ZCgRxn24sMSt1P8PT34NVVluf7C7ODQ8eSh7SrtI
Bookmark

Materi Kebijakan Moneter Mapel Ekonomi kelas 11 SMA/MA

Materi Kebijakan Moneter Mapel Ekonomi kelas 11 SMA/MA - Hai adik adik apa kabar? semoga dalam keadaan sehat saja ya, masih bersama kakak bospedia, kali ini kakak ingin membagikan materi mengenai Kebijakan Moneter yang di susun dari mata pelajaran Ekonomi untuk adik adik kelas XI SMA/MA, materi ini juga sudah dilengkapi dengan latihan soal serta kunci jawaban. Semoga bisa bermanfaat yah. Semangat!!

Materi Kebijakan Moneter Mapel Ekonomi kelas 11 SMA/MA
Materi Kebijakan Moneter Mapel Ekonomi kelas 11 SMA/MA

Anak-anak perhatikan kedua gambar di atas! Gambar yang sisi sebelah kiri menunjukkan seseorang yang sedang melakukan transaksi di suatu pasar dengan membawa satu gerobak uang kertas, sementara gambar di sebelahnya menunjukkan satu lembar uang kertas dengan nilai nominal 100 miliar dollar. Melihat kedua gambar tersebut apa yang anak-anak pikirkan? 


Ya benar, dari kedua gambar tersebut menunjukkan bahwa uang di negara tersebut sangat tidak bernilai, hanya untuk mendapatkan beberapa kilo gandum atau beras diperlukan segerobak uang kertas.  
 
Hal ini bisa terjadi karena di negara tersebut telah terjadi inflasi yang sangat tinggi dan tidak terkendali. Pemerintah dalam hal ini Bank Sentral selalu mencetak uang dengan jumlah yang cukup besar untuk mencukupi kebutuhannya. Jumlah uang yang beredar sangat banyak dan pada akhirnya terjadi kondisi seperti gambar di atas. 
 
Tentu kita tidak menginginkan hal itu terjadi ne negara Indonesia tercinta ini, untuk itu pemerintah harus mampu membuat kebijakan yang tepat untuk mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat. Kebijakan itulah yang dimaksud dengan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Pada modul ini kita akan bersama-sama mempelajari tentang kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. 

Istilah
  • Anggaran berimbang: adalah anggaran yang disusun dengan jumlah total pendapatan sama dengan jumlah pengeluaran total sehingga stabilitas ekonomi dapat terjaga dengan baik.  
  • Anggaran defisit: adalah anggaran yang disusun dengan jumlah pengeluaran lebih besar dibanding dengan pendapatan negara. Hal ini umumnya diatasi dengan beberapa kebijakan, diantaranya: menciptakan uang baru, melakukan pinjaman (dalam/luar negeri).  
  • Anggaran dinamis: adalah anggaran yang disusun selalu meningkat dibanding dengan tahun anggaran sebelumnya. Hal ini dilakukan dengan berusaha meningkatkan pendapatan dan melakukan penghematan pada sisi pengeluaran sehingga tabungan pemerintah dapat meningkat. 
  • Anggaran surplus: adalah anggaran yang disusun dengan jumlah pendapatan lebih besar dari jumlah pengeluaran total pemerintah. Anggraan surplus dilakukan pemerintah untuk menekan laju inflasi di masyarakat karena kelebihan jumlah uang yang beredar. 
  • Deflasi: adalah suatu periode dimana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Bila inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar. Salah satu cara menanggulangi deflasi adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga. 
  • Inflasi: adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terusmenerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. 
  • Kebijakan cadangan kas di bank (cash ratio policy): adalah kebijakan bank sentral untuk mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat dengan menaikkan atau menurunkan jumlah cadangan  kas minimum yang ada di bank.  
  • Kebijakan diskonto (discount policy): adalah kebijakan bank sentral untuk mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat dengan mengubah (menaikkan atau menurunkan) tingkat suku bunga bank umum.  
  • Kebijakan dorongan moral (moral suasion): adalah suatu kebijakan dimana bank sentral dapat memengaruhi jumlah uang beredar dengan berbagai pengumuman, pidato, dan edaran yang ditujukan kepada bank umum dan pelaku moneter lainnya. Lsinya dapat berupa ajakan ataupun larangan untuk menahan atau melepaskan pinjaman dan tabungan. 
  • Kebijakan fiskal: adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mendapatkan dana-dana dan kebijaksanaan yang ditempuh oleh pemerintah untuk membelanjakan dananya tersebut dalam rangka melaksanakan pembangunan. Atau dengan kata lain, kebijakan fiscal adalah kebjakan pemerintah yang berkaitan dengan penerimaan atau pengeluaran negara. 
  • Kebijakan kredit selektif: adalah kebijakan dapat diambil oleh bank sentral pada saat ekonomi sedang mengalami gejala inflasi. Kebijakan ini dilakukan dengan memperketat syarat-syarat pemberian kredit kepada masyarakat atau yang sering disebut dengan syarat 5c (character, capacity, collateral, capital dan condition). 
  • Kebijakan moneter: adalah tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter (bank sentral) untuk mempengaruhi jumlah yang beredar dan kredit yang pada akhirnya akan mempegaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. 
  • Kebijakan operasi pasar terbuka (open market policy): adalah salah satu kebijakan yang diambil bank sentral untuk mengurangi atau menambah jumlah uang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga seperti sbi. 
  • Kompetensi dasar: kemampuan minimal dalam mata pelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan; kemampuan minimum yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk standar kompetensi tertentu dari suatu mata pelajaran. 
  • Materi pembelajaran: bahan ajar minimal yang harus dipelajari siswa untuk menguasai kompetensi dasar. 
  • Silabus pembelajaran: susunan teratur materi pembelajaran mata pelajaran tertentu pada kelas/semester tertentu. 

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan siswa mampu menganalisis kebijakan moneter dan menyajikan hasil analisis kebijakan moneter untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari secara cermat dan bertanggung jawab. 
 

B. Uraian Materi 

1. Pengertian kebijakan moneter 

Pernahkan anak-anak bertanya dalam hati mengapa pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia tidak mencetak uang Rupiah dalam jumlah yang banyak dan dibagikan kepada semua masyarakat? Dengan demikian masalah kemiskinan bisa segera diselesaikan? 

Dalam hal ini tentu Bank Indonesia tidak bisa sembarangan mencetak uang dengan jumlah yang banyak dan tak terbatas. Mengapa demikian?  

Apabila jumlah uang yang dicetak dan diedarkan oleh pemerintah terlalu banyak tidak baik untuk perekonomian, hal ini karena dapat menurunkan nilai mata uang yang pada akhirnya dapat menimbulkan inflasi. Demikian pula sebaliknya jika pemerintah mencetak uang terlalu sedikit juga tidak baik untuk perekonomian, hal ini bisa menyebabkan terganggunya proses pembangunan, masyarakat sulit mendapatkan uang dan pekerjaan, daya beli yang rendah, pengusaha bisa gulung tikar dan pada akhirnya bisa menyebabkan krisis perekonomian. 

Untuk itu pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia harus bisa mencetak dan mengedarkan uang dengan jumlah yang tepat. Kebijakan yang mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat inilah yang dimaksud dengan kebijakan moneter. Jadi kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah melalui Bank Sentral sebagai pemegang otoritas moneter untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar dalam rangka mencapai kestabilan ekonomi. 
 
2. Tujuan kebijakan moneter 

Di atas sudah disampaikan bahwa kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah melalui Bank Sentral sebagai pemegang otoritas moneter untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar dalam rangka mencapai kestabilan ekonomi. 

Adapun tujuan dari kebijakan moneter adalah sebagai berikut: 

a. Menjaga stabilitas ekonomi 

Jalannya roda perekonomian akan terganggu jika jumlah uang yang beredar melebihi atau lebih sedikit dari jumlah barang dan jasa yang beredar. Hal ini karena bisa mengakibatkan terjadinya inflasi atau deflasi. Untuk itu kebijakan moneter sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi yang selalu mengupayakan jumlah uang yang beredar seimbang dengan jumlah barang dan jasa. 
 
b. Menjaga stabilitas harga 

Tinggi rendahnya harga barang dan jasa sangat mempengaruhi jalannya perekonomian. Harga yang tinggi bisa mengakibatkan turunya permintaan. Turunnya permintaan mengakibatkan turunya produktifitas dunia usaha. Oleh karena itu pemerintah perlu menjaga kestabilan harga barang dan jasa dengan menggunakan kebijakan moneter. Jika harga terlalu tinggi pemerintah bisa mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat, demikian pula sebaliknya. 
 
c. Meningkatkan kesempatan kerja 

Dengan menerapkan kebijakan moneter yaitu dengan mengatur jumlah uang beredar di masyarakat maka perekonomian akan menjadi stabil. Perekonomian yang stabil akan mendorong dunia usaha untuk melakukan investasi baru yang pada akhirnya dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesempatan kerja. 
 
d. Memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran 

Salah satu kebijakan moneter yang dapat diambil yaitu dengan menjalankan kebijakan devaluasi atau menurunkan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Dengan devaluasi harga barang di dalam negeri menjadi lebih murah jika dibeli dengan menggunakan valuta asing, dan pada akhirnya bisa meningkatkan ekspor ke luar negeri.  

Meningkatnya ekspor akan mengakibatkan neraca perdagangan dan neraca pembayaran tidak mengalami defisit dan tidak menutup kemungkinan dalamposisi surplus. 
 
3. Jenis kebijakan moneter 

Terdapat dua jenis kebijakan moneter, yaitu: 

a. Tight money policy (kebijakan uang ketat) 

Tight money policy adalah kebijakan bank sentral untuk mengurangi jumlah uang beredar di masyarakat. Kebijakan ini dilakukan dengan menaikkan suku bunga (kebijakan diskonto), menjual surat-surat berharga (kebijakan pasar terbuka), menaikkan cadangan kas (kebijakan cash ratio), dan membatasi atau memperketat pemberian kredit.  

b. Easy money policy (kebijakan uang longgar) 

Easy money policy adalah kebijakan bank sentral untuk menambah jumlah uang beredar di masyarakat. Kebijakan ini dapat dilakuakan dengan menurunkan tingkat suku bunga (kebijakan diskonto), membeli surat-surat berharga (kebijakan pasar terbuka), penurunan cadangan kas (kebijakan cash ratio), dan mempermudah pemberian kredit. 
 
4. Instrumen kebijakan moneter 

a. Kebijakan operasi pasar terbuka (open market policy)  
  

Adalah salah satu kebijakan yang diambil bank sentral untuk mengurangi atau menambah jumlah uang beredar dengan cara menjual atau membeli suratsurat berharga seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI). 
Bank sentral akan menjual SBI jika jumlah uang beredar di masyarakat sangat tinggi, hal ini dimaksudkan untuk menarik uang yang beredar kembali masuk ke bank sentral. Sebaliknya jika jumlah uang yang beredar lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa bank sentral bisa melakukan dengan membeli SBI dari masyarakat dengan tujuan untuk menambah jumlah uang yang beredar.  

 
b. Kebijakan diskonto (discount policy) 
 
 
Adalah kebijakan bank sentral untuk mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat dengan mengubah (menaikkan atau menurunkan) tingkat suku bunga bank umum.  

Jika jumlah uang beredar telah melebihi kebutuhan (gejala inflasi), bank sentral dapat mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan suku bunga bank umum dengan tujuan untuk merangsang masyarakat untuk menabung sehingga jumlah uang beredar kembali masuk ke bank. Sebaliknya jika terjadi kondisi deflasi dimana jumlah uang beredar lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa, maka bank sentral dapat mengambil kebijakan menurunkan tingkat suku bunga bank umum dengan harapan masyarakat banyak melakukan pinjaman dari bank yang pada akhirnya menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat. 
 
c. Kebijakan cadangan kas di bank (cash ratio policy) 
  
 
Adalah kebijakan bank sentral untuk mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat dengan menaikkan atau menurunkan jumlah cadangan  kas minimum yang ada di bank.  

Jika terjadi inflasi dimana jumlah uang yang beredar melebihi dari jumlah barang dan jasa bank sentral dapat mengambil kebijakan menaikkan jumlah cadangan  kas minimum yang ada di bank umum. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kemampuan bank umum dalam memberikan kredit kepada masyarakat yang pada akhirnya jumlah uang yang beredar menjadi semakin berkurang. 
Demikian pula sebaliknya jika terjadi deflasi dimana jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa, bank sentral dapat mengambil kebijakan menurunkan jumlah cadangan kas minimum di bank umum. Hal ini dengan tujuan untuk menambah kemampuan bank umum dalam memberikan pinjaman kepada masyarakat 
 
d. Kebijakan kredit selektif 
  

Kebijakan ini dapat diambil oleh bank sentral pada saat ekonomi sedang mengalami gejala inflasi. Kebijakan ini dilakukan dengan memperketat syaratsyarat pemberian kredit kepada masyarakat atau yang sering disebut dengan syarat 5C (Character, Capacity, Collateral, Capital, dan Condition).  
 
e. Kebijakan dorongan moral (moral suasion).  
  
 Bank sentral dapat memengaruhi jumlah uang beredar dengan berbagai pengumuman, pidato, dan edaran yang ditujukan kepada bank umum dan pelaku moneter lainnya. lsinya dapat berupa ajakan ataupun larangan untuk menahan atau melepaskan pinjaman dan tabungan. 
 

C. Rangkuman 

1. Pengertian kebijakan moneter 

Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah melalui Bank Sentral sebagai pemegang otoritas moneter untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar dalam rangka mencapai kestabilan ekonomi. 
 
2. Tujuan kebijakan moneter 

Adapun tujuan dari kebijakan moneter adalah sebagai berikut: 
  • Menjaga stabilitas ekonomi 
  • Menjaga stabilitas harga 
  • Meningkatkan kesempatan kerja 
  • Memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran 
3. Jenis kebijakan moneter 

Terdapat dua jenis kebijakan moneter, yaitu: 
  • Tight money policy (kebijakan uang ketat) 
  • Easy money policy (kebiajakan uang longgar) 
4. Instrumen kebijakan moneter 
  • Kebijakan operasi pasar terbuka (open market policy)  
  • Kebijakan diskonto (discount policy)  
  • Kebijakan cadangan kas di bank (cash ratio policy) 
  • Kebijakan kredit selektif 
  • Kebijakan dorongan moral (moral suasion).  

D. Penugasan Mandiri  

Sebagai bentuk penguatan terhadap materi pada kegiatan belajar 1 yang kalian pelajari maka kami akan memberikan tugas mandiri untuk anak-anak kerjakan. 
 
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar! 
  1. Apakah yang dimaksud dengan kebijakan moneter? 
  2. Jelaskan macam-macam instrumen kebijakan moneter. 
  3. Apakah yang dimaksud dengan tight money policy? 
  4. Apakah yang dimaksud dengan easy money policy? 
  5. Jelaskan kebijakan moneter yang termasuk dalam kebijakan tight money policy. 
  6. Jelaskan menurut pendapat kalian, kebijakan moneter yang bisa diambil bank sentral untuk mengurangi laju inflasi. 
  7. Jelaskan menurut pendapat kalian, kebijakan moneter yang bisa diambil bank sentral untuk mengurangi deflasi. 
  8. Apakah yang dimaksud dengan dorongan moral dalam rangka mengurangi inflasi? 
Tugas mandiri tersebut dikerjakan pada lembar kertas dan dikumpulkan kepada guru kalian untuk diperiksa! 
 

E. Latihan Soal   

Kegiatan pembelajaran 1 sudah selesai kalian bahas, untuk memastikan kalian sudah menguasai materi tentang kebijkaan moneter silahkan kalian mengerjakan soal latihan di bawah ini! 
 
Berilah tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang paling tepat! 

1. Yang dimaksud kebijakan moneter adalah . . . .  
A. bijaksana menggunakan uang kartal dan uang giral 
B. kepandaian menggunakan uang sebagai mata pencaharian 
C. langkah-langkah yang diambil otoritas moneter untuk memengaruhi jumlah uang beredar di masyarakat dan daya beli uang 
D. kebijakan dalam rangka mengurangi tingkat inflasi jangan sampai mengganggu kinerja perekonomian 
E. kebijakan yang berhubungan dengan penyediaan uang agar harga-harga stabil danberkesinambungan 
 
2. Salah satu tujuan dari kebijakan moneter adalah . . . . 
A. menjaga stabilitas harga 
B. memperlancar arus barang 
C. mengatur mekanisme perdagangan efek di lantai bursa 
D. mengatur jumlah uang beredar sehingga tidak terjadi inflasi 
E. menstabilkan harga-harga valuta asing 
 
3. Kebijakan moneter dapat menjaga stabilitas ekonomi dengan cara . . . . 
A. membuka kantor-kantor bank buka selama 12 jam sehari 
B. mempercepat waktu untuk pengiriman uang 
C. membuka Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di setiap mall 
D. mengatur peredaran uang sehingga kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan lancar 
E. menyediakan jumlah valuta asing pada saat harga valuta asing menurun terhadap rupiah 
 
4. Kebijakan moneter dapat meningkatkan kesempatan kerja dengan cara  . . . . 
A. mengatur jumlah uang beredar sedemikian rupa sehingga perusahaan dapat berinvestasi dan membuka kesempatan kerja 
B. mengumumkan di mana tersedianya lapangan kerja 
C. mengadakan pendidikan dan latihan ketenagakerjaan dengan biaya Bank Indonesia 
D. bekerja sama dengan kementerian tenaga kerja untuk membuka lapangan kerja 
E. menghimbau perusahaan yang dapat kucuran kredlt dari bank agar membuka kesempatan kerja 
 
5. Kebijakan moneter dapat memperbaiki neraca perdagangan dan neraca pembayaran dengan cara.... 
A. menyediakan valuta asing untuk kepentingan ekspor impor 
B. menahan valuta asing untuk cadangan agar harga valuta asing stabil 
C. mengadakan devaluasi sehingga harga barang ekspor memiliki daya saing tinggi sehingga ekspor meningkat dan dapat memperbaiki neraca perdagangan dan neraca pembayaran 
D. menyediakan jumlah valuta asing di bank devisa sehingga fluktuasi harga valuta asing stabil 
E. menyediakan/mengadakan tabungan valuta asing di bank asing 
 
6. Berikut ini adalah contoh kebijakan uang ketat (tight money policy), kecuali . . . . 
A. menaikkan suku bunga 
B. menjual SBI 
C. menaikkan cadangan kas 
D. membatasi pemberian kredit 
E. menurunkan tingkat suku bunga 
 
7. Kebijakan yang dilakukan diantaranya: 
1. menaikkan suku bunga,  
2. menjual Sertifikat Bank lndonesia (SBI)  
3. menaikkan cadangan kas di bank umum 
4. membatasi pemberian kredit.  
Tujuan dari kebijakan-kebijakan tersebut adalah . . . . 
A. mengurangi tingkat inflasi 
B. menambah jumlah uang beredar 
C. politik uang longgar 
D. membuka kesempatan kerja 
E. mengontrol penggunaan valuta asing 
 
8. Perhatikan kebijakan moneter berikut: 
1. menaikkan suku bunga bank 
2. menaikkan cadangan kas di bank 
3. membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 
4. melonggarkan pemberian kredit 
5. menurunkan tingkat suku bunga bank 

 
Kebijakan yang termasuk dalam easy money policy adalah . . . . 
A. 1, 2, dan 3 
B. 1, 2, dan 4 
C. 1, 2, dan 5 
D. 2, 3, dan 4 
E. 3, 4, dan 5 

9. Perhatikan kebijakan moneter berikut:  
1. menjual Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 
2. melonggarkan pemberian kredit 
3. menaikkan cadangan kas di bank 
4. menurunkan tingkat suku bunga bank 
5. meningkatkan tingkat suku bunga bank 
 
Kebijakan yang bertujuan menjalankan tight money policy adalah  . . . .  
A. 1, 2, dan 3 
B. 1, 2, dan 4 
C. 1, 3, dan 5 
D. 2, 3, dan 4 
E. 3, 4, dan 5 
 
10. Menjual surat berharga seperti SBI dapat mengurangi jumlah uang beredar, karena....  
A. harga surat berharga menjadi mahal 
B. dengan menjual surat berharga uang yang beredar kembali masuk ke dalam sistem perbankan 
C. menaikkan suku bunga surat berharga dapat memengaruhi jumlah uang beredar 
D. menurunkan suku bunga surat berharga pikiran orang akan berpengaruh melakukan investasi 
E. membeli surat berharga oleh bank sentral akan menambah uang beredar 
 
Kunci Jawaban  
 
1. C
Kebijakan moneter adalah langkah-langkah yang diambil otoritas moneter untuk memengaruhi jumlah uang beredar di masyarakat dan daya beli uang. 

2. A
Salah satu tujuan dari kebijakan moneter adalah menjaga stabilitas harga. 

3. D
Kebijakan moneter dapat menjaga stabilitas ekonomi dengan cara mengatur peredaran uang sehingga kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan lancar. 

4. A
Kebijakan moneter dapat meningkatkan kesempatan kerja dengan cara mengatur jumlah uang beredar sedemikian rupa sehingga perusahaan dapat berinvestasi dan membuka kesempatan kerja. 

5. C
Kebijakan moneter dapat memperbaiki neraca perdagangan dan neraca pembayaran dengan cara mengadakan devaluasi sehingga harga barang ekspor memiliki daya saing tinggi sehingga ekspor meningkat dan dapat memperbaiki neraca 
perdagangan dan neraca pembayaran 

6. E
Yang termasuk kebijakan tight money policy adalah menaikkan suku bunga, menjual SBI, menaikkan cadangan kas, membatasi pemberian kredit. 

7. A
Kebijakan yang dilakukan adalah menaikkan suku bunga, menjual SBl, menaikkan cadangan kas, dan membatasi pemberian kredit, bertujuan untuk mengurangi tingkat inflasi. 

8. E
Kebijakan yang termasuk easy money policy membeli SBI, melonggarkan pemberian kredit, dan penurunan tingkat suku bunga bank. 

9. C
Kebijakan yang bertujuan menjalankan tight money policy adalah menjual SBI, menaikkan cadangan kas di bank, menaikkan tingkat suku bunga bank. 

10. B
Menjual surat berharga seperti SBI dapat mengurangi jumlah uang beredar karena dengan menjual surat berharga uang yang beredar kembali masuk ke dalam sistem perbankan. 
 

F. Penilaian Diri 

Tabel Penilaian Diri Penguasaan Materi Kebijakan Moneter 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Kebijakan Moneter Mapel Ekonomi kelas 11 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Kebijakan Moneter File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com

    Pencarian yang paling banyak dicari
    • instrumen kebijakan moneter
    • materi kebijakan moneter pdf
    • kebijakan moneter ekspansif dan kontraktif
    • tujuan kebijakan moneter
    • kebijakan diskonto
    • berbagai jenis kebijakan moneter
    • kebijakan uang ketat
    0

    Post a Comment