Tahukah Anda Siapa Sajakah Tokoh Muslim Peraih Nobel?Berikut Sebelas Muslim Peraih Nobel-Bukan.info

Islam merupakan agama yang dalam cecatatan sejarah telah menyumbangkan para cendekiawan hebat dengan berbagai karyanya di bidang ilmu pengetahuan.Namun setelah penghancuran kota Baghdad dan rumah pengetahuannya, cahaya keilmuan Islam dan cendekiawannya berangsur redup. Di era kontemporer ini, kita harus kembali melihat seberapa besarkah peran para cendekiawan muslim dalam sumbangsihnya terhadap peradaban mannusia berikut prestasinya di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Penghargaan Nobel sebagai ajang bergengsi kelas dunia yang menobatkan para tokoh-tokoh intelektual dari berbagai bidang pengetahuan, suku, agama, dll.Oleh karena itu Islam sebagai agama besar dan mencapai keemasannya jauh sebelum era penceraha Eropa, sejauhmana dan seberapa banyakah tokoh Islam meraih prestasi di ajang bergengsi ini.Berikut kami sajikan sebelas nama beragama Islam yang meraih penghargaan Nobel.



1. Anwar al-Sadat

Image source Google.com

Tokoh Islam yang meraih penghargaan di bidang perdamaian ini merupakan seorang lulusan Akademi Militer dan pernah menjabat sebagai presiden Mesir. Prestasinya yang membuatnya dalam perdamaian adalah ketika Pada tahun 1973, Anwar Sadat, bersama-sama dengan Hafez Al Assad, Syria, memimpin Mesir dalam Perang Yom Kippur melawan Israel, untuk merebut kembali semenanjung Sinai, yang dicaplok oleh Israel ketika Krisis Terusan Suez 1956 dan Perang Enam Hari. Pada tahun 1977, Anwar Sadat mengadakan kunjungan ke Jerusalem atas undangan Perdana Menteri Israel, Menachem Begin yang merupakan awal perundingan perdamaian antara Israel dan Mesir. Pada tahun 1978, terciptalah Perjanjian Damai Camp David, yang mana Anwar Sadat dan Menachem Begin menerima Hadiah Nobel Perdamaian.


2. Yasser Arafat

Image source Google.com

Tokoh muslim yang juga mantan presiden Palestina ini merupakan seorang tokoh yang dipandang kontrofesial hingga kini. Beliau meraih penghargaan nobel ketika memprekarsai berbagai perundingan dengan Israel dan Negara Arab lainnya ketika konflik politik padawaktuitu.


3. Shirin Ebadi

Image source Google.com

Shirin Ebadi adalah wanita muslim pertama yang meraih penghargaan Nobel untuk kategori perdamaian tahun 2003. Hakim wanita ini dinilai patut dan pantas meraih penghargaan Nobel Perdamaian, karena aktifitas dan dedikasinya memperjuangkan hak-hak asasi manusia terutama wanita dan anak di Iran.


4. Mohamed El Baradei

Image source Google.com

Sosok muslim ini dikenal pantang menyerah ketika negara-negara barat mengancam untuk angkat senjata terhadap program nuklir Iran.Sosok peraih Nobel Perdamaianini, Dunia telah menyaksikan bagaimana seorang Elbaradei berupaya sekuat tenaga mencegah pecahnya perang baru di teluk yang melibatkan negara barat dengan Republik Islam Iran. Seandainya saat itu Elbaradei angkat tangan, mengatakan Iran tidak kooperatif dalam pengembangan nuklir dan menyerahkan nasib Iran pada negara barat, tentu akan lahir Irak kedua di timur tengah.


5. Muhammad Yunus

Image source Google.com

Professor ekonomi ini telah meraih beberapa penghargaan nasional dan internasional. Beliau adalah anggota dewan penasihat di Shahjalal Universitas Sains dan Teknologi. Beliau adalah seorang ekonom Bangladesh dan pendiri Grameen Bank, sebuah lembaga yang menyediakan kredit mikro (kredit kecil untuk rakyat miskin yang memiliki jaminan tidak) untuk membantu klien membangun kredit dan keuangan swasembada. Padatahun 2006 Yunus dan Grameen menerima Hadiah Nobel Perdamaian "untuk usaha mereka melalui kredit mikro untuk menciptakan pembangunan ekonomi dan social dari bawah".


6. Tawakel Karman

Image source Google.com

Peraih nobel berkebangsaan Yaman ini merupakan seorang jurnalis dan politik serta anggota senior Al-Islam dan aktivis hak asasi manusia sekaligus pemimpin kelompok “Jurnalis Wanita Tanpa Batas” yang ia dirikan pada tahun 2005. Karman memperoleh perhatian besar di negaranya setelah keterlibatannya sebagai jurnalis Yaman pada tahun 2005 dan pendukunglah yangberittelepon genggam pada tahun 2007, yang setelah itu ia memimpin protes demi kebebasan pers. Karman mengadakan protes setiap pecan setelah Mei 2007. Ia kemudian menjadi sosok utama dalam pemberontakanYaman 2011 yang merupakan bagian dari Musim Semi Arab. Iadijuluki "Wanita Besi" dan "Ibu Revolusi" oleh rakyat Yaman. Ia adalah salah satu penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2011 dan wanita Arab pertama sekaligus wargaYaman pertama yang memenangkan Hadiah Nobel.


7. Naguib Mahfouz

Image source Google.com

Peraih nobel sastra berkembangsaan Mesir ini memiliki sebuah karya yang kontroversial, yaitu novel dengan judul Anak-Anak Gebelawi yang menggambarkan Allah dan agama-agama Abrahamik monoteistik Yudaisme, Kristen dan Islam.Hingga saat meninggalnya, Mahfouz adalah penerima Penghargaan Nobel tertua yang masih hidup untuk bidang Sastra dan tertua ketiga di sepanjang masa setelah Bertrand Russell dan Halldor Laxness.


8. Orhan Pamuk

Image source Google.com

Beliauadalah seorang novelis Turki terkemuka dalam sastrapasca-modernis. Ia sangat populer di dalam negeri, dan pembacanya di seluruh dunia juga bertambah terus. Sebagai salah seorang novelis Eurasia paling terkemuka, karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 40 bahasa. Ia telah mendapatkan banyak penghargaan di dalam negeri maupun internasional.


9. Abdus Salam

Image source Google.com

Tokohini yang telahmemberikan kontribusi besar bagi penelitian dan pemahaman dunia yang multi kompleks dan bersifat probabilistik sedemikian rupa dimana ia telah mencapai tingkatan saatnya teori mekanika klasik Newton berakhir dan kaidah-kaidah Phisika Quantum mulai berperan.Cendekiawan Pakistan yang terkenal, seorang primadona dari antara para ahli fisika teoritis dari abad yang baru saja lalu, pemenang Hadiah Nobel yaitu Profesor Abdus Salam (1926-1996) secara abadi telah menorehkan namanya di kalangan sains dunia sebagai seorang periset akbar mengenai hukum interaksi partikel nuklir elementer dan strukturnya.


10. Ahmed Zewail

Image source Google.com

Dr. Zewail merupakan ilmuan Muslim kedua setelah Prof. Abdus Salam dari Pakistan yang menerima penghargaan tersebut karena jasanya menemukan femtokimia, studi mengenai reaksi kimia melintasi femtoseconds. Menggunakan teknik laser ultra cepat (terdiri dari cahaya laser ultra pendek), teknik ini memberikan deskripsi reaksi pada tingkat atom. Dapat dilihat sebagai bentuk kehebatan tinggi dari cahaya fotografi. Kini ia menetap di San Marino, California bersama istrinya. 


11. Malala Yousafzai

Image source Google.com

Malalah Yousafzaia dalah seorang murid sekolah dan aktivis pendidikan dari kota Mingora di Distrik Swat dariprovinsi Pakistan Khyber Pakhtunkhwa. Dia diketahui untuk pendidikan dan aktivisme hak-hak perempuan di Lembah Swat, di mana Taliban telah dilarang pada waktu gadisber sekolah. Pada awal tahun 2009, saat berumur sekitar 11 dan 12, Yousafzai menulis di blognya di bawah nama samaran untuk BBC secara mendetail tentang betapa mengerikannya hidup di bawah pemerintahan Taliban, upaya mereka untuk menguasai lembah, dan pandangannya tentang mempromosikan pendidikan untuk anak perempuan. Padatahun 2014 dia bersama Kailash Satyarthi mendapatkan hadiah Nobel untuk bidang perdamaian 2014 untuk perjuangan mereka melawan penindasan anak-anak dan pemuda serta untuk mendapatkan hak pendidikan bagi mereka.