Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Tumbuhan Paku (Pterydophyta) Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA

Materi Tumbuhan Paku (Pterydophyta) Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA - Hai adik adik dimana saja berada jangan lupa jaga kesehatan ya dengan cara mengikuti protokol kesehatan yang disarankan pemerintah dengan cara menggunakan masker, menjaga jarak dan tentunya mencuci tangan untuk memutuskan mata rantai penularan virus covid 19. Oiya pada kesempatan yang baik ini kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi Tumbuhan Paku (Pterydophyta) dari  mata pelajaran Biologi kelas 10 SMA/MA. Semoga bermanfaat yah!!

Materi Tumbuhan Paku (Pterydophyta) Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA
Materi Tumbuhan Paku (Pterydophyta) Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA

Para siswa hebat, selamat berjumpa kembali dengan modul pembelajaran biologi. Setelah memahami beberapa materi yang sudah kalian pelajari sebelumnya, kali ini kita akan menjelajahi pengetahuan tentang Kingdom Plantae atau lebih dikenal dengan dunia tumbuhan. Plantae ialah salah satu organisme eukariotik multiseluler yang mempunyai dinding sel dan klorofil. Klorofil yaitu zat hijau daun yang fungsinya untuk fotosintesis yang sehingga tumbuhan mampu membuat makanannya sendiri atau yang sifatnya autotrof.  

Dengan modul ini diharapan peserta didik mampu menganalisis macam - macam dunia tumbuhan.Modul ini mencakup beberapa materi pembelajaran antara lain tentang ciriciri, cara reproduksi, pergiliran keturunan (metagenesis), klasifikasi dan peranan dari berbagai tumbuhan, yaitu tumbuhan lumut, tumbuhan paku serta tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbiji tertutup. 

Istilah

  • Antheridium : Gamet jantan yang menghasilkan sperma pada tumbuhan 
  • Arkegonium : Gamet betina yang menghasilkan ovum pada tumbuhan 
  • Autotrof : Organisme yang dapat memproduksi makanannya sendiri 
  • Benang sari : Alat reproduksi jantan. Terletak pada bunga 
  • Bunga : Merupakan bakal buah dan berfungsi dalam reproduksi seksual. Terdapat pada  angiospermae 
  • Divisi : Pengklasifikasian mahluk hidup 
  • Eksospora : Lapisan luar dinding spora yang menutup epispora 
  • Embrio : Organisme yang hidup pada awal pertumbuhan 
  • Endospora : Sel resisten terselubung tebal yang dihasilkan oleh sel bakteri 
  • Eukariotik : Sel yang memiliki membran inti 
  • Fertilisasi : Peleburan antara gamet jantan dan gamet betina 
  • Floem  : Pembuluh angkut yang berfungsi mengangkut hasil fotosintesis 
  • Fotosintesis : Proses produksi makanan dengan bantuan cahaya matahari. 
  • Gamet : Sel kelamin reproduktif yang matang 
  • Gametangium : Tempat pembentukan gamet 
  • Gametofit : Proses pembuatan gamet 
  • Gemma : Reproduksi dengan cara aseksual dengan sel pada lumut hati yang merupakan struktur seperti mangkok dipermukaan 
  • Kambium : Lapisan jaringan pada tumbuhan yang selnya aktif membelah dan menyebabkan pertumbuhan skunder 
  • Klorofil : Zat hijau pada daun yang berperan dalam fotosintesis 
  • Kormus : Vegetasi yang telah dapat dibedakan bagian-bagiannya 
  • Kutikula : Lapisan bukan sel yang berada di atas lapisan epidermis 
  • Metagenesis : Pergiliran keturunan pada tumbuhan 
  • Multiseluler : Organisme bersel banyak 
  • Organisme : Individu mahluk hidup 
  • Polinasi : Jatuhnya serbuk sari ke kepala putik 
  • Produsen : Organisme yang berperan sebagai penghasil senyawa organic 
  • Protalium : Tahap perkembangan dari tumbuhan paku 
  • Protonema  : Tahap perkembangan dari tumbuhan lumut 
  • Rizoid : Semacam akar yang berfungsi menyerap air pada lumut 
  • Sorus : Kumpulan kotak spora 
  • Spora : Satu atau beberapa sel yang terbungkus oleh lapisan pelindung 
  • Sporofit : Fase pembentukan spora pada paku 
  • Stolon : Modifikasi batang yang tumbuh menyamping dan di ruasruasnya tumbuh bakal tanaman baru 
  • Strobilus : Alat reproduksi generatif pada gymnospermae 
  • Talus :  Struktur tubuh tumbuhan yang belum dapat dibedakan antara batang, akar, dan daun 
  • Xylem : Bagian tumbuhan yang berfungsi mengangkut air dan mineral 
  • Zigot : Sel yang terbentuk sebagai hasil meleburnya dua sel kelamin yang telah masak 

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan 
  1. Mendeskripsikan ciri-ciri umum tumbuhan paku(Pteridophyta) 
  2. Menggambar siklus hidup tumbuhan paku-pakuan  
  3. Menyusun klasifikasi tumbuhan paku-pakuan 
  4. Menjelaskan peran tumbuhan paku bagi kehidupan 

B. Uraian Materi 

1. Ciri – ciri Tumbuhan Paku ( Pteridophyta ) 


Tumbuhan paku merupakan salah satu kelompok tumbuhan yang tertua yang masih dapat dijumpai di daratan. Tumbuhan berkormus adalah tumbuhan yang memiliki batang, akar, dan daun yang sebenarnya. Artinya, batang, akar, dan daunnya sudah memiliki pembuluh angkut xilem dan floem.  
 
Ciri – ciri tumbuhan paku sebagai berikut : 
  • Sudah mempunyai akar, batang, dan daun yang jelas. 
  • Pada batang sudah terdapat jaringan pengangkut, dengan sistem konsentris. 
  • Terjadi metagenesis. 
  • Generasi sporofit mempunyai akar sejati, berumur panjang dan merupakan keturunan generatif. 
  • Generasi gametofitnya adalah protalium, tidak mempunyai akar sejati, serta mempunyai anteridium dan arkegonium. 
  • Embrionya berkutub satu 
  • Ujung daun paku yang muda umumnya menggulung. 
  • Akar paku berupa akar serabut, terdapat kaliptra, tipe pembuluh angkut konsentrik. 
  • Batang umumnya berupa akar tongkat, kecuali pada paku tiang dan sejenisnya. 
  • Daun paku dapat dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil, tetapi dapat juga dibedakan menjadi sporofil dan tropofil 
2. Reproduksi Tumbuhan Paku ( Ptridophyta ) 

Tumbuhan paku dapat melakukan reproduksi secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif). 
  • Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan spora di dalam sporangium dan menggunakan rizom. Rizom akan membentuk tunas-tunas tumbuhan paku yang berkoloni. 
  • Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan spermatozoid di dalam anteridium dan ovum di dalam arkegonium. Fertilisasi antara spermatozoid dan ovum akan menghasilkan zigot yang akan tumbuh menjadi sporofit atau tumbuhan paku 
Tumbuhan paku mengalami metagenesis antara generasi gametofit dan generasi sporofit.  
 
Secara umum, tahapan metagenesis pada tumbuhan paku adalah sebagai berikut : 
  • Spora paku haploid (n) yang jatuh di tempat lembap akan berkecambah dan berkembang menjadi protalium (gametofit) yang juga haploid (n). 
  • Protalium akan membentuk anteridium (n) dan arkegonium (n). Di dalam anteridium dibentuk spermatozoid (n), sedangkan di dalam arkegonium dibentuk ovum (n). 
  • Jika terjadi fertilisasi antara spermatozoid dan ovum, akan terbentuk zigot yang diploid (2n). 
  • Zigot akan tumbuh menjadi sporofit atau tumbuhan paku yang diploid (2n). Sporofit selanjutnya akan membentuk sporofil (daun pembentuk spora) yang juga diploid (2n). 
  • Sporofil (2n) akan membentuk sporangium (2n). Di dalam sporangium terdapat sel induk spora (2n) yang akan membelah secara meiosis membentuk spora haploid (n). 






 
Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan dikenal 3 jenis tumbuhan paku, yaitu: 
  • Paku Homospora (Isospora), Merupakan kelompok tumbuhan paku yang hanya menghasilkan satu jenis spora saja, misalnya paku kawat (Lycopodium clavatum).  
  • Paku Heterospora, Merupakan kelompok tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yaitu: mikrospora (jantan) dan makrospora (betina), misalnya paku rane (Selaginella wildenowii) dan semanggi (Marsilea crenata). 
  • Paku Peralihan, Merupakan kelompok tumbuhan paku yang menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama (isospora) tetapi memiliki fungsi berbeda yaitu sebagian jantan dan sebagian betina (heterospora), misalnya paku ekor kuda (Equisetum debile). 
Tumbuhan paku mengalami daur hidup seperti halnya tumbuhan lumut. Namun, pada tumbuhan paku, generasi sporofit adalah adalah generasi yang dominan dalam daur hidupnya. 
 
3. Klasifikasi Tumbuhan Paku ( Ptridophyta ) 

Tumbuhan paku diklasifikasikan berdasarkan ciri tubuhnya menjadi empat subdivisi, yaitu: 

a. Paku Purba/Telanjang (Psilopsida) 

Dikatakan telanjang karena tidak berdaun atau daunnya kecil, ada pula yang tidak berakar sejati. Kebanyakan hidup di zaman purba dan ditemukan dalam bentuk fosil. Ada satu jenis yang sekarang masih ada tetapi hampir punah, yaitu Psilotum. 

Ciri – ciri Paku Purba: 
  • Struktur tubuhnya sederhana, dengan tinggi antara 30 cm – 1 m 
  • Umumnya tidak memiliki daun dan akar sejati, tetapi memiliki rizom yang dikelilingi oleh rizoid. Jika terdapat daun, daunnya berukuran kecil (mikrofil) seperti sisik 
  • Batang  beruas-ruas  dan  berbuku  nyata,  bercabang-cabang, berklorofil, serta memiliki jaringan pengangkut 
  • Sporangium terkumpul dalam sinangium yang terletak di ketiak daun pada ruas-ruas batang 
  • Menghasilkan satu jenis spora (paku homospora) 
  
Gambar 7. Psilotum nudum (paku purba) 

b. Paku Kawat (Lycopsida) 

Lycopsida memiliki ciri-ciri: berdaun kecil dan tersusun spiral, sporangium muncul di ketiak daun dan berkumpul membentuk strobilus (kerucut). Batangnya seperti kawat. Contohnya: Lycopodium, Selaginella, dan Isoetes. 

Lycopodiinae (paku kawat) adalah tumbuhan paku yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 
  • Memiliki daun berbentuk seperti rambut atau sisik yang tersusun rapat pada batang 
  • Batang berbentuk seperti kawat. Pada bagian ujung batang terdapat sporangium yang terkumpul dalam struktur seperti gada yang disebut strobilus 
  • Merupakan tumbuhan paku homospora atau heterospora 
  • Gametofit  bersifat biseksual (menghasilkan dua jenis alat kelamin) atau uniseksual (menghasilkan satu jenis alat kelamin) 
  • Banyak ditemukan hidup di hutan-hutan daerah tropis, baik tumbuh di permukaan tanah atau sebagai epifit 
Gambar 8. Lycopodium clavatum ( Paku Kawat ) https://roselinerasubala.wordpress.com/ 

 c. Paku Ekor Kuda (Sphenopsida) 

Sphenopsida memiliki ciri-ciri: daun kecil, tunggal dan tersusun melingkar. Sporangium terdapat dalam strobilus (kerucut). Contohnya: Equisetum dan Calamites. 

Equisetinae (paku ekor kuda) adalah tumbuhan paku dengan percabangan batang yang khas seperti uliran atau lingkaran, sehingga menyerupai ekor kuda. Ciri-ciri dari anggota Equisetinae adalah sebagai berikut : 
  • Memiliki tubuh dengan tinggi rata-rata 1 m, tetapi ada juga yang tingginya mencapai 4,5 m 
  • Sporofit berdaun kecil (mikrofil) dan berbentuk seperti sisik dengan warna agak transparan 
  • Batang beruas-ruas dan berongga, serta memiliki rizom 
  • Sporangium terkumpul di dalam badan berbentuk kerucut yang disebut strobilus 
  • Menghasilkan spora yang sama bentuknya, tetapi berbeda jenisnya (ada yang jantan dan ada yang betina), sehingga disebut paku peralihan 
  • Gametofit  berukuran  kecil  dan mengandung  klorofil,  sehingga  dapat berfotosintesis. Gametofit jantan tumbuh dari spora jantan dan menghasilkan anteridium. Sementara gametofit betina tumbuh dari spora betina dan menghasilkan arkegonium 
Gambar 9.. Equisetum sp. (paku ekor kuda) https://id.wikipedia.org/wiki/Paku_ekor_kuda 

 d. Paku Sejati (Filicinae) 

Pteropsida merupakan tumbuhan paku yang dapat dilihat di sekitar kita, yang umum disebut pakis.  

Ciri-cirinya:  
  • Daunnya besar, daun muda menggulung, sporangium terdapat pada sporofil (daun penghasil spora). 
  • Batang terdapat di bawah tanah atau berupa rizom 
  • Sporangium tersusun dalam sorus yang terletak di permukaan bawah daun, dengan posisi di sepanjang tepi daun atau di dekat tulang daun. Sorus umumnya dilindungi oleh indusium. Pada paku yang hidup di air, sporangium terdapat di dalam badan buah yang disebut sporokarpium 
  • Gametofit memiliki klorofil, dengan ukuran bervariasi. Gametofit bersifat uniseksual atau biseksual, Contohnya: paku sarang burung (Asplenium nidus), suplir (Adiantum cuneatum), semanggi (Marsilea crenata) 
Gambar 10. Paku Sarang Burung, Semanggi, Suplir https://www.google.com/search?q=paku+sejati 

4. Manfaat Tuambuhan Paku ( Ptridophyta ) 
Manfaat tumbuhan paku antara lain. 
  • Untuk tanaman hias, misalnya Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa), Asplenium nidus (paku sarang burung), Adiantum cuneatum (suplir), Selaginella wildenowii (paku rane). 
  • Untuk bahan obat-obatan, misalnya Aspidium felixmas, dan Lycopodium clavatum (paku kawat). 
  • Untuk sayuran (dapat dimakan), misalnya Marsilea crenata (paku semanggi). 
  • Sebagai pupuk hijau, misalnya Azolla pinnata dan Anabaena azollae. 
  • Sebagai pelindung tanaman pertanian, misalnya Gleichenia linearis 

C. Rangkuman 

  1. Anggota tumbuhan berpembuluh tidak berbiji adalah tumbuhan paku. Tumbuhan paku sudah termasuk ke dalam tumbuhan kormus (Cormophyta) karena sudah memiliki akar, batang, dan daun yang jelas. Akar pada paku bersifat seperti serabut yang ujungnya dilindungi oleh kaliptra (tudung akar). Batang pada sebagian besar paku tidak terlihat karena berada di dalam tanah dalam bentuk rimpang. Akan tetapi, ada pula yang memiliki batang  di permukaan tanah yang bercabang, seperti pada Cyathea. 
  2. Daun pada tumbuhan paku tampak jelas. Daunnya selalu melingkar dan bergulung pada usia muda. Tumbuhan berpembuluh tidak berbiji memiliki dua macam bentuk daun, yaitu daun yang tidak mengandung spora (tropofil), dan daun yang mengandung spora (sporofil) Di bagian bawah sporofil terdapat banyak bulatan kecil berwarna kecokelatan. Bulatan tersebut berkumpul membentuk struktur yang disebut sorus (jamak: sori). Setiap sorus terdiri atas  banyak kotak spora yang disebut sporangium.Selain terdapat pada sorus, sporangium juga terkumpul pada strobilus dan sporokarpium. Strobilus ini merupakan sporangium yang membentuk struktur seperti kerucut. 
  3. Terdapat beberapa bentuk spora pada paku yakni, paku homospora, paku heterospora, dan paku peralihan. Paku homospora menghasilkan spora dengan jenis dan ukuran yang sama, contohnya paku kawat (Lycopodium sp.). Paku heterospora menghasilkan spora dengan jenis dan ukuran berbeda, contohnya Selaginella sp. Paku peralihan menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran sama, namun berjenis kelamin jantan atau betina, contohnya paku ekor kuda (Equisetum sp.). 
  4. Perkembangbiakan tumbuhan paku dilakukan secara seksual dan aseksual. Secara seksual melalui pembentukan gamet jantan dan betina oleh alat-alat kelamin (gametangium). Gametangium jantan (anteridium) menghasilkan spermatozoid dan gametangium betina (arkegonium) menghasilkan sel telur (ovum). Tumbuhan paku juga mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). Metagenesis pada paku heterospora berbeda dengan paku homospora 

D. Penugasan Mandiri  

Dalam kegiatan ini, kalian diminta untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang berbagai jenis tumbuhan paku yang ada di sekitar tempat tinggalmu kemudian menuliskannya di dalam tabel. Dengan kegiatan ini diharapkan kalian dapat menjelaskan berbagai jenis tumbuhan paku dan memprediksi jenis tumbuhan paku berdasarkan ciri yang teramati, hasilnya silahkan diisikan kedalam table berikut 
 

E. Latihan Soal  

Pilihlah satu jawaban yang paling benar 
1. Berikut ini merupakan ciri-ciri tumbuhan: 
  1. memiliki sorus 
  2. gametofit lebih dominan 
  3. memiliki protonema 
  4. belum memiliki pembuluh angkut 
  5. tingkat sporofit lebih dominan dalam hidupnya 
  6. memiliki protalium 
Ciri-ciri tumbuhan paku adalah ….. 
A. 1, 2, dan 3 
B. 1, 5, dan 6 
C. 2, 3, dan 4 
D. 3, 4, dan 5 
E. 4, 5, dan 6 
 
2. Selaginella adalah paku heterospora karena ….. 
A. menghasilkan spora yang sama 
B. menghasilkan spora yang berbeda 
C. menghasilkan spora yang berbeda jenis 
D. menghasilkan gamet yang sama 
E. menghasilkan gamet yang berbeda 
 
3. Bagian tumbuhan Pteridophyta yang menunjukkan tingkat perkembangan lebih maju dari tumbuhan Bryophyta adalah ….. 
A. Gigi peristom 
B. Kapsul spora 
C. Jaringan steril 
D. Rhizoid multiseluler 
E. Jaringan angkut 
 
4. Daun tumbuhan paku yang berfungsi untuk fotosintesis adalah ….. 
A. Mikrofil 
B. Makrofil 
C. Tropofil 
D. Sporofil 
E. Gametofit 
 
5. Ditemukan fase-fase dari perkembangbiakan tumbuhan paku adalah seperti di bawah ini: 
1) tumbuhan paku dengan sporangium 
2) protalium 
3) spora 
4) zigot 
5) embrio 
6) tumbuhan paku muda 
Dari fase-fase perkembangbiakan paku tersebut dapat disusun secara urut adalah….. 
A. 3 – 1 – 2 – 5 – 4 – 6 
B. 3 – 4 – 5 – 2 – 6 – 1 
C. 3 – 2 – 4 – 5 – 6 – 1 
D. 3 – 2 – 5 – 4 – 6 – 1 
E. 3 – 5 – 4 – 2 – 1 – 6 

6. Perhatikan gambar daur hidup tumbuhan paku berikut. 
Pernyataan yang benar adalah ….. 
A. 2 adalah protonema, fase gametofit 
B. 2 adalah protalium, fase gametofit 
C. 4 adalah protonema, fase sporofit 
D. 4 adalah protalium, fase sporofit 
E. 3 adalah protalium, fase sporofit muda 
 
7. Daun pada tumbuhan paku yang sudah menjadi epidermis, daging daun, dan tulang daun tersebut….. 
A. Mesofil 
B. Mikrofil 
C. Makrofil 
D. Tropofil 
E. Sporofil 
 
8. Struktur pembentukkan gamet pada tumbuhan Pterydophyta terdapat pada bagian ….. 
A. Mikroprotalium 
B. Anteridium 
C. Makroprotalium 
D. Sporangium 
E. Sporogonium 
 
9. Manfaat tumbuhan paku untuk tanaman hias antara lain ….. 
A. Adiantum (paku suplir) 
B. Equisetumum (paku ekor kuda) 
C. Alsophyla (paku tiang) 
D. Azolla (paku sampan) 
E. Marselia (semanggi) 
 
10. Anggota dari tumbuhan paku di bawah ini yang termasuk paku homospora adalah ….. 
A. Filicinae (paku benar) 
B. Platyserium (paku tanduk rusa) 
C. Lycopodium (paku kawat) 
D. Marsilea (paku semanggi) 
E. Selaginella (paku rane) 

Kunci Jawaban dan Pembahasan Soal Latihan 

1. B
Ciri-ciri tumbuhan paku, yaitu: 
  1. memiliki sorus 
  2. daun dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil 
  3. sudah memiliki pembuluh angkut 
  4. tingkat sporofit lebih dominan dalam hidupnya 
  5. memiliki protalium 
2. C
tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yaitu: mikrospora (jantan) dan makrospora (betina) 

3. E
Bagian tumbuhan Pteridophyta yang menunjukkan tingkat perkembangan lebih maju dari tumbuhan Bryophyta adalah pada jaringan pengangkutnya dan tipe akar paku adalah akar serabut 

4. C
  • Tropofil = Daun tumbuhan paku untuk proses fotosintesis 
  • Sporofil = Daun tumbuhan paku untuk memproduksi spora 
  • Makrofil = Daun paku yang ukurannya besar 
  • Mikrofil = Daun paku yang ukurannya kecil 
5. B
Spora- zigot- embrio- protalium- tumbuhan paku muda- tumbuhan paku dengan sporangium 

6. B
Keterangan gambar :. 
1 = spora, 
2 = protalium, fase gametofit, 
3 = sporofit muda,    
4 = tumbuhan paku, fase sporofit 


7. C
  • Mesofil adalah daging daun yang terdiri atas jaringan palisade dan spons 
  • Mikrofil adalah daun pada tumbuhan paku yang belum terdiferensiasi menjadi epidermis, daging daun, dan tulang daun • Makrofil adalah daun pada tumbuhan paku yang sudah menjadi epidermis, daging daun, dan tulang daun 
  • Tropofil adalh daun yang mengandung sorus dan berfungsi menghasilkan spora untuk reproduksi 
  • Sporofil adalah daun yang tidak mengandung sorus dan berfungsi untuk fotosintesis 
8. D
Struktur pembentuk gamet pada tumbuhan Pterydophyta terdapat pada bagian mikroprotalium (pembentuk spermatozoa) dan makroprotalium (pembentuk sel telur) 

9. A
Untuk tanaman hias, misalnya Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa), Asplenium nidus (paku sarang burung), Adiantum cuneatum (suplir), Selaginella wildenowii (paku rane). 

10. C
Merupakan kelompok tumbuhan paku yang hanya menghasilkan satu jenis spora saja, misalnya paku kawat (Lycopodium clavatum). 
 

F. Penilaian Diri 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggungjawab! 


Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak".  Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya. 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Tumbuhan Paku (Pterydophyta) Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Tumbuhan Paku (Pterydophyta) File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com

    Pencarian yang paling banyak dicari
    • tumbuhan paku sejati
    • ciri-ciri tumbuhan paku sejati
    • struktur tubuh tumbuhan paku
    • habitat tumbuhan paku
    • contoh tumbuhan pteridophyta
    • jenis-jenis tumbuhan paku
    • peranan tumbuhan paku
    • apakah tumbuhan paku memiliki klorofil
    • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022