ZCgRxn24sMSt1P8PT34NVVluf7C7ODQ8eSh7SrtI
Bookmark

Pengertian, Istilah, Macam dan Contoh Majas

Pengertian majas adalah gaya bahasa yang menggunakan persamaan, perbandingan serta kata-kata kiasan lainnya untuk memperjelas penyampaian maksud dan tujuan.  Terkadang kalimat-kalimat maupun ucapan yang disampaikan penulis maupun pembicara belum begitu jelas, perlu dipertegas atau untuk menambah estetika, diperlukan majas. Secara singkat penggunaan majas tertentu dalam gaya bahasa dapat mengubah serta menimbulkan konotasi tertentu dengan membandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum.

Pengertian, Istilah, Macam dan Contoh Majas
Pengertian, Istilah, Macam dan Contoh Majas


Sering kali majas dianggap sinonim (persamaan atau padanan kata) dari gaya bahasa. Namun sebenarnya majas merupakan bagian dari gaya bahasa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain; kiasan.


Majas termasuk dalam tataran semantik yaitu cabang linguistik yang mempelajari arti/makna yang terkandung pada suatu bahasa, kode, atau jenis representasi lain, karena hanyalah suatu kasus khusus dari fungsi implisit (dalam metafora, metonimi, sinekdok, litotes, ironi, dan lain-lain).

Secara internasional majas merupakan a figure of speech (stylistic device atau rhetorical device) yaitu salah satu teknik untuk memberikan tambahan makna, gagasan, atau perasaan dengan menggunakan sebuah kiasan (perangkat gaya atau perangkat retoris ) untuk memberikan penekanan, kesegaran ekspresi, atau kejelasan.


Macam-macam Dan Contoh Majas

Banyak macam majas yang ada, baik itu digunakan untuk tuturan maupun tulisan. Namun secara umum, gaya bahasa majas diklasifikasikan menjadi empat macam, yaitu

  1. Majas penegasan (gaya bahasa perulangan);
  2. Majas perbandingan (gaya bahasa perbandingan);
  3. Majas sindiran (gaya bahasa pertautan);
  4. Majas pertentangan (gaya bahasa pertentangan).

Berikut beberapa majas yang sering digunakan beserta contohnya.

Majas berdasarkan urutan abjad, halamana [A – I] dan halaman [K – T]

MACAM-MACAM MAJAS (GAYA BAHASA)

Halaman [A] – [I]

[A]

Majas Apofasis atau Preterisio adalah gaya bahasa yang menegaskan sesuatu dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.

Contoh majas: Anda adalah kaum terdidik yang menjunjung kesantunan. Sikap tidak sopan Anda di sini telah meresahkan warga kami.

Majas Aliterasi adalah gaya bahasa dengan cara mengulang bunyi konsonan pada awal kata secara berurutan.

Contoh majas: Cicak itu, cintaku, berbicara tentang kita.

Majas Antiklimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakin menurun.

 Contoh majas: Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namanya

Majas Antitesis adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang berlawanan maknanya.

Contoh majas: Kaya miskin, tua muda, besar kecil, smuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa.

Majas Anafora adalah repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada setiap garis.

 Contoh majas: Apatah tak bersalin rupa, apatah boga sepanjang masa

Majas Anadiplosis adalah kata atau frasa terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frasa pertama dari klausa berikutnya.

 Contoh majas: Dalam baju ada aku, dalam aku ada hati. Dalam hati : ah tak apa jua yang ada.

Majas Aliterasi adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.

 Contoh majas: Keras-keras kena air lembut juga

Majas Asonansi adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.

Contoh majas: Ini luka penuh luka siapa yang punya

Majas Anastrof atau Inversi adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subejeknya karena lebih diutamakan.

 Contoh majas: Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.

Majas Apostrof adalah gaya bahasa yang berbentuk pengalihan amanat dari para hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir.

Contoh majas: Hai kamu semua yang telah menumpahkan darahmu untuk tanah air bercinta ini berilah agar kami dapat mengenyam keadilan dan kemerdekaan seperti yang pernah kau perjuangkan

Majas Asindeton adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan.

Contoh majas: Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa.

Majas Asosiasi atau Simile adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya.

 Contoh majas: Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam

Majas Alegori adalah gaya bahasa yang membandingkan kehidupan manusia dengan alam.

 Contoh majas: Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman.

Majas Alusi adalah gaya bahasa yang menghubungkan sesuatu dengan orang, tempat atau peristiwa.

 Contoh majas: Kartini kecil itu turut memperjuangkan haknya

Majas Antonomasia adalah gaya bahasa yang menyebutkan sifat atau ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri.

Contoh majas: Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.

Majas Antifrasis adalah gaya bahsa ironi yang berwujud penggunaan sebuah kata dengan makna sebaliknya, yang bisa saja dianggap sebagai ironi sendiri, atau kata-kata yang dipakai untuk menangkal kejahatan, roh jahat, dan sebagainya.

 Contoh majas: Engkau memang orang yang mulia dan terhormat

Majas Alusio adalah gaya bahasa yang menggunakan pribahasa atau ungkapan.

 Contoh majas: Apakah peristiwa Turang Jaya itu akan terulang lagi?

Majas Anakronisme adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu.

 Contoh majas: dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada)

Majas Asindeton adalah gaya bahasa yang bersifat padat dan mampat, beberapa kata, frasa, klausa yang sederajat tidak dihubungkan dengan kata sambung. Acuan yang bisa dipergunakan bisa berbahasa asing, bahasa Indonesia, maupun bahasa daerah.

 Contoh majas: Gegap gempita membahana.

[E]

Majas Epizeuksis adalah repetisi yang bersifat langsung, artinya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut.

 Contoh majas: Kita harus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk mengajar semua ketinggalan kita.

Majas Epistrofora adalah repetisi yang berwujud perulangan kata atau frasa pada akhir kalimat berurutan

 Contoh majas: Bumi yang kau diami, laut yang kaulayari adalah puisi, Udara yang kau hirupi, ari yang kau teguki adalah puisi

Majas Epanalepsis adalah pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris, klausa atau kalimat, mengulang kata pertama.

 Contoh majas: Kita gunakan pikiran dan perasaan kita.

Majas Elipsis adalah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca.

 Contoh majas: Risalah derita yang menimpa ini.

Majas Eufimisme adalah gaya bahasa  penghalus untuk menjaga kesopanan atau menghindari timbulnya kesan yang tidak menyenangkan.

 Contoh majas: Anak ibu lamban menerima pelajaran

Majas Erotesis atau Pertanyaan Retoris adalah pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban.

 Contoh majas: inikah yang kau namai bekerja?

Majas Eponim adalah gaya dimana seseorang namanya begitu sering dihubungakan dengan sifat tertentu, sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan suatu sifat tertentu sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu.

 Contoh majas: Hellen dari Troya untuk menyatakan kecantikan.

Majas Epitet adalah gaya bahasa yang menyatakan suatu sifat atau ciri yang khusus dari seseorang atau sesuatu hal.

 Contoh majas: Lonceng pagi untuk ayam jantan.

Majas Eksklmasio adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi.

 Contoh majas: Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.

Majas Enumerasio adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas.

 Contoh majas: Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.

[H]

Majas Hiperbola adalah gaya bahasa yang cara pengungkapannya dengan melebih-lebihkan kenyataan sehingga menjadi tidak masuk akal.

 Contoh majas: Di teras rumah Ayah sedang tekun membaca koran. Koran tampak capek dibaca Ayah sampai huruf-hurufnya berguguran ke lantai, berhamburan ke halaman.

Kita berjuang sampai titik darah penghabisan

Majas Histeron Proteron adalah gaya bahasa yang merupakan kebailikan dari sesuatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar.

 Contoh majas: Bila ia sudah berhasil mendaki karang terjal itu, sampailah ia di tepi pantai yang luas dengan pasir putihnya

Majas Hipalase adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan.

 Contoh majas: ia masih menuntut almarhum maskawin dari Kiki puterinya (maksudnya menuntut maskawin dari almarhum)

[I]

Majas Ironi adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan.

Contoh majas: Manis sekali kopi ini, gula mahal ya?

Majas Inuendo adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.

 Contoh majas: Ia menjadi kaya raya karena mengadakan kemersialisasi jabatannya

Majas Interupsi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat.

 Contoh majas: Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.

Majas berdasarkan urutan abjad, halamanan [Pengertian] dan halaman [K – T]

Halaman [K] – [T]

[K]

Majas Klimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat.

 Contoh majas: Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.

Majas Kiasmus adalah gaya bahasa yang terdiri dari dua bagian, yang bersifat berimbang, dan dipertentangkan satu sama lain, tetapi susunan frasa dan klausanya itu terbalik bila dibandingkan dengan frasa atau klausa lainnya.

 Contoh majas: Semua kesabaran kami sudah hilang, lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu.

Majas Koreksio atau Epanortosis adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya.

 Contoh majas: Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.

Majas Kontradiksio Interminis adalah gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan sebelumnya.


  •  Contoh majas: semuanya telah diundang, kecuali Sinta.


[L]

Majas Litotes adalah gaya bahasa yang pengungkapannya dengan cara mengecilkan fakta yang bertujuan untuk merendahkan diri.

 Contoh majas:  “Mari saya antar dengan gerobak saya ini,” kata Pak Budi pada paman, sambil membukakan mobil BMW-nya yang mengkilap

[M]

Majas Metonemia adalah gaya bahasa yang mempergunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu hal lain, karena memiliki kedekatan.

Contoh majas: Ke mana-mana, ia selalu naik ford. (ford = Henry Ford, pendiri perusahaan mobil Ford Motor)

Majas Mesodiplosis adalah repetisi di tengah-tengah baris-baris atau beberapa kalimat berurutan.

 Contoh majas: Para pembesar jangan mencuri bensin. Para gadis jangan mencari perawannya sendiri.

Majas Metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda tertentu dengan benda lain yang mempunyai sifat sama.

 Contoh majas: Jantung hatinya hilang tiada berita

Majas Metonimia adalah gaya bahasa yang menggunakan nama ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri.

 Contoh majas: Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah

[O]

Majas Oksimoron adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama.

 Contoh majas: Keramah-tamahan yang bengis

Majas Okupasi adalah gaya bahasa yang menyatakan bantahan atau keberatan terhadap sesuatu yang oleh orang banyak dianggap benar.

 Contoh majas: Minuman keras dapat merusak dapat merusak jaringan sistem syaraf, tetapi banyak anak yang mengkonsumsinya.

[P]

Majas Pleonasme adalah gaya bahasa dengan menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.

Contoh majas: Api itu panas yang bisa membakarmu.

Majas Pararima adalah gaya bahasa dengan cara mengulang konsonan di awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.

 Contoh majas:

Majas Polisindeton adalah gaya bahasa kebalikan dari asidenton, beberapa kata, frasa, klausa yang berurutan dihubungkan satu sama lain dengan kata sambung.

 Contoh majas: Jembatan telah mengantar orang bukit menuju pasar menuju sawah menuju sekolah.

Majas Paralelisme adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris  atau kalimat.

Contoh majas: Jika kamu minta, aku akan datang

Majas Polisindeton adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung.

 Contoh majas: Kemanakah burung-burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan dingin yang merontokkan bulu-bulunya?

Majas Pleonasme adalah gaya bahasa yang memberikan keterangan dengan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam kata yang diterangkan atau mendahului.

 Contoh majas: Darah merah membasahi baju dan tubuhnya

Majas Parifrasis adalah gaya bahasa yang menggantikan sebuah kata dengan frase atau serangkaian kata yang sama artinya.

 Contoh majas: Kedua orang itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu

Majas Prolepsis atau Antisipasi adalah gaya bahasa dimana orang mempergunakan lebih dahulu kata-kata atau sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya terjadi.

 Contoh majas: Kedua orang tua itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu.

Majas Paradoks adalah gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda.

 Contoh majas: Dia besar tetapi nyalinya kecil.

Majas Parabel adalah gaya bahasa parabel yang terkandung dalam seluruh karangan dengan secara halus tersimpul dalam karangan itu pedoman hidup, falsafah hidup yang harus ditimba di dalamnya.

 Contoh majas: Cerita Ramayana melukiskan maksud bahwa yang benar tetap benar

Majas Personifikasi atau penginsanan adalah gaya bahasa yang cara pengungkapannya dengan menjadikan benda mati berkelakuan seperti manusia.

 Contoh majas: Hujan itu menari-nari di atas genting

Majas Pun atau Paronomasia adalah kiasan dengan menggunakan kemiripan bunyi.

 Contoh majas: Tanggal satu gigi saya tinggal satu

[R]

Majas repetisi adalah gaya bahasa perulangan kata, frasa, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat atau wacana yang dianggap penting untuk memberikan penekanan.

Contoh majas: Kamu harus belajar dan terus belajar karena dengan belajar bisa menggapai cita-citamu.

Majas Resentia adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu yang tidak mengatakan tegas pada bagian tertentu dari kalimat yang dihilangkan.

Contoh majas: “Apakah ibu mau….?”

[S]

Majas Sigmatisme adalah gaya bahasa dengan cara mengulang bunyi konsonan.

 Contoh majas: Sampai suatu saat kita terpaksa merapat. Tragedi itu tercipta dengan cepat

Majas Sinestesia adalah gaya bahasa berupa ungkapan yang berhubungan dengan suatu indra untuk dikenakan kepada indra lain.

Contoh majas: la tersenyum kecut ketika mendengar dirinya tidak lolos ujian. (kecut = asam, untuk indra pengecap)

Majas Simploke adalah repetisi pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut-turut.

 Contoh majas: Kau bilang aku ini egois, aku bilang terserah aku. Kau bilang aku ini judes, aku bilang terserah aku.

Majas Silepsis dan Zeugma adalah gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama.

 Contoh majas: ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.

Majas Sinekdoke Pars Pro Tato adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian hal untuk menyatakan keseluruhan.

 Contoh majas: Saya belum melihat batang hidungnya

Majas Sinekdoke Totem Pro Parte adalah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakan sebagian.

 Contoh majas: Thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSi Harimau

Majas Sinisme adalah gaya bahasa sindiran yang lebih kasar dari ironi atau sindiran tajam

 Contoh majas: Harum bener baumu pagi ini

Majas Sarkasme adalah gaya bahasa yang paling kasar, bahkan kadang-kadang merupakan kutukan.

 Contoh majas: Mampus pun aku tak peduli, diberi nasihat aku tak peduli, diberi nasihat masuk ke telinga

Majas Satire adalah ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu.

 Contoh majas: Ya, Ampun! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!

Majas Simbolik adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda-benda lain sebagai simbol atau perlambang.

 Contoh majas: Keduanya hanya cinta monyet.

[T]

Majas Tautologi adalah gaya bahasa yang berupa pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.

 Contoh majas: Mengapa kamu cemas dan gelisah begitu?

Majas Tautotes Ada;aj repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi.

 Contoh majas: kau menunding aku, aku menunding kau, kau dan aku menjadi seteru

Majas Tautologi adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan kata-kata yang diterangkan atau mendahului.

 Contoh majas: Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan

Majas Tropen adalah gaya bahasa yang menggunakan kiasan dengan kata atau istilah lain terhadap pekerjaan yang dilakukan seseorang.

 Contoh majas: Untuk menghilangkan keruwetan pikirannya, ia menyelam diri di antara botol minuman.

Majas berdasarkan urutan abjad, halamanan [Pengertian] dan halaman [A – I]



Pencarian Populer

  • contoh majas
  • contoh kalimat majas
  • jenis jenis majas
  • majas pertentangan
  • majas penegasan
  • majas sindiran
  • majas metafora
  • majas pertautan
Post a Comment

Post a Comment