Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Kebahasaan Novel Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA

Materi Kebahasaan Novel Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA - Halo adik adik yang baik apa kabar? semoga dalam keadaan baik baik saja, jangan lupa untuk selalu menggunakan masker ya. Agar terhindar dari virus corona dan juga menjaga jarak dari keramaian setelah mencuci tangan. Oiya pada kesempatan yang baik ini kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi bahasa indonesia kelas XII SMA/MA tentang Materi Kebahasaan Novel. Semoga bermanfaat yah.

Materi Kebahasaan Novel Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA
Materi Kebahasaan Novel Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran dua ini secara mandiri, siswa diharapkan dapat menganalisis kebahasaan novel berdasarkan kaidah kebahasaan yang baik dan benar. 
 

B. Uraian Materi 

Seperti yang Kalian sudah ketahui, bahasa yang digunakan dalam karya sastra seperti novel tentu saja memiliki perbedaan dari bahasa nonsastra seperti bahasa sehari-hari atau bahasa karya ilmiah. Bahasa menjadi media yang penting bagi setiap pengarang novel karena melalui kata-katalah “dunia” dalam novel dimungkinkan, dibentuk, diciptakan, diabstraksikan, dan ditafsirkan. Oleh karena itu, dalam konvensi penulisan karya sastra, karya sastra tidak menggunakan bahasa yang baku dan formal. Struktur novel serta semua yang dikomunikasikan dalam novel dikontrol langsung oleh pengarang melalui manipulasi bahasa. Demi mencapai efektivitas pengungkapan, pengarang novel menyiasati bahasa dengan memanipulasi dan mendayagunakannya secermat mungkin agar tampil sebagai bahasa yang berbeda dengan bahasa nonsastra. 
 
Ciri  bahasa novel adalah  
1. Bahasa emotif, yaitu adanya upaya pengarang untuk menghidupkan perasaan atau menggugah emosi kita sebagai pembaca. Hal ini penting dilakukan oleh pengarang agar kita bisa masuk ke cerita yang ada dalam novel. Dengan bahasa yang menggugah emosi kita, kita jadi bisa turut merasakan emosi yang dirasakan tokoh cerita dalam novel.  
 
2. Bahasa yang digunakan dalam novel dipengaruhi oleh subjektivitas pengarangnya. Subjektivitas ini menjadi lumrah karena novel ditulis berdasarkan pandangan hidup pengarangnya. Oleh karena itu saat membaca novel kita bisa mengetahui bagaimana sikap pengarang terhadap masalahmasalah atau konflik yang dihadapi tokoh cerita, baik itu terhadap moralitas atau nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat atau unsur ekstrinsik lain yang turut membentuk sebuah novel. Subjektivitas pengarang ini juga turut memperkaya pengetahuan kita, tanpa kita harus mengalami pengalaman yang sama dengan tokoh dalam cerita, temen-temen. 
 
3. Bahasa dalam novel juga cenderung konotatif atau bukan makna sebenarnya atau makna tambahan yang berada di luar makna sebenarnya. Hal ini berkaitan dengan makna kiasan. Penggunaan bahasa konotatif dalam novel menunjukkan makna kata yang berkaitan dengan nilai rasa karena penciptaan karya sastra pengungkapannya memiliki tujuan estetik atau keindahan. Istilah konotasi ini bisa dibedakan menjadi dua jenis, ya, temen-temen. Pertama, konotasi positif atau kiasan yang mengandung makna positif. Contohnya anak emas (anak kesayangan), kembang desa (gadis yang cantik dan dipuja), dan kutu buku (orang yang rajin membaca buku). Kedua, konotasi negatif atau kiasan yang mengandung makna negatif. Contohnya tikus (koruptor), gerombolan (sekelompok orang), dan serigala berbulu domba (orang jahat yang berpurapura baik). 
 
4. Bahasa denotatif , bahasa novel juga menggunakan kalimat-kalimat denotatif. Karena  pemahaman pembaca novel mengacu pada makna denotatif.  
 
5. Bahasa ekspresif, yang memberikan gambaran atas suasana pribadi pengarang atau suasana hati tokoh dalam cerita. Bahasa dalam novel juga bersifat sugestif atau mempengaruhi pembaca mempercayai cerita yang dikisahkan dalam novel.  
 
6. Bahasa dalam novel juga menggunakan beberapa kata khusus, yaitu 
a. Kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi, temporal, kronologis). Digunakan dalam novel karena kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa dalam novel berlangsung tidak selalu pada saat ini, melainkan ada yang terjadi pada masa lampau. Oleh karena itu, dalam novel, kita sering menemukan kata-kata seperti awalnya, mula-mula, sejak saat itu, kemarin, malam itu, dan lain sebagainya. 
 
b. Kata kerja yang menggambarkan tindakan, (kata kerja material) 
Digunakan dalam novel karena pengarang perlu menggambarkan tindakan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam ceritanya. Ini juga berfungsi untuk memberikan gambaran sikap para tokoh dalam menghadapi situasi tertentu atau gambaran situasi hati para tokoh. Misalnya kalau tokohnya marah, pengarang akan menggambarkan si tokoh membanting bukunya dengan kesal. 
 
c. Kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung, digunakan oleh pengarang novel untuk menceritakan tuturan atau ucapan para tokoh dalam novelnya. Kata kerja ini bisa dilakukan dengan kutipan yang berupa dialog atau kalimat biasa yang menggambarkan tuturan tokoh. Contoh dari penggunaan kata kerja ini adalah menurut, menyatakan, mengungkapkan, menceritakan mengenai, mengatakan, menanyakan, dan lain sebagainya. 
 
d. Kata kerja yang menggambarkan pikiran dan perasaan tokoh dalam cerita, (kata kerja mental) 
Pengarang menggunakannya agar kita mendapatkan gambaran jelas mengenai pikiran dan perasaan tokoh atau pergulatan batin yang dirasakan oleh tokoh atas situasi yang mengandung konflik. Contoh kata kerja mental ini adalah merasakan, mendambakan, mencintai, menginginkan, menganggap, dan lain sebagainya. Contoh penggunaannya adalah saat tokoh dalam cerita merasa bahagia karena jatuh cinta, maka pengarang akan menggambarkan tokoh tersebut merasakan hatinya berbunga-bunga. 
 
e. Kata sifat.  
kata-kata sifat digunakan oleh pengarang untuk memberikan gambaran atau deskripsi mengenai tokoh, tempat, dan suasana. Penggunaan ini penting dilakukan oleh pengarang agar kita sebagai pembaca mendapatkan gambaran jelas mengenai ciri-ciri fisik tokoh, gambaran tempat yang ditinggali atau dikunjungi tokoh, dan suasana yang terjadi saat cerita berlangsung. 

C. Rangkuman 

  1. Bahasa menjadi media yang penting bagi setiap pengarang novel melalui katakata.  
  2. Ciri  bahasa novel adalah  emotif, subjektivitas, konotatif, denotatif , ekspresif.  
  3. Bahasa dalam novel juga menggunakan beberapa kata khusus, yaitu kata yang menyatakan urutan, kata kerja yang menggambarkan tindakan, kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung, kata kerja mental, dan kata sifat.  

D. Penugasan Mandiri 

Buatlah kerangka penyusunan sebuah novel dengan tema persahabatan berdasarkan kaidah kebahasaan novel yang baik.  

E. Latihan Soal  

  1. Jelaskan perbedaan bahasa konotatif dan denotatif. 
  2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan bahasa ekspresif. 
  3. Tuliskan contoh kata kerja mental. 
  4. Buatlah 2 buah kalimat dengan menggunakan kata sifat. 
  5. Buatlah sebuah contoh kalimat tak langsung 
Pembahasan dan Pedoman Penskoran Latihan Soal Pembelajaran 2 

 

N0

Soal

Jawaban Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

 

1

Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian yang dikandung sebuah kata secara objektif. Sering juga makna denotatif disebut makna konseptual. Kata makan, misalanya, bermakna memasukkan sesuatu ke dalam mulut, dikunyah, dan ditelan. Makna makan seperti itu adalah makna denotatif.

 

Makna konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul dari sikap sosial, sikap pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Kata makan dalam makna konotatif untung atau pukul.

Peserta didik menjawab soal dengan tepat

 

 

 

 

3

Peserta didik menjawab soal kurang tepat

 

 

 

 

 

 

2

Peserta didik menjawab soal tidak tepat

1

 

 

N0

Soal

Jawaban Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

 

 

2

Bahasa ekspresif, yang memberikan gambaran atas suasana pribadi pengarang atau suasana hati tokoh dalam cerita. Bahasa dalam novel juga bersifat sugestif atau mempengaruhi pembaca mempercayai cerita yang dikisahkan dalam novel. 

 

Peserta didik menjawab soal dengan tepat

 

3

Peserta didik menjawab soal kurang tepat

 

2

Peserta didik menjawab soal tidak tepat

1

 

N0

Soal

Jawaban Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

 

3

Contoh                 kata       kerja     mental  adalah merasakan,                 mendambakan, mencintai,                 menginginkan, menganggap, dan lain sebagainya. Contoh penggunaannya adalah saat tokoh dalam cerita merasa bahagia karena jatuh cinta, maka pengarang akan                 menggambarkan             tokoh tersebut              merasakan                 hatinya berbunga-bunga.

.

Peserta didik menjawab soal dengan tepat

 

3

Peserta didik menjawab soal  kurang tepat

2

Peserta didik menjawab soal tidak tepat

1

 

N0

Soal

Jawaban Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

 

4

Dua kalimat menggunakan kata kerja sifat:

1.       Anton adalah anak yang  pintar

2.       Setiap hari Ani selalu rajin membantu ibunya.

Peserta didik menjawab soal dengan tepat

3

Peserta didik menjawab soal  kurang tepat

2

Peserta didik menjawab soal tidak tepat

1

 

N0

Soal

Jawaban Soal

Aspek yang Dinilai

Skor

 

5

Contoh kalimat tak langsung

1.       Lilis berkata kepada kakaknya bahwa ia dipanggil ayah untuk makan

2.       Bu Guru bertanya kepada kami apakah kami sudah mengerti apa yang telah diajarkannya.

3.       Desta mengatakan bahwa dia berjanji akan mengantarkan Anisa pulang ke rumah.

Peserta didik menjawab soal dengan tepat

 

3

Peserta didik menjawab soal  kurang tepat

 

 

2

Peserta didik menjawab soal tidak tepat

1

 
       skor yang diperoleh x 100 
Nilai: ____________________   = 
 
Skor maksimal 
 
 

F. Penilaian Diri 

Setelah kalian belajar melalui kegiatan pembelajaran dua, berikut diberikan tabel untuk mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari. Jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi, dan Isilah tabel refleksi diri terhadap pemahaman materi di tabel berikut dan centanglah (√). 

 

No

Pertanyaan

 

Ya 

Tidak 

1.

Apakah kalian telah memahami ciri bahasa novel?

 

 

2.

Apakah kalian sudah dapat menganalisis kebahasaan dalam novel?

 

 

3.

Apakah kalian dapat menemukan bahasa konotatif dan denotatif dalam novel?

 

 

4. 

Dapatkah kalian menemukan kata kerja mental dalam sebuah novel?

 

 

5.

Apakah kalian sudah dapat membuat kalimat dengan menggunakan kata sifat ?

 

 

6

Apakah kalian sudah dapat membuat kalimat tak langsung?

 

 

 
Jika menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di atas, maka pelajarilah kembali materi tersebut dan pelajari ulang kegiatan pembelajaran dua. Jangan putus asa untuk mengulang lagi. 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Kebahasaan Novel Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 


#
Kebahasaan Novel File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com


      Pencarian yang paling banyak dicari
      • kebahasaan novel sejarah
      • menganalisis unsur kebahasaan novel ronggeng dukuh paruk
      • kebahasaan cerpen
      • struktur novel
      • unsur kebahasaan novel bumi manusia
      • ciri khas dalam kebahasaan novel adalah quizizz
      • gaya kebahasaan novel
      • struktur teks novel
      • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022