ZCgRxn24sMSt1P8PT34NVVluf7C7ODQ8eSh7SrtI
Bookmark

Pengertian Balok: Jaring, Luas & Volume, Contoh Soal

Pengertian Balok: Jaring, Luas & Volume, Contoh Soal - Hello adik-adik yang baik, bertemu lagi dengan Bospedia! Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang balok. Balok adalah salah satu bentuk bangun ruang yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Balok memiliki sifat-sifat yang unik dan dapat dianalisis secara matematis. Pada artikel ini, kita akan membahas pengertian balok, jaring-jaring balok, luas dan volume balok, serta contoh soal untuk memperdalam pemahaman kita tentang balok.

Pengertian Balok: Jaring, Luas & Volume, Contoh Soal
Pengertian Balok: Jaring, Luas & Volume, Contoh Soal

Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang memiliki enam sisi yang berbentuk persegi panjang. Sisi-sisi yang bersebrangan pada balok memiliki ukuran yang sama dan sejajar. Balok memiliki tiga pasang sisi yang sejajar dan sama besar. Dua pasang sisi sejajar tersebut disebut dengan pasangan sisi alas dan atap. Sisi-sisi yang tidak sejajar dengan alas dan atap disebut dengan sisi-sisi tegak.

Jaring-jaring balok adalah gambar dua dimensi yang terdiri dari persegi panjang yang merupakan sisi-sisi balok. Terdapat tiga jenis jaring-jaring balok, yaitu jaring-jaring alas, jaring-jaring atap, dan jaring-jaring tegak. Jaring-jaring alas adalah persegi panjang yang merupakan alas balok. Jaring-jaring atap juga merupakan persegi panjang yang merupakan atap balok. Sedangkan jaring-jaring tegak terdiri dari dua persegi panjang dan dua persegi yang lebih kecil yang membentuk gambar segi empat.

Luas balok adalah jumlah luas dari keenam sisi balok. Luas permukaan balok dapat dihitung dengan menggunakan rumus 2 x (panjang x lebar + panjang x tinggi + lebar x tinggi). Rumus tersebut didasarkan pada fakta bahwa balok terdiri dari dua pasang sisi sejajar dan empat sisi tegak, sehingga perlu dikalikan dengan dua.

Volume balok adalah ruang yang ditempati oleh balok. Volume balok dapat dihitung dengan menggunakan rumus panjang x lebar x tinggi. Rumus tersebut didasarkan pada fakta bahwa balok memiliki bentuk tiga dimensi yang dihasilkan dari panjang, lebar, dan tinggi.

Berikut adalah 10 daftar isi yang akan kita bahas dalam artikel ini:

  1. Pengertian Balok
  2. Sifat-sifat Balok
  3. Jaring-jaring Balok
  4. Luas Permukaan Balok
  5. Volume Balok
  6. Contoh Soal Luas Permukaan Balok
  7. Contoh Soal Volume Balok
  8. Balok dalam Kehidupan Sehari-hari
  9. Perbedaan Balok dan Kubus
  10. Kesimpulan

Pengertian Balok

Balok adalah suatu bangun ruang tiga dimensi yang memiliki tiga pasang sisi sejajar dan sama besar. Dalam matematika, balok didefinisikan sebagai suatu bangun ruang tiga dimensi yang terdiri dari enam bidang datar, dimana tiga bidang datar membentuk alas dan tiga bidang datar lainnya membentuk atap. Balok memiliki dua pasang sisi yang sejajar dan sama besar, serta memiliki empat titik sudut.

Balok umumnya terbuat dari bahan-bahan seperti kayu, beton, atau baja, dan sering digunakan sebagai bahan bangunan pada konstruksi gedung, jembatan, dan infrastruktur lainnya. Selain itu, balok juga sering digunakan sebagai bahan pembuatan meja, kursi, lemari, dan kotak-kotak penyimpanan.

Dalam mempelajari balok, kita juga perlu memahami konsep jaring-jaring balok. Jaring-jaring balok adalah gambar dua dimensi yang terdiri dari persegi panjang yang merupakan sisi-sisi balok. Terdapat tiga jenis jaring-jaring balok, yaitu jaring-jaring alas, jaring-jaring atap, dan jaring-jaring tegak. Jaring-jaring alas adalah persegi panjang yang merupakan alas balok. Jaring-jaring atap juga merupakan persegi panjang yang merupakan atap balok. Sedangkan jaring-jaring tegak terdiri dari dua persegi panjang dan dua persegi yang lebih kecil yang membentuk gambar segi empat.

Rumus-rumus terkait dengan balok juga perlu dipahami, seperti rumus luas permukaan dan volume. Luas permukaan balok dapat dihitung dengan menggunakan rumus 2 x (panjang x lebar + panjang x tinggi + lebar x tinggi), sedangkan volume balok dapat dihitung dengan menggunakan rumus panjang x lebar x tinggi.

Dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman tentang balok sangat penting, terutama bagi mereka yang bekerja di bidang konstruksi atau desain interior. Dengan memahami konsep dan rumus-rumus terkait balok, mereka dapat menghitung dengan tepat dan membuat perencanaan yang efektif dalam pembangunan atau desain suatu bangunan atau produk.

Sifat-sifat Balok

Berikut adalah beberapa sifat-sifat balok:

  1. Memiliki enam bidang datar: Balok memiliki enam bidang datar, dimana tiga bidang datar membentuk alas dan tiga bidang datar lainnya membentuk atap.

  2. Memiliki tiga pasang sisi sejajar dan sama besar: Balok memiliki tiga pasang sisi yang sejajar dan sama besar, yaitu pasangan sisi atas dan bawah, pasangan sisi depan dan belakang, serta pasangan sisi kiri dan kanan.

  3. Memiliki empat titik sudut: Balok memiliki empat titik sudut, yaitu dua titik sudut pada bagian depan dan dua titik sudut pada bagian belakang.

  4. Memiliki dua diagonal ruang: Balok memiliki dua diagonal ruang yang saling melintang di dalam balok, yaitu diagonal ruang yang menghubungkan titik sudut di depan dan titik sudut di belakang, serta diagonal ruang yang menghubungkan titik sudut di kiri dan titik sudut di kanan.

  5. Luas permukaan balok: Luas permukaan balok dapat dihitung dengan menggunakan rumus 2 x (panjang x lebar + panjang x tinggi + lebar x tinggi).

  6. Volume balok: Volume balok dapat dihitung dengan menggunakan rumus panjang x lebar x tinggi.

  7. Jaring-jaring balok: Balok memiliki tiga jenis jaring-jaring, yaitu jaring-jaring alas, jaring-jaring atap, dan jaring-jaring tegak.

  8. Kestabilan: Balok yang dibuat dari bahan yang kuat dan solid akan memiliki kestabilan yang baik. Balok juga dapat menahan beban yang diberikan pada sisi-sisi yang sejajar dengan baik, namun lebih lemah di bagian tengah.

  9. Berat: Balok yang terbuat dari bahan yang lebih berat, seperti beton atau baja, akan memiliki berat yang lebih besar daripada balok yang terbuat dari kayu atau bahan ringan lainnya.

Dengan memahami sifat-sifat balok, kita dapat menghitung dengan tepat dan membuat perencanaan yang efektif dalam pembangunan atau desain suatu bangunan atau produk yang menggunakan balok sebagai bahan dasar.

Jaring-jaring Balok

Jaring-jaring balok adalah gambar dua dimensi yang menggambarkan bentuk balok pada setiap sisinya. Terdapat tiga jenis jaring-jaring balok, yaitu jaring-jaring alas, jaring-jaring atap, dan jaring-jaring tegak.

  1. Jaring-jaring Alas: Jaring-jaring alas adalah gambar dua dimensi yang menggambarkan bentuk balok pada sisi alasnya. Bentuk jaring-jaring alas balok adalah persegi panjang dengan ukuran panjang dan lebar yang sama dengan panjang dan lebar balok. Jaring-jaring alas balok digunakan untuk menghitung luas permukaan balok dan untuk memudahkan dalam menggambar balok dalam tiga dimensi.

  2. Jaring-jaring Atap: Jaring-jaring atap adalah gambar dua dimensi yang menggambarkan bentuk balok pada sisi atapnya. Bentuk jaring-jaring atap balok juga merupakan persegi panjang dengan ukuran panjang dan lebar yang sama dengan panjang dan lebar balok. Jaring-jaring atap balok berguna untuk memudahkan dalam menggambar balok dalam tiga dimensi dan juga untuk menghitung luas permukaan balok.

  3. Jaring-jaring Tegak: Jaring-jaring tegak adalah gambar dua dimensi yang menggambarkan bentuk balok pada dua sisi tegaknya. Bentuk jaring-jaring tegak balok terdiri dari dua persegi panjang dan dua persegi yang lebih kecil yang membentuk gambar segi empat. Jaring-jaring tegak balok digunakan untuk memudahkan dalam menggambar balok dalam tiga dimensi dan untuk memahami bentuk dan sifat ruang balok.

Dalam pembangunan atau desain suatu bangunan atau produk yang menggunakan balok sebagai bahan dasar, pemahaman tentang jaring-jaring balok sangat penting. Dengan memahami jaring-jaring balok, kita dapat menggambar balok dengan tepat dalam tiga dimensi dan menghitung luas permukaan balok dengan mudah.

Luas Permukaan Balok

Luas permukaan balok adalah jumlah luas semua sisi yang ada pada balok. Balok memiliki enam sisi, yaitu tiga sisi yang membentuk alas dan tiga sisi lainnya yang membentuk atap.

Rumus untuk menghitung luas permukaan balok adalah:
L = 2 x (p x l + p x t + l x t)
dimana L adalah luas permukaan balok, p adalah panjang balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok.

Contoh: Jika panjang, lebar, dan tinggi balok masing-masing adalah 3 meter, 4 meter, dan 5 meter, maka luas permukaan balok adalah:
L = 2 x (3 x 4 + 3 x 5 + 4 x 5)
L = 2 x (12 + 15 + 20)
L = 2 x 47
L = 94 meter persegi

Jadi, luas permukaan balok dengan panjang 3 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 5 meter adalah 94 meter persegi.

Dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman tentang luas permukaan balok sangat penting, terutama bagi mereka yang bekerja di bidang konstruksi atau desain interior. Dengan memahami rumus luas permukaan balok, mereka dapat menghitung dengan tepat dan membuat perencanaan yang efektif dalam pembangunan atau desain suatu bangunan atau produk yang menggunakan balok sebagai bahan dasar.

Volume Balok

Volume balok adalah besarnya ruang yang terdapat di dalam balok dan dapat dihitung dengan rumus panjang x lebar x tinggi. Dalam matematika, balok dikategorikan sebagai bangun ruang tiga dimensi, sehingga dalam menghitung volumenya, kita mengalikan tiga dimensi yang ada pada balok, yaitu panjang, lebar, dan tinggi.

Rumus untuk menghitung volume balok adalah:
V = p x l x t
dimana V adalah volume balok, p adalah panjang balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok.

Contoh: Jika panjang, lebar, dan tinggi balok masing-masing adalah 3 meter, 4 meter, dan 5 meter, maka volume balok adalah:
V = 3 x 4 x 5
V = 60 meter kubik

Jadi, volume balok dengan panjang 3 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 5 meter adalah 60 meter kubik.

Dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman tentang volume balok sangat penting, terutama bagi mereka yang bekerja di bidang konstruksi atau desain interior. Dengan memahami rumus volume balok, mereka dapat menghitung dengan tepat dan membuat perencanaan yang efektif dalam pembangunan atau desain suatu bangunan atau produk yang menggunakan balok sebagai bahan dasar.

Balok dalam Kehidupan Sehari-hari

Balok adalah salah satu benda geometris yang paling umum dan sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan balok dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Konstruksi bangunan: Balok merupakan salah satu bahan bangunan yang paling penting dan sering digunakan dalam konstruksi gedung, jembatan, dan infrastruktur lainnya. Balok beton dan baja biasanya digunakan untuk membangun struktur yang lebih besar dan lebih kuat, sedangkan balok kayu biasanya digunakan dalam konstruksi bangunan yang lebih kecil seperti rumah kayu.

  2. Desain interior: Balok juga sering digunakan dalam desain interior sebagai elemen dekoratif atau struktural. Balok kayu sering digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan meja, kursi, lemari, dan kotak penyimpanan.

  3. Transportasi: Balok juga digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat palet yang digunakan untuk mengangkut barang dalam skala besar. Palet sering digunakan dalam industri dan transportasi untuk mengangkut barang dari satu tempat ke tempat lain.

  4. Olahraga: Balok juga digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat alat olahraga seperti tiang basket, tiang voli, dan palang gawang sepak bola.

  5. Permainan: Balok juga digunakan dalam permainan tradisional seperti balok kayu, dimana balok kayu digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat struktur yang harus dijatuhkan dengan bola atau batu kecil.

Dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman tentang balok sangat penting, terutama bagi mereka yang bekerja di bidang konstruksi, desain, atau transportasi. Dengan memahami sifat-sifat, rumus, dan penggunaan balok, mereka dapat menghitung dengan tepat dan membuat perencanaan yang efektif dalam pembangunan atau desain suatu bangunan atau produk yang menggunakan balok sebagai bahan dasar.

Perbedaan Balok dan Kubus

Balok dan kubus adalah dua bentuk geometris tiga dimensi yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa perbedaan antara balok dan kubus:

  1. Bentuk: Balok memiliki bentuk yang mirip dengan kotak dengan panjang, lebar, dan tinggi yang berbeda-beda, sedangkan kubus memiliki bentuk yang sama pada semua sisinya dengan panjang, lebar, dan tinggi yang sama.

  2. Jumlah sisi: Balok memiliki enam sisi, yaitu tiga sisi yang membentuk alas dan tiga sisi lainnya yang membentuk atap, sedangkan kubus memiliki enam sisi yang sama panjang.

  3. Jumlah titik sudut: Balok memiliki empat titik sudut, sedangkan kubus memiliki delapan titik sudut.

  4. Jumlah diagonal: Balok memiliki dua diagonal ruang, yaitu diagonal ruang yang menghubungkan titik sudut di depan dan titik sudut di belakang, serta diagonal ruang yang menghubungkan titik sudut di kiri dan titik sudut di kanan, sedangkan kubus memiliki tiga diagonal ruang, yaitu diagonal ruang yang menghubungkan dua titik sudut di sisi yang berlawanan dan diagonal ruang yang menghubungkan satu titik sudut dengan titik tengah pada sisi yang berlawanan.

  5. Rumus luas permukaan: Rumus luas permukaan balok adalah 2 x (panjang x lebar + panjang x tinggi + lebar x tinggi), sedangkan rumus luas permukaan kubus adalah 6 x sisi x sisi.

  6. Rumus volume: Rumus volume balok adalah panjang x lebar x tinggi, sedangkan rumus volume kubus adalah sisi x sisi x sisi.

Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan antara balok dan kubus sangat penting untuk dipahami, terutama bagi mereka yang bekerja di bidang konstruksi atau desain interior. Dengan memahami perbedaan antara kedua bentuk geometris ini, mereka dapat memilih bentuk yang tepat dan membuat perencanaan yang efektif dalam pembangunan atau desain suatu bangunan atau produk.

Contoh Soal

Berikut adalah contoh 10 soal pilihan ganda dan 5 soal essay tentang "Balok" beserta pembahasan detail:

Pilihan Ganda:

  1. Luas permukaan balok dengan panjang 6 cm, lebar 4 cm, dan tinggi 5 cm adalah...
    a. 80 cm persegi
    b. 120 cm persegi
    c. 140 cm persegi
    d. 150 cm persegi
    Jawaban: b
    Pembahasan: Luas permukaan balok dapat dihitung dengan rumus 2 x (p x l + p x t + l x t), sehingga luas permukaan balok dengan panjang 6 cm, lebar 4 cm, dan tinggi 5 cm adalah 2 x (6 x 4 + 6 x 5 + 4 x 5) = 120 cm persegi.

  2. Volume balok dengan panjang 8 m, lebar 3 m, dan tinggi 2 m adalah...
    a. 24 m kubik
    b. 48 m kubik
    c. 64 m kubik
    d. 96 m kubik
    Jawaban: b
    Pembahasan: Volume balok dapat dihitung dengan rumus p x l x t, sehingga volume balok dengan panjang 8 m, lebar 3 m, dan tinggi 2 m adalah 8 x 3 x 2 = 48 m kubik.

  3. Jaring-jaring tegak balok terdiri dari...
    a. satu persegi dan dua persegi panjang
    b. dua persegi dan dua persegi panjang
    c. dua persegi dan satu persegi panjang
    d. satu persegi dan satu persegi panjang
    Jawaban: a
    Pembahasan: Jaring-jaring tegak balok terdiri dari dua persegi panjang dan dua persegi yang lebih kecil yang membentuk gambar segi empat.

  4. Balok memiliki berapa titik sudut?
    a. 4
    b. 6
    c. 8
    d. 12
    Jawaban: c
    Pembahasan: Balok memiliki delapan titik sudut.

  5. Balok digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan...
    a. meja, kursi, dan lemari
    b. jembatan dan gedung
    c. tiang basket dan palang gawang sepak bola
    d. mobil dan kapal
    Jawaban: a
    Pembahasan: Balok kayu sering digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan meja, kursi, lemari, dan kotak penyimpanan.

  6. Balok dan kubus sama-sama merupakan...
    a. bangun ruang tiga dimensi
    b. bangun datar
    c. bangun ruang dua dimensi
    d. bangun ruang empat dimensi
    Jawaban: a
    Pembahasan: Balok dan kubus keduanya merupakan bangun ruang tiga dimensi.

  7. Balok memiliki berapa diagonal ruang?
    a. 1
    b. 2
    c. 3
    d. 4
    Jawaban: b
    Pembahasan: Balok memiliki dua diagonal ruang, yaitu diagonal ruang yang menghubungkan titik sudut di depan dan titik sudut di belakang, serta diagonal ruang yang menghubungkan titik sudut di kiri dan titik sudut di kanan.

  8. Rumus luas permukaan balok adalah...
    a. p x l x t
    b. 2 x (p + l + t)
    c. 2 x (p x l + p x t + l x t)
    d. 6 x sisi x sisi
    Jawaban: c
    Pembahasan: Rumus luas permukaan balok adalah 2 x (p x l + p x t + l x t).

  9. Balok kayu memiliki berat jenis lebih kecil dibandingkan balok beton atau baja. Benar atau salah?
    a. Benar
    b. Salah
    Jawaban: a
    Pembahasan: Balok kayu memiliki berat jenis lebih kecil dibandingkan balok beton atau baja.

  10. Jumlah sisi balok adalah...
    a. 3
    b. 4
    c. 5
    d. 6
    Jawaban: d
    Pembahasan: Balok memiliki enam sisi, yaitu tiga sisi yang membentuk alas dan tiga sisi lainnya yang membentuk atap.

Essay:

  1. Jelaskan rumus volume balok beserta contoh penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari?
    Jawaban: Rumus volume balok adalah p x l x t, dimana p adalah panjang balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok. Contohnya, jika kita ingin membuat sebuah kotak penyimpanan dengan ukuran panjang 50 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 40 cm, maka volume kotak tersebut adalah 50 x 30 x 40 = 60.000 cm kubik. Rumus volume balok sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bidang konstruksi dan desain, karena dapat digunakan untuk menghitung volume bahan bangunan atau produk yang menggunakan balok sebagai bahan dasar.

  2. Jelaskan perbedaan antara balok dan kubus?
    Jawaban: Perbedaan antara balok dan kubus adalah sebagai berikut:

    • Bentuk: Balok memiliki bentuk yang mirip kotak dengan panjang, lebar, dan tinggi yang berbeda-beda, sedangkan kubus memiliki bentuk yang sama pada semua sisinya dengan panjang, lebar, dan tinggi yang sama.
    • Jumlah sisi: Balok memiliki enam sisi, yaitu tiga sisi yang membentuk alas dan tiga sisi lainnya yang membentuk atap, sedangkan kubus memiliki enam sisi yang sama panjang.
    • Jumlah titik sudut: Balok memiliki empat titik sudut, sedangkan kubus memiliki delapan titik sudut.
    • Jumlah diagonal ruang: Balok memiliki dua diagonal ruang, sedangkan kubus memiliki tiga diagonal ruang.
    • Rumus luas permukaan: Rumus luas permukaan balok adalah 2 x (p x l + p x t + l x t), sedangkan rumus luas permukaan kubus adalah 6 x sisi x sisi.
    • Rumus volume: Rumus volume balok adalah p x l x t, sedangkan rumus volume kubus adalah sisi x sisi x sisi.
  1. Jelaskan penggunaan balok dalam konstruksi bangunan?
    Jawaban: Balok merupakan salah satu bahan bangunan yang paling penting dan sering digunakan dalam konstruksi gedung, jembatan, dan infrastruktur lainnya. Balok beton dan baja biasanya digunakan untuk membangun struktur yang lebih besar dan lebih kuat, sedangkan balok kayu biasanya digunakan dalam konstruksi bangunan yang lebih kecil seperti rumah kayu. Balok digunakan sebagai elemen struktural yang dapat menahan beban dan memberikan kestabilan pada bangunan. Balok juga dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan kolom, balok gelagar, dan rangka atap.

  2. Berikan contoh penggunaan balok dalam desain interior?
    Jawaban: Balok sering digunakan dalam desain interior sebagai elemen dekoratif atau struktural. Contohnya, balok kayu dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan meja, kursi, lemari, dan kotak penyimpanan. Balok juga dapat digunakan sebagai elemen desain pada dinding atau plafon, seperti balok kayu pada plafon rumah yang memberikan kesan rustic atau tradisional.

  3. Jelaskan pentingnya pemahaman tentang balok dalam bidang konstruksi?
    Jawaban: Pemahaman tentang balok sangat penting dalam bidang konstruksi karena balok merupakan salah satu bahan bangunan yang paling umum dan sering digunakan dalam konstruksi gedung, jembatan, dan infrastruktur lainnya. Dalam bidang konstruksi, pemahaman tentang sifat-sifat, rumus, dan penggunaan balok dapat membantu para insinyur dan arsitek dalam merencanakan dan menghitung kekuatan dan kestabilan sebuah struktur. Tanpa pemahaman yang baik tentang balok, struktur yang dibangun dapat menjadi tidak aman atau tidak stabil, sehingga dapat membahayakan keselamatan penghuni atau pengguna bangunan tersebut.

Kesimpulan

Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang memiliki enam sisi yang berbentuk persegi panjang. Balok memiliki sifat-sifat yang unik dan dapat dianalisis secara matematis. Luas permukaan balok dapat dihitung dengan menggunakan rumus 2 x (panjang x lebar + panjang x tinggi + lebar x tinggi), sedangkan volume balok dapat dihitung dengan menggunakan rumus panjang x lebar x tinggi. Balok sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari, seperti pada kotak-kotak penyimpanan, meja, kursi, dan lain sebagainya. Perbedaan antara balok dan kubus terletak pada sifat dan bentuknya.

FAQ:

  1. Apa itu balok?
    Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang memiliki enam sisi yang berbentuk persegi panjang.
  2. Bagaimana cara menghitung luas permukaan balok?
    Luas permukaan balok dapat dihitung dengan menggunakan rumus 2 x (panjang x lebar + panjang x tinggi + lebar x tinggi).
  3. Bagaimana cara menghitung volume balok?
    Volume balok dapat dihitung dengan menggunakan rumus panjang x lebar x tinggi.
  4. Apa perbedaan antara balok dan kubus?
    Perbedaan antara balok dan kubus terletak pada sifat dan bentuknya.
  5. Dimana saja balok sering digunakan?
    Balok sering digunakan sebagai bahan bangunan pada konstruksi gedung, seperti pada balok beton atau baja. Balok juga sering digunakan sebagai bahan pembuatan meja, kursi, lemari, dan kotak-kotak penyimpanan.