Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Ancaman terhadap Integrasi Nasional Mapel PKn kelas 11 SMA/MA

Materi Ancaman terhadap Integrasi Nasional Mapel PKn kelas 11 SMA/MA - Hai adik adik yang baik apa kabar? semoga dalam keadaan baik baik saja, kebetulan kali ini kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi yang sudah dipersiapkan, materi ini merupakan materi dari mata pelajaran Pendidikan Kwarganegaraan untuk adik adik yang duduk dibangku kelas XI SMA/MA tentang Ancaman terhadap Integrasi Nasional yang juga dilengkapi dengan latihan soal serta kunci jawaban. Semoga bermanfaat yah.

Materi Ancaman terhadap Integrasi Nasional Mapel PKn kelas 11 SMA/MA
Materi Ancaman terhadap Integrasi Nasional Mapel PKn kelas 11 SMA/MA

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini kalian  diharapkan dapat Memahami  ancaman terhadap bidang Ideology, Politik, Ekonomi, sosial Budaya, dan Pertahanan dan Keamanan dalam membangun Integrasi Nasional  

B. Uraian Materi 

untuk memahami kegiatan pembelajaran 1 ini, Kalian terlebih dahulu harus membaca uraian materi dengan seksama, berikut. 

1. Ancaman di bidang Ideologi 

Pancasila sebagai ideologi bangsa masih sangat rawan terhadap berbagai bentuk ancaman. Salah satunya dari paham komunisme yang masih harus di waspadai. Usaha untuk mengganti pancasila dengan ideologi komunis pernah dilakukan dua kali  oleh Partai Komunis Indonesia (PKI)yaitu, pertama pemberontakan PKI di Madiun, Jawa Timur pada tahun 1948. Pemberontakan ini dipimpin oleh Muso, yang inin membentuk Republik Sovyet Indonesia. Pemberontakan untuk mengubah ideologi Pancasila yang selanjutnya pernah juga di lakukan dengan adanya pemberontakan DI/TII, yang menginginkan pembentukan NII (negara Islam Indonesia), dipimpin oleh Kartosuwiryo pada tahun 1949. Gerakan DI/TII berkembang di sebagian wilayah Indonesia, diantaranya di Jawa Barat yang di pimpin oleh Kartosuwirjo, di Sulawesi oleh Kahar Muzakar, di aceh di pimpin oleh Daud Beuruehdan di Kalimantan Selatan oleh Ibnu Hajar. 

Dalam menyelesaikan pemberontakan ini, pemerintah melalui TNI melakukan berbagai    operasi militer ke daerah-daerah yang di nilai menjadi pusat pergerakan. Operasi ini berhasil menunpas para pemberontak secara bertahap.  
 
2. Ancaman di bidang politik 

Ancaman di bidang politik dapat bersumber dari luar negeri maupun dalam negeri. Ancaman politik dari dalam negeri dapat dilihat dari gerakan separatis. Dari luar negeri, Ancaman di bidang politik dilakukan oleh suatu negara dengan melakukan tekanan politik terhadap Indonesia. Intimidasi, provokasi, atau blokade politik merupakan bentuk ancaman non-militer berdimensi politik yang sering kali digunakan oleh pihak-pihak lain untuk menekan negara lain. Gerakan separatis atau separatisme kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat Indonesia yang ingin memisahkan diri dari negara Indonesia. Gerakan Separatisme yang pernah terjadi di Indonesia antara lain ; 
 
1) Republik Maluku Selatan (RMS) 
Gerakan Republik Maluku Selatan merupakan gerakan separatis yang menolak integrasi dan hanya ingin membentuk negara sendiri yang lepas dari Negara Indonesia Timur (NIT) maupun NKRI. 
  
Sumber : blog.ruangguru.com 
Gerakan RMS di pimpiin oleh Dr. Soumokil dan memilki basis di Ambon 
2) Gerakan Andi Aziz 
Gerakan separatis yang berlangsung di Makasar dilatarbelakangi oleh sikap penolakan Andi Aziz terhadap masuknya TNI ke wilayah Sulawesi Selatan. Andi Aziz adalah seorang mantan perwira KNIL. Pasukan Andi aziz menghendaki dipertahankannya Negara Indonesia Timur (NIT) 
 
3) PRRI/Permesta 
Gerakan PRRI/Permesta terjadi disebabkan hubungan tidak harmonis antara   pemerintah pusat dan daerah, terutama di Sulawesi dan sumatera. Kedua daerah tersebut merasa tidak puuas dengan otonomi daerah dan perimbanagn keuangan antara  pusat dan daerah 
 
Ancaman separatisme dapat menempuh pola perjuangan politik tanpa senjata dan perjuangan bersenjata. Pola perjuangan tidak bersenjata sering ditempuh untuk menarik simpati masyarakat internasional. Oleh karena itu, separatisme sulit dihadapi dengan menggunakan kekuatan militer. Hal ini membuktikan bahwa ancaman di bidang politik memiliki tingkat resiko yang besar yang mengancam kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan bangsa. 
   
3. Ancaman di bidang Ekonomi 

1) Ancaman Internal 
  • Inflansi, adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barangbarang. 
  • Pengangguran, hal atau keadaan menganggur, tidak ada pekerjaan dan tidak ada penghasilan  
  • Infrastruktur, sarana dan prasarana yang tidak memadai 
  • Kebijakan ekonomi yang merugikan rakyat  
 
2) Ancaman eksternal 
  • Ketergantungan terhadap asing, adalah kehidupan ekonomi  negara–negara tertentu dipengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi negara–negara lain, di mana negara–negara tertentu ini hanya berperan sebagai penerima akibat saja 
  • Daya saing yang rendah, karen aproduk yang dihasilkan belum mampu bersaung dengan produk negara lain 
  • Kinerja ekonomi yang buruk, hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran tidak sesuai yang diharapkan  
4. Ancaman di bidang sosial dan Budaya 

Ancaman yang berdimensi sosial budaya dapat dibedakan atas ancaman dari dalam, dan ancaman dari luar. Ancaman dari dalam didorong oleh isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan. Isu tersebut menjadi titik pangkal timbulnya permasalahan, seperti separatisme, terorisme, kekerasan, dan bencana akibat perbuatan manusia. Ancaman dari luar timbul sebagai akibat dari pengaruh negatif globalisasi, diantaranya adalah: 
 
  • Munculnya gaya hidup konsumtif dan selalu mengkonsumsi barang-barang dari luar negeri. 
  • Munculnya sifat hedonisme, yaitu kenikmatan pribadi dianggap sebagai suatu nilai hidup tertinggi. Hal ini membuat manusia suka memaksakan diri untuk mencapai kepuasan dan kenikmatan pribadinya tersebut, meskipun harus melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Seperti mabuk-mabukan, pergaulan bebas, foya-foya dan sebagainya. 
  • Adanya sikap individualisme, yaitu sikap selalu mementingkan diri sendiri serta memandang orang lain itu tidak ada dan tidak bermakna. Sikap seperti ini dapat menimbulkan ketidakpedulian terhadap orang  lain,   misalnya   sikap selalu menghardik pengemis, pengamen dan sebagainya. 
  • Munculnya gejala westernisasi, yaitu gaya hidup yang selalu berorientasi kepada budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu, seperti meniru model pakain yang biasa dipakai orang-orang barat yang sebenarnya bertentangan dengan nilai dan norma-norma yang berlaku misalnya memakai rok mini, lelaki memakai antinganting dan sebagainya.  
  • Semakin memudarnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian dan kesetiakawanan sosial. 
  • Semakin lunturnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat. 
5. Ancaman di bidang Pertahanan dan Keamanan 

Wujud ancaman di bidang pertahanan dan keamanan pada umumnya berupa Ancaman militer. Ancaman militer adalah ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata dan terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman militer dapat berupa : 
1) Agresi 
Agresi suatu negara yang dikategorikan mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa Indonesia mempunyai bentuk-bentuk mulai dari yang berskala paling besar sampai dengan yang terendah. Invasi merupakan bentuk agresi yang berskala paling besar dengan menggunakan kekuatan militer bersenjata yang dikerahkan untuk menyerang dan menduduki wilayah Indonesia 

2) Pelanggaran wilayah 
Bentuk lain dari ancaman militer yang peluang terjadinya cukup tinggi adalah tindakan pelanggaran wilayah (wilayah laut, ruang udara dan daratan) Indonesia oleh negara lain. Konsekuensi Indonesia yang memiliki wilayah yang sangat luas dan terbuka berpotensi terjadinya pelanggaran wilayah. 

3) Pemberontakan bersenjata 
Pemberontakan bersenjata melawan pemerintah Indonesia yang sah merupakan bentuk ancaman militer yang dapat merongrong kewibawaan negara dan jalannya roda pemerintahan. 

4) Sabotase dan spionase 
Indonesia memiliki sejumlah objek vital nasional dan instalasi strategis yang rawan terhadap aksi sabotase, sehingga harus dilindungi. kegiatan spionase dilakukan oleh agen-agen rahasia dalam mencari dan mendapatkan rahasia pertahanan negara dari negara lain 

5) Aksi terror 
merupakan bentuk kegiatan terorisme yang mengancam keselamatan bangsa dengan menebarkan rasa ketakutan yang mendalam serta menimbulkan korban tanpa mengenal rasa perikemanusiaan 

6) Ancaman keamanan laut dan udara 
Kondisi geografi Indonesia dengan wilayah perairan serta wilayah udara Indonesia yang terbentang pada pelintasan transportasi dunia yang padat, baik transportasi maritim maupun dirgantara, berimplikasi terhadap tingginya potensi gangguan ancaman keamanan laut dan udara. 

7) Konflik komunal  
Gangguan keamanan dalam negeri yang terjadi antar kelompok masyarakat 

C. Rangkuman 

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa : 
  1. Ancaman dalam bidang ideologi yaitu,  ancaman yang ingin menggantikan Pancasila dengan Ideologi lain  
  2. Ancaman politik dapat dilihat dari gerakan separatis, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat Indonesia yang ingin memisahkan diri dari negara Indonesia 
  3. Ancaman dalam bidang ekonomi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu internal dan eksternal 
  4. Ancaman dalam bidang sosial budaya di dorong oleh isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan. Ancaman ditandai dengan masuknya nilai-nilai budaya luar negeri yang dapat merusak nilai-nilai budaya di Indonesia 
  5. Ancaman militer merupakan ancaman yang dapat membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan bangsa Indonesia 

D. Penugasan Mandiri  

Sekarang ini sering terjadi  kasus-kasus yang bernuansa politik yang berpotensi melumpuhkan integrasi nasional seperti kerusuhan yang disebabkan ketidakpuasan terhadap hasil Pilkada. Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kewaspadaan akan hal tersebut, coba kalian identifikasi kasus-kasus tersebut dan tuliskan hasil identifikasi kalian pada tabel di bawah ini. 

E. Latihan Soal   

Untuk mengukur sejauh mana tingkat penguasaan materi dalam Modul ini, Silahkan Kalian menjawab Latihan soal berikut ini! 

Pilihlah salah satualternatif  jawaban yang dianggap paling Benar  ! 

1. Suatu usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan yang dilakukan secara konsepsional, kriminal, serta politik di sebut.. 
A. Ancaman  
B. Tantangan 
C. Hambatan 
D. Gangguan 
E. Perseteruan 

2. Komunsime salah bentuk ancaman yyang pernah terjadi di Indonesia. Gerakan komunisme merupakan ancaman dalam bidang 
A. Ideologi 
B. Politik 
C. Ekonomi 
D. Sosial budaya 
E. Pertahanan dan keamanan 

3. Bentuk ancaman dengan jalan menggalang kekuatan untuk melemahkan kekuasaan pemeritah. Ancaman ini berdimensi … 
A. Ideologi 
B. Politik 
C. Ekonomi 
D. Sosial budaya 
E. Pertahanan dan keamanan 
 
4. Yang harus di hindari dalam ekonomi kerakyatan antara lain.. 
A. Mendorong perekonomian rakyat 
B. Negara beserta aparatur negara bersifat dominan dan mematikan potensi dan daya kreasi unit – unit ekonomi diluar sektor negara 
C. Membantu sektor usaha kecil dan menengah dengan bantuan pelaku usaha yang besar 
D. Membuka pasar untuk perdagangan bebas  
E. Meningkatkan usaha koperasi untuk kesejahteraan rakyat 
 
5. Perhatikan hal – hal berikut ini  
I. Munculnya sifat hedonisme yaitu kenikmatan hidup pribadi yang dianggap sebagai suatu nilai hidup tertinggi 
II. Adanya sikap hidup toleransi di dalam hidup bermasyarakat sebagai perwujudan sikap demokratis 
III. Munculnya gejala westernisasi, yaitu gaya hidup yang selalu berorientasi kepada budaya barat 
IV. Memudarnya sikap gotong royong akibat pengaruh globalisasi 
V. Gaya hidup konsumtif, akibat semakin meningkatnya produksi barang – barang dari luar negeri 
Ancaman yang timbul di bidang sosial  budaya akibat pengaruh negatif globalissai ditunjukkan oleh nomor… 
A. I, II, dan III 
B. II, III, dan IV 
C. III, IV dan V 
D. I, III, dan V 
E. II, IV dan V 
 
Kunci Jawaban
1. A 
2. A 
3. B 
4. B 
5. D 
 
Pembahasan  Soal
1. Dalam membangun integrasi nasional, Bangsa Indonesia selalu dihadapkan pada ATHG, yaitu: 
1) Ancaman, merupakan suatu hal atau usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan yang dilakukan secara konsepsional, kriminal, serta politik. 
2) Tantangan, merupakan suatu hal atau usaha yang bertujuan atau bersifat menggugah kemampuan 
3) Hambatan, merupakan suatu hal atau usaha berasal dari diri sendiri yang bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional 
4) Gangguan, merupakan usaha dari luar yang bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional. 
 
2. Usaha untuk mengganti pancasila dengan ideologi komunis pernah dilakukan dua kali  oleh Partai Komunis Indonesia (PKI)yaitu, pertama pemberontakan PKI di Madiun, Jawa Timur pada tahun 1948. Pemberontakan ini dipimpin oleh Muso, yang inin membentuk Republik Soviet Indonesia. 
 
3. Ancaman yang berdimensi politik yang bersumber dari dalam negeri dapat berupa penggunaan kekuatan berupa pengerahan massa untuk  menumbangkan suatu pemerintahan yang berkuasa, atau menggalang kekuatan politik untuk melemahkan kekuasaan pemerintah. 
 
4. Ekonomi kerakyatan sangat menghindari: 
1) Sistem Free fight liberalism yang hanya menguntungkan pelaku ekonomi kerakyatan. 
2) Sistem etatisme, dalam arti negara beserta aparatur negara bersifat dominan dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara. 
3) Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat dan bertantangan dengan cita-cita keadilan sosial. 
 
5. Ancaman dari luar timbul sebagai akibat dari pengaruh negatif globalisasi, diantaranya adalah:  
1) Munculnya gaya hidup konsumtif dan selalu mengkonsumsi barang-barang dari luar negeri. 
2) Munculnya sifat hedonisme, yaitu kenikmatan pribadi dianggap sebagai suatu nilai hidup tertinggi.. 
3) Adanya sikap individualisme, yaitu sikap selalu mementingkan diri sendiri serta memandang orang lain itu tidak ada dan tidak bermakna.  
4) Munculnya gejala westernisasi, yaitu gaya hidup yang selalu berorientasi kepada budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu,  
5) Semakin memudarnya semangat gotong royong, solidaritas, kepedulian dan kesetiakawanan sosial. 
6) Semakin lunturnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat. 
 

F. Penilaian Diri 

Setelah Kalian  mempelajari materi Modul  ini, Silahkan Kalian mengisi kolom pada  tabel 1. Penilaian Diri tentang Sikap dan Pemahaman Kalian terhadap Materi Modul ini  Catatan : 
  1. Berilah tanda  check (√) pada Kolom YA tau TIDAK 
  2. Dalam mengisi tabel mohon dilakukan dengan tanggungjawab dan penuh kejujuran.  
  3. Jika Jawaban Kalian cenderung menjawab “YA”, Kalian dapat melanjutkan pembelajaran ke Modul selanjutnya dan sebaliknya jia Jawaban dominan “TIDAK”, 
Kalian dapat melakukan Pembelajaran Ulang (review) pada materi pembelajaran 1 
 
Tabel 1. Penilaian Diri tentang Pemahaman Materi 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Ancaman terhadap Integrasi Nasional Mapel PKn kelas 11 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Ancaman terhadap Integrasi Nasional File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com


      Pencarian yang paling banyak dicari
      • ancaman integrasi nasional di bidang politik
      • contoh ancaman terhadap integrasi nasional
      • ancaman integrasi nasional di bidang sosial budaya
      • ancaman integrasi nasional di bidang pertahanan dan keamanan
      • pengertian ancaman terhadap integrasi nasional
      • ancaman terhadap integrasi nasional merupakan sesuatu yang dapat membahayakan persatuan dan kesatuan
      • ancaman integrasi nasional di bidang ekonomi
      • ancaman non-militer
      • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022