pemanfaatan hutan lainnya adalah sebagai kawasan produksi. Hutan ini biasanya digunakan untuk tujuan komersial. Hutan produksi bisa dimiliki oleh pemerintah maupun oleh swasta yang pekerjaannya di bidang industri yang bahan bakunya berupa kayu. Karena menjadi bahan baku, maka biasanya pohon yang ditanam pun merupakan pohon yang sejenis atau biasa disebut dengan hutan homogen. Untuk dapat diolah menjadi sesuatu yang diinginkan, pastinya pohon- pohon yang berada di hutan inipun harus ditebang terlebih dahulu. Maka dari itu, sebagai pemilik atau pengelola hutan yang baik, manusia harus mampu membedakan mana pohon yang sudah layak untuk ditebang dan yang belum layak untuk ditebang.

Hal ini disebut juga sistem tebang pilih. Sistem ini penting untuk dilakukan agar nantinya manusia tidak menebang pohon secara sembarangan. Selain tebang pilih, manusia juga harus menanamkan prinsip tebang tanam. Jadi, setelah satu pohon ditebang, manusia harus menanam pohon lain sebagai gantinya. Dengan demikian keadaan hutan akan tetap lestari dan terhindar dari hutan gundul (baca: dampak hutan gundul). Ada hutan yang dikhususkan untuk menyediakan bahan baku industri seperti. Hutan yang demikian dinamakan hutan produksi.

Sebagai kawasan wisata

Pemanfaatan hutan selanjutnya adalah sebagai kawasan wisata alam. Tidak semua tempat wisata harus memiliki wahana permainan yang menguji adrenalin dan juga lampu warna- warni yang berkelip- kelip. Justru, wisata alam merupakan wisata yang sangat penting untuk dikunjungi dan berwisata bersama keluarga. Wisata alam, salah satunya bisa dilakukan di hutan. Kawasan hutan ini merupakan kawasan yang sangat baik untuk digunakan berwisata, terlebih untuk mengenalkan anak- anak kepada alam.

Di hutan, kita tidak hanya akan menemukan berbagai jenis tumbuh- tumbuhan, namun juga berbagai jenis binatang yang hidup bebas di alamnya. Perlu sekali mengenalkan alam kepada anak- anak sejak dini agar mereka dapat belajar mencintai dan juga melestarikan alam. Oleh karena itulah sesekali ajaklah anak- anak untuk berwisata ke alam terbuka seperti di hutan ini. Kita tidak perlu khawatir mengenai keselamatan kita saat berada di hutan, karena ada satu hutan yangb dimanfaatkan sebagai tempat berwisata, sehingga disana pun ada fasilitas- fasilitas yang akan menjamin keselamatan kita. Hutan yang khudud diperuntukkan sebagai sarana rekreasi ini dinamakan sebagai hutan wisata.

Sebagai kawasan edukasi

Selain berwisata, hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat atau sarana pendidikan. Tidak selamanya belajar harus melulu di dalam kelas. Sesekali kita perlu untuk belajar di alam terbuka, bahkan apabila mata pelajaran yang kita pelajari ini mengenai alam. Maka selain mendapatkan suasana baru, kita punbisa sekalian praktik atau melihat secara langsung.

Ada banyak sekali ilmu yang adapat diambil dari alam, khususnya hutan. Hutan menyimpan berbagai macam kekayaan dan fungsi yang patut diketahui oleh orang banyak agar nantinya generasi penerus akan dapat memeliharanya. Oleh karena itulah sesekali perlu untuk belajar di tengah- tengah hutan ini. Selain bisa dimanfaatkan sebagai ruang kelas, hutan juga bisa digunakan sebagai laboratorium penelitian. Banyak hal yang dapatb dikaji dari hutan ini dan juga diteliti, dan sejauh ini pula telah banyak orang yang melakukan penelitian di hutan dan menjadikan hutan sebagai objek penelitian.

Itulah beberapa contoh pemanfaatan dari hutan. Selain yang telah disebutkan di atas masih banyak lagi bentuk pemnfaatan hutan yang dilakukan oleh manusia yang dapat kita temui di lingkungan sekitar kita. Dengan kita mengetahui pentingnya pemanfaatan hutan ini maka kita harus bisa menjaga kelestarian hutan yang ada di sekitar kita.



Cara Menjaga Kelestarian Hutan


Hutan yang merupakan bentuk kekayaan alam yang luar biasa ini keberadaannya perlu dijaga dan juga dilestarikan. Bagaimanapun juga hutan ini harus terus ada demi terciptanya Bumi yang seimbang. Agar nantinya Bumi ini dapat bertahan untuk generasi yang akan datang, yakni generasi anak cucu kita. Ada berbagai macam upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga kelestarian hutan ini. Beberapa macam upaya yang dapat kita lakukan antara lain adalah sebagai berikut:

Melakukan reboisasi

Cara melestarikan hutan ynag pertama adalah melakukan reboisasi. Reboisasi merupakan usaha penanaman hutan kembali. Jadi reboisasi ini dilakukan dengan cara menanam bibit- bibit pohon ke dalam wilayah hutan. Karena hutan ini sejatinya berisi banyak sekali pohon, maka reboisasi ini akan menjauhkan dari terjadinya hutan gundul.

Menerapkan sistem tebang pilih

Sistem tebang pilih merupakan usaha memilih pohon manakah yang pantas untuk ditebang. Sehingga hal ini akan menjauhkan hutan dari penebangan hutan secara liar dan tidak bertanggung jawab.

Menerapkan sistem tebang tanam

Selain sistem tebang pilih, juga bisa diikuti dengan sistem tebang tanam. Hal ini berarti setiap pohon yang sudah ditebang maka akan mendapatkan ganti yang baru. Hal ini tentu saja akan menjauhkan resiko dari kegundulan hutan.

Memberikan sangsi bagi penebang yang melakukan penebangan yang sembarangan
Sanksi yang tegas bagi pelanggar peraturan hutan, terutama para pelaku penebangan hutan secara liar maka akan menjauhkan nasib hutan dari ancaman terjadinya kegundulan hutan.

Tidak membuang sampah sembarangan di hutan

Tidak membuang sampah sembarangan merupakan satu hal yang sederhana namun bisa menyelamatkan nasib hutan untuk masa depan. Jika semua orang sadar akan pentingnya membuang sampah di tempat yang benar (tidak di dalam hutan), maka hal ini akan menyelamatkan nasib hutan di masa yang akan datang.

Itulah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga kelestarian hutan. Masih banyak cara lain yang dapat kita lakukan untuk menjaga kelestarian hutan ini. Upaya atau cara tersebut dapat kita mulai dari diri sendiri dan kemudian masyarakat yang ada di sekitar kita.


Pencarian yang paling populer

  • materi pengantar ilmu kehutanan
  • ruang lingkup pengantar ilmu kehutanan
  • pengertian kehutanan
  • cabang ilmu kehutanan
  • ilmu hutan
  • download buku pengantar ilmu kehutanan
  • materi kuliah kehutanan
  • hutan kehutanan dan ilmu kehutanan
  • hutan adalah
  • perbedaan hutan dan kehutanan
  • pengertian kehutanan menurut para ahli
  • pengertian kawasan hutan
  • contoh kehutanan
  • pengertian ilmu kehutanan
  • kehutanan di indonesia
  • jenis jenis kehutanan