Lengkap - Contoh Soal UH / PH untuk kelas 4 SD/MI Tema 8 Subtema 2 Keunikan Dareah Tempat Tinggalku

Contoh Soal UH / PH untuk kelas 4 SD/MI Tema 8 Subtema 2 Keunikan Dareah Tempat Tinggalku - Halo adik adik yang baik, kali ini kakak menyediakan contoh soal yang mungkin bisa dijadikan sebagai bahan refrensi adik adik, soal ini kakak ambil dari mata pelajaran Tematik untuk soal Ulangan Harian atau Penilaian Harian kelas IV SD/MI, yang kakak susun dari mata pelajaran Tematik untuk ema 8 Daerah Tempat Tinggalku Subtema 2 Keunikan Dareah Tempat Tinggalku. Semangat ya adik adik.
Contoh Soal UH / PH untuk kelas 4 SD/MI Tema 8 Subtema 2 Keunikan Dareah Tempat Tinggalku
Contoh Soal UH / PH untuk kelas 4 SD/MI Tema 8 Subtema 2 Keunikan Dareah Tempat Tinggalku

Soal untuk kelas 4 SD/MI Tema 8 Subtema 2 Keunikan Dareah Tempat Tinggalku

Contoh Soal UH / PH untuk kelas 4 SD/MI Tema 8 Subtema 2 Keunikan Dareah Tempat Tinggalku - Bagi Adik adik dimana saja berada yang ingin sekali mempelajari Soal UH / PH untuk kelas 4 SD/MI Tema 8 Subtema 2 Keunikan Dareah Tempat Tinggalku ini, adik adik bisa menguduh materi ini di bospedia dalam bentuk file doc. Berikut ini adalah rincianSoal UH / PH untuk kelas 4 SD/MI Tema 8 Subtema 2 Keunikan Dareah Tempat Tinggalku.. SELAMAT MENGUNDUH YAA...

Berikut bospedia memberikan Soal UH / PH untuk kelas 4 SD/MI Tema 8 Subtema 2 Keunikan Dareah Tempat Tinggalku
PETUNJUK UMUM
1. Tulis namamu di sudut kanan atas
2. Bacalah setiap soal dengan teliti.
3. Kerjakan dulu soal yang kamu anggap mudah.
4. Periksa kembali pekerjaanmu sebelum diserahkan pada pengawas.

Kerjakan soal-soal berikut ini !

BELAJAR DI KELAS
A. Soal I

1.
Gaya yang terjadi pada peristiwa di atas adalah ........

2.
Gaya yang terjadi pada peristiwa di atas adalah .........

3.
Yang dimaksud dengan gerak tari adalah ......

4.
Tari kreasi daerah di atas berasal dari Jawa Tengah, tari di atas bernama tari ........

DESA KEPITING
Sebuah perkampungan yang warganya mengalami kelainan fisik ditemukan di Dusun Ulutaue, Desa Mario, Kecamatan Mare, Bone, Sulawesi Selatan. Di sana, puluhan penduduknya menderita kelainan di jari kaki dan tangan. Mulai dari lanjut usia hingga bawah lima tahun, jari-jari mereka terbelah menjadi dua hingga mirip capit kepiting.
Di Dusun Ulutaue, baik anak-anak maupun dewasa memiliki jari terbelah dua dan terkadang hanya memiliki tiga ruas jari. Alhasil, jika difungsikan, jari mereka mirip dengan kepiting. Fenomena tersebut mereka anggap sebagai kutukan bagi mereka yang berasal dari garis keturunan yang sama.
Kendati demikian, mereka tak pernah malu dengan warga kampung lain. Bahkan hal ini sudah menjadi hal biasa seperti takdir mereka. Bisa jadi, keanehan tersebut terjadi lantaran asupan gizi yang kurang sejak usia dalam kandungan. Maklum, pekerjaan mereka sehari-hari hanyalan nelayan. Ironisnya, hingga sekarang belum satu pun tim medis atau pemerintah setepat meneliti bahkan mengobati para penduduk di kampung itu. Akibat keanehan pada jari-jari mereka, sebagian warga kampung lain ada yang merasa jijik bergaul dengan mereka. Tak hanya itu, perkampungan mereka pun diberi sebutan ‘Kampung Manusia Kepiting’ oleh warga setempat.
5. Keunikan yang terjadi di Sulawesi Selatan adalah ......


6.
Keberagaman karakteristik yang terlihat pada gambar di atas adalah ........


Legenda Rawa Pening
Pada zaman dahulu hiduplah seorang anak yang sakti. Sehingga kesaktian tersebut membuat seorang penyihir jahat iri dengannya. Karena merasa tertandingi ilmunya, penyihir jahat itu menyihir anak itu,badannya penuh luka dengan bau yang sangat menyengat dan luka-luka baru yang nampak. Ketika luka itu kering, tidak ada seorang pun yang mau mendekat dengannya.
Suatu hari anak sakti ini mempunyai mimpi ada seorang wanita yang bisa mengobati lukanya dan penyakitnya. Setiap kampung pun didatangi untuk mencari perempuan tersebut. Namun anak ini senantiasa di usir oleh masyarakat karena mereka merasa jijik dan mengusirnya kembali.
Suatu saat ada pesta dan anak ini dapat masuk dalam pesta tersebut, namun beberapa orang mengusir dan mencaci maki. Kemudian ia diseret keluar. Ketika diseret ia berpesan kepada orang yang ada di pesta tersebut. “Dengan menancapkan satu lidi di atas tanah dan hanya dirinya yang dapat mencabutnya”. Anak tersebut melakukan hal tersebut karena kesal atas perlakuan dari masyarakat. Beberapa orang mengabaikan perkataan anak tersebut. Mereka juga mencoba mencabut lidi itu. Namun tidak seorang pun yang dapat mencabutnya.
Hingga tanpa orang sadari anak itu mencabut dan keluarlah air dan menjadi mata air. Semakin lama air yang keluar semakin deras dan banyak. Hingga menenggelamkan daerah itu, hingga menjadi telaga yang di beri nama “Rawa Pening”. Tidak ada satu orang pun yang selamat kecuali wanita yang telah menolongnya serta memberikan rumah dan merawatnya.
Penyihir jahat masih tidak terima atas kesembuhan itu, penyihir itu menyihir lagi menjadi ular besar dengan kalung genta di bagian leher. Karena kalung itu selalu berbunyi klinting-klinting  membuat nama ular itu memiliki nama baru klinting.

7. Tokoh yang ada di dalam cerita fiksi di atas yaitu ......

JAKA TARUB
Disuatu desa, hiduplah seorang perempuan yang biasa dipanggil Mbok Randa, dia mempunyai anak angkat bernama Jaka Tarub yang telah tumbuh menjadi seorang pemuda dewasa yang tampan dan sangat senang berburu. Suatu hari ketika dia berburu seperti biasanya, dia mendengar suara wanita yang kurang jelas karena ditelan dedauanan, karena penasaran Jaka Tarub akhirnya menuju kesumber suara secara mengendap-endap. Jaka Tarub melihat 7 orang gadis cantik yang sedang mandi di telaga, hampir bersamaan dengan itu, dia juga melihat beberapa lembar selendang yang tergeletak dipinggir telaga, ada bisikan dari dalam diri Jaka Tarub untuk mengambilnya, dan secara mengendap-endap dia mengambil salah satunya.
Ketika para gadis yang ternyata bidadari itu hendak kembali ke khayangan, salah satu dari mereka panik karena tidak menemukan selendangnya, tapi keenam bidadari lain tidak dapat berbuat apa-apa. Melihat hal tersebut Jaka Tarub mendekati sang bidadari yang tertinggal bernama Dewi Nawang Wulan itu, Dewi Nawang Wulan terpaksa harus menceritakan semuanya, Dewi Nawang Mulan tidak punya pilihan lain,akhirnya dia ikut ke rumah Jaka Tarub.
Hari berganti hari, mereka menikah dan mempunyai anak. Bagaimanapun Dewi Nawang Wulan adalah seorang bidadari sehingga dia mempunyai kelebihan, salah satunya adalah dapat membuat sebakul nasi hanya dari satu biji padi, asalkan tidak ada yang mengetahui hal itu, itulah sebabnya Dewi Nawang Wulan melarang suaminya untuk membuka tanakan nasinya, namun Jaka Tarub tidak sanggup menahan rasa penasarannya, dia membuka tanakan nasi itu dan sangat terkejut karena hanya ada satu biji padi di dalamnya. 
Jaka Tarub menanyakan perihal itu ke isterinya, ketika itu pula Dewi Nawang Wulan kehilangan kesaktian. Karena telah sepenuhnya menjadi manusia biasa, Dewi Nawang Wulan pun harus bersusah payah untuk membuat kebutuhan sehari-hari, harus bersusah-susah menumbuk padi,dan mengambil padi dilumbung. Semakin lama,padi dilumbung semakin berkurang. 
Sampai suatu hari, ketika Dewi Nawang Wulan ingin mengambil padi, dia menemukan selendangnya terselip diantara butir-butir padi. Dewi Nawang Wulan merasa sedih sekaligus gembira, dia senang karena mengetahui dia akan segera berkumpul bersama teman-temannya, dia sedih karena harus berpisah dengan keluarganya, tapi tak ada pilihan lain, dia harus meninggalkan Jaka Tarub yang sedari tadi ternyata melihat ia telah berubah menjadi bidadari lagi. Dewi Nawang Wulan hanya berpesan agar suaminya membuat sebuah dangau di dekat pondoknya sesaat sebelum kembali ke khayangan.
8. Tokoh yang ada di dalam cerita fiksi di atas yaitu ......

9.
Kegiatan ekonomi yang terlihat dari gambar di atas adalah .....

10.
Pada kegiatan ekonomi, warung/toko berperan sebagai .......

Kunci Jawaban
A. Soal I
1. Tarikan dan dorongan
2. Pegas
3. Gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran
4. Kuntulan
5. Anak-anak dan orang dewasa memiliki jari mirip dengan kepiting
6. Dalam satu kelompok diskusi terdapat laki-laki dan perempuan
7. Seorang anak sakti, penyihir jahat, warga desa, wanita penolong anak yang sakti
8. Mbok Randa, Jaka Tarub, Dewi Nawang Wulan
9. Produsen, distributor dan konsumen
10. Distributor


Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Contoh Soal UH / PH untuk kelas 4 SD/MI Tema 8 Subtema 2 Keunikan Dareah Tempat Tinggalku  ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!!

#
Soal untuk kelas 4 SD/MI Tema 8 Subtema 2 File ini dalam Bentuk .pdf File Size 60kb
Diupload oleh www.bospedia.com


    Pencarian yang paling banyak dicari
    • soal kelas 4 tema 8 subtema 2
    • soal tema 8 subtema 2 kelas 4 sd
    • kisi kisi soal kelas 4 tema 8 subtema 2
    • soal tema 8 kelas 4 revisi 2020
    • soal tema 8 kelas 4 revisi 2021
    • soal sbdp kelas 4 tema 8 subtema 2
    • soal ulangan tema 8 kelas 4  Keunikan Dareah Tempat Tinggalku
    • soal tema 8 kelas 4 revisi 2019
    •  pdf 2018,2019,2020,2021,2022




    Loading...

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel