Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Mengatasi Masalah Lingkungan Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA

Materi Mengatasi Masalah Lingkungan Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA - Halo adik adik apa kabar? semoga selalu sehat yah. Kebetulan masih dalam keadaan pademic virus corona untuk itu adik adik di wajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan dengan cara menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona. Oiya pada kesempatan yang baik ini kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi Mengatasi Masalah Lingkungan dari amta pelajaran biologi kelas X SMA/MA. Semangat!!

Materi Mengatasi Masalah Lingkungan Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA
Materi Mengatasi Masalah Lingkungan Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA

Sebelum belajar pada materi ini silahkan kalian memperhatikan gambar kejadian yang sering menimpa lingkungan. Bila di suatu lingkungan mengalami kejadian seperti gambar berikut, Apa yang menjadi penyebabnya? 


Apakah di sekitar tempat tinggal kalian juga mengalami perubahan lingkungan seperti pada gambar tersebut? Permasalahan lingkungan selalu ada sepanjang umur manusia karena manusia sering tidak bijak dalam memanfaatkan alam sehingga lingkungan mengalami perubahan yang tidak sesuai peruntukannya. Isu global lingkungan saat ini antara lain global warming  menyebabkan beberapa dampak yang sekarang sudah dirasakan, antara lain kenaikan suhu rata-rata atmosfir dan naiknya permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub.  
,  
Untuk menjelaskan konsep perubahan lingkungan, modul ini akan membahas tentang perubahan lingkungan, penyebab perubahan lingkunan dan dampak perubahan lingkungan tersebut bagi manusia. Sebelum mempelajari materi ini, pemahaman tentang ekosistem sangat diperlukan. Untuk menyelesaikan pembelajaran pada modul ini, anda akan melalui dua kegiatan pembelajaran yaitu kegiatan pembelajaran 1 dan kegiatan pembelajaran 2. 

Istilah

  • Abiotik : Komponen ekosistem dari benda mati. 
  • Biotik : Komponen ekosistem dari mahluk hidup.  
  • Biodegradable : Bahan pencemar yang dapat terdegradasi atau teruraikan.  
  • B3 : Limbah dari bahan berbahaya dan beracun, misalnya merkuri, timbal. 
  • CFC : Chloro Fluoro Carbon, atau sering disebut gas freon yang berasal dari kebocoran mesin pendingin ruangan, kulkas, AC mobil. 
  • Daya lenting : Kemampuan lingkungan untuk pulih kembali ke keadaan seimbang.  
  • E-waste : Limbah dari peralatan listrik dan elektronik. 
  • Daya dukung : Kemampuan lingkungan untuk dapat memenuhi kebutuhan. 
  • DDT : Dikloro Difenil Trikloroetana, pestisida yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman. 
  • Global warming : Pemanasan global akibat.  
  • Insenerator : Tempat pembakaran akhir sampah dengan suhu yang sangat tinggi sehingga tidak membuang asap. 
  • Konservasi : Usaha untuk melindungi, mengatur, dan memperbaharui sumber daya alam. 
  • Mikroorganisme : Mahluk hidup renik yang tidak dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop.  
  • Pencemaran : Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. 
  • Reuse : Pemanfaat kembali limbah.  
  • Recycle : Mendaur ulang limbah. 
  • Vulkanik : Aktifitas gunung berapi 

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan dapat:   
  1. Menganalisis perubahan lingkungan. 
  2. Memecahkan permasalahan lingkungan 

B. Uraian Materi 

1) Upaya Mengatasi Masalah Lingkungan 


Dalam etika lingkungan, pelestarian lingkungan dilakukan agar tercipta keseimbangan antara perkembangan peradaban manusia dengan pemeliharaan lingkungan. Usa tersebut dilakukan dengan konservasi, pengolahan dan daur ulang limbah, serta penggunaan bahan kimia berbahaya sesuai dosis dan peruntuknnya. 
 
Konservasi adalah usaha untuk melindungi, mengatur, dan memperbaharui sumber daya alam. Beberapa contoh konservasi lingkungan antara lain: 
  • Konservasi sumber daya alam hayati: perlindungan tempat hidup satwa melalui taman nasional. 
  • Konservasi tanah: reboisasi, pembuatan sengkedan, dan rotasi tanaman. 
  • Konservasi hutan: peraturan penebangan hutan. 
  • Konservasi air: pembuatan waduk. 
  • Konservasi energi: pemanfaatan sumber energi alternatif. 
Gambar konservasi energi
Gambar konservasi energi 

Selama ini aktivitas manusia telah menimbulkan banyak kerusakan dan pencemaran lingkungan. Bahkan para ahli ekologi memperkirakan bahwa kita akan makin banyak membuat kerusakan dan pencemaran lingkungan yang tidak dapat diperbaiki. Pada dasarnya terdapat tiga cara yang dapat dilakukan manusia untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran serta untuk melestarikan lingkungan, yaitu secara administratif, secara teknologis, dan secara edukatif/ pendidikan. 

a. Penanggulangan secara administratif 

Penanggulangan secara administratif terhadap pencemaran lingkungan merupakan tugas pemerintah, yaitu dengan membuat peraturan-peraturan atau undang-undang. Beberapa peraturan yang telah dikeluarkan, antara lain sebagai berikut : 
  1. Pabrik tidak boleh menghasilkan produk (barang) yang dapat mencemari lingkungan. Misalnya, pabrik pembat lemari es, AC dan sprayer tidak boleh menghasilkan produk yang menggunakan gas CFC sehingga dapat menyebabkan penipisan dan berlubangnya lapisan ozon di stratofer. 
  2. Industri harus memiliki unit-unit pengolahan limbah (padat, cair, dan gas) sehingga limbah yang dibuang ke lingkungansudah terbebas dari zat-zat yang membahayakan lingkungan. 
  3. Pembuangan sampah dari pabrik harus dilakukan ke tempat-tempat tertentu yang jauh dari pemukiman. 
  4. Sebelum dilakukan pembangunan pabrik atau proyek-proyek industri 
  5. Pemerintah mengeluarkan buku mutu lingkungan, artinya standar untuk menentukan mutu suatu lingkungan. Untuk lingkungan air ditentukan baku mutu air , sedangkan untuk lingkungan udara ditentukan baku mutu udara. Dalam buku mutua air, antara lain tercantum batasan kadar bahan pencemar logam berat, misalnya fosfor dan merkuri. Didalam buku mutu udara, antara lain tercantum batasan kadar bahan pencemar, misalnya gas CO2 dan CO. Pemerintah akan memberikan sanksi kepada pabrik yang menghasilkan limbah dengan bahan pencemar yang melebihi standar baku mutu. 
b. Penanggulangan secara teknologis 

Penanggulangan pencemaran lingkungan secara teknologis, misalnya menggunakan peralatan untuk mengolah sampah atau limbah. Di surabaya terdapat suatu tempat pembakaran akhir sampah dengan suhu yang sangat tinggi sehingga tidak membuang asap. Tempat tersebut dinamakan insenerator. 
 
c. Penanggulangan secara Edukatif 

Penangkalan pencemaran secara edukatif dilakukan melalui jalur pendidikan baik formal maupun nonformal. Melalui pendidikan formal, disekolah dimasukkan pengetahuan tentang lingkungan hidup tentang lingkungan hidup kedalam mata pelajaran yang terkait, misalnya IPA dan Pendidikan agama. Melalui jalur  pelestarian lingkungan dan pencegahan serta penanggulangan pencemaran lingkungan.  
 
2)  Pemanfaatan Limbah 

a) Pemanfaatan limbah organik 

Limbah organik merupakan sisa bahan hidup seperti sampah daun, kertas, kulit, kotoran hewan, dll. Karena tersusun atas bahan-bahan organik  limbah jenis ini dapat mudah diuraikan oleh oraganisme pengurai. Meskipun begitu, sebenarnya limbah-limbah organik masih dpat dimanfaatkan kembali (reuse) baik dengan cara di daur ulang (recycle) maupun tanpa didaur ulang. 

- Dengan daur Ulang 
Limbah-limbah organik tertentu, seperti sampah sayuran, sampah daun atau sampah ranting dapat dimanfaatkan kembali dengan cara didaur ulang, misalnya menjadi pupuk kompos. Selain itu, kertas bekas juga dapat didaur ulang menjadi kertas pembungkus, kertas tisu, kertas koran, dan kertas tulis.  

- Tanpa Daur Ulang 
Tidak semua limbah organik padat harus didaur ulang terlebih dahulu sebelum dapat digunakan kembali. Beberapa limbah pada tersebut antara lain: 
  1. Ban karet bekas dapat dijadikan tempat sampah, ember, sandal, meja, atau kursi. 
  2. Serbuk gregaji kayu dapat digunakan sebagi media tanam jamur. 
  3. Kulit jagung dapat dijadikan bunga hiasan. 
b) Pemanfaatan limbah anorganik 

Limbah anorganik merupakan limbah yang berasal dari bahan-bahn tak hidup atau bahan sintetis seperti minyak bumi, sisa-sisa bahan kimia, kaleng alumunium, kasa dan besi. sama halnya seperti limbah organik, pada limbah anorganikpun dapat dimanfaatkan kembali dengan cara didaur ulang atau tanpa didaur ulang. 

- Dengan Daur Ulang 
Beberapa limbah anorganik seperti kaleng, alumunium, baja, pecahan botol, toples, kaca, serta botol gelas dapat dilebur dan diolah kembali.  

- Tanpa Daur Ulang 
Beberapa limbah anorganik dapat dimanfaatkan kembali tanpa melalui proses daur ulang, yaitu dengan dijadikan berang-barang yang terkadang memiliki harga jual tinggi .contohnya botol dan gelas plastik bekas kemasan air mineral dijadikan mainan anak-anak, pot tanaman, atau hiasan. Begitupun dengan pecahan kaca yang dapat dijadikan hiasan dinding atau lukisan.  

Utuk limbah dari bahan berbahaya dan beracun atau yang disingkat dengan B3, sebagai sisa atau limbah yang dihasilkan dari proses produksi dengan kandungan bahan berbahaya dan beracun karena memiliki jumlah dan konsentrasi toxicity, reactivity,  flammability dan corrosivity  yang mampu mencemari dan merusak lingkungan, serta membahayakan kesehatan manusia. Karena keberadaannya yang mengancam ekosistem di sekitarnya, limbah B3 harus ditangani dengan tepat agar tidak merusak dan membahayakan. 

Kurang tepat jika beranggapan limbah B3 dapat ditimbun, dibuang, atau dibakar begitu saja. Pengelolaan limbah B3 membutuhkan penanganan khusus dibandingkan limbah yang lain agar bisa mengurangi bahkan menghilangkan kadar racun didalamnya. Adapun metode pengelolaan limbah B3 yang umum digunakan dan terbukti efektif dalam mencegah resiko terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan. Metode pengelolaanya dilakukan dengan: 

1) Pengelolaan Limbah B3 secara fisik 
Secara fisik, limbah B3 dapat diolah menggunakan 3 metodde yang berbeda. Sesuaikan dengan karakteristik limbah dan lingkungan Anda dalam memilih metode yang digunakan untuk pengelolaan limbah B3. 
  • Menyisihkan komponen, meliputi stripping, dialisa, adsorpsi, electrodialisa, kristalisasi, leaching, solvent extraction, dan reverse osmosis. 
  • Memisahkan antara padatan dengan cairan, meliputi thickening, sedimentasi, floatasi, filtrasi, koagulasi, sentrifugasi, dan klarifikasi 
  • Membersihkan gas, meliputi wet scrubbing, elektrostatik presipitator, adsorpsi karbon aktif, dan penyaringan partikel. 
2) Pengelolaan Limbah B3 secara kimia 
Melalui metode kimia, akan terjadi beberapa proses seperti stabilisasi atau solidifikasi, reduksi—oksidasi, absorpsi, prolisa, penukaran ion, pengendapan, elektrolisasi, dan netralisasi. 
Secara keseluruhan, pengelolaan limbah B3 secara fisik dan kimia yang paling umum digunakan adalah stabilisasi atau solidifikasi. Sebuah proses yang memungkinkan terjadinya perubahan sifat kimia dan bentuk fisik melalui tambahan senyawa pereaksi atau bahan peningkat tertentu yang bisa digunakan untuk membatasi dan memperkecil pelarutan, penyebaran kadar atau daya racun limbah. Proses ini biasanya ditemukan pada bahan seperti termoplastik, kapur (CaOH2), serta semen. 

3) Pengelolaan Limbah B3 secara biologi 
Pengelolaan limbah B3 secara biologi paling dikenal dengan sebutan viktoremediasi serta bioremediasi. Vitoremediasi merupakan penggunaan tumbuhan dalam proses akumulasi serta absorpsi berbagai bahan beracun dan berbahaya dari tanah. Sementara bioremediasi ialah penggunaan jenis mikroorganisme dan bakteri sebagai bahan untuk mengurai atau mendegradasi limbah B3. Kedua proses tersebut tak kalah efektif untuk mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan oleh limbah B3. Apalagi biaya yang dibutuhkan lebih terjangkau jika dibandingkan dengan metode fisik dan kimia, meski secara praktis metode biologi juga memiliki kelemahan akibat prosedur alaminya. Jika dipakai untuk pengelolaan limbah B3 dalam jumlah besar, waktu yang dibutuhkan lebih lama. Serta penggunaan makhluk hidup di dalam proses biologi juga beresiko membawa berbagai senyawa beracun yang dibawa ke dalam rantai makanan ekosistem. 

3) Etika Lingkungan 

Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang diberi kelebihan berupa derajat, kecerdasan, budaya, dan keyakinan terhadap penciptanya. Seiring dengan perkembangan teknologi memang telah berhasil membawa manusia untuk menaklukkan dan merajai bumi. Bila manusia mempunyai pandangan seperti kalimat diatas, akan terjadilah pengeksploitasian sumber daya alam baik hayati maupun non-hayati. Hal ini menandakan manusia bukan merupakan bagian dari lingkungan dan hal ini akan menyebabkan bencana dari alam itu sendiri. 
 
Oleh karena itu, supaya tidak terjadi bencana alam diterapkan etika lingkungan, dimana manusia mempunyai tanggung jawab dan kewajiban melestarikan keseimbangan lingkungan baik lingkungan biotik maupun lingkungan abiotik 
 
Kehidupan manusia di muka bumi ini tidak terlepas dari peran serta lingkungan. Sebagaimana manusia merupakan bagian dari lingkungan, bersama-sama dengan tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang telah menjadi satu mata rantai yang tidak akan terpisah. Untuk itulah, manusia harus memanfaatkan sumber daya alam secara tepat, agar lingkungan tetap lestari. 
 
Pengelolaan lingkungan hidup merupakan pengelolaan terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemuliaan, dan pengembangan lingkungan hidup. 
 
Agar tujuan tersebut dapat tercapai perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut: 
  • Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan pembangunan manusia seutuhnya. 
  • Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana agar seluruh sumber daya alam digunakan oleh kepentingan orang banyak seproduktif mungkin dan menekan pemborosan seminimal mungkin. 
  • Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup, oleh sebab itu pengembangan sumber daya alam senantiasa harus disertai dengan usaha memelihara kelestarian tata lingkungan. 
  • Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang. 
Manusia adalah komponen biotik yang memiliki pengaruh ekologi terkuat di biosfer bumi. Dengan ilmu dan teknologinya, manusia berpengaruh besar untuk memusnahkan maupun meningkatkan ekosistem.  
                                

C. Rangkuman 

  1. Pada dasarnya terdapat tiga cara yang dapat dilakukan manusia untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran serta untuk melestarikan lingkungan, yaitu secara administratif, secara teknologis, dan secara edukatif/ pendidikan. 
  2. Pemanfaatan limbah dengan cara didaur ulang atau tanpa daur ulang merupakan upaya manusia untuk menanggulangi masalah lingkungan yang disebabkan oleh pemcemaran lingkungan.  
  3. Manusia adalah komponen biotik yang memiliki pengaruh ekologi terkuat di biosfer bumi. Oleh karenanya supaya tidak terjadi bencana alam diterapkan etika lingkungan dalam mengelola sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan, dimana manusia mempunyai tanggung jawab dan kewajiban melestarikan keseimbangan lingkungan baik lingkungan biotik maupun lingkungan abiotik 

D. Latihan Soal  

Petunjuk: Pilihlah salah satu pilihan jawaban yang benar! 
 
1. Manusia adalah bagian dari lingkungan yang mempunyai kewajiban menjaga kelestarian hidup dan lingkungannya. Tindakan bijaksana yang dilakukan manusia adalah .... 
A. memelihara dan mengelola lingkungan secara terencana dan terkendali 
B. mengusahakan tercapainya keselarasan dan keseimbangan lingkungan 
C. menjaga tidak terjadi peledakan penduduk 
D. menjaga tanaman tetap berfotosintesis 
E. menjaga interaksi antara tumbuhan dan hewan secara serasi 
 
2. Tujuan pengelolaan lingkungan hidup terdapat pada pernyataan di bawah ini, kecuali…. 
A. mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan membangun manusia seutuhnya 
B. mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup 
C. pemanfaatan sumber daya sesuai dengan keinginan manusia 
D. melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang 
E. negara memiliki peranan penting agar kelestarian alam dapat terjaga 
 
3. Bencana banjir yang melanda beberapa kota tidak hanya disebabkan oleh tingginya curah hujan. Faktor kerusakan hutan di kawasan tangkapan air wilayah hulu sungai diidentifikasi sebagai penyebab utama sering terjadinya banjir. Dampaknya juga berupa pendangkalan sungai. Kerusakan hutan diebabkan oleh beberapa kegiatan manusia, antara lain pembelakan liar dan penambangan liar. Kerusakan hutan juga banyak terjadi akibat kebakaran hutan, alih fungsi hutan menjadi kebun kelapa sawit, pertambangan batu baru, dan penambangan emas liar. 


Cara mengatasi permasalahan tersebut adalah.... 
A. Membangun tanggul-tanggul di sepanjang aliran sungai 
B. Merevisi undang-undang tentang pencemaran 
C. Melarang usaha penambangan atau eksploitasi sumber daya alam 
D. Mengharuskan pabrik atau proyek melakukan analisa dampak lingkungan 
E. Memperketat pendidikan terhadap masyarakat dengan sistem 
 
4. Sampah organik di dalam sungai atau kolam menyebabkan kadar O2 meningkat sehingga mengganggu kehidupan organisme di perairan. Usaha yang tepat adalah sampah organik itu sebaiknya .... 
A. tetap ditimbun di tempat tertentu 
B. dikeringkan lalu dibakar 
C. dijadikan pupuk kompos 
D. ditimbun tanah agar tidak berbau 
E. dibakar, abunya untuk pupuk 
 
5. Pengelolaan secara biologis merupakan cara paling efektif menanggulangi limah dari bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) karena…. 
A. membutuhkan waktu yang relatif singkat 
B. biaya yang dibutuhkan relatif murah 
C. tidak menimbulkan limbah baru bagi lingkungan 
D. tidak membutuhkan teknologi yang rumit 
E. meminimalisir dampak bagi lingkungan 

Kunci jawaban, pembahasan dan pedoman penilaian 

1. A
Kehidupan manusia di muka bumi ini tidak terlepas dari peran serta lingkungan. Sebagaimana manusia merupakan bagian dari lingkungan, bersama-sama dengan tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang telah menjadi satu mata rantai yang tidak akan terpisah. Oleh karenanya manusia harus bijak dalam mengelola lingkungan. Pengelolaan lingkungan hidup merupakan pengelolaan terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemuliaan, dan pengembangan lingkungan hidup. untuk itu manusia berkewajiban memelihara dan mengelola lingkungan secara terencana dan terkendali.  

2. C
Tujuan pengelolaan lingkungan hidup antara lain: 
  • mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan membangun manusia seutuhnya 
  • mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup 
  • melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang 
  • negara memiliki peranan penting agar kelestarian alam dapat terjaga. 
3. D
Mengatasi permasalahan lingkungan harus diidentifikasi terlebih dahulu faktor-faktor penyebabnya dan sumber penyebabnya sehingga dapat dicari langkah-langkah alternatif mengatasi permasalahan lingkungan tersebut. Kerusakan hutan misalnya, banyak terjadi karena faktor manusia yang tidak bijak memanfaatka sumber daya di hutan sedangkan kegiatan pemanfaatan sumber daya di hutan harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. Oleh karenanya dibutuhan analisis dampak lingkungan terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan pemanfaatan hutan.    

4. C
Limbah-limbah organik tertentu, seperti sampah sayuran, sampah daun atau sampah ranting dapat dimanfaatkan kembali dengan cara didaur ulang, misalnya menjadi pupuk kompos. Selain itu, kertas bekas juga dapat didaur ulang menjadi kertas pembungkus, kertas tisu, kertas koran, dan kertas tulis.  
 
5. E
Bioremediasi ialah penggunaan jenis mikroorganisme dan bakteri sebagai bahan untuk mengurai atau mendegradasi limbah B3 yang dapat mengurangi damapak bagi lingkungan jika dibandingkan dengan cara fisik dan kimia. 
 

E. Penilaian Diri 

Untuk mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari di kegiatan belajar 2, jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi pada modul ini di tabel berikut. 
Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak". Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya. 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Mengatasi Masalah Lingkungan Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Mengatasi Masalah Lingkungan File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com

    Pencarian yang paling banyak dicari
    • isu lingkungan indonesia 2020
    • masalah lingkungan di indonesia pdf
    • contoh masalah lingkungan
    • isu lingkungan 2020
    • penyebab permasalahan lingkungan
    • data kerusakan lingkungan di indonesia 2020
    • masalah lingkungan di dunia
    • permasalahan lingkungan di indonesia 2021
    • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022