ZCgRxn24sMSt1P8PT34NVVluf7C7ODQ8eSh7SrtI
Bookmark

Pengertian Laporan Keuangan: Jenis, Tujuan, Contoh, Cara Membuat & Soal

Pengertian Laporan Keuangan: Jenis, Tujuan, Contoh, Cara Membuat & Soal - Hello adik-adik yang baik, bertemu lagi dengan Bospedia! Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas topik yang sangat penting dalam dunia bisnis, yaitu laporan keuangan. Apa itu laporan keuangan? Bagaimana cara membuatnya? Dan apa saja jenis-jenisnya? Mari kita bahas satu per satu. Namun Laporan keuangan merupakan salah satu dokumen terpenting dalam sebuah perusahaan, karena memberikan gambaran tentang kondisi keuangan perusahaan secara terperinci. 

Laporan keuangan mencakup informasi tentang aset, kewajiban, modal, pendapatan, dan biaya yang terkait dengan kegiatan usaha perusahaan dalam periode tertentu. Dalam laporan keuangan, terdapat berbagai informasi yang sangat penting untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan, baik itu oleh manajemen, investor, kreditor, maupun pihak-pihak lain yang terkait dengan perusahaan. Oleh karena itu, penyusunan laporan keuangan harus dilakukan dengan seksama dan akurat agar dapat memberikan informasi yang valid dan dapat dipercaya. 

Pengertian Laporan Keuangan: Jenis, Tujuan, Contoh, Cara Membuat & Soal
Pengertian Laporan Keuangan: Jenis, Tujuan, Contoh, Cara Membuat & Soal

Dalam artikel ini, akan dibahas tentang pengertian laporan keuangan, tujuan dan fungsi laporan keuangan, jenis-jenis laporan keuangan, serta bagaimana cara membaca dan menganalisis laporan keuangan untuk mengambil keputusan yang tepat.

Daftar Isi

  1. Pengertian Laporan Keuangan
  2. Jenis-Jenis Laporan Keuangan
  3. Tujuan Laporan Keuangan
  4. Contoh Laporan Keuangan
  5. Cara Membuat Laporan Keuangan
  6. Karakteristik Laporan Keuangan
  7. Perbedaan Laporan Keuangan dan Laporan Keuangan Konsolidasi
  8. Peran Laporan Keuangan dalam Bisnis
  9. Contoh Penggunaan Laporan Keuangan dalam Kehidupan Sehari-hari
  10. Standar Akuntansi Keuangan
  11. Peran Akuntan dalam Penyusunan Laporan Keuangan
  12. Kesimpulan

1. Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah laporan yang dibuat oleh perusahaan untuk memberikan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan kepada pihak yang berkepentingan, seperti pemilik saham, investor potensial, kreditur, dan pihak pemerintah. Laporan keuangan berisi informasi tentang aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan, serta pendapatan dan biaya yang dihasilkan selama periode tertentu.

Sesuai dengan fungsi dan kebutuhan pengguna, laporan keuangan dibagi menjadi beberapa jenis, seperti laporan neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Selain itu, laporan keuangan juga harus memenuhi standar akuntansi yang berlaku untuk memastikan bahwa informasi yang disajikan akurat dan terpercaya.

Pentingnya laporan keuangan tidak dapat diragukan lagi, karena informasi yang terkandung di dalamnya dapat menjadi dasar bagi para pengambil keputusan dalam mengelola perusahaan, seperti memutuskan investasi atau memberikan kredit. Oleh karena itu, perusahaan harus memastikan bahwa laporan keuangan yang disajikan akurat dan terpercaya.

2. Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, laporan keuangan dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan fungsi dan kebutuhan pengguna. Berikut adalah beberapa jenis laporan keuangan yang sering digunakan:

a. Laporan Neraca

Laporan neraca adalah laporan yang memuat informasi tentang posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tertentu. Laporan neraca berisi informasi tentang aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan. Aset merupakan sumber daya yang dimiliki perusahaan, seperti kas, piutang, dan inventaris. Liabilitas adalah hutang yang harus dibayar perusahaan, seperti hutang kepada pemasok dan bank. Sedangkan ekuitas adalah selisih antara aset dan liabilitas, yang merupakan hak pemilik perusahaan.

b. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan yang memuat informasi tentang pendapatan dan biaya perusahaan selama periode tertentu. Laporan laba rugi berisi informasi tentang pendapatan, biaya, laba kotor, laba operasi, dan laba bersih perusahaan. Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima perusahaan dari penjualan barang atau jasa. Biaya adalah pengeluaran perusahaan dalam menghasilkan pendapatan. Laba kotor adalah selisih antara pendapatan dan biaya. Laba operasi adalah laba kotor dikurangi biaya operasi. Sedangkan laba bersih adalah laba operasi ditambah atau dikurangi dengan penghasilan atau biaya lain yang tidak terkait dengan operasi perusahaan.

c. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan yang memuat informasi tentang arus kas perusahaan selama periode tertentu. Laporan arus kas berisi informasi tentang arus masuk dan arus keluar kas perusahaan. Arus masuk kas adalah uang yang diterima perusahaan dari aktivitas operasi, investasi, atau pendanaan. Sedangkan arus keluar kas adalah uang yang dikeluarkan perusahaan untuk aktivitas yang sama.

3. Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan utama dari laporan keuangan adalah memberikan informasi yang akurat dan terpercaya tentang kondisi keuangan perusahaan kepada pihak yang berkepentingan. Selain itu, tujuan lain dari laporan keuangan adalah:

  • Memberikan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu.
  • Membantu para pengambil keputusan dalam mengelola perusahaan.
  • Menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.
  • Membantu para investor dalam memutuskan investasi.
  • Menunjukkan kewajiban perusahaan terhadap pihak ketiga.

4. Contoh Laporan Keuangan

Berikut adalah contoh laporan neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas:

a. Contoh Laporan Neraca

AsetJumlahLiabilitasJumlah
Kas100.000.000Hutang50.000.000
Piutang200.000.000Utang Bank75.000.000
Inventaris150.000.000  
Total Aset450.000.000Total Liabilitas125.000.000
Ekuitas   
Modal200.000.000  
Laba Ditahan125.000.000  
Total Ekuitas325.000.000  
Total Liabilitas dan Ekuitas450.000.000  

b. Contoh Laporan Laba Rugi

PendapatanJumlahBiayaJumlah
Penjualan500.000.000Harga Pokok Penjualan300.000.000
  Gaji Karyawan50.000.000
  Biaya Listrik10.000.000
  Biaya Sewa Gudang20.000.000
  Biaya Lain-lain5.000.000
Laba Kotor  115.000.000
  Biaya Operasi50.000.000
  Pajak Penghasilan10.000.000
Laba Bersih  55.000.000

c. Contoh Laporan Arus Kas

Arus Masuk KasJumlahArus Keluar KasJumlah
Dari Penjualan500.000.000Untuk Harga Pokok Penjualan300.000.000
Dari Piutang200.000.000Untuk Gaji Karyawan50.000.000
Dari Bank100.000.000Untuk Sewa Gudang20.000.000
  Untuk Lain-lain5.000.000
Total Arus Masuk800.000.000Total Arus Keluar375.000.000
Arus Kas Bersih  425.000.000

5. Cara Membuat Laporan Keuangan

Untuk membuat laporan keuangan, perusahaan harus mengumpulkan semua data keuangan selama periode tertentu, seperti pendapatan, biaya, aset, dan liabilitas. Setelah itu, perusahaan harus mengelompokkan data tersebut sesuai dengan jenis laporan keuangan yang akan dibuat.

Setelah data terkumpul dan dielompokkan, perusahaan dapat membuat laporan keuangan dengan menggunakan software akuntansi atau dengan menggunakan lembar kerja seperti Microsoft Excel. Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa laporan keuangan yang disajikan memenuhi standar akuntansi yang berlaku.

6. Karakteristik Laporan Keuangan

Laporan keuangan memiliki beberapa karakteristik, seperti:

  • Objektif: Laporan keuangan harus objektif dan tidak memihak kepada pihak tertentu.
  • Konsisten: Laporan keuangan harus konsisten dalam penyajian informasi.
  • Relevan: Laporan keuangan harus relevan dengan kebutuhan pengguna.
  • Terpercaya: Laporan keuangan harus memberikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
  • Komprehensif: Laporan keuangan harus mencakup seluruh informasi yang diperlukan oleh pengguna.
  • Transparan: Laporan keuangan harus transparan dan mudah dipahami oleh pengguna.

7. Perbedaan Laporan Keuangan dan Laporan Keuangan Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan yang dibuat dari gabungan laporan keuangan beberapa perusahaan yang terkait secara bisnis. Laporan keuangan konsolidasi digunakan untuk memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang kondisi keuangan suatu grup perusahaan.

Perbedaan antara laporan keuangan dan laporan keuangan konsolidasi terletak pada cakupan informasi yang disajikan. Laporan keuangan hanya mencakup informasi tentang satu perusahaan, sedangkan laporan keuangan konsolidasi mencakup informasi tentang beberapa perusahaan yang terkait secara bisnis.

8. Peran Laporan Keuangan dalam Bisnis

Laporan keuangan memainkan peran yang sangat penting dalam bisnis karena informasi yang terkandung di dalamnya dapat digunakan untuk mengambil keputusan yang tepat. Beberapa peran laporan keuangan dalam bisnis antara lain:

  • Sebagai alat untuk memantau kondisi keuangan perusahaan.
  • Sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan.
  • Sebagai alat untuk mengambil keputusan investasi.
  • Sebagai alat untuk memperoleh kredit dari pihak bank atau kreditor lainnya.
  • Sebagai alat untuk memenuhi kewajiban pelaporan kepada pihak pemerintah.

9. Contoh Penggunaan Laporan Keuangan dalam Kehidupan Sehari-hari

Laporan keuangan tidak hanya berguna dalam dunia bisnis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh penggunaan laporan keuangan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  • Sebagai alat untuk mengelola keuangan pribadi.
  • Sebagai alat untuk memilih investasi yang tepat.
  • Sebagai alat untuk memperoleh kredit dari bank atau lembaga keuangan lainnya.
  • Sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja keuangan suatu organisasi amal sebelum memberikan sumbangan.
  • Sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja keuangan suatu lembaga investasi sebelum mempercayakan investasi pada lembaga tersebut.

Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang laporan keuangan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

10. Standar Akuntansi Keuangan

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah aturan yang mengatur penyusunan laporan keuangan. SAK dibuat untuk memastikan bahwa laporan keuangan disajikan secara konsisten dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Beberapa SAK yang umum digunakan di Indonesia antara lain:

  • SAK Keuangan: SAK yang mengatur penyusunan laporan keuangan secara umum.
  • SAK Etika: SAK yang mengatur etika profesi akuntan.
  • SAK Persediaan: SAK yang mengatur penyajian informasi mengenai persediaan.
  • SAK Investasi dalam Efek Ekuitas: SAK yang mengatur penyajian informasi mengenai investasi dalam efek ekuitas.
  • SAK Pajak Penghasilan: SAK yang mengatur penyajian informasi mengenai pajak penghasilan.

11. Peran Akuntan dalam Penyusunan Laporan Keuangan

Akuntan memainkan peran yang sangat penting dalam penyusunan laporan keuangan. Beberapa peran akuntan dalam penyusunan laporan keuangan antara lain:

  • Mengumpulkan dan memproses informasi keuangan perusahaan.
  • Menyusun laporan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.
  • Mengaudit laporan keuangan untuk memastikan keakuratan informasi yang disajikan.
  • Memberikan konsultasi dan saran kepada perusahaan mengenai masalah keuangan.
  • Menyusun kebijakan akuntansi perusahaan.

Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang laporan keuangan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Kesimpulan

Laporan keuangan merupakan alat yang penting dalam bisnis karena memberikan informasi mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan yang disajikan harus memenuhi prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum, seperti konsistensi, relevansi, terpercaya, komprehensif, dan transparan. Terdapat beberapa jenis laporan keuangan yang biasa disajikan oleh perusahaan, seperti neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dibuat untuk memastikan bahwa laporan keuangan disajikan secara konsisten dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Akuntan memainkan peran yang sangat penting dalam penyusunan laporan keuangan.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan mengenai laporan keuangan:

  1. Apa itu laporan keuangan?
    Laporan keuangan adalah dokumen yang memuat informasi mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode tertentu.

  2. Apa saja jenis-jenis laporan keuangan?
    Jenis-jenis laporan keuangan antara lain neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan.

  3. Apa yang dimaksud dengan Standar Akuntansi Keuangan?
    Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah aturan yang mengatur penyusunan laporan keuangan untuk memastikan bahwa laporan keuangan disajikan secara konsisten dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

  4. Apa saja prinsip-prinsip akuntansi yang harus dipenuhi dalam penyajian laporan keuangan?
    Prinsip-prinsip akuntansi yang harus dipenuhi dalam penyajian laporan keuangan antara lain konsistensi, relevansi, terpercaya, komprehensif, dan transparan.

  5. Apa peran akuntan dalam penyusunan laporan keuangan?
    Akuntan memainkan peran penting dalam penyusunan laporan keuangan, seperti mengumpulkan dan memproses informasi keuangan perusahaan, menyusun laporan keuangan, mengaudit laporan keuangan, memberikan konsultasi dan saran, dan menyusun kebijakan akuntansi perusahaan.

Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai laporan keuangan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

0

Post a Comment