Apakah Anda Seorang Soekarnois? Berikut merupakan Tiga Buku Mengenai Pemikiran dan Kiprah Ir Soekarno-Bukan.info

Ir Soekarno merupakan sosok yang selalu membekas dalam ingatan jutaan Rakyat Indonesia, baik yang usia tua maupun muda. Beliau bagi rakyat Indonesia adalah pemimpin sejati Bangsa Indonesia, sang proklamator yang gigih memperjuangkan kemerdekaan dari tangan kolonial penjajah. Seorang orator ulung dan diplomat handal Indonesia yang selalu tampil memukai di berbagai panggung politik baik nasional maupun internasional. Dilihat dari kiprahnya di masa lalu patutlah kita selaku generasi penerus bangsa harus paham seperti apa perjuangan dan pemikiran bungkarno, terutama cita-citanya untuk bangsa dan negara Indonesia tercinta ini. Oleh karena itu, selaku langkah awal kita harus terlebih dahulu mengetahui karya-karya Bung Karno dan karya-karya tentang Bung Karno. Berikut bukan.info menyajikan beberapa karya bungkarno dan karya-karya tentang beliau dalam rubrik yang bahasanya mudah dipahami oleh pembaca setia bukan.info.



1. Di Bawah Bendera Revolusi


image source Google.com

Buku yang harga dipasarannya mencapai ratusan juta ini merupakan salah satu karya asli Bung Karno. Buku ini menghimpun berbagai tulisan Bung Karno ketika masih menjadi tahanan pemerintah Kolonial Belanda, yang petama kali diterbitkan pada tahun 1959 oleh sebuah Panitia Penerbitan di bawah pimpinan H. Mualliff Nasution. Sekarang buku ini tidak diterbitkan lagi, kita masih menemukannya di pasaran tetapi terbitan lama dan dengan harga jutaan rupiah.
 

2. Indonesia Menggugat: Pidato Pembelaan Bung Karno di Depan Pengadilan Kolonial
 
image source Google.com

Buku ini merupakan kumpulan dari pidato Bung Karno ketika menghadiri persidangan di Pengadilan Kolonial. Pidato tersebut begitu terkenal yang berisi tentang pandangan Bung Karno mengenai Hukum dan membuat Pemerintah Belanda berpikir. Pidato yang terkenal dan dikemas ke dalam buku tersebut kini jarang kita saksikan didiskusikan oleh para pelajar, dan bahkan bukunya pun untuk penjualannya kita lebih sering temukan di pasar-pasar penjualan buku bekas dan dijual dengan harga yang melangit.
 

3. Mentjapai Indonesia Merdeka
 
image source Google.com

Seperti diungkapkan di bagian awal karya ini, Sukarno menuliskannya di Pangalengan pada 30 Maret 1933. Pangalengan, suatu kota kecil pegunungan di sebelah selatan kota Bandung. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk orang yang kemudia menjejaki kakinya di panggung perjuangan. Seperti yang diungkapkan oleh Ir Soekarno sendiri bahwa karyanya ini disebut “risalah”, juga “vlugschrift”, yang dua-duanya berarti karangan ringkas, brosur, pamflet. Risalah ini ditujukan kepada “orang yang baru mendjejakkan kaki di gelanggang perjoangan”. Agar tidak “terlalu tebal” dan “terlalu mahal”, “hanya garis-garis besar sahaja” yang dikemukakan.