Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Menentukan Suasana, Tema dan Makna dalam Puisi Mapel Bahasa Indonesia kelas 10 SMA/MA

Materi Menentukan Suasana, Tema dan Makna dalam Puisi Mapel Bahasa Indonesia kelas 10 SMA/MA - Hai adik adik yang baik, apa kabar? semoga sehat selalu ya, jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang terpenting gunakan masker jika sedang keluar rumah. Nah pada kesempatan yang baik ini kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi yang sudah kakak susun, materi ini diambil dari berbagai sumber yang relavan yang bisa adik adik jadikan rujukan, oiya materi ini adalah Menentukan Suasana, Tema dan Makna dalam Puisi Mapel Bahasa Indonesia kelas 10 SMA/MA. Semoga bermanfaat yah.

Materi Menentukan Suasana, Tema dan Makna dalam Puisi Mapel Bahasa Indonesia kelas 10 SMA/MA
Materi Menentukan Suasana, Tema dan Makna dalam Puisi Mapel Bahasa Indonesia kelas 10 SMA/MA

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian dapat mengidentifikasi suasana, tema, dan makna beberapa puisi yang terkandung dalam antologi puisi yang diperdengarkan atau dibaca.

B. Uraian Materi

1. Menentukan Suasana dalam Puisi
Setelah membaca puisi, seringkali perasaan kita jadi terpengaruh oleh isinya baik rasa sedih, marah, atau bersemangat. Puisi yang baik senantiasa mampu meninggalkan kesan mendalam bagi perasaan pembaca. Misalnya, sebuah puisi cinta yang membuat hatimu menjadi berbunga-bunga atau puisi kritik sosial yang membuat perasaan kemanusiaanmu tersentuh. Itulah yang disebut sebagai suasana, yaitu keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu. Dengan kata lain, suasana merupakan akibat psikologis yang ditimbulkan puisi itu terhadap pembaca. Suasana ialah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu. Contoh analisis suasana dalam puisi berikut.

Aku Ingin
Sapardi Djoko Damono
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan 
kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan 
kepada hujan yang menjadikannya tiada
Sumber: Hujan Bulan Juni, Kumpulan Puisi karya Sapardi Djoko Damono, 2001)

Puisi di atas merupakan ungkapan cinta seseorang kepada kekasihnya. Dapatkan kalian merasakan bagaimana perasaan seseorang istri ketika suaminya menyatakan kerelaannya untuk berkorban, seperti pengorbanan kayu kepada api?

Kalian diajak membayangkan bagaimana perasaan seseorang istri ketika suaminya menyatakan kesediaannya berkorban seperti pengorbanan awan yang musnah demi menjadi hujan? Benar. Siapa pun perempuan yang menjadi istri lelaki itu akan merasakan perasaan yang romantis, merasa disayangi, dan terlindungi. Perasaan kalian yang terasa setelah membaca puisi di atas itulah yang dinamakan suasana.

2. Menemukan Tema Puisi
Tema adalah ide dasar yang mendasari sebuah tulisan, termasuk puisi. Tema puisi menjadi inti dari makna atau pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisinya. Meskipun bahasa yang digunakan dalam puisi cenderung bermakna konotatif, tetapi tema puisi salah satunya dapat dirunut dengan menggunakan kata- kata kunci dalam puisi tersebut. Tema puisi akan sangat menentukan penyair dalam memiih kata-kata yang digunakan dalam puisinya.
Dalam puisi Aku Ingin karya sapardi Djoko Damono di atas tema puisinya adalah tentang cinta. Tema ini dapat dengan mudah ditemukan karena pengulangan kalimat “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana’ sebanyak dua kali. Sementara itu, tema puisi ‘Sajak Anak Muda’, adalah pendidikan. Tema ini dapat ditemukan dari penggunaan katakata yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan seperti ilmu hukum, filsafat, logika, serta istilah pendidikan seperti pendidikan, pengetahuan, sekolah dan ujian.

3. Menemukan Makna Puisi
Mari kita renungkan dan diskusikan mendiskusikan maksud yang ingin disampaikan oleh penyair, W.S. Rendra dalam puisi “Sajak Anak Muda”. Pesan yang ingin disampaikan oleh penyair itulah yang dimaksud makna. Tentu saja, pesan itu boleh lebih dari satu. Berikut adalah contoh analisis makna puisi “Sajak Anak Muda”.
1. Makna
Pendidikan di Indonesia lebih banyak ditujukan pada hafalan teori, bukan pemahaman atas suatu konsep, bukan penguasaan konsep dan ketrampilan.
Larik Puisi
Dasar pendidikan kita adalah kepatuhan. Bukan pertukaran pikiran. Ilmu sekolah adalah ilmu hafalan, dan bukan ilmu latihan menguraikan.

2. Makna
Pemberian ijazah di Indonesia, misalnya kepada dokter, tidak menyertakan kalayakan perilaku penerima ijazahnya. Akibatnya, seorang dokter hanya akan mengobati pasiennya tanpa pernah peduli pada ketidakadilan yang terjadi di sekitarnya.
Larik Puisi
Seseorang berhak diberi ijazah dokter, dianggap sebagai orang terpelajar, tanpa diuji pengetahuannya akan keadilan. Dan bila ada tirani merajalela, ia diam tidak bicara, kerjanya cuma menyuntik saja.

3. Makna
Penyair ingin memprotes kepada para ulama yang memiliki kewenangan memberikan label halal. Mengapa rokok yang-jelas jelas mengandung lebih banyak racun dan lebih berbahaya baik bagi perokok maupun orang orang di dekat perokok masih boleh dikonsusmi? Padahal babi dan khamr (arak) yang mempunyai kandungan racun lebih sedikit saja diharamkan.
Larik Puisi
Mahasiswa-mahasiswa ilmu hukum dianggap sebagi bendera-bendera upacara, sementara hukum dikhianati berulang kali. Mahasiswa- mahasiswa ilmu ekonomi dianggap bunga plastik, sementara ada kebangkrutan dan banyak korupsi.

C. Rangkuman

Puisi merupakan sebuah seni tertulis. Puisi merupakan karya penyair dalam menyampaikan pesan melalui permainan diksi dan bersifat imajinatif. Dalam puisi mengandung tema, suasana, dan makna. Tema Tema adalah ide dasar yang mendasari sebuah tulisan, termasuk puisi. Tema puisi menjadi inti dari makna atau pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisinya. Kemudian suasana adalah perasaan pembaca setelah membaca puisi. Misalnya perasaan bahagia, sedih, dll. Sedangkan makna adalah Pesan yang ingin disampaikan oleh penyair.

D. Penugasan Mandiri Menentukan Suasana Puisi Petunjuk:
Bacalah penggalan puisi ini. Siapakah Engkau, Corona karya Marhalim Zaini!
  1. Bacalah berulang kali puisinya sehingga kalian mudah untuk menemukan jawaban yang tepat!
  2. Catatlah larik-larik yang membuat perasaanmu tersentuh!
  3. Jelaskan suasana, perasaan hatimu atau apa yang kalian rasakan setelah membaca puisi tersebut!
Siapakah Engkau, Corona
Sejak engkau datang, kami mengurung diri
dalam rumah. Mengunci pintu dan jendela, menutup 
Lubang angin, menutup segala yang terbuka dari rasa takut. 
Padahal kami tak tahu, engkau ada di luar
Atau di dalam tubuh kami.

Siapakah engkau, Corona?
Engkau mengusir kami dari Jalan-jalan, mal, pasar, 
kantor-kantor, sekolah, kampus-kampus, bahkan
dari rumah ibadah kami. Padahal kami selalu tak mampu 
untuk keluar dari keramaian dalam kepala kami.

Siapakah engkau, Corona.
Engkau datang seperti bala tentara dalam 
operasi senyap. Menembaki ribuan orang
di seluruh dunia dengan peluru kecemasan, 
padahal kami hanya orang biasa yang tak 
Punya senjata, yang selalu percaya bahwa 
perang hanya untuk para tentara.

Siapakah engkau, Corona?
Hari ini, kami memang akhirnya mengunci diri 
Dalam rumah, tapi kami tidak sedang menyerah. 
Peluru-peluru sedang kami siapkan dari doa-doa 
yang setiap saat kami rapalkan. Kami punya iman 
yang setiap waktu menyala dalam kegelapan.

Tapi siapakah engkau, Corona.
Apakah engkau hanya datang sebagai pengecut, yang 
menyerang saat kami buta. Saat kami kerap lalai 
menyalakan api iman dalam dada. Saat kami terlalu 
bahagia dengan gemerlap dunia, dan lupa pada
dosa-dosa.

Corona, siapapun engkau, kami tak lagi peduli. 
Karena hari ini, kami sedang berdiam dalam diri, 
mencari tahu, siapakah kami sesungguhnya dalam 
tubuh yang fana.
Marhalim Zaini, 2020
https://langgam.id/puisi-siapakah-engkau-corona/
 

E. Latihan Soal

Sekarang mari kita baca puisi!

Doa
Karya: Chairil Anwar

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu 
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh 
CayaMu panas suci
Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
Aku hilang bentuk 
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing 
Tuhanku
Di pintu-Mu aku mengetuk 
Aku tidak bisa berpaling

Berdasarkan puisi di atas, kerjakan soal-soal berikut!
  1. Temukanlah tema beserta alasan puisi Doa karya Chairil Anwar!
  2. Uraikanlah suasana puisi Doa karya Chairil Anwar!
  3. Analisislah makna puisi Doa karya Chairil Anwar!
 

Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran



F. PENILAIAN DIRI

Setelah kalian belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan belajar 1 berikut diberikan tabel untuk mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah dipelajari. Jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi pada modul ini, dan isilah tabel refleksi diri terhadap pemahaman materi di tabel berikut dan Centanglah.

Tabel Refleksi Diri Pemahaman Materi
Jika menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di atas, maka pelajarilah kembali materi tersebut yang sekiranya perlu kalian ulang. Jangan putus asa untuk mengulang lagi!. Dan apabila kalian menjawab “YA” pada semua pertanyaan, maka lanjutkan dengan meminta tes formatif pada gurumu.

Dimana posisimu?
Ukurlah diri kalian dalam menguasai materi dalam rentang 0 – 100, tuliskan ke dalam kotak yang tersedia.


Setelah kalian menuliskan penguasaanmu terhadap materi , lanjutkan kegiatan berikut untuk mengevaluasi penguasaan kalian!


Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Menentukan Suasana, Tema dan Makna dalam Puisi Mapel Bahasa Indonesia kelas 10 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 


#
Menentukan Suasana, Tema dan Makna dalam Puisi File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com


      Pencarian yang paling banyak dicari
      • contoh makna puisi
      • contoh analisis puisi
      • contoh isi puisi
      • makna adalah
      • isi puisi adalah
      • berikut ini adalah bagian dari irama dalam puisi kecuali
      • makna puisi aku
      • apakah yang dimaksud dengan tipografi dalam puisi
      • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022