ZCgRxn24sMSt1P8PT34NVVluf7C7ODQ8eSh7SrtI
Bookmark

Materi Metode Ilmiah dan Keselamatan Kerja di Laboratorium kelas 10 SMA/MA + Latihan Soal

Materi Metode Ilmiah dan Keselamatan Kerja di Laboratorium kelas 10 SMA/MA - Hai adik adik yang baik, nah pada kesempatan yang baik ini kakak ingin memberikan tentang materi yang telah kakak susun dari berbagai sumber salah satunya dari website resmi kemendikbud, Materi ini merupakan metode ilmiah dan Keselamatan Kerja di Laboratorium Kimia untuk adik adik kelas X SMA/MA, materi yang kakak berikan ini sudah dilengkapi dengan soal pembahasan dan Kunci jawaban. Semoga bermanfaat.

Materi Metode Ilmiah dan Keselamatan Kerja di Laboratorium kelas 10 SMA/MA
Materi Metode Ilmiah dan Keselamatan Kerja di Laboratorium kelas 10 SMA/MA

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan kalian akan mampu menjelaskan Metode Ilmiah beserta langkah – langkahnya dan Keselamatan Kerja di Laboratorium serta menyajikan hasil rancangan dan percobaan ilmiah dari masalah kontekstual

B. Uraian Materi

Dalam mempelajari suatu fenomena, kejadian, sifat, dan perumusan suatu kesimpulan, perlu dilakukan suatu kerja ilmiah yang berlandaskan pada fakta – fakta yang sebenarnya. Kerja ilmiah merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memecahkan suatu masalah dan menjawab suatu persoalan terkait dengan segala sesuatu yang dapat dipelajari dan dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah dan sikap ilmiah

1. Metode Ilmiah
Ilmu kimia menjawab banyak permasalahan berlandaskan eksperimen dan penalaran akal sehat. Eksperimen yang dilakukan harus sistematis dan logis. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode standar dalam pelaksanaannya, maka digunakanlah metode ilmiah. Metode ilmiah adalah metode sains yang menggunakan langkah-langkah ilmiah dan rasional untuk mengungkapkan suatu permasalahan yang muncul dalam pemikiran kita. Langkah awal suatu penelitian adalah melakukan perencanaan. Perencanaan ini sangat penting untuk keberhasilan suatu eksperimen. Oleh karena itu, rancanglah suatu rencana penelitian secara runut dan mendetail. Langkah-langkah metode ilmiah apakah yang harus dilakukan dalam merencanakan suatu penelitian ilmiah? Langkah- langkah metode ilmiah yang harus kalian lakukan adalah sebagai berikut:
  • Merumuskan Masalah, Penelitian dimulai dengan merumuskan masalah. Kamu tahu nggak apa yang dimaksud dengan “masalah”? Dalam kajian ilmiah, masalah didefinisikan sebagai sesuatu yang harus diteliti untuk memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan. Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan ilmiah yang bersifat terbuka yang memungkinkan adanya jawaban yang beragam. Rumusan pertanyaan ini perlu dicari jawabannya melalui eksperimen.
  • Menemukan Hipotesis, Setelah berhasil merumuskan, kamu bisa mengajukan jawaban sementara atas pertanyaan, yang bernama lain hipotesis. Hipotesis itu harus logis dan diajukan berdasarkan fakta.
  • Menetapkan Variabel Penelitian, Variabel percobaan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Ada tiga jenis variabel, yaitu variabel bebas, variabel terikat/bergantung dan variabel tetap. Variabel bebas adalah variabel yang sengaja diubah – ubah untuk dilihat pengaruhnya terhadap hasil percobaan, Variabel terikat adalah variabel yang diukur atau diamati sebagai hasil percobaan. Variabel tetap adalah variabel yang tidak diubah.
  • Menetapkan Prosedur Kerja, Prosedur kerja merupakan langkah-langkah kerja yang terperinci dan runtut. Urutan langkah kerja ini dibuat ringkas namun dapat menggambarkan secara tepat pekerjaan yang harus dilakukan. Data tersebut akan memudahkan pelaksanaannya, langkah kerja sebaiknya dibuat dalam bentuk diagram alir.
  • Mengumpulkan Data, Setiap gejala yang terjadi dalam percobaan harus dicatat saat itu juga. Dengan begitu, teman-teman dapat memperoleh data yang lebih akurat. Selanjutnya, kalian perlu mengorganisasi untuk memudahkan dalam menganalisis dan mengumpulkan hasil percobaan. Oleh karena itu, teman-teman perlu menyiapkan tabel data pengamatan sebelum melakukan percobaan.
  • Mengolah dan Menganalisis Data, Tabel dan grafik merupakan alat yang sangat bermanfaat untuk menyusun dan menganalisis data. Tabel dan grafik ini menampilkan bagaimana variabel terikat berubah sebagai respon terhadap perubahan variabel bebas. Analisis data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program komputer untuk pengolahan data.
  • Membuat Kesimpulan, Hasil analisis data menghasilkan suatu pola atau kecenderungan. Pola ini dapat dijadikan landasan untuk menarik sebuah kesimpulan. Kesimpulan adalah suatu pernyataan yang merangkum apa yang sudah dilakukan dalam kegiatan penelitian. Dalam menyusun suatu kesimpulan, kalian harus memutuskan apakah data yang dikumpulkan mendukung hipotesis atau tidak. Selain itu, kalian juga harus mengulang suatu penelitian beberapa kali sebelum dapat menarik suatu kesimpulan.
  • Mengkomunikasikan Hasil Penelitian, Mengapa harus mengkomunikasikan penelitian? Sosialisasi hasil penelitian penting dilakukan agar hasil penelitian teman-teman diketahui pihak lain. Bagaimanakah cara mengomunikasikan suatu hasil penelitian? Suatu hasil penelitian dapat dikomunikasikan melalui dua cara, yaitu tertulis dan lisan. Untuk lebih memahami mengenai metode ilmiah, baca dan fahamilah uraian singkat mengenai metode ilmiah di bawah ini dengan cermat !
 
2. Sikap Ilmiah
Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula. Rumusan di atas diartikan bahwa sikap ilmiah mengandung tiga komponen yaitu komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen tingkah laku. Sikap ilmiah dapat dijabarkan menjadi :
  • Sikap ingin tahu diwujudkan dengan selalu bertanya-tanya tentang berbagai hal. Mengapa demikian? Apa saja unsur-unsurnya? Bagaimana kalau diganti dengan komponen yang lain? Dan seterusnya.
  • Sikap kritis direalisasikan dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya, baik dengan jalan bertanya kepada siapa saja yang diperkirakan mengetahui masalah maupun dengan membaca sebelum menentukan pendapat untuk ditulis.
  • Sikap terbuka dinyatakan dengan selalu bersedia mendengarkan keterangan dan argumentasi orang lain.
  • Sikap objektif diperlihatkan dengan cara menyatakan apa adanya, tanpa dibarengi perasaan pribadi.
  • Sikap rela menghargai karya orang lain diwujudkan dengan mengutip dan menyatakan terima kasih atas karangan orang lain, dan menganggapnya sebagai karya yang orisinal milik pengarangnya.
  • Sikap berani mempertahankan kebenaran diwujudkan dengan membela fakta atas hasil penelitiannya.
  • Sikap menjangkau ke depan dibuktikan dengan sikap futuristic, yaitu berpandangan jauh, mampu membuat hipotesis dan membuktikannya dan bahkan mampu menyusun suatu teori baru.
3. Laboratorium Kimia
Laboratorium kimia adalah tempat atau ruangan yang didalamnya terdapat alat – alat dan bahan – bahan kimia beraneka ragam yang digunakan untuk melakukan eksprimen dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja. Karena penggunaan bahan – bahan alat –alat dan bahan – bahan kimia tersebut berpotensi terjadinya kecelakaan kerja. Berikut akan diuraikan hal – hal yang berkaitan dengan Laboratorium kimia.

A. Bahan Kimia
Didalam Laboratorium kimia tentunya banyak bahan – bahan yang dipergunakan untuk melakukan percobaan. Bahan – bahan tersebut tentunya memiliki sifat yang berbeda-beda antara yang satu dengan yanglain. Ada yang mudah menguap,ada yang mudah terbakar,ada yang bersifat korosif, dan lain – lain. Untuk itu kalian perlu mengetahui simbol- simbol dari bahan – bahan tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Berikut ini dijelaskan simbol-simbol bahaya termasuk notasi bahaya dan huruf kode (catatan: huruf kode bukan bagian dari simbol bahaya). Kemasan bahan kimia dapat mengandung satu bahkan lebih simbol bahaya.

Nama : Irritant
Lambang : Xi
Arti : Bahan yang dapat menyebabkan iritasi, gatal-gatal dan dapat menyebabkan luka bakar pada kulit.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan kulit.
Contoh : NaOH, C6H5OH, Cl2

Harmful Symbol
Nama : Harmful
Lambang : Xn
Arti : Bahan yang dapat merusak kesehatan tubuh bila kontak langsung dengan tubuh atau melalui inhalasi.
Tindakan : Jangan  dihirup, jangan ditelan dan hindari kontak langsung dengan kulit.
Contoh :Etilenglikol, Diklorometan.

Toxic Symbol
Nama : Toxic
Lambang : T
Arti : Bahan yang bersifat beracun, dapat menyebabkan sakit serius bahkan kematian bila tertelan atau terhirup.
Tindakan : Jangan ditelan dan jangan dihirup, hindari kontak langsung dengan kulit.
Contoh : Metanol, Benzena.

Very Toxic Symbol
Nama : Very Toxic
Lambang : T+
Arti : Bahan yang bersifat sangat beracun dan lebih sangat berbahaya bagi kesehatan yang juga dapat menyebabkan sakit kronis bahkan kematian.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan tubuh dan sistem pernapasan.
Contoh : Kalium sianida, Hydrogensulfida, Nitrobenzene dan Atripin.

Corrosive Symbol
Nama : Corrosive
Lambang : C
Arti : Bahan yang bersifat korosif, dapat merusak jaringan hidup, dapat menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal dan dapat membuat kulit mengelupas.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan kulit dan hindari dari benda-benda yang bersifat logam.
Contoh : HCl, H2SO4, NaOH (>2%)

Flammable Symbol
Nama : Flammable
Arti : Bahan kimia yang mempunyai titik nyala rendah, mudah terbakar dengan api bunsen, permukaan metal panas atau loncatan Bungan api.
Tindakan : Jauhkan dari benda-benda yang berpotensi mengeluarkan api.
Contoh : Minyak.

Highly Flammable Symbol
Nama : Highly Flammable
Lambang : F
Arti : Mudah terbakar di bawah kondisi atmosferik biasa atau mempunyai titik nyala rendah (di bawah 21°C) dan mudah terbakar di bawah pengaruh kelembapan.
Tindakan : Hindari dari sumber api, api terbuka dan loncatan api, serta hindaripengaruh pada kelembaban tertentu.
Contoh : Aseton dan Logam natrium.

Extremely Flammable Symbol
Nama : Extremely Flammable
Lambang : F+
Arti : Bahan yang amat sangat mudah terbakar. Berupa gas dan udara yang membentuk suatu campuran yang bersifat mudah meledak di bawah kondisi normal.
Tindakan : Jauhkan dari campuran udara dan sumber api.
Contoh : Dietileter (cairan) dan Propane (gas).

Explosive Symbol
Nama : Explosive
Lambang : E
Arti : Bahan kimia yang mudah meledak dengan adanya panas atau percikan bunga api, gesekan atau benturan.
Tindakan : Hindari pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen atmosferik.
Contoh : KClO3, NH4NO3, TrinitroToluena (TNT).

Oxidizing Symbol
Nama : Oxidizing
Lambang : O
Arti : Bahan kimia bersifat pengoksidasi, dapat menyebabkan kebakaran dengan menghasilkan panas saat kontak dengan bahan organik dan bahan pereduksi.
Tindakan : Hindarkan dari panas dan reduktor.
Contoh : Hidrogen peroksida, Kalium perklorat.

Dangerous For the Environment Symbol

Nama : Dangerous For the Environment
Lambang : N
Arti : Bahan kimia yang berbahaya bagi satu atau beberapa komponen lingkungan. Dapat menyebabkan kerusakan ekosistem.
Tindakan :Hindari kontak atau bercampur dengan lingkungan yang dapat membahayakan makhluk hidup.
Contoh : Tributil timah klorida, Tetraklorometan, Petroleum bensin.

Flammable Solid Symbol
Nama : Flammable Solid
Arti : Padatan yang mudah terbakar.
Tindakan : Hindari panas atau bahan mudah terbakar dan reduktor, serta hindari kontak dengan air apabila bereaksi dengan air dan menimbulkan panas serta api.
Contoh : Sulfur, Picric acid, Magnesium.

Flammable Liquid Symbol
Nama : Flammable Liquid
Arti : Cairan yang mudah terbakar.
Tindakan : Hindari kontak dengan benda yang berpotensi mengeluarkan panas atau api.
Contoh : Petrol, Acetone, Benzene.

Flammable Gas Symbol
Nama : Flammable Gas
Arti : Simbol pengaman yang digunakan pada tempat penyimpanan material gas yang mudah terbakar.
Tindakan : Jauhkan dari panas atau percikan api.
Contoh : Acetelyne, LPG, Hydrogen.

Spontaneously Combustible Substances Symbol
Nama : Spontaneously Combustible Substances
Arti : Material yang dapat secara spontan mudah terbakar.
Tindakan : Simpan di tempat yang jauh dari sumber panas atau sumber api.
Contoh : Carbon, Charcoal-non-activated, Carbon black.

Dangerous When Wet Symbol
Nama : Dangerous When Wet
Arti : Material yang bereaksi cukup keras dengan air.
Tindakan : Jauhkan dari air dan simpan di tempat yang kering/tidak lembab.
Contoh : Calcium carbide, Potassium phosphide, Maneb.

Oxidizer Symbol
Nama : Oxidizer
Arti : Material yang mudah menimbulkan api ketika kontak dengan material lain yang mudah terbakar dan dapat menimbulkan ledakan.
Contoh : Calcium hypochlorite, Sodium peroxide, Ammonium dichromate.

Organic Peroxide Symbol
Nama : Organic Peroxide
Arti : Merupakan simbol keamanan bahan kimia yang digunakan dalam transportasi dan penyimpanan peroksida organik.
Contoh : Benzol peroxide, Methyl ethyl ketone peroxide, Dicetyl perdicarbonate.

Non Flammable Gas Symbol
Nama : Non Flammable Gas
Arti : Simbol pengaman yang digunakan pada transportasi dan penyimpanan material gas yang tidak mudah terbakar.
Contoh : Oksigen, Nitrogen, Helium.

Poison Symbol
Nama : Poison
Arti : Simbol yang digunakan
pada transportasi dan penyimpanan bahan-bahan yang beracun (belum tentu gas).
Contoh : Cyanohydrin, Calcium cyanide, Carbon tetrachloride.

Poison Gas Symbol
Nama : Poison Gas
Arti : Simbol yang digunakan pada transportasi dan penyimpanan material gas yang beracun.
Tindakan : Jauhkan dari pernapasan kita.
Contoh : Chlorine, Methil bromide, Nitric oxide.

Harmful Symbol
Nama : Harmful
Arti : Bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh.
Tindakan : Jauhkan dari makanan atau minuman.
Contoh : Acrylamide, Amonium fluorosilicate, Chloroanisidines.

Inhalation Hazard Symbol
Nama : Inhalation Hazard
Arti : Bahan-bahan yang dapat merusak sistem inhalasi atau pernapasan.
Tindakan : Jangan dihirup.
Infectious Substance Symbol
Nama : Infectious Substance
Arti : Bahan yang mengandung organism penyebab penyakit.
Contoh : Tisue dari pasien, tempat pengembangbiakan virus, bakteri, tumbuhan atau hewan.

Radioactive Symbol
Nama : Radioactive
Arti : Bahan yang mengandung material atau kombinasi dari material lain yang dapat memancarkan radiasi secara spontan.
Contoh : Uranium, 90Co, Tritium.

Marine Pollutant Symbol
Nama : Marine Pollutant
Arti : Polutan laut.
Tindakan : Tidak membuang limbah ke saluran air atau sungai yang mengalir ke laut.

B. Alat – alat Laboratorium
Peralatan yang ada di laboratorium berbeda-beda, tergantung pada jenisnya. Adapun jenis dari laboratorium ada beberapa macam yaitu, laboratorium dalam bidang kimia, biokimia, kesehatan, patologi, teknologi, mikrobiologi dan masih banyak yang lainnya. Agar lebih jelas mengenai Alat-alat Laboratorium beserta fungsinya masing-masing, cermati ulasan singkat di bawah ini.
  1. Erlenmeyer, Sebagai wadah untuk membuat serta mencampur larutan tertentu
  2. Gelas Kimia (Beaker Glass), untuk mencegah kontaminasi berbahaya akibat cairan kimia.
  3. Pipet Tetes, sebagai pemindah cairan dalam jumlah yang kecil. Sesuai dengan namanya, pipet jenis ini hanya bisa memindahkan cairan dalam bentuk tetesan saja.
  4. Gelas Ukur, untuk menakar cairan tertentu secara tepat dan akurat. Alat ini biasanya digunakan bersamaan dengan pipet jenis tetes agar volume cairan bisa diambil dengan tepat.
  5. Tabung Reaksi : untuk mereaksikan zat –zat. Rak Tabung Reaksi: sebagai tempat tabung reaksi
  6. Pipet Volume, untuk mengambil atau memindahkan cairan dengan volume yang sudah ditentukan.
  7. Labu Ukur, Untuk membuat dan mengencerkan larutan
  8. Pelat Tetes. sebagai penguji keasaman suatu larutan atau mereaksikan larutan . Plat tetes terbuat dari bahan porselen dan umumnya tersedia dalam jumlan 6, 12 dan 16 lubang tetes.
  9. Batang Pengaduk, Membantu mencampurkan zat yang dilarutkan
  10. Mortar dan Alu, Untuk menggerus/menghaluskan zat yang masih berupa padat atau kristal
  11. Pembakar Spirtus, memanasi larutan atau membakar zat proses percobaan kimia
  12. Buret, untuk titrasi dengan presisi tinggi, atau bisa juga untuk mengukur volume suatu larutan
  13. Kaki Tiga,sebagai penahan kawat kasa dan penyangga ketika proses pemanasan.
  14. Penjepit, untuk menjepit tabung reaksi disaat proses pemanasan. Atau bisa juga digunakan untuk mengambil kertas saring dan benda-benda lab lain disaat kondisi alat tersebut panas.

C. Manajemen Laboratorium
Manajemen adalah proses dalam mencapai suatu sasaran dengan penggunaan sumber daya secara efektif. Manajemen Laboratorium sendiri diartikan sebagai pelaksanaan dalam pengadministrasian, perawatan, penanganan, perencanaan untuk pengembangan secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan. Manajemen Laboratorium mencakup kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan serta pengawasan. Hali ini bertujuan untuk mengatur dan memelihara alat dan bahan yang terdapat didalam Laboratorium dan menunjang keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium.

4. Keamanan dan Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja di laboratorium adalah usaha pencegahan agar kegiatan di laboratorium terhindar dari kecelakaan. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan maka perlu diperhatikan hal-hal berikut selama di laboratorium:
  • Sedapat mungkin menggunakan laboratorium yang lengkap dan standar, yaitu laboratorium yang memiliki fasilitas seperti lemari asam, penyemprot mata ketika mata terkena bahan kimia, shower untuk menyemprot tubuh tatkala tubuh terkena bahan kimia, dll.
  • Berhati-hati terhadap asam dan basa kuat. Jangan menambah air ke asam atau basa pekat, tetapi kerjakan sebaliknya (asam ditambahkan ke air melalui dinding labu).
  • Jika mengambil bahan gas berbahaya, kerjakan di lemari asam dan gunakan sarung tangan pelindung.
  • Bahan-bahan kimia yang telah diambil tidak boleh dikembalikan ke dalam botol penyimpanan.
  • Limbah laboratorium harus ditangani dengan benar.
  • Jika bahan kimia beracun atau uap telah memenuhi ruangan maka laboratorium harus dievakuasi.
  • Zat kimia yang tertuang di meja praktikum atau di lantai dinetralkan terlebih dahulu.
  • Beberapa pelarut, misalnya eter dan hidrokarbon, dapat membentuk peroksida yang eskplosif secara spontan waktu disimpan.
  • Selama kerja di laboratorium, gunakan baju laboratorium lengan panjang dan harus dikancingkan dengan baik untuk melindungi diri dan mencegah konstaminasi pada baju yang digunakan sehari-hari.
  • Berhati-hati jika bekerja dengan asam kuat, reagen korosif, serta reagen-reagen yang volatil dan mudah terbakar.
  • Gunakan kacamata pengaman (goggle)
  • Bagi yang menggunakan lensa kontak, berhati-hatilah agar tidak ada bahan kimia yang masuk ke mata.
  • Gunakan sarung tangan seperlunya.
  • Saat membaca tinggi larutan pada buret atau gelas ukur, posisi mata harus sejajar dengan permukaan cairan dalam buret atau gelas ukur.
  • Jangan membau zat kimia langsung dengan hidung, tetapi kibaskan gas dengan tangan sampai bau tercium.
  • Jangan makan dan minum di laboratorium.
  • Jangan menggunakan bahan kimia yang tidak jelas labelnya.

5. Merancang dan Melaporkan Percobaan
Percobaan merupakan usaha sistematis yang sengaja dibuat dan diatur oleh seorang peneliti untuk memperoleh petunjuk yang valid dan reliabel (terpercaya). Pembelajaran ilmu kimia tidak dapat dipisahkan dari percobaan, sebelum dilakukan percobaan maka perlu membuat rancangan percobaan. Hal – hal yang dimuat di dalam rancangan percobaan adalah : tujuan percobaan, pemilihan alat dan bahan, menetapkan variabel, menentukan langkah kerja, dan hasil pengamatan. Ayoo kita berlatih membuat rancangan percobaan!
Dalam kehidupan sehari – hari senyawa asam dan basa banyak dijumpai. Mulai dari makanan, minuman, produk rumah tangga , tubuh manusia dan hewan, hingga suku cadang kendaraan bermotor. Secara umum asam adalah suatu zat yang mempunyai rasa masam, bersifat korosif terhadap logam, dan dapat mengubah kertas lakmus biru menjadi merah. Sementara itu, basa adalah zat yang mempunyai rasa pahit, bersifat kaustik, dan dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi biru. Untuk mengetahui sifat asam atau basa dari suatu zat yang aman dikonsumsi , seperti jeruk dan pare kita dapat mencicipinya. Namun, bagaimana jika bahan atau zat tersebut bersifat racun atau berbahaya jika tertelan. Bagaimana cara mengidentifikasi sifat asam atau basa bahan tersebut? Buatlah sebuah rancangan percobaan mengenai kandungan sifat asam atau basa suatu zat yang Anda temukan di lingkungan tempat tinggal Anda. Ajukan rancangan penelitian mengenai cara mengidentifikasi sifat asam atau basa suatu zat. Setelah itu, lakukan penelitian sesuai hasil rancangan Anda. Selanjutnya sajikan hasil

a. Rancangan Percobaan
  1. Tujuan percobaan
  2. Alat dan bahan
  3. Variabel percobaan (bebas, terkontrol, dan terikat)
  4. Langkah-langkah percobaan
  5. Membuat desain hasil pengamatan
b. Laporan Percobaan
Setelah menyusun rancangan percobaan maka lakukanlah kegiatan praktikum sesuai dengan rancangan percobaan yang Anda buat!

C. Rangkuman

1. Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula berdasarkan data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Langkah-Langkah Metode Ilmiah adalah:
  • Merumuskan masalah.
  • Merumuskan hipotesis.
  • Mengumpulkan data.
  • Menguji hipotesis.
  • Merumuskan kesimpulan.
  • Merumuskan Masalah

2. Dalam bekerja di Laboratorium kita harus memperhatikan/mengutamakan keamanan dan keselamatan kerja karena di laboratorium banyak terdapat berbagai jenis bahan/barang dan alat – alat berbahaya.

E. Latihan Soal

Pilihlah jawaban yang paling benar !

1. Berikut ini yang termasuk metode ilmiah, kecuali …
A. Merumuskan Hipotesis
B. Menyusun kerangka teori
C. Melakukan kegiatan tanpa tujuan
D. Merumuskan masalah
E. Mengumpulkan data
Pembahasan :
Proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan dilakukan secara sistematis melalui metode ilmiah. Tahapan (langkah- langkah) metode ilmiah adalah:
  • Perumusan Masalah
  • Ketika kita melakukan suatu penelitian, pertama yang harus kita lakukan adalah mengidentifikasi atau merumuskan persoalan, tahap ini disebut tahap observasi.
  • Mengajukan hipotesis, Berikutnya kita harus membuat hipotesis mengenai permasalahan itu. Di tahap ini, kita harus membuat prediksi apa yang akan terjadi bila hipotesis tersebut diuji.
  • Melakukan eksperimen, Tahap berikutnya adalah eksperimen (pencobaan atau pengujian) harus dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesis yang kita buat di awal tadi benar.
  • Menarik kesimpulan

2. Urutan metode ilmiah yang benar yaitu …
A. Merumuskan masalah, menyusun kerangka teori, hipotesis, memilih instrument yang sesuai, mengumpulkan data, menganalisis data dan membuat kesimpulan, menyusun laporan
B. Menganalisis data dan membuat kesimpulan, Merumuskan masalah, hipotesis, menyusun kerangka teori, memilih instrument yang sesuai, mengumpulkan data, menyusun laporan
C. Merumuskan masalah, hipotesis, menyusun kerangka teori, memilih instrument yang sesuai, mengumpulkan data, menganalisis data dan membuat kesimpulan, menyusun laporan
D. Hipotesis, merumuskan masalah, menyusun kerangka teori, memilih instrument yang sesuai, mengumpulkan data, menganalisis data dan membuat kesimpulan, menyusun laporan
E. Merumuskan masalah, hipotesis, menyusun kerangka teori, memilih instrument yang sesuai, mengumpulkan data, menyusun laporan, menganalisis data dan membuat kesimpulan
Pembahasan :
Urutan metode ilmiah :
  • menemukan dan merumuskan masalah
  • menyusun kerangka teori
  • merumuskan hipotesis
  • penelitian(eksperimen)
  • mengolah dan menganalisis data
  • menarik kesimpulan
  • menarik kesimpulan
  • mempublikasikan hasil(menyusun teori)

3. Cara memperlakukan alat di lab jika alat terbuat dari bahan listrik, kecuali …
A. Jauhkan peralatan dari percikan air
B. Periksa instalasi kabel secara rutin
C. Periksa daya sebelum menggunakan alat
D. Langsung pakai alat tanpa di periksa terlebih dahulu
E. Pahami cara pengoperasian alat
Pembahasan :
Sebelum menggunakan alat dari bahan listrik kita harus periksa terlebih dahulu.

4. Bahan gelas yang bagus, yang cocok dipakai untuk pembakaran adalah bahan gelas…
A. Pyrex
B. Phirex
C. Pirhex
D. Prihex
E. Phyrex
Pembahasan :
Sudah jelas bahan yang paling bagus adalah merk pyrex

5. Berikut ini cara memperlakukan bahan berbahaya, kecuali …
A. Pisahkan penempatan bahan kimia berbahaya dengan yang tidak
B. Simpan semua alat dan bahan kimia di satu tempat yang sama
C. Beri label yang jelas pada kemasan
D. Simpan bahan kimia beracun di tempat khusus
E. Pahami sifat kimia sebelum menggunakannya
Pembahasan :
Semua zat tidak memiliki karakteristik yang sama oleh sebab itu diletakkan pada tempat yang berbeda beda contohnya Zat mudah terbakar, disimpan pada tempat yang cukup dingin, tujuannya mencegah penyalaan tidak sengaja pada waktu ada uap dari bahan bakar dan udara, lokasi penyimpanan jauh dari sumber api, tempat penyimpanan harus terpisah dari bahan oksidator kuat, bahan yang mudah panas dengan sendirinya atau bahan yang bereaksi dengan udara atau uap air yang lambat laun menjadi panas, di tempat penyimpanan tersedia alat-alat pemadam api dan mudah dicapai.


6. Berikut ini merupakan peranan ilmu kimia di bidang kesehatan, kecuali. . . . .
A. Untuk mengetahui komposisi kimia dari suatu obat-obatan.
B. Membuat pestisida untuk menjaga kesehatan tanaman
C. Untuk mengetahui sifat-sifat zat kimia yang terkandung dalam obat
D. Untuk mendiagnosa penyakit
E. Untuk mengembangkan obat-obatan baru.
Pembahasan :
Sudah jelas bahwa peranan kimia didalam kesehatan adalah
  • Untuk mengetahui komposisi kimia dari suatu obat-obatan.
  • Untuk mengetahui sifat-sifat zat kimia yang terkandung dalam obat
  • Untuk mendiagnosa penyakit
  • Untuk mengembangkan obat-obatan baru.
  • Tidak mungkin untuk membuat pestisida untuk menjaga kesehatan tanaman

7. Berikut ini cara memperlakukan bahan berbahaya, kecuali …
A. Pisahkan penempatan bahan kimia berbahaya dengan yang tidak
B. Simpan semua alat dan bahan kimia di satu tempat yang sama
C. Beri label yang jelas pada kemasan
D. Simpan bahan kimia beracun di tempat khusus
E. Pahami sifat kimia sebelum menggunakannya
Pembahasan :
Semua zat tidak memiliki karakteristik yang sama oleh sebab itu diletakkan pada tempat yang berbeda beda contohnya. Zat mudah terbakar, disimpan pada tempat yang cukup dingin, tujuannya mencegah penyalaan tidak sengaja pada waktu ada uap dari bahan bakar dan udara, lokasi penyimpanan jauh dari sumber api, tempat penyimpanan harus terpisah dari bahan oksidator kuat, bahan yang mudah panas dengan sendirinya atau bahan yang bereaksi dengan udara atau uap air yang lambat laun menjadi panas, di tempat penyimpanan tersedia alat-alat pemadam api dan mudah dicapai.

8. Cara memperlakukan alat di lab jika alat terbuat dari bahan gelas , kecuali ..
A. Gunakan alat dengan hati – hati
B. Menempatkan alat di tempat yang aman
C. Menempatkan alat di sembarang tempat
D. Membawa alat dengan kedua tangan
E. Menggunakan peralatan sesuai dengan prosedur
Pembahasan :
Jika alat terbuat dari bahan gelas ataupun kaca dilarang meletakkan sembarangan agar aman.

9. Jika di laboratorium terjadi kebakaran saat memanaskan dietil eter, tindakan berikut
ini sangat tepat dilakukan, kecuali ….
A. mematikan sumber arus listrik
B. menutupkan kain basah pada bahan yang terbakar
C. memadamkan api dengan APAR saat api belum membesar
D. meniup api untuk memadamkannya karena nyala api masih kecil
E. memanggil mobil unit pertolongan bahaya kebakaran terdekat
Pembahasan :
Hal-hal yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran di laboratorium.
Kebakaran kecil:
tutup bagian yang terbakar dengan kain basah [opsi B benar] tutup bagian yang terbakar dengan pasir bila bahan yang terbakar mudah terbakar
gunakan APAR atau Alat Pemadam Api Ringan [opsi C benar] hindari meniup dengan mulut atau mengipas dengan tangan [opsi D salah]
hindari menyiram dengan air untuk kebakaran besar, gunakan alat pemadam kebakaranmatikan sumber arus listrik, kompor, dan lain-lain [opsi A benar]
panggil mobil pemadam kebakaran [opsi E benar]
Jadi, tindakan yang salah dilakukan saat terjadi kebakaran di laboratorium adalah opsi (D).

10. Berikut yang bukan merupakan contoh perilaku ilmiah di laboratorium adalah…
A. Kenakan jas lab
B. Gunakan pelindung mata
C. Mencicipi bahan kimia di lab
D. Mengenakan sepatu tertutup
E. Menggunakan peralatan dengan hati – hati
Pembahasan :
Didalam laboratorium kimia banyak zat berbahaya oleh sebab itu dilarang untuk mencicipi bahan.

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Metode Ilmiah dan Keselamatan Kerja di Laboratorium kelas 10 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 
#
Metode Ilmiah dan Keselamatan Kerja di Laboratorium   File ini dalam Bentuk .PDF File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com


      Pencarian yang paling banyak dicari
      • metode ilmiah dan keselamatan kerja di laboratorium fisika
      • prinsip keselamatan kerja di laboratorium
      • contoh metode ilmiah kimia
      • simbol keselamatan kerja
      • langkah-langkah metode ilmiah
      • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022
      Post a Comment

      Post a Comment