Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Upaya Mengatasi Ancaman dibidang Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan Mapel PKn kelas 10 SMA/MA

Materi Upaya Mengatasi Ancaman dibidang Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan Mapel PKn kelas 10 SMA/MA - Halo adik adik yang baik apa kabar? semoga dalam keadaan baik baik saja, kebetulan kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi yang sudah kakak persiapkan materi ini tentunya kakak persiapkan juga dengan latihan soal dan kunci jawaban. Oiya materi ini kakak ambil dari mata pelajaran Pendidikawan Kwarganegaraan tentang Materi Upaya Mengatasi Ancaman dibidang Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan untuk adik adik kelas 10 SMA/MA. Semoga bermanfaat yah.

Materi Upaya Mengatasi Ancaman dibidang Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan Mapel PKn kelas 10 SMA/MA
Materi Upaya Mengatasi Ancaman dibidang Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan Mapel PKn kelas 10 SMA/MA

Salam sejahtera Anak anakku sekalian, Selamat yah Kalian Kembali telah menyelesaikan pembelajaran 3 pada Modul 2. Untuk kegiatan Pembelajaran 3 kali ini, Kalian akan mempelajari Modul tentang : “Upaya Mengatasi Ancaman dibidang Idiologi, Politik Ekonomi, Sosial Budaya, Pertahanan dan Keamanan” 

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 3 ini diharapkan Kalian dapat memahami strategi  dalam mengatasi ancaman di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya,  pertahanan, dan keamanan yang dapat membayakan integrasi nasional bangsa  Indonesia, serta mampu menunjukan sikap/perilaku dalam upaya mengatasi  ancaman dibidang Ipoleksosbudhankam tersebut berkaitan dengan kondisi  lingkungan kemasyarakatan di sekitar tempat tinggal siswa    

B. Uraian Materi 

Pada hakikatnya diperlukan strategi dalam mengatasi ancaman terhadap integrasi nasional baik dibidang militer dan non militer, karena ancaman di kedua bidang tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.  

Strategi | Mengatasi Ancaman Dibidang Militer

Ancaman militer akan sangat berbahaya apabila tidak diatasi. Oleh karena itu, harus diterapkan startegi yang tepat untuk mengatasinya. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah mengatur strategi pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia dalam mengatasi ancaman militer tersebut. Pasal 30 ayat (1) sampai ayat (5) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa: 
  1. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. 
  2. Usaha  pertahanan  dan  keamanan  negara  dilaksanakan  melalui  sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Indonesia Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung. 
  3. Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. 
  4. Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. 
  5. Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan diatur dengan undang-undang. 
Ketentuan di atas menegaskan bahwa usaha pertahanan dan keamanan negara Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh Warga Negara Indonesia. Dengan kata lain, pertahanan dan keamanan negara tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI dan POLRI saja, tetapi seluruh rakyatIndonesia sangat bertanggung jawab terhadap pertahanan dan kemanan negara, sehingga TNI dan POLRI manunggal bersama rakyat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 juga memberikan gambaran bahwa  strategi  pertahanan  dan  kemanan  negara  untuk  mengatasi  berbagai macam ancaman militer dilaksanakan dengan menggunakan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata). Sistem pertahanan dan kemanan rakyat semesta pada hakikatnya merupakan segala upaya menjaga pertahanan dan keamanan negara yang seluruh rakyat dan segenap sumber daya nasional, sarana dan prasarana nasional, serta seluruh wilayah negara sebagai satu kesatuan pertahanan yang utuh dan menyeluruh. Dengan kata lain, Sishankamrata penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran akan hak dan kewajiban seluruh warga negara serta keyakinan akan kekuatan sendiri untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. 

Sistem pertahanan dan kemanan yang bersifat semesta merupakan pilihan yang paling tepat bagi pertahanan Indonesia yang diselenggarakan dengan keyakinan pada kekuatan sendiri serta berdasarkan atas hak dan kewajiban warga negara dalam usaha pertahanan negara. Meskipun  Indonesia  telah  mencapai tingkat kemajuan yang cukup tinggi nantinya, model tersebut tetap menjadi pilihan strategis untuk dikembangkan, dengan menempatkan warga negara sebagai Mangunggal TNI dan Rakyat subjek pertahanan negara sesuai dengan perannya masing-masing  

Sumber : infopublik.id 
Sistem pertahanan dan keamanan negara yang bersifat semesta bercirikan: 
  1. Kerakyatan, yaitu orientasi pertahanan dan kemanan negara diabdikan oleh dan untuk kepentingan seluruh rakyat. 
  2. Kesemestaan, yaitu seluruh sumber daya nasional didayagunakan bagi upaya pertahanan. 
  3. Kewilayahan, yaitu gelar kekuatan pertahanan dilaksanakan secara menyebar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sesuai dengan kondisi geografis sebagai negara kepulauan.  
Pengerahan dan penggunaan kekuatan pertahanan didasarkan pada doktrin dan strategi Sishankamrata yang dilaksanakan berdasarkan pertimbangan ancaman yang dihadapi Indonesia. Agar pengerahan dan penggunaan kekuatan pertahanan dapat terlaksana secara efektif dan efisien, diupayakan keterpaduan yang sinergis antara unsur militer dengan unsur militer lainnya, maupun antara kekuatan militer dengan kekuatan militer. Keterpaduan antara unsur militer diwujudkan dalam keterpaduan tiga kekuatan militer Republik Indonesia, yaitu keterpaduan antar kekuatan darat ,kekuatan laut ,dan kekuatan udara. Sedangkan keterpaduan antara kekuatan militer dan kekuatan non-militer diwujudkan dalam keterpaduan antar komponen utama, komponen cadangan, dan komponen pendukung. Keterpaduan tersebut diperlukan dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan pertahanan, baik dalam rangka menghadapi ancaman tradisional maupun ancaman non-tradisional.
 
Berdasarkan analisa lingkungan strategik, maka ancaman militer dari negara lain (ancaman tradisional) yang berupa invasi, adalah kecil kemungkinannya. Namun demikian, kemungkinan ancaman tersebut tidak dapat diabaikan dan harus tetap dipertimbangkan. Ancaman tradisional yang lebih mungkin adalah konflik terbatas yang berkaitan dengan pelanggaran wilayah dan atau menyangkut masalah perbatasan. Komponen Utama disiapkan untuk melaksanakan Operasi Militer untuk Perang (OMP). Penggunaan komponen cadangan dilaksanakan sebagai pengganda kekuatan komponen utama bila diperlukan, melalui proses mobilisasi/demobilisasi.   Kendatipun   kekuatan   pertahanan   siap   dikerahkan untuk melaksanakan OMP, namun setiap bentuk perselisihan dengan negara lain selalu diupayakan penyelesaiannya melalui jalan damai. Penggunaan kekuatan pertahanan untuk tujuan perang hanya dilaksanakan sebagai jalan terakhir apabila cara-cara damai tidak berhasil. 

Ancaman non-tradisional adalah ancaman yang dilakukan oleh aktor non negara terhadap keutuhan wilayah, kedaulatan negara, dan keselamatan bangsa Indonesia. Ancamannon-tradisional merupakan ancaman faktual yang saat ini dihadapi oleh Indonesia.Termasuk didalam ancaman ini adalah gerakan separatis bersenjata, terorisme internasional maupun domestik, aksi radikal, pencurian sumber daya alam, penyelundupan, kejahatan lintas negara, dan berbagai bentuk aksii legal lain yang berskala besar .Oleh karenanya kekuatan pertahanan,terutama TNI, juga disiapkan untuk melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) guna  menghadapi  ancaman  nontradisional.  Pengerahan  kekuatanTNI  untuk OMSPdilaksanakan berdasarkan keputusan politik pemerintah. 

Strategi | Mengatasi Ancaman Dibidang Militer

Strategi pertahanan non-militer  merupakan segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, keamanan, teknologi, informasi, komunikasi, keselamatan umum, dan hukum. Dengan kata lain sebagai subsistem  pertahanan negara, pertahanan normiliter memiliki kepentingan pertahanan, yakni kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa. 

Indonesia sebagai bangsa yang besar harus mempunyai sikap yang tegas terhadap segala pengaruh negatif yang datang dari luar sebagai wujud dari globalisasi. Hal itu penting dilakukan untuk menjalankan strategi pertahanan non-milter dalam menghadapi berbagai macam ancaman yang bersifat non-milter.  Berikut ini dipaparkan strategi yang dilakukan oleh bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai macam ancaman non-militer. 

1. Strategi Mengatasi Ancaman Dibidang Ideologi dan Politik
Ada empat hal yang selalu dikedepankan oleh globalisasi dalam bidang ideologi dan politik, yaitu demokratisasi, kebebasan, keterbukaan dan hak asasi manusia. Keempat hal tersebut oleh negara-negara adidaya (Amerika Serikat dan sekutunya) dijadikan standar atau acuan bagi negara-negara lainnya yang tergolong sebagai  negara  berkembang. Acuan  tersebut  dibuat  berdasarkan  kepentingan negara adidaya tersebut, tidak berdasarkan kondisi negara yang bersangkutan.  

Tidak jarang jika suatu negara tidak mengedepankan empat hal tersebut dalam kehidupan politik di negaranya, maka negara tersebut akan dianggap sebagai musuh bersama, bahkan lebih menyedihkan lagi dianggap sebagai teroris dunia serta akan diberikan sanksi berupa embargo dalam segala hal yang menyebabkan timbulnya kesengsaraan seperti kelaparan, konflik dan sebagainya. Sebagai contoh Indonesia pernah diembargo dalam bidang ekonomi oleh Amerika Serikat, yaitu tidak memberikan suku cadang pesawat F-16 dan bantuan militer lainnya, karena pada waktu itu Indonesia dituduh tidak   demokratis dan melanggar hak asasi manusia. Sanksi tersebut hanya diberlakukan kepada negara-negara yang tidak menjadi sekutu Amerika Serikat, sementara sekutunya tetap dibiarkan meskipun melakukan pelanggaran. Misalnya Israel yang banyak membunuh rakyat Palestina dan meyerang Libanon tetap direstui tindakannya tersebut oleh Amerika Serikat. 

Di sisi lain, isu demokratisasi pada saat ini benar-benar mempengaruhi kehidupan berbangsa da nbernegara. Segala peristiwa selalu dikaitkan dengan demokratisasi. Akan tetapi demokratisasi yang diusung   adalah  demokrasi yang dikehendaki oleh negara-negara adidaya yang digunakan untuk menekan bahkan menyerang negara-negara berkembang yang bukan sekutunya. Akibatnya adalah selalu terjadi konflik kepentingan yang pada akhirnya mengarah pada pertikaian antar negara. 

Pancasila Ideologi Final Negara Indonesia 
Sumber :  diction.id 
Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia sebagai negara yang menganut paham demokrasi Pancasila harus mampu menumbuhkan pemerintahan yang kuat,mandiri dan tahan uji serta mampu mengelola konflik kepentingan   yang dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang pluralistik, dengan tetap memperteguh wawasan kebangsaan yang berlandaskan Bhinneka Tunggal  Ika. 

Bangsa Indonesia harus mempu menunjukkan eksistensinya sebagai negara yang kuat dan mandiri, namun tidak meninggalkan kemitraan dan kerjasama dengan negaranegara lain dalam hubungan yang seimbang, saling menguntungkan, saling menghormati  dan menghargai hak dan kewajiban masing-masing. Untuk mencapai hal tersebut, bangsa Indonesia harus segera mewujudkan hal-hal sebagai berikut: 
  1. Mengembangkan demokrasi politik. 
  2. Mengaktifkan masyarakat sipil dalam arena politik. 
  3. Mengadakan reformasi lembaga-lembaga politik agar menjalankan fungsi dan peranannya secara baik dan benar. 
  4. Memperkuat kepercayaan rakyat dengan cara menegakkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. 
  5. Menegakkan supremasi hukum. 
  6. Memperkuat posisi Indonesia dalam kancah politik internasional. 
2. Strategi Mengatasi Ancaman Dibidang Ekonomi
Sebenarnya sebelum menyentuh bidang politik, globalisasi lebih dahulu terjadi pada bidang ekonomi. Sejak digulirkannya liberalisasi ekonomi oleh Adam Smith sekita abad ke15 telah melahirkan perusahaan-perusahaan multinasional yang melakukan aktivitas perdagangannya ke berbagai negara. Mulai abad 20, paham liberal kembali banyak dianut oleh negara-negara di dunia terutama negara maju. Hal ini membuat globalisasi ekonomi semakin mempercepat perluasan jangkauannya ke semua tingkatan negara mulai negara maju sampai negara berkembang seperti Indonesia. 
 
Kenyataan yang terjadi, globalisasi ekonomi lebih dikendalikan oleh negara- negara maju. Sementara negara-negara berkembang kurang diberi ruang dan kesempatan untuk memperkuat perekonomiannya. Negara-negara berkembang semacam Indonesia lebih sering dijadikan objek yang hanya bertugas melaksanakan keinginan-keinginan negara maju. Keberadaan lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti IMF (International Monetary Fund), Bank Dunia (World Bank) dan WTO (World Trade Organization) belum sepenuhnya memihak kepentingan negara- negara berkembang.  

Penyediaan lapangan Kerja Sumber : terjitu.com 
Dengan kata lain negara-negara berkembang hanya mendapat sedikit manfaat bahkan menderita karena kebijakan yang salah dan aturannya yang tidak jelas. Hal tersebut dikarenakan ketiga lembaga tersebut selama ini selalu berada di bawah pengawasan pemerintahan negara-negara maju, sehingga semua kebijakannya selalu memihak kepentingan-kepentingan negara maju. 

Sistem ekonomi kerakyatan merupakan senjata ampuh untuk melumpuhkan    ancaman    di bidang ekonomi dan memperkuat kemandirian bangsa kita dalam semua   hal.   Untuk   mewujudkan hal tersebut, perlu kiranya segera diwujudkan hal-hal di bawah ini: 
  1. Sistem ekonomi dikembangkan untuk memperkuat produksi domestik untuk   pasar dalam negeri, sehingga memperkuat perekonomian rakyat. 
  2. Pertanian  dijadikan  prioritas utama, karena mayoritas penduduk Indonesia bermatapencaharian sebagai petani.  Industri-industri  haruslah  menggunakan  bahan  baku  dari  dalam negeri, sehingga tidak tergantung impor dari luar negeri 
  3. Diadakan  perekonomian  yang  berorientasi  pada  kesejahteraan  rakyat. Artinya segala sesuatu yang menguasai hajat hidup orang banyak, haruslah bersifat murah dan terjangkau. 
  4. Tidak bergantung pada badan-badan multilateral seperti pada IMF, Bank Dunia dan WTO. 
  5. Mempererat  kerjasama dengan sesama negara berkembang untuk bersama- sama mengahadapi kepentingan negara-negara maju. 
3. Strategi Mengatasi Ancaman Dibidang Sosial Budaya
Kehidupan sosial budaya di negaranegara berkembang, perlu diperhatikan gejala perubahan yang terjadi, terutama mengenai sebab-sebabnya. Banyak faktor yang mungkin menimbulkan perubahan sosial, diantaranya yang memegang peranan penting, ialah faktor teknologi dan kebudayaan. Faktor–faktor itu berasal dari dalam maupun dari luar. Biasanya, yang berasal dari luar lebih banyak menimbulkan perubahan. Agar dapat memahami perubahan sosial yang terjadi, perlu dipelajari bagaimana proses Toleransi antar Umat Beragama perubahan itu terjadi, dan bagaimana perubahan itu diterima masyarakat. 

Toleransi antar Umat Beragama - Sumber : lamppost.co 
Pengaruh dari luar perlu diperhatikan adalah hal-hal yang tidak menguntungkan serta dapat membahayakan kelangsungan hidup kebudayaan nasional. Bangsa Indonesia harus selalu waspada akan kemungkinan adanya kesengajaan pihak luar untuk memecah kesatuan bangsa dan negara Indonesia. 
Dalam menghadapi pengaruh dari luar yang dapat membahayakan kelangsungan hidup  sosial  budaya,  bangsa  Indonesia  berusaha  memelihara  keseimbangan dan keselarasan fundamental, yaitu keseimbangan antara manusia dengan alam semesta, manusia dengan masyarakat, manusia dengan Tuhan, keseimbangan kemajuan lahir dan kesejahteraan batin. Kesadaran akan perlunya keseimbangan dan keserasian melahirkan toleransi yang tinggi, sehingga menjadi bangsa yang berbhinneka dan bertekad untuk selalu hidup bersatu. 

C. Rangkuman 

Berdasarkan uraian materi diatas, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 
  1. Startegi pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia dalam mengatasi ancaman militer tertuang dalam Pasal 30 ayat (1) sampai ayat (5) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945  
  2. Strategi yang dapat dilakukan dalam menghadapi ancaman dibidang ideologi dan politik, adalah mengembangkan sistem demokratisasi, kebebasan, keterbukaan dan hak asasi manusia 
  3. Dibidang ekonomi, sistem ekonomi kerakyatan merupakan senjata ampuh untuk melumpuhkan    ancaman    di bidang ekonomi dan memperkuat kemandirian bangsa kita  
  4. Dalam menghadapi pengaruh dari luar yang dapat membahayakan kelangsungan hidup  sosial  budaya,  bangsa  Indonesia  berusaha  memelihara  keseimbangan dan keselarasan fundamental, yaitu keseimbangan antara manusia dengan alam semesta, manusia dengan masyarakat, manusia dengan Tuhan, keseimbangan kemajuan lahir dan kesejahteraan batin.  

D. Penugasan Mandiri  

Sebagai penugasan mandiri pada pembelajaran Modul ini, Kalian diminta untuk melakukan pengamatan sederhana di sekitar lingkungan tempat tinggal Kalian masing masing, berkaitan denganUpaya membantu mengatasi permasalahn dibidang Ekonomi, Sosial Budaya dan Keamanan Lingkungan sekitar tempat tinggal Kalian, dengan Langkah Langkah sebagai berikut : 
  1. Identifikasikan permasalahan ekonomi, sosial budaya dan keamanan yang ada di masyarakat sekitan Kalian 
  2. Setelah Kalian menemukan permasalahantersebut, kemdian tunjukan perilaku atau tindakan Kalian untuk mengatasipermasalahan tersebut  
  3. Tuangkan Perilaku/Tindakan Kalian dalam Tabel 3 dibawah ini 
Tabel 3. Perilaku/Tindakan mengatasi permasalahan Ekonomi, Sosbud  dan Keamanan Lingkungan 


E. Latihan Soal 

Untuk mengukur sejauh mana tingkat penguasaan materi dalam Modul ini, Silahkan Kalian menjawab Latihan soal berikut ini! 
 
Pilihlah salah satualternatif  jawaban yang dianggap paling Benar  ! 
1. Sistem pertahanan dan keamanan yang bersifat semesta merupakan pilihan yang tepat bagi strategi pertahanan Indonesia untuk mengatasi berbagai macam ancaman militer bagi integrasi nasional. Sistem pertahanan dan keamanan negara yang bersifat semesta tersebut bercirikan .... 
A. keadilan, kesejahteraan, dan kehikmatan 
B. kerakyatan, kesemestaan, dan kewilayahan  
C. kebersamaan, kekompakan, dan primordial 
D. kerakyatan, kemusyawaratan, dan kemufakatan 
E. kekeluargaan,  kegotongroyongan, dan individualistis 
 
2. Sistem pertahanan dan keamanan Bangsa Indonesia memiliki disebut dengan Sistem pertahanan keamanan Rakyat semesta, (Sishankamrata). Berdasarkan sistem ini, TNI  pada dasarnya merupakan unsur utama  pertahanan dan keamanan, sedangkan unsur pendukungnya adalah …. 
A. pelajar dan mahakalian 
B. organisasi kepemudaan 
C. seluruh rakyat Indonesia 
D. organisasi kemasyarakatan 
E. Kepolisian Republik Indonesia 
 
3. Pada hakikatnya usaha pertahanan dan keamanan negara sebagaimana tertuang   Pasal 30 ayat (2) UUD NRI Tahun 1945dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Indonesia Republik Indonesia sebagai kekuatan utama, sedangkan kekuatan pendudukung dalam sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta adalah … . 
A. rakyat 
B. pemerintah 
C. pertahanan sipil 
D. satuan pengamanan 
E. satuan keamanan dalam  
 
4. Pasal 30 Ayat (1) dan (2) UUD NRI Tahun 1945 menyatakan bahwa tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara yang dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta, dengan komponen utama, yaitu … 
A. Masyarakat 
B. TNI dan Polri 
C. Tentara Nasional Indonesia  
D. Kepolisian Republik Indonesia 
E. Pertahanan Sipil 
 
5. Pada hakikatnya Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan ataupun wilayahnya. Di satu sisi hal ini membawa dampak positif bagi bangsa, karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara bijak atau mengelola budayabudaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat, namun selain menimbulkan sebuah keuntungan, hal ini juga akhirnya menimbulkan masalah yang baru. Dengan wilayah dan budaya yang melimpah itu akan menghasilkan karakter atau manusia- manusia yang berbeda pula sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia. Untuk mengatasi ancaman keutuhan NKRI maka dibutuhkan partisipasi dari berbagai pihak. Adapun peran serta masyarakat dalam mengatasi ancaman terhadap integrasi nasional adalah …. 
A. merawat dan memelihara lingkungan bersama-sama dengan baik 
B. merawat dan memelihara anggota keluarganya yang sedang sakit 
C. menjaga dan memelihara keutuhan keluarga dari berbagai ancaman 
D. membiarkan apabila ada anggota masyarakat yang merusak lingkungan 
E. menggunakan dan memanfaatkan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi 
 
6. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan ataupun wilayahnya. Hal ini membawa dampak positif karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam secara bijak atau mengelola budaya-budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat. Selain dampak positif, juga menimbulkan masalah yang baru,diantaranya terdapat karakter yang berbeda-beda antar suku bangsa sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia.Untuk mengatasi ancaman keutuhan NKRI maka dibutuhkan partisipasi dan  peran serta masyarakat dalam mengatasi ancaman terhadap integrasi nasional yaitu …. 
A. tidak membedakan keberagaman suku dan budaya daerah  
B. Menjalankan ibadah secara bersama-sama  denganumat agama lain.  
C. Mau dan bersedia untuk bekerja sama dengan masyarakat yang sesuku dan seagama 
D. menggunakan dan memanfaatkan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi 
E. bergotong royong untuk  meningkatkan kekompakan masyarakat yang sesuku 
 
7. Salah satu ancaman terhadap persatuan bangsa adalah gejala westernisasi, yaitu gaya hidup yang selalu berorientasi kepada budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu, seperti meniru model pakain yang biasa dipakai orang-orang barat yang sebenarnya bertentangan dengan nilai dan norma-norma yang berlaku.  
Berdasarkan ilustrasi diatas, Peran masyarakat untuk mengahadapi ancaman hal tersebut adalah... 
A. Selalu mengikuti perilaku yang benar sesuai dengan norma yang ada 
B. Tidak membeda-bedakan keberagaman misalnya pada suku, budaya, daerah  
C. Menjaga keamanan negara dari ancaman dari luar maupun dari dalam negeri. 
D. bersedia untuk berkerja sama dengan segenap lapisan atau golongan masyarakat 
E. Menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan 
 
8. Bangsa Indonesia terdiri berbagai suku bangsa yang memiliki berbagai budaya dan adat yang berbeda. Kenyataan ini mempelihatkan bahwa  sebagai bangsa, Indonesia memiliki keunggulaan dalam keberagaman suku bangsa yang memiliki berbagai karakteristik. Namun demikan keragaman etnis ini dapat menjadi ancaman bagi keutuhan negara Indonesia. Bentuk nyata dari ancaman karena keragaman bangsa Indonesia adalah .... 
A. pengembangan budaya bangsa yang dijadikan sumber pemasukan negara 
B. pengaruh budaya asing yang dapat melunturkan nilai luhur budaya bangsa 
C. sikap primodialisme dan etnosentirme yang mengarah pada konflik horizontal 
D. sikap selalu mengutamakan kepentingan duniawi dan meninggalkan spritualitas 
E. pemberontakan atau makar yang dilakukan untuk menggulingkan pemerintahan 
 
9. Sistem ekonomi kerakyatan merupakan senjata ampuh untuk melumpuhkan    ancaman    di bidang ekonomi dan memperkuat kemandirian bangsal.   Untuk   mewujudkan hal tersebut dapat dilakukan dengan … 
A. Mengembangkan demokrasi politik. 
B. Mengadakan reformasi lembaga-lembaga politik  
C.  Mengaktifkan masyarakat sipil dalam arena politik. 
D. perekonomian  yang  berorientasi  pada  kesejahteraan  rakyat  
E. Memperkuat kepercayaan rakyat dengan menegakkan pemerintahan yang bersih  
 
10. Bangsa Indonesia mendambakan kondisi negara yang aman dan damai. Akan tetapi, kondisi tersebut masih belum bisa dirasakan masyarakat indonesia.  Berbagai aksi separatisme masih ada.  Hal itu dapat dilihat dan adanya kaum separatis yang berupaya memisahkan diri dari negara indonesia.  Berbagai hal telah dilakukan pemerintah.  polisi berusaha mencari pihak-pihak yang dianggap berseberangan dengan tujuan NKRI serta berusaha meruntuhkan negara kesatuan Republik Indonesia 
Berdasarkan kasus tersebut, dapat disimpulkan, kondisi yang dihadapi bangsa Indonesia menunjukkan bahwa... 
A. kaum sparatis merasa aman berada di Indonesia 
B. bangsa Indonesia berupaya mencegah munculnya kaum separatis 
C. masyarakat merasa tidak nyaman dengan adanya aksi yang dilakukan polisi 
D. masyarakat tidak menyukai adanya pihak-pihak yang menetang pemerintah Indonesia 
E. pemerintah Indonesia berhasil mengamankan pihak-pihak yang dianggap menentang      Pemerintah 
 
KUNCI JAWABAN 
1 B
2 C
3 A
4 B
5 A
10

Pembahasan  
1. Sistem pertahanan dan keamanan yang bersifat semesta merupakan pilihan yang tepat bagi strategi pertahanan Indonesia untuk mengatasi berbagai macam ancaman militer bagi integrasi nasional. Sistem pertahanan dan keamanan negara yang bersifat semesta tersebut bercirikan kerakyatan, kesemestaan, dan kewilayahan  
2. Sistem pertahanan dan keamanan Bangsa Indonesia memiliki disebut dengan Sistem pertahanan keamanan Rakyat semesta, (Sishankamrata). Berdasarkan sistem ini, TNI  pada dasarnya merupakan unsur utama  pertahanan dan keamanan, sedangkan unsur pendukungnya adalah seluruh rakyat Indonesia 
3. Pada hakikatnya usaha pertahanan dan keamanan negara sebagaimana tertuang   Pasal 30 ayat (2) UUD NRI Tahun 1945dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Indonesia Republik Indonesia sebagai kekuatan utama, sedangkan kekuatan pendudukung dalam sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta adalah rakyat 
4. Pasal 30 Ayat (1) dan (2) UUD NRI Tahun 1945 menyatakan bahwa tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara yang dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta, dengan komponen utama, yaitu TNI dan Polri 
5. Untuk mengatasi ancaman keutuhan NKRI maka dibutuhkan partisipasi dari berbagai pihak. Adapun peran serta masyarakat dalam mengatasi ancaman terhadap integrasi nasional merawat dan memelihara lingkungan bersama-sama dengan baik 
6. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar baik dari kebudayaan ataupun wilayahnya. Hal ini membawa dampak positif karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam secara bijak atau mengelola budaya-budaya yang melimpah untuk kesejahteraan rakyat. Selain dampak positif, juga menimbulkan masalah yang baru,diantaranya terdapat karakter yang berbeda-beda antar suku bangsa sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia.Untuk mengatasi ancaman keutuhan NKRI maka dibutuhkan partisipasi dan  peran serta masyarakat dalam mengatasi ancaman terhadap integrasi nasional yaitu tidak membedakan keberagaman suku dan budaya daerah  
7. Peran masyarakat untuk mengahadapi ancaman gejala westernisasi, hal Selalu mengikuti perilaku yang benar sesuai dengan norma yang ada 
8. keragaman etnis ini dapat menjadi ancaman bagi keutuhan negara Indonesia. Bentuk nyata dari ancaman karena keragaman bangsa Indonesia sikap primodialisme dan etnosentirme yang mengarah pada konflik horizontal 
9. Sistem ekonomi kerakyatan merupakan senjata ampuh untuk melumpuhkan    ancaman    di bidang ekonomi dan memperkuat kemandirian bangsal.   Untuk   mewujudkan hal tersebut dapat dilakukan dengan perekonomian  yang  berorientasi  pada  kesejahteraan  rakyat  
10. Bangsa Indonesia mendambakan kondisi negara yang aman dan damai. Akan tetapi, kondisi tersebut masih belum bisa dirasakan masyarakat indonesia.  Berbagai aksi separatisme masih ada.  Hal itu dapat dilihat dan adanya kaum separatis yang berupaya memisahkan diri dari negara indonesia.  Berbagai hal telah dilakukan pemerintah.  polisi berusaha mencari pihak-pihak yang dianggap berseberangan dengan tujuan NKRI serta berusaha meruntuhkan negara kesatuan Republik Indonesia bangsa Indonesia yaitu dengan cara  berupaya mencegah munculnya kaum separatis 

F. Penilaian Diri 

Setelah Kalian  mempelajari materi Modul  ini, Silahkan Kalian mengisi kolom pada tabel 4. Penilaian Diri tentang Sikap, keterampilan dan Pemahaman Kalian terhadap Materi Modul ini  Catatan : 
Berilah tanda  check (√) pada Kolom YA tau TIDAK 
Dalam mengisi tabel mohon dilakukan dengan tanggungjawab dan penuh kejujuran.  
Jika Jawaban Kalian cenderung menjawab “YA”, Kalian dapat melanjutkan pembelajaran ke Modul selanjutnya dan sebaliknya jia Jawaban dominan “TIDAK”, Kalian dapat melakukan Pembelajaran Ulang (review) pada materi pembelajaran 2 
 
Tabel 4. Penilaian Diri tentang Sikap, Keterampilan  dan Pemahaman Materi 


Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Upaya Mengatasi Ancaman dibidang Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan Mapel PKn kelas 10 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Upaya Mengatasi Ancaman File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com


      Pencarian yang paling banyak dicari
      • cara mengatasi ancaman di bidang sosial budaya
      • strategi mengatasi ancaman di bidang ekonomi
      • strategi mengatasi ancaman di bidang sosial budaya dan pertahanan keamanan
      • jelaskan dan berikan contoh nyata dari strategi mengatasi ancaman bidang politik
      • cara mengatasi ancaman di bidang pertahanan dan keamanan
      • contoh ancaman di bidang sosial budaya
      • strategi mengatasi ancaman di bidang teknologi dan informasi
      • ancaman integrasi nasional di bidang sosial – budaya
      • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022