ZCgRxn24sMSt1P8PT34NVVluf7C7ODQ8eSh7SrtI
Bookmark

Pengertian Biosfer, Cagar Biosfer dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biosfer

Istilah biosfer merupakan salah satu istilah geografi yang digunakan untuk menggambarkan kondisi lingkungan yang memungkinkan untuk ditinggali organisme makhluk hidup. Biosfer merupakan kondisi alam yang ada di luar bumi yang memenuhi persyaratan kehidupan organisme makhluk hidup.

Pengertian Biosfer, Cagar Biosfer dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biosfer
Pengertian Biosfer, Cagar Biosfer dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biosfer


Definisi dan Pengertian Biosfer

Menurut Wikipedia, pengertian biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, air, dan daratan, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Dalam ilmu geofisiologi sendiri, biosfer secara luas merupakan sistem ekologis global yang menyatukan seluruh organisme makhluk hidup serta hubungan di antaranya, termasuk interaksi dengan unsur batuan (litosfer), unsur udara (atmosfer), dan unsur air (hidrosfer).

Menurt wikipedia, Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, daratan, dan air, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Dalam pengertian luas menurut geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi. Bumi hingga sekarang adalah satu-satunya tempat yang diketahui yang mendukung kehidupan. Biosfer dianggap telah berlangsung selama sekitar 3,5 miliar tahun dari 4,5 miliar tahun usia Bumi.

Pengertian Biosfer Menurut Para Ahli

Eduard Suess
Pendapat biosfer menurut Eduard Sues yang merupakan seorang ahli geologi mengatakan bahwa biosfer merupakan sebuah tempat yang ada pada permukaan bumi dimana disana terdapat kehidupan berdiam.

James Lovelock
Pengertian biosfer ialah organisme hidup, yang disebut dengan hipotesa gaia. Hipotesa gaia mendeskripsikan tentang bagaimana faktor abiotik serta biotik dapat berinteraksi dalam suatu lingkungan.

Jhon Wiley
Pengertian biosfer menurut Jhon Wiley adalah zona planet bumi dimana disana terdapat kehidupan yang terjadi secara alami, diperluas dari lapisan bumi dengan atmosfer lebih rendah.

Vladimir wanouich veinadsky
Biosfer ialah suatu sistem terbuka dan juga sudah berkembang sejak dimulainya awal sejarah bumi.

Michael Allaby
Michael Allaby berpendapat bahwa pengertian biosfer merupakan bagian lingkungan hidup sebuah organisme yang ditemukan serta mereka berinteraksi dengan membentuk sistem kelompok yang efektif dan stabil guna keseluruhan ekosistem di planet Bumi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biosfer

Dalam praktiknya, kondisi atau pun keadaan biosfer dipengaruhi oleh beberapa macam faktor berikut :

Iklim
Faktor yang mempengaruhi biosfer yang pertama adalah faktor iklim. Iklim merupakan kondisi suhu dan juga kelembaba udara yang terjadi di suatu wilayah atau pun daerah tertentu dalam jangka waktu yang sangat panjang / lama. Pada dasarnya tidak semua makhluk hidup dapat tinggal di semua jenis iklim. Beberapa makhluk hidup hanya dapat tinggal di iklim trofis dan iklim subtrofis. Oleh karena itu, semakin panjang bentang iklim yang dimiliki oleh suatu lingkungan biosfer tertentu, maka semakin besar pula kemungkinan lingkungan tersebut untuk ditinggali organisme makhluk hidup.

Kondisi Geologi
Faktor kedua yang mempengaruhi kondisi biosfer adalah kondisi geologi. Kondisi geologi merupakan kondisi lingkungan fisik alam sekitar. Kondisi geologi mencakup berbagai macam hal seperti tingkat suhu lingkungan, keberadaan air, udara, dan berbagai macam faktor lainnya. Semakin lengkap kondisi geologi suatu lingkungan biosfer, maka semakin besar pula kemungkinan tempat tersebut untuk ditinggali oleh organisme makhluk hidup.

Ketinggian Tempat
Faktor ketiga yang mempengaruhi kondisi atau pun keadaan biosfer adalah ketinggian tempat. Ketinggian tempat memegang peranan penting terhadap kehidupan organisme makhluk hidup. Tidak semua organisme makhluk hidup dapat hidup di daerah – daerah yang tinggi. Bahkan, pada ketinggian tertentu, tidak ada satu organisme makhluk hidup pun yang dapat hidup. Oleh karena itu, untuk bisa ditinggali, lingkungan biosfer harus berada pada ketinggian yang wajar / sesuai dengan kebutuhan organisme makhluk hidup.

Faktor Biotik
Selain tiga faktor di atas, faktor terakhir yang turut mempengaruhi kondisi biosfer adalah faktor biotik. Faktor biotik merupakan faktor – faktor makhluk hidup yang mendukung kehidupan organisme makhluk hidup lainnya. Tanaman pohon misalnya, merupakan faktor biotik untuk berbagai macam organisme makhluk hidup lainnya seperti burung, tupai, bajing, manusia, bakteri, dan berbagai macam organisme makhluk hidup lainnya.

Semakin banyak faktor biotik yang ada dalam lingkungan biosfer tertentu, maka semakin besar pula kemungkinan tempat tersebut untuk dijadikan sebagai habitat atau pun tempat tinggal makhluk hidup.

Faktor-faktor persebaran flora dan fauna

Kondisi geologi
Bumi kita ini menurut beberapa teori dahulu terdiri atas satu benua besar dan satu samudra, namun karena adanya gaya endogen yang sangat kuat maka benua yang besar itu menjadi terpisah. Pecahan benua ini yang sering disebut sebagai teka-teki raksasa. Apabila diperhatikan peta dunia maka Benua Afrika dan Amerika Selatan dapat digabungkan menjadi satu sesuai dengan pola garis pantainya. Keanekaragaman flora dan fauna di permukaan bumi ini diperkirakan sesuai dengan perkembangan bumi dalam membentuk benua (kontinen) menurut Teori "Apungan" dan "Pergeseran Benua" yang disampaikan oleh Alfred Wegener (1880-1930).

Iklim
Suhu dan kelembapan udara berpengaruh terhadap proses perkembangan fisik flora dan fauna, sedangkan sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk fotosintesis dan metabolisme tubuh bagi beberapa jenis hewan. Angin sangat berperan dalam proses penyerbukan atau bahkan menerbangkan beberapa biji-bijian sehingga berpengaruh langsung terhadap persebaran flora. Kondisi iklim yang berbeda menyebabkan flora dan fauna berbeda pula. Di daerah tropis sangat kaya akan keanekaragaman flora dan fauna, karena pada daerah ini cukup mendapatkan sinar matahari dan hujan, keadaan ini berbeda dengan di daerah gurun. Daerah gurun beriklim kering dan panas, curah hujan sangat sedikit menyebabkan daerah ini sangat minim jenis flora dan faunanya. Flora dan fauna yang hidup di daerah gurun mempunyai daya adaptasi yang khusus agar mampu hidup di daerah tersebut.

Ketinggian tempat
Ahli klimatologi dari Jerman yang bernama Junghuhn membagi habitat beberapa tanaman di Indonesia berdasarkan suhu, sehingga didapatkan empat penggolongan iklim sebagai berikut.

  1. Wilayah berudara panas (0 – 600 m dpal).
  2. Suhu wilayah ini antara 23,3 °C – 22 °C, Tanaman yang cocok ditanam di wilayah ini adalah tebu, kelapa, karet, padi, lada, dan buah-buahan.
  3. Wilayah berudara sedang (600 – 1.500 m dpal)
  4. Suhu wilayah ini antara 22 °C – 17,1 °C. Tanaman yang cocok ditanam pada wilayah ini adalah kapas, kopi, cokelat, kina, teh, dan macam-macam sayuran, seperti kentang, tomat, dan kol.
  5. Wilayah berudara sejuk (1.500 – 2.500 m dpal)
  6. Suhu wilayah ini antara 17,1 °C – 11,1 °C. Tanaman yang cocok ditanam pada wilayah ini antara lain sayuran, kopi, teh, dan aneka jenis hutan tanaman industri.
  7. Wilayah berudara dingin (lebih 2.500 m dpal)
  8. Wilayah ini dijumpai tanaman yang berjenis pendek. Contohnya, edelweis.

Faktor biotik
Pohon beringin merupakan salah satu tanaman yang disukai burung. Burung-burung tersebut memakan biji beringin yang telah matang, lalu burung tersebut tanpa sadar ternyata telah menyebarkan tanaman beringin melalui biji yang masuk ke dalam tubuh burung lalu keluar bersama kotorannya. Pencernaan burung ternyata tidak mampu memecah kulit keras biji-biji tertentu sehingga biji tersebut keluar bersama kotoran. Biji yang keluar bersama kotoran tersebut apabila berada di habitat yang cocok akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup 

Protoplasma
Protoplasma ialah zat hidup yang terdapat dalam sel serta terdiri atas senyawa organik kompleks seperti lemak, protin, dan lain sebagainya.

Sel
Sel ialah satuan dasar organisme atau makhluk hidup yang terdiri atas protoplasma dan inti yang ada pada membran.

Jaringan
Jaringan merupakan beberapa gabungan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama, seperti jaringan otot.

Organ
Organ adalah bagian dari organisme dengan mempunyai fungsi tertentu, seperti mata pada manusia, dan lain sebagainya.

Sistem Organ
Sistem organ merupakan sebuah kerja sama antara struktural dan fungsional secara harmonis.

Organisme
Organisme dapat disebut juga dengan makhluk hidup.

Populasi
Populasi merupakan kelompok dari organisme atau makhluk hidup yang sejenis yang hidup dan berkembang biak di sebuah wilayah atau daerah tertentu.

Ekosistem
Ekosistem merupakan tatanan kesatuan secara utuh serta menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang dapat untuk saling mempengaruhi.

Komunitas
Komunitas merupakan semua populasi dari beberapa jenis yang berada pada daerah tertentu.

Pengertian Cagar Biosfer

Cagar Biosfer adalah kawasan dimana ekosistem yang keseluruhan unsur alamnya tersebut dilestarikan dan dilindungi untuk kepentingan penelitian ataupun pendidikan. Selain itu, ada juga tujuan cagar biosfer yang lainnya sebagai berikut :

  1. Bertujuan untuk melestarikan keanekaragaman hayati di ekosistem alam dan menjaga keanekaragaman genetika agar proses evolusinya tersebut dapat berjalan secara terus menerus. 
  2. Menyediakan sarana dan tempat untuk pendidikan ataupun penelitian. Pada biosfer terdapat macam-macam organisme hidup yang selalu berdampingan dengan benda mati. Semua makhluk hidup dapat berinteraksi antar satu dengan lainnya serta membentuk kesatuan.
Pencarian yang paling banyak dicari

  • biosfer geografi
  • contoh biosfer
  • materi biosfer
  • makalah biosfer
  • pengertian biosfer dalam geografi
  • contoh biosfer dalam ekosistem
  • fungsi biosfer
  • ciri ciri biosfer
Post a Comment

Post a Comment