Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA

Materi Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA - Halo adik adik yang baik apa kabar? semoga dalam keadan baik baik saja. Kebetulan kali ini kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi yang sudah disiapkan yaitu materi tentang Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta). Materi ini dari mata pelajaran Biologi yang dilengkapi juga dengan latihan soal serta kunci jawaban untuk adik adik kelas X SMA/MA. Semoga bermanfaat yah.

Materi Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA
Materi Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA

Para siswa hebat, selamat berjumpa kembali dengan modul pembelajaran biologi. Setelah memahami beberapa materi yang sudah kalian pelajari sebelumnya, kali ini kita akan menjelajahi pengetahuan tentang Kingdom Plantae atau lebih dikenal dengan dunia tumbuhan. Plantae ialah salah satu organisme eukariotik multiseluler yang mempunyai dinding sel dan klorofil. Klorofil yaitu zat hijau daun yang fungsinya untuk fotosintesis yang sehingga tumbuhan mampu membuat makanannya sendiri atau yang sifatnya autotrof.  

Dengan modul ini diharapan peserta didik mampu menganalisis macam - macam dunia tumbuhan.Modul ini mencakup beberapa materi pembelajaran antara lain tentang ciriciri, cara reproduksi, pergiliran keturunan (metagenesis), klasifikasi dan peranan dari berbagai tumbuhan, yaitu tumbuhan lumut, tumbuhan paku serta tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbiji tertutup. 

Istilah

  • Antheridium : Gamet jantan yang menghasilkan sperma pada tumbuhan 
  • Arkegonium : Gamet betina yang menghasilkan ovum pada tumbuhan 
  • Autotrof : Organisme yang dapat memproduksi makanannya sendiri 
  • Benang sari : Alat reproduksi jantan. Terletak pada bunga 
  • Bunga : Merupakan bakal buah dan berfungsi dalam reproduksi seksual. Terdapat pada  angiospermae 
  • Divisi : Pengklasifikasian mahluk hidup 
  • Eksospora : Lapisan luar dinding spora yang menutup epispora 
  • Embrio : Organisme yang hidup pada awal pertumbuhan 
  • Endospora : Sel resisten terselubung tebal yang dihasilkan oleh sel bakteri 
  • Eukariotik : Sel yang memiliki membran inti 
  • Fertilisasi : Peleburan antara gamet jantan dan gamet betina 
  • Floem  : Pembuluh angkut yang berfungsi mengangkut hasil fotosintesis 
  • Fotosintesis : Proses produksi makanan dengan bantuan cahaya matahari. 
  • Gamet : Sel kelamin reproduktif yang matang 
  • Gametangium : Tempat pembentukan gamet 
  • Gametofit : Proses pembuatan gamet 
  • Gemma : Reproduksi dengan cara aseksual dengan sel pada lumut hati yang merupakan struktur seperti mangkok dipermukaan 
  • Kambium : Lapisan jaringan pada tumbuhan yang selnya aktif membelah dan menyebabkan pertumbuhan skunder 
  • Klorofil : Zat hijau pada daun yang berperan dalam fotosintesis 
  • Kormus : Vegetasi yang telah dapat dibedakan bagian-bagiannya 
  • Kutikula : Lapisan bukan sel yang berada di atas lapisan epidermis 
  • Metagenesis : Pergiliran keturunan pada tumbuhan 
  • Multiseluler : Organisme bersel banyak 
  • Organisme : Individu mahluk hidup 
  • Polinasi : Jatuhnya serbuk sari ke kepala putik 
  • Produsen : Organisme yang berperan sebagai penghasil senyawa organic 
  • Protalium : Tahap perkembangan dari tumbuhan paku 
  • Protonema  : Tahap perkembangan dari tumbuhan lumut 
  • Rizoid : Semacam akar yang berfungsi menyerap air pada lumut 
  • Sorus : Kumpulan kotak spora 
  • Spora : Satu atau beberapa sel yang terbungkus oleh lapisan pelindung 
  • Sporofit : Fase pembentukan spora pada paku 
  • Stolon : Modifikasi batang yang tumbuh menyamping dan di ruasruasnya tumbuh bakal tanaman baru 
  • Strobilus : Alat reproduksi generatif pada gymnospermae 
  • Talus :  Struktur tubuh tumbuhan yang belum dapat dibedakan antara batang, akar, dan daun 
  • Xylem : Bagian tumbuhan yang berfungsi mengangkut air dan mineral 
  • Zigot : Sel yang terbentuk sebagai hasil meleburnya dua sel kelamin yang telah masak 

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 3 ini diharapkan 
  1. Mendiskripsikan ciri-ciri umum tumbuhan  berbiji (Spermatophyta) 
  2. Menyusun klasifikasi tumbuhan berbiji 
  3. Mengumpulkan informasi tentang manfaat Spermatophyta bagi manusia  

B. Uraian Materi 

Dalam pembelajaran ini setelah disajikan berbagai macam gambar tumbuhan biji kalian diharapkan dapat mengidentifikasi prinsip penggolongan tumbuhan dan dapat menjelaskan ciri- ciri tumbuhan biji. 

Ciri –ciri Tumbuhan Biji 
  • Telah memiliki akar, batang dan daun sejati serta berkas pengangkut sehingga termasuk ke dalam kelompok Tracheophyta. 
  • Tubuhnya makroskopis dengan ukuran yang bervariasi. Dapat berupa semak, perdu, pohon, atau liana. 
  • Alat perkembangbiakan jelas antara jantan dan betina yang berupa bunga atau strobilus, dan dalam reproduksinya akan menghasilkan biji yang di dalamnya terdapat embrio. 
  • Generasi saprofitnya berupa tumbuhan dan generasi gametofitnya berupa bunga 
1. Spermatophyta (Tumbuhan Biji) 


Spermatophyta berasal dari bahasa yunani, yaitu sperma yang berarti biji, dan phyton yang berarti tumbuhan. Meliputi semua tumbuhan berpembuluh yang bereproduksi secara generatif dengan membentuk biji. Di dalam biji terdapat calon individu baru (embrio sporofit atau lembaga) beserta cadangan makanan yang terbungkus oleh lapisan pelindung. Spermatophyta merupakan anggota plantae sejati dan menghasilkan biji untuk perkembangbiakannya (kormofita berbiji ) sedang alat perkembangbiakannya tampak jelas dapat diamati sehingga disebut sebagai Phanerogamae. Tumbuhan berbiji meliputi semua tumbuhan yang menghasilkan biji. Tumbuhan ini memiliki arti penting bagi organisme lain di bumi. Bahan makanan manusia dan hewan banyak yang berasal dari tumbuhan berbiji. 
 
Ciri-ciri Tumbuhan Biji Secara Umum 
  • Memiiki biji. 
  • Memiliki berkas pengangkut (xilem dan floem) 
  • Merupakan tumbuhan kormophyta (memiliki akar, batang dan daun sejati) 
  • Menghasilkan bunga (Anthophyta). 
  • Bersifat autotrof. 
  • Alat perkembangbiakan sudah jelas antara jantan dan betina yang berupa bunga atau strobilus. 
  • Generasi saprofitnya berupa tumbuhan dan generasi gametofitnya berupa bunga. 
Reproduksi dan Siklus Hidup Tumbuhan Biji 

Perkembangbiakan tumbuhan biji terjadi secara generatif (seksual) dengan membentuk biji yang diawali dengan pembentukan gamet (gametogenesis), penyerbukan (polinasi), peleburan gamet jantan dan betina (fertilisasi) yang menghasilkan Misal, kemudian menjadi embrio. Perkembangan secara vegetatif (aseksual) dengan organ-organ vegetatif seperti tunas, tunas adventif, rhizoma, dan stolon. 
 
Gymnospermae bereproduksi secara generatif (seksual) dengan membentuk biji. Alat reproduksinya berupa strobilus terbentuk ketika tumbuhan sudah dewasa. Gymnospermae mengalami pembuahan tunggal. 
 
Angiospermae memiliki alat perkembangbiakan yaitu berupa bunga. Reproduksi pada Angiospermae diawali dengan adanya proses penyerbukan (menempelnya serbuk sari pada kepala putik) dan proses pembuahan (penyerbukan sel telur dan kantong lembaga pada bakal biji dengan inti yang berasal dari serbuk sari). Selanjutnya zigot berkembang menjadi embrio dan kemudian menjadi buah. Pembuahan yang terjadi pada Angiospermae disebut pembuahan ganda, karena dua inti generatif (sperma) masing-masing membuahi sel telur yang akan menjadi lembaga dan inti kandung lembaga menjadi endosperm. 
 
 
Klasifikasi Spermatophyta 
 
a. Gymnospermae (Berbiji terbuka) 

Disebut biji terbuka karena bijinya tidak ditutupi oleh daging buah. Gymnospremae umumnya memiliki struktur daun tebal, banyak cabang, tudung daun membentuk kerucut, dan belum memiliki bunga sesungguhnya. Reproduksi generatif  terjadi satu kali pembuahan (pembuahan tunggal) yang menghasilkan zygot. Waktu antara penyerbukan dan pembuahan berlangsung relatif lama. 
 
Ciri-ciri gymnospermae: 
  1. Memiliki bakal biji yang tidak tertutup oleh daun buah. 
  2. Berupa perdu atau pohon, batang dapat tumbuh membesar dan bercabang-cabang. 
  3. Belum memiliki bunga sejati (hanya berupa strobilus jantan dan betina). 
Gymnospermae mempunyai 4 divisi, yaitu: 

1) Kelas Cycadophyta 

Tumbuhan ini merupakan tumbuhan biji yang primitif, hidup di daerah tropis dan subtropis. Di Indonesia kita kenal pakis haji (Cycas rumphii) merupakan tanaman hias, akarnya bersimbiosis dengan ganggang biru (Anabaena) yang dapat mengikat nitrogenPerkembangan dari 
Pteridophyta. Memiliki daun yang besar seperti tumbuhan palem. 
 
2) Kelas Ginkgophyta 

Sebagian besar sudah punah yang ada ginko biloba.Ginkgo (gingko biloba) merupakan spesies tunggal dari salah satu divisio anggota tumbuhan berbiji terbuka yang pernah tersebar luas di dunia. Pada masa kini tumbuhan ini diketahui hanya tumbuh liar di Asia Timur Laut, namun telah tersebar luas di berbagai tempat beriklim sedang lainnya sebagai pohon penghias taman atau pekarangan. Bentuk tumbuhan modern ini tidak banyak berubah dari fosil-fosilnya yang ditemukan.  
 
3)  Kelas Peniphyta 

Memiliki daun berbentuk seperti jarum dan selalu berwarna hijau sepanjang tahun. Contoh : taxus baccata, agathis alba, arau caria cunninghamii. 
 
4) Kelas Gnetophyta 

Berupa pohon dengan banyak cabang dan dengan daun tunggal juga memiliki bunga majemuk. 
Contoh : Melinjo dan ephedra altissima 
 
Gambar 11. Beberapa tanaman Gymnospermae 

2. Angiospermae (Berbiji tertutup) 

Disebut biji tertutup karena bijinya terbungkus oleh daging buah. Memiliki alat reproduksi berupa bunga sempurna (benang sari, putik, bakal buah, bakal biji, mahkota, kelopak, dan tangkai). Reproduksi generatif mengalami dua kali pembuahan (pembuahan ganda) yang menghasilkan zygot (pembuahan inti generatif/sperma dengan ovum) dan endosperm (pembuahan inti generatif/sperma dengan kandung lembaga skunder). Pada umumnya tumbuhan ini berupa pohon, perdu, semak, liana, atau herba. 
 
Ciri-ciri Angiospermae: 
  • Bakal biji diselubungi daun buah yang merupakan bakal buah. 
  • Berupa herba, perdu, atau pohon. 
  • Mempunyai organ yang berupa bunga lengkap (terdapat kelopak bunga, mahkota bunga, serta alat kelamin berupa benang sari dan putik). 
Klasifikasi Angiospermae: 
Angiospermae dibagi menjadi 2 kelas, yaitu: 

a. Kelas Monocotyledoneae 

Ciri-ciri kelas Monocotyledoneae adalah sebagai  berikut : 
  1. Berbiji tunggal (hanya memiliki 1 daun lembaga), sistem akar serabut, batang sama besar dan tidak bercabang. 
  2. Daun tunggal berpelepah dan bertulang sejajar. Bagian bunga kelipatan tiga. 
  3. Akar dan batang tidak berkambium, sehingga tidak dapat tumbuh membesar. 
  4. Xilem dan floem tersebar. 
Contoh kelas monocotyledoneae adalah : Oryza sativa(padi), Zea mays (jangung), dan Cocos nucifera (kelapa) 
 
b. Kelas Dicotyledoneae 

Ciri-ciri kelas dicotyledoneae adalah sebagai berikut : 
  1. Berkeping dua (memiliki dua daun lembaga), memiliki akar tunggang. 
  2. Batang kerucut panjang, bercabang dan berkambium. 
  3. Daun tunggal atau majemuk, tulang daun menyirip atau menjari. 
  4. Bagian bunga kelipatan dua, empat atau lima. 
  5. Memiliki kambium sehingga dapat mengalami pertumbuhan sekunder (pertumbuhan melebar), xilem dan floem tersusun dalam lingkaran. 
Contoh kelas dicotyledoneae: Mangifera indica (mangga),Manihot utilissima   
(ketela pohon), dan Psidium guajava (jambu biji) 
 

C. Rangkuman 

  1. Spermatophyta berasal dari bahasa yunani, yaitu sperma yang berarti biji, dan phyton yang berarti tumbuhan. Meliputi semua tumbuhan berpembuluh yang bereproduksi secara generatif dengan membentuk biji. Di dalam biji terdapat calon individu baru (embrio sporofit atau lembaga) beserta cadangan makanan yang terbungkus oleh lapisan pelindung. Spermatophyta merupakan anggota plantae sejati dan menghasilkan biji untuk perkembangbiakannya (kormofita berbiji ) sedang alat perkembangbiakannya tampak jelas dapat diamati sehingga disebut sebagai Phanerogamae. Tumbuhan berbiji meliputi semua tumbuhan yang menghasilkan biji. 
  2. Perkembangbiakan tumbuhan biji terjadi secara generatif (seksual) dengan membentuk biji yang diawali dengan pembentukan gamet (gametogenesis), penyerbukan (polinasi), peleburan gamet jantan dan betina (fertilisasi) yang menghasilkan Misal, kemudian menjadi embrio. Perkembangan secara vegetatif (aseksual) dengan organ-organ vegetatif seperti tunas, tunas adventif, rhizoma, dan stolon. 
  3. Gymnospermae bereproduksi secara generatif (seksual) dengan membentuk biji. Alat reproduksinya berupa strobilus terbentuk ketika tumbuhan sudah dewasa. Gymnospermae mengalami pembuahan tunggal. 
  4. Angiospermae memiliki alat perkembangbiakan yaitu berupa bunga. Reproduksi pada Angiospermae diawali dengan adanya proses penyerbukan (menempelnya serbuk sari pada kepala putik) dan proses pembuahan (penyerbukan sel telur dan kantong lembaga pada bakal biji dengan inti yang berasal dari serbuk sari). Selanjutnya zigot berkembang menjadi embrio dan kemudian menjadi buah. Pembuahan yang terjadi pada Angiospermae disebut pembuahan ganda, karena dua inti generatif (sperma) masing-masing membuahi sel telur yang akan menjadi lembaga dan inti kandung lembaga menjadi endosperm Tumbuhan ini memiliki arti penting bagi organisme lain di bumi. Bahan makanan manusia dan hewan banyak yang berasal dari tumbuhan berbiji 

D. Penugasan Mandiri (optional) 

Dalam kegiatan ini, kalian diminta untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang berbagai jenis tumbuhan yang ada di sekitar tempat tinggalmu kemudian menuliskannya di dalam tabel. Dengan kegiatan ini diharapkan kalian dapat menjelaskan berbagai jenis tumbuhan dan memprediksi jenis tumbuhan berdasarkan ciri yang teramati, hasilnya silahkan diisikan kedalam table berikut 
 

E. Latihan Soal  

Pilihlah satu jawaban yang paling benar 

1. Bagian bunga tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) tempat terjadinya pembuahan disebut .... 
A. dasar putik  
B. mikrofil 
C. kotak sari 
D. putik 
E. serbuk sari 

2. Perhatikan ciri tumbuhan berikut! 
  1. Terjadi pembuahan ganda 
  2. Bakal biji terbungkus oleh daun buah     
  3. Berkeping biji 
  4. Daun kaku dan sempit 
Berdasarkan ciri di atas, yang termasuk ciri tumbuhan biji tertutup yaitu nomor... 
A. 3 dan 4 
B. 1,2, dan 3    
C. 1 dan 3 
D. 1,2, dan 4 
E. 2 dan 4 
 
3. Semua jenis spermatophyte dapat menghasilkan....       
A. Strobilus 
B. Spora 
C. Biji 
D. Bunga  
E. Rizoid 
 
4. Yang termasuk ke dalam kelompok Gymnospermae yaitu... 
A. alang-alang, pakis haji, dammar, cemara 
B. damar, pinus, cemara, pisang 
C. pinang, pakis haji, cemara, pinus 
D. pinus, dammar, pakis haji, melinjo  
E. damar, melinjo, alang-alang, pakis haji 

5. Perhatikan ciri spermatophyta berikut! 
  1. Akar tunggang 
  2. Bakal biji terlihat 
  3. Akar serabut 
  4. Bakal biji tak terlihat 
  5. Pembuahan tunggal 
Berdasarkan data tersebut yang termasuk ciri Gymospermae yaitu nomor.... 
A. 2 saja 
B. 1, 2 dan 5 
C. 2, 3 dan 5 
D. 1, 4 dan
E. 1 saja  5 

 
6. Pinus masuk dalam golongan tumbuhan conifer, karena mempunyai... 
A. Daun yang kacil dan kaku seperti jarum 
B. Bunga jantan dan bunga betina 
C. Strobilus jantan dan betina 
D. Bunga berbentuk kerucut 
E. Bunga sempurna 
 
7. Tumbuhan berbiji tertutup dari kelas dikotil berdasarkan ada tidaknya daun mahkota bunga dibagi menjadi 3 subkelas, yaitu ... 
A. Piperaceae, cannaceae, dan fagaceae 
B. Monokotil, monoklamida, dan dialipetala 
C. Monoklamida, simpetala, dan dialipetala 
D. Dialipetala, monoklamida, dan cycadinae 
E. Piperceae, cycadinae, Dialipetala 
 
8. Monokotil dapat dibedakan dari dikotil berdasarkan ciri-ciri khas yang terdapat pada semua struktur di bawah ini, kecuali.... 
A. susunan akarnya 
B. susunan anatomi pembuluh batangnya 
C. morfologi bunganya 
D. sifat haploid sel kelaminnya 
E. tipe biji 
 
Kunci Jawaban dan Pembahasan Soal Latihan 

1. A
Tahap reproduksi generatif pada tumbuhan Angiospermae  setelah terjadinya  penyerbukan  adalah  pembuahan  atau  fertilisasi. Pembuahan merupakan proses meleburnya inti sperma dan ovum (sel telur) yang terjadi pada dasar putik untuk membuat embrio tumbuhan. 

2. B
mempunyai bunga. daunnya pipih, lebar dengan susunan tulang beraneka ragam. bakal biji atau biji tidak terlihat. 
selisih waktu antara penyerbukan dan pembuahan relatif singkat. 
adanya pembuahan ganda 
Bakal biji terbungkus oleh daun buah    

3. C
Spermatophyta (Yunani, sperma=biji , phyton=tumbuhan) adalah kelompok tumbuhan yang memiliki biji 

4. D
pinus, dammar, pakis haji, melinjo  

5. B
  • Akar tunggang 
  • Memiliki bakal biji yang tidak tertutup oleh daun buah. 
  • Berupa perdu atau pohon, batang dapat tumbuh membesar dan bercabang-cabang. 
  • Belum memiliki bunga sejati (hanya berupa strobilus jantan dan betina). 
  • Pembuahan tunggal 
6. C
Lihat pembahasan nomor 6 

7. C
Dicotyledoneae dapat dibedakan dalam 3 sub kelas : Monochlamyceae(Apetalae), Dialypetalae, dan Sympetalae, yang perbedaannya terletak dalam ada dan tidaknya daundaun mahkota (petalae) dan bagaimana susunan daun-daun mahkota tersebut 

8. D
Perbedaan Monokotil dan Dikotil ( Lihat table dibawah ini) 
 

F. Penilaian Diri 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggungjawab! 
 

Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak".  Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya. 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com

    Pencarian yang paling banyak dicari
    • reproduksi tumbuhan berbiji
    • contoh tumbuhan berbiji terbuka
    • ciri-ciri tumbuhan berbiji
    • spermatophyta adalah
    • klasifikasi spermatophyta
    • klasifikasi spermatophyta berdasarkan karakteristik bijinya
    • contoh tumbuhan angiospermae
    • struktur tubuh spermatophyta
    • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022