ZCgRxn24sMSt1P8PT34NVVluf7C7ODQ8eSh7SrtI
Bookmark

Pengertian, Komponen, Jenis-jenis dan contoh Sikap Dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengertian sikap secara umum adalah suatu pikiran, kecenderungan dan perasaan seseorang untuk mengenal aspek-aspek tertentu pada lingkungan yang seringnya bersifat permanen karena sulit diubah. Komponen yang dimaksud adalah pengetahuan yang selama ini diperoleh semasa hidup, dimana sangat mempengaruhi perilaku saat bertindak. Pengertian lainnya menyebutkan bahwa sikap merupakan kecondongan evaluatif seseorang terhadap suatu subjek maupun objek. Sikap yang dimiliki setiap individu memberikan warna tersendiri untuk seseorang bertingkah laku. Untuk membahas lebih dalam mengenai sikap, kali ini akan diulas terkait beberapa definisi sikap yang dikemukakan oleh para ahli.

Pengertian, Komponen, Jenis-jenis dan contoh Sikap Dalam Kehidupan Sehari-hari
Pengertian, Komponen, Jenis-jenis dan contoh Sikap Dalam Kehidupan Sehari-hari


Pengertian Sikap Menurut Beberapa Ahli

Pada awal abad ke 20, definisi sikap adalah konsep utama yang mendapat perhatian khusus para psikologi sosial. Tak heran jika semenjak itu, banyak studi psikologi yang membahas dan mempelajari tentang sikap. Sikap sendiri berasal dari bahasa latin yaitu “aptus” yang memiliki arti dalam keadaan siap dan juga sehat dalam melakukan tindakan.

Menurut Bimo Walgito (2001) pengertian sikap adalah keyakinan atau pendapat seseorang terkait situasi, subjek atau objek yang disertai dengan munculnya perasaan tertentu. Perasaan inilah yang akan dijadikan sebagai dasar orang tersebut untuk berperilaku dan merespon menggunakan cara tertentu sesuai dengan pilihannya. Sementara menurut Purwanto (2000) sikap adalah suatu cara seorang individu untuk bereaksi atau memberi respon terhadap suatu situasi. Maka dari itu, seseorang yang memiliki sikap positif terkait suatu situasi ataupun objek akan menunjukkan kesenangan dan kesukaan. Lain halnya dengan sikap negatif yang akan menunjukan suatu ketidaksenangan.

Tidak jauh berbeda, pengertian sikap juga diungkapkan oleh Ahmadi (2007) sebagai kesiapan seseorang dalam merespon suatu objek atau situasi tertentu baik bersifat positif maupun negatif secara konsisten. Sementara Notoatmodjo S. (1997) mengatakan bahwa sikap merupakan respon atau reaksi seseorang yang masih tertutup terhadap suatu objek atau perangsang (stimulus). Selain itu, ada pula seorang ahli bernama Allport yang mengungkapkan bahwa definisi dari sikap adalah kesiapan mental seseorang dalam menentukan tindakan atau respon pada berbagai situasi dan objek.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat diketahui bahwa sikap bisa diartikan sebagai perasaan dan juga pikiran seseorang dalam bertingkah laku saat sedang tidak menyukai atau menyukai sesuatu. Pada dasarnya, sikap memiliki tiga komponen penting yaitu emosi, perilaku dan kognisi. Komponen kognitif atau kognisi adalah semua pemikiran yang berkenaan dengan sikap. Sikap yang diambil seseorang dalam mengambil tindakan juga tergantung dari permasalahan apa yang sebenarnya dihadapi.

Komponen utama sikap

Sikap mempunyai tiga komponen utama: kesadaran, perasaan, dan perilaku.

Keyakinan bahwa "Diskriminasi itu salah" merupakan sebuah pernyataan evaluatif. Opini semacam ini adalah komponen kognitif dari sikap yang menentukan tingkatan untuk bagian yang lebih penting dari sebuah sikap -komponen afektifnya. Perasaan adalah segmen emosional atau perasaan dari sebuah sikap dan tercermin dalam pernyataan seperti "Saya tidak menyukai John karena ia mendiskriminasi orang-orang minoritas." Akhirnya, perasaan bisa menimbulkan hasil akhir dari perilaku. Komponen perilaku dari sebuah sikap merujuk pada suatu maksud untuk berperilaku dalam cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.

Perilaku mengikuti sikap

Pada akhir tahun 1960-an, hubungan yang diterima tentang sikap dan perilaku ditentang oleh sebuah tinjauan dari penelitian. Berdasarkan evaluasi sejumlah penelitian yang menyelidiki hubungan sikap-perilaku, peninjau menyimpulkan bahwa sikap tidak berhubungan dengan perilaku atau, paling banyak, hanya berhubungan sedikit. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sikap memprediksi perilaku masa depan secara signifikan dan memperkuat keyakinan semula dari Festinger bahwa hubungan tersebut bisa ditingkatkan dengan memperhitungkan variabel-variabel pengait.

Sikap kerja utama

Kepuasan kerja
Kepuasan kerja adalah perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristik-karakteristiknya.

Keterlibatan pekerjaan
Keterlibatan pekerjaan adalah tingkat di mana seseorang memihak sebuah pekerjaan, berpartisipasi secara aktif di dalamnya, dan menganggap kinerja penting sebagai bentuk penghargaan diri.

Komitmen organisasional
Komitmen organisasional adalah tingkat di mana seseorang memihak sebuah organisasi serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi itu. Tiga dimensi terpisah komitmen organisasional adalah:

  1. Komitmen Afektif
  2. Komitemn Berkelanjutan
  3. Komitmen Normatif

Tingkatan Sikap   

Berbagai tingkatan menurut Notoatmodjo (2003) tediri dari : 
  1. Menerima (Receiving) , Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek).
  2. Merespon (Responding) , Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan sesuatu dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap.
  3. Menghargai (Valuting) , Mengajak orang lain untuk mengerjakan/mendiskusikan suatu masalah adalah suatu indikasi sikap.
  4. Bertanggung jawab (Responsile) , Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko adalah merupakan sikap yang paling tinggi.

Macam Sikap 

Menurut Heri Purwanto (1998) 
  1. Sikap Positif, kecenderungan tindakan adalah mendekati, menyenangi dan mengharapkan obyek tertentu. 
  2. Sikap negatif, terdapat kecenderungan untuk menjauhi, menghindari, membenci dan tidak menyukai obyek tertentu.

Contoh perilaku / sikap positif

Contoh perilaku / sikap positif sesuai sila ke ke 5 (kelima)  Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia :

1) Di lingkungan keluarga:
  • Bersikap hemat dan mau bekerja keras sesuai dengan kemampuan.
  • Mengutamakan kebutuhan sekolah sebelum kebutuhan lainnya.
  • Pandai membagi waktu untuk belajar, bermain, dan membantu orang tua.
  • Rajin melatih diri dengan keterampilan/hasta karya.
  • Tidak bersikap boros.
  • Mengatur pengeluaran.
  • Menjadi orang tua asuh, atau teman asuh bagi orang lain yang kekurangan dalam ekonomi.
  • Mau berbagi rasa dan keuntungan dengan keluarga lain yang membutuhkan pertolongan.
  • Mengembangkan silaturahmi, kekeluargaan dan kegotongroyongan dalam mengembangkan usaha keluarga.
2) Di lingkungan sekolah:
  • Siswa gemar menabung danmenghemat uang jajan.
  • Tidak menggunakan perhiasanyang berlebihan.
  • Pengadaan sarana belajar secara sederhana/wajar.
  • Bekerja keras dalam meraih prestasi.
  • Rajin sekolah dan mengikuti pelajaran dengan tekun dan sungguh-sungguh.
  • Menjadi anggota koperasi sekolah.
  • Menjadi teman asuh bagi orang lain yang kurang mampu secara ekonomis.
  • Setia kawan dalam menolong korban bencana alam dan fakir miskin.
  • Menjalin kebersamaan dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

3) Di lingkungan masyarakat:
  • Manggalang kegiatan sosial.
  • Menggalakan program jaring pengaman sosial dengan tepat sasaran.
  • Menggalakan program padat karya dan memanfaatkan lahan tidur.
  • Menggiatkan gerakan nasional orang tua asuh.
  • Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat penganggur.
  • Meningkatkan semangat gotong royong dan kekeluargaan.
  • Menggiatkan koperasi dan usaha ekonomi lemah.
  • Meningkatkan semangat kerja keras dan kesederhanaan.

Pencarian yang paling populer
  • contoh sikap adalah
  • pengertian sikap dan contohnya
  • pengertian sikap dan perilaku
  • pengertian sikap menurut para ahli
  • komponen sikap
  • pengertian sikap secara umum
  • konsep sikap adalah
  • pengertian sikap menurut para ahli 2015
0

Post a Comment