Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Aktivitas Keterampilan Nomor Lari Jarak Pendek Mapel PJOK kelas 10 SMA/MA

Materi Aktivitas Keterampilan Nomor Lari Jarak Pendek Mapel PJOK kelas 10 SMA/MA - Halo adik adik yang baik, masih bersama kakak bospedia, kali ini kakak ingin membagikan materi Nomor Lari yang dibahas tentang Aktivitas keterampilan nomor lari jarak pendek untuk menghasilkan gerak yang efektif. Sebelum masuk keadalam materi ini, kakak ingin menanyakan kabar adik adik semua, bagaimana kabarnya? semoga dalam keadaan baik baik saja ya, nah materi ini merupakan dari mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan yang di susun untuk adik adik kelas X SMA/MA, semoga bermanfaat yah.

Materi Aktivitas Keterampilan Nomor Lari Jarak Pendek Mapel PJOK kelas 10 SMA/MA
Materi Aktivitas Keterampilan Nomor Lari Jarak Pendek Mapel PJOK kelas 10 SMA/MA

Atletik merupakan kegiatan fisik atau jasmani yang terdiri dari gerakan-gerakan dasar yang dinamis dan harmonis, yaitu, jalan, lari, lompat, dan lempar. Di samping itu, atletik juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan biomotorik, misalnya, kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelenturan, koordinasi, dan sebagainya. Dan, kegiatan atletik ini juga dimanfaatkan sebagai sarana penelitian bagi para ilmuwan di bidang keolahragaan. 
Atletik dikatakan sebagai ibu dari segala cabang olahraga karena mengandung berbagai unsur gerakan sehari-hari. Pada zaman primitif sangat penting artinya untuk mencari nafkah dan mempertahankan hidup. Mereka hidup dengan berburu binatang liar, diperlukan ketangkasan, kecepatan dan kekuatan. Pandangan hidup pada zaman itu adalah yang kuat, yang berkuasa sehingga untuk dapat tetap hidup dan mempertahankan diri mereka harus berlatih jasmani. Pada zaman Yunani dan Romawi kuno telah terlihat arah latihan jasmani. Istilah atletik ini juga bisa dijumpai dalam berbagai bahasa antara lain dalam bahasa Inggris Athletic, dalam bahasa Perancis Ateletique, dalam bahasa Belkalian Atletik, dalam bahasa Jerman Athletik.  
 
Lari adalah frekuensi langkah yang dipercepat sehingga pada waktu berlari ada kecendrungan badan melayang, yang artinya pada kedua kaki tidak menyentuh tanah sekurang-kurangnya satu kaki tetap menyentuh tanah.  Lari merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak digemari orang. Dalam berlari yang dibutuhkan adalah kekuatan dan kecepatan. Ada bermacam-macam nomor lari. Salah satunya adalah lari atletik. Nah, ternyata lari atletik juga dibagi menjadi bermacam-macam nomor lari dalam atletik. diantaranya adalah lari jarak pendek, lari jarak menengah, lari jarak jauh dan lari sambung. Pada pembahasan modul kali ini kalian akan belajar tentang nomor lari. Untuk itu pelajari dan lakukan latihan tentang nomor lari ini agar kalian kelak menjadi pelari yang handal. 

Istilah

  • Start : Suatu persiapan awal seorang pelari sebelum melakukan gerakan berlari. 
  • Sprint : Salah satu jenis lari yang dilakukan dengan kekuatan dan kecepatan penuh sepanjang garis lintasan dari start hingga finish dimana pemenangnya ditentukan berdasarkan catatan waktu yang paling singkat. 
  • Finish : Hal yang paling menentukan kalah atau menangnya seorang pelari dan ditindih oleh pantat. 
  • Bunch start : Start pendek 
  • Medium start : Start menengah 
  • Long start : Start panjang 
  • Performa : Penampilan 
  • Short sprint : Lari sprint dengan jarak 100 meter 
  • Medium sprint : Lari sprint dengan jarak 200 meter 
  • Long sprint : Lari sprint dengan jarak 400 meter 
  • Crouching start : Start jongkok 
  • Skipping : Suatu aktivitas yang menggunakan tali dengan kedua ujung tali dipegang lalu diayunkan melewati kepala sampai kaki sambil melompatinya 
  • Fase topang : Suatu fase atau posisi dalam lari jarak pendek dengan tujuan mengurangi hambatan pada saat kaki menyentuh tanag dan memaksimalkan daya dorong ke depan agar kencang 
  • Fase melayang : Suatu fase atau posisi lari jarak pendek dengan tujuan memaksimalkan dorongan ke depan dan mempersiapkan penempatan kaki yang efektif ketika menyentuh tanah 
  • Tungkai : Seluruh kaki dari pangkal paha ke bawah 
  • Ball heel ball : Kaki akan menapak di ujung tumit dan menolak di ujung kaki 
  • Standing start : Start berdiri 
  • Space judgement : Pertimbangkan langkah 
  • Speed : Kecepatan 

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian dapat :  
  1. Menjelaskan keterampilan gerak teknik dasar nomor lari jarak pendek. 
  2. Mempraktikkan keterampilan gerak teknik dasar nomor lari jarak pendek. 
  3. Menganalisis keterampilan gerak teknik dasar nomor lari jarak pendek. 

B. Uraian Materi 

Dalam modul ini kalian  akan belajar materi tentang keterampilan gerak teknik nomor lari. Perlu kalian pahami bahwa nomor lari merupakan salah satu jenis olahraga yang memiliki banyak peminat yang tersebar di seluruh dunia. Berlari adalah olahraga yang murah. Cukup berbekal sepatu lari, kaus oblong, dan celana pendek atau training, kalian sudah bisa berlari ke mana saja kalian suka, seperti di jalan raya, lintasan atletik, lapangan rumput, tepi pantai, atau di daerah pegunungan sekalipun.  
 
Nomor-nomor lari yang diperlombakan dalam cabang olahraga atletik meliputi: lari jarak pendek, lari jarak menengah, dan lari jarak jauh. Dalam modul pembelajaran I ini kalian akan belajar tentang lari jarak pendek. Mungkin kalian sudah tidak asing lagi mendengar lari jarak pendek, alias sprint dalam bahasa Inggrisnya. Masih kurang familiar dengan kategori lari atletik yang satu ini ? Olahraga ini telah menjadi salah satu cabang atletik yang sangat terkenal di dunia, termasuk di Indonesia, yang memiliki atlet lari jarak pendek atau sprinter berbakat yang menorehkan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. 
 
Kalian mungkin pernah mendengar nama Purnomo, Mardi Lestari atau juga Suryo Agung Wibowo yang berhasil membuat catatan waktu 10,20 detik pada Sea Games 2009 dan menjadi sprinter tercepat se-Asia Tenggara. Sepuluh tahun kemudian, sprinter muda, Lalu Muhammad Zohri, berhasil memecahkan rekor tersebut dengan catatan waktu 10,15 detik. Sementara itu, di tingkat dunia ada Usain Bolt yang memiliki rekor waktu 9,58 detik untuk jarak 100 meter. 

Untuk mendapatkan kemenangan, seorang pelari jarak pendek membutuhkan reaksi yang cepat, kecepatan yang baik, lari yang efisien dan ketepatan saat melakukan start, serta berusaha mempertahankan kecepatan dari awal hingga mencapai garis finish. Lari jarak pendek adalah perlombaan lari yang diikuti oleh peserta dimana semua peserta harus berlari menggunakan kecepatan penuh. Peserta harus sampai pada garis finish paling cepat untuk memenangkan perlombaan. Adapun sebutan bagi pelari diberi nama sprinter. Lari jarak pendek ini membutuhkan jarak dimulai dari 100 meter, 200 meter serta 400 meter. Pada dasarnya gerakkan pelari sprint sama, yang berbeda hanya terletak pada penggunaan tenaga dan nafas yang dibutuhkan. Start lari jarak pendek yakni dengan menggunakan start jongkok. 

Seperti namanya, jarak lintasan yang digunakan berlari benar-benar pendek, yaitu sepanjang 100 hingga 400 meter. Dengan jarak sependek itu, terlihat mudah untuk dilakukan, bukan ? Tapi nyatanya tak selalu demikian. Kalian harus benar-benar fit untuk bisa sampai ke garis finish. Postur tubuh yang baik dan benar saat berlari dapat meningkatkan kecepatan lari kalian di lintasan. Salah postur atau salah posisi bisa menambah waktu kalian berlari. Bukan hanya itu, postur tubuh sempurna bisa mengurangi risiko cidira. Nah, jika kalian ingin berlari secepat kilat bak Bolt, simak tips lari jarak pendek oleh pelatih Nick Anderson yang dikutip dari Runners World berikut : 

a. Pundak dan Kepala 
Jaga posisi pundak turun serta rileks. Kepala sejajar garis lurus dengan anggota tubuh di bawahnya. Jaga pundak tetap lurus dan hindari rotasi pada pundak. 

b. Pinggang 
Coba bayangkan bahwa badan kalian tertarik ke atas dengan seutas tali pada kepala kalian. Ini untuk membuat berat pada pinggang terasa pas. Kencangkan otot perut untuk bisa mendapatkan postur yang pas. 

c. Lutut 
Dorong lutut kalian ke depan dan angkat dengan tinggi. Ini akan menghasilkan kekuatan lebih dan mendorong jangkauan langkah lebih jauh. 

d. Kaki 
Sesaat bagian telapak kaki akan menyentuh lintasan, angkat jari kaki kalian ke arah tulang kering, hingga telapak kaki kalian ada pada posisi horizontal. Pastikan kalian mendaratkan telapak kaki kalian dengan bagian tengah dan posisinya berada di bawah tubuh, bukan beradadi depan tubuh kalian. 

e. Tumit 
Setelah menyentuh lantai, pastikan tumit kalian membentuk gerakan melingkar penuh hingga belakang ke arah bokong, namun tidak sampai menyentuh. Jangan langsung gerakkan tumit ke depan sebelum hampir menyentuh bokong. Ini akan membuat tolakan semakin kuat. 
 
Ada beberapa jenis latihan yang dapat meningkatkan performa lari jarak pendek yang kalian lakukan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya yang disarankan oleh Jenny Hadfield, seorang pelatih olahraga lari dari Chicago : 

Pertama, lakukan pemanasan dengan benar. Ini penting karena semakin keras kalian memaksa tubuh untuk berlari cepat, semakin besar pula risiko cidira pada otot kalian. Jalan dan berlari kecil untuk lima hingga 10 menit bisa dilakukan sebelum kalian melakukan lari jarak pendek. 
 
Untuk pemanasan, kalian bisa berlatih dengan melakukan latihan high knees, atau gerakan mengangkat lutut kalian tinggi-tinggi secara bergantian, atau yang biasa kalian dengar dengan jalan di tempat. Selain itu, kalian bisa melakukan butt kickers. Mirip dengan gerakan jalan di tempat, namun hanya bagian lutut ke bawah yang bergerak dan tumit menyentuh bokong. Skipping atau lompat tali juga bisa dilakukan. 
 
Karena itu lari jarak pendek atau sprint adalah jenis olahraga yang dilakukan dengan mengkalianlkan kekuatan dan kecepatan penuh sepanjang garis lintasan dari start hingga finish. Pemenang lomba ini ditentukan berdasarkan catatan waktu yang paling singkat. Untuk bisa menang, atlet lari jarak pendek (sprinter) harus memiliki reaksi yang cepat, kecepatan yang baik, teknik berlari yang efisien, ketepatan sewaktu melakukan start dan mempertahankan kecepatan dari awal hingga mencapai garis akhir. 
 
Dalam pertandingan resmi lari jarak pendek dibagi menjadi beberapa kategori lomba, diantaranya adalah; Lari jarak pendek 100 meter (short sprint), lari jarak pendek 200 meter (medium sprint) dan lari jarak pendek 400 meter (long sprint). Agar kalian dapat menguasai pembelajaran lari jarak pendek, maka akan dipaparkan tentang : 
 
1. Pengetahuan Dasar Lari Jarak Pendek 

Sebelum melangkah ke teknik berlari cepat, seorang pelari harus mengetahui pengetahun dasar berlari cepat atau lari jarak pendek. Menurut Bompa (1999), hal-hal dasar yang harus diketahui pelari jarak pendek adalah sebagai berikut: 
  • Tubuh sedikit condong ke depan saat berlari, kedua lengan sedikit fleksi 90 derajat dan diayunkan searah dengan gerakan saat berlari.  
  • Otot-otot bagian depan dan kedua lengan tetap dalam keadaan rileks. 
  • Tungkai bawah ditolakan dengan kuat sampai lurus, dan pengangkatan pada depan diusahakan sampai posisi sejajar dengan tanah. 
  • Pinggang tetap dalam posisi ketinggian yang sama selama berlari. 
  • Ketika mencapai finish, badan dicondongkan dengan serentak ke depan untuk mengantarkan bagian dada menyentuh pita. 
2. Teknik Dasar 

Nah, dalam melakukan lari jarak pendek, terdapat 3 (tiga) teknik dasar yang wajib kalian pelajari. Ketiga teknik dasar tersebut ialah teknik start, teknik saat berlari, dan teknik saat memasuki garis finish. Mau tahu lebih banyak tentang ketiga teknik lari jarak pendek yang paling mendasar? Simak penjelasannya berikut ini! : 

a. Teknik Start 
Start adalah suatu persiapan awal seorang pelari sebelum melakukan gerakan berlari. Tujuan utama dari start dalam lari jarak pendek adalah mengoptimalkan pola lari cepat. Kunci pertama yang harus dikuasai oleh pelari jarak pendek (sprint) adalah start atau pertolakan karena keterlambatan atau ketidak telitian pada waktu melakukan start sangat merugikan pelari jarak pendek. Start atau pertolakan yang digunakan dalam lari jarak pendek start jongkok (crouching start). Dilihat dari cara melakukannya, start jongkok dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu : 

1) Start pendek (Bunch Start) 
Teknik start pendek dilakukan dengan cara meletakkan kedua tangan dengan jari-jari membentuk huruf V terbalik tepat di belakang garis start. Setelah itu, ambil posisi jongkok lalu letakkan kaki kiri kalian di depan, sementara lutut kaki kanan kamu diletakkan tepat di sebelah kaki kiri dengan jarak sekitar satu kepal.  Namun, jika kalian lebih memilih untuk menggunakan kaki kanan di depan, maka silakan saja. 

2) Start menengah (medium start) 
Teknik start pendek dilakukan dengan cara meletakkan kedua tangan dengan jari-jari membentuk huruf V terbalik tepat di belakang garis start. Setelah itu, ambil posisi jongkok lalu letakkan kaki kiri kalian di depan, sementara lutut kaki kanan kalian diletakkan tepat di sebelah kanan tumit kaki kiri dengan jarak sekitar satu kepal.  Namun, jika kalian lebih memilih untuk menggunakan kaki kanan di depan, maka silakan saja. 

3) Start panjang (long start) 
Teknik start pendek dilakukan dengan cara meletakkan kedua tangan dengan jari-jari membentuk huruf V terbalik tepat di belakang garis start. Setelah itu, ambil posisi jongkok lalu letakkan kaki kiri kalian di depan, sementara lutut kaki kanan kalian diletakkan di belakang kaki kiri dengan jarak sekitar satu kepal.  Namun, jika kalian lebih memilih untuk menggunakan kaki kanan di depan, maka silakan saja. Untuk lebih jelasnya kalian perhatikan gambar di bawah ini : 
  
Gambar 1 : Teknik start jongkok 

Setelah mengetahui ketiga teknik start jongkok di atas, kalian juga perlu mengetahui tentang bagaimana cara bersikap ketika disebutkan 3 macam aba-aba, yaitu aba-aba bersedia, siap, dan mulai/ya. Nah, untuk mengetahui apa sebenarnya yang harus kalian lakukan di saat mendengar ketiga macam aba-aba tersebut, berikut informasinya : 

1) Aba-aba bersedia 
  • Pelari menempatkan diri ke garis start 
  • Kaki di tempatkan di balok start (kaki yang kuat di tempatkan di depan) 
  • Berlutut (lutut kaki belakang menempel di lintasan, lutut kaki depan bergantung lemas) 
  • Tangan diletakkan tepat di belakang garis start 
  • Jari-jari dan ibu jari membentuk huruf V terbalik 
  • Pandangan ke bawah, sekitar 1 meter dari garis start 
Tubuh rileks, jangan tegang dan berat badan di tengah-tengah Untuk lebih jelasnya kalian perhatikan gambar di bawah ini : 
  
Gambar 2 : Teknik aba-aba bersedia  

2) Aba-aba siap 
  • Angkat panggul ke arah depan atas dengan tenang sedikit lebih tinggi dari bahu 
  • Saat panggul terangkat disertai terangkatnya lutut kaki belakang dari tanah, sehingga sudut tungkai depan 90o dan sudut tungkai belakang berkisar 100o – 120o 
  • Kepala rendah, leher tetap tetap kendor, pkalianngan ke bawah 1 – 1,5 meter di muka garis start 
  • Lengan tetap lurus, dan berat badan sedikit bergeser bertumpu pada kedua lengan 
  • Pada waktu mengangkat panggul ambillah napas dalam-dalam 
  • Konsentrasi pikiran dipusatkan pada bunyi pistol 
Untuk lebih jelasnya kalian perhatikan gambar di bawah ini : 
Gambar 3 : Teknik aba-aba siap
3) Aba-aba ya 
  • Mengayun lengan kiri ke depan dan lengan kanan ke belakang kuatkuat 
  • Kaki kiri menolak kuat-kuat, kaki kanan melangkah secepat mungkin 
  • Berat badan harus meluncur lurus ke depan dari sikap jongkok ke sikap lari 
  • Langkah kaki makin lama makin lebar, enam sampai sembilan langkah pertama merupakan langkah peralihan dari langkah start ke langkah lari dengan kecepatan penuh 
Untuk lebih jelasnya kalian perhatikan gambar di bawah ini : 
  
Gambar 4 : Teknik aba-aba ya 
b. Teknik Gerakan Lari 
Setelah mempelajari tentang teknik start pada lari jarak pendek, kalian juga perlu mempelajari teknik-teknik yang digunakan ketika berlari. Teknik lari jarak pendek merupakan gerakan tubuh saat berlari. Teknik ini adalah salah satu teknik yang sangat penting dalam menentukan kemenangan. Bagi pemula yang ingin dapat menguasai teknik ini, dibutuhkan keseimbangan tubuh dan koordinasi yang baik sehingga kecepatannya dapat stabil. Berikut cara melakukannya : 
  1. Kaki bertolak kuat-kuat sampai terkejang lurus. 
  2. Lutut diangkat tinggi-tinggi (setinggi panggul). Tungkai bawah mengayun ke depan untuk mencapai langkah lebar (lebar langkah sesuai dengan panjang tungkai).
  3. Usahakan agar badan tetap rileks, badan condong ke depan dengan lutut antara 25 – 30 derajat.  
  4. Lengan bergantung di samping tubuh secara wajar. Siku ditekuk kirakira 90 derajat. Tangan menggenggam dalam kondisi rileks. 
  5. Punggung lurus dan segaris dengan kepala.  
  6. Pandangan lurus ke depan. 
Menurut Purnomo (2007), ada dua fase dalam berlari cepat, yaitu fase layang dan fase topang. 

1) Fase Topang  
Fase topang memiliki tujuan untuk memaksimalkan dorongan ke depan dan memperkecil hambatan ketika kaki menyentuh tanah. Fase topang terdiri atas topang dorong dan topang depan. Berikut cara melakukannya : 
  • Mendarat pada bagian telapak kaki. 
  • Lutut kaki topang bengkok. 
  • Gerakan kaki dipercepat. 
  • Mata kaki, sendi lutut dan pinggang dari kaki topang harus diluruskan sekuat mungking ketika bertolak.  
  • Paha kaki diayunkan naik dengan cepat ke posisi horizontal.  
Untuk lebih jelasnya kalian perhatikan gambar di bawah ini : 

Gambar 5 : Teknik fase topang 

2) Fase melayang  
Fase layang memiliki tujuan untuk mempersiapkan penempatan kaki yang efektif ketika menyentuh tanah dan memaksimalkan dorongan ke depan. Berikut cara melakukannya : 
  • Lutut kaki diayunkan ke depan dan ke atas.  
  • Lutut kaki topang bengkok pada fase pemulihan. 
  • Kedua lengan aktif diayunkan, tapi tetap rilek.  
  • Gerakan kaki topang ke belakang. 
Untuk lebih jelasnya kalian perhatikan gambar di bawah ini : 
Gambar 6 : Teknik fase melayang 

c. Teknik Saat memasuki Garis Finish 
Melewati garis finish merupakan hal yang paling menentukan kalah atau menangnya seorang pelari. Maka dari itu gerakan pencapaian garis finish perlu diperhatikan secara khusus. Ada 3 cara melewati garis finish, yaitu : 
  1. Lari terus tanpa mengubah arah 
  2. Mencondongkan badan ke depan dan kedua tangan diayunkan ke bawah belakangm 
  3. Dada diputar dengan ayunan tangan ke depan atas sehingga bahu sebelah maju ke depan. 
Untuk lebih jelasnya kalian perhatikan gambar di bawah ini : 
  
Gambar 7 : Teknik memasuki garis finish 

Di samping itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat melewati garis finish, yaitu : 
  1. Jangan dilakukan dengan melompat, karena akan menghambat kecepatan 
  2. Tidak perlu melihat ke kiri atau ke kanan 
  3. Jangan mengurangi kecepatan sebelum melewati garis finish 
  4. Setelah melewati garis finish jangan berhenti mendadak 

C. Rangkuman 

Lari jarak pendek atau sprint adalah salah satu jenis lari yang dilakukan dengan kekuatan dan kecepatan penuh sepanjang garis lintasan dari start hingga finish dimana pemenangnya ditentukan berdasarkan catatan waktu yang paling singkat. Terdapat tiga jarak lintasan yang dilombakan pada lari jarak pendek, yaitu lari jarak 100 meter, 200 meter dan 400 meter. 
 
Adapun gerakan yang harus dilakukan dalam lari jarak pendek adalah sebagai berikut. Pertama yakni dengan mengambil start jongkok yang harus dilakukan di belakang garis. Start jongkok harus dilakukan dengan pandangan lurus ke depan. Kemudian dengarkan aba-aba dari wasit, adapun ada-adanya yakni “siap” kemudian diiringi “ya”. Setelah mendengar aba-aba yang berbunyi “ya” maka Kalian harus berlari secepatnya dan sekencang-kencangnya dengan mengatur nafas serta pandangan tetap lurus ke depan. Antara lengan dan gerakan kaki harus berayun sesuai irama. Dalam lari jarak pendek ini terdapat perbedaan jarak tempuh, oleh sebab itu semakin jauh jarak tempuhnya maka semakin banyak pula tenaga yang diperlukan. Oleh sebab itu setiap pelari harus bisa mengatur napas agar tidak kehabisan napas sebelum sampai ke garis finish. 

D. Penugasan Mandiri  

Nah kalian sudah mempelajari modul ini, sekarang kalian lakukan tugas latihan praktiknya baik dilakukan secara berdua dengan teman kalian atau secara berkelompok. Ayo mencoba dan lakukan praktiknya !!! 

E. Latihan Soal   

Nah untuk mengetahui kemampuan kalian sejauh mana dalam penguasaan materi olahraga lari jarak pendek, ayo kerjakan latihan berikut dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan benar !  

1. Yang perlu diperhatikan pada saat aba-aba bersedia, pelari maju menuju garis start untuk menempatkan kaki tumpu pada balok start, kaki yang kuat diletakkan di … 
   
2. Pada saat melakukan lari jarak pendek/sprint posisi badan agak condong ke depan, hal ini dikarenakan … 
   
3. Jika pada saat pelari jarak pendek memasuki garis finish terdapat dua atau lebih pelari secara bersamaan maka untuk menentukan yang menjadi juara adalah … 
   
4. Perhatikan gambar di bawah ini  !   


Pada gambar tersebut merupakan teknik yang sering dijumpai dalam melakukan lari jarak pendek, yaitu saat … 
 
5. Perhatikan gambar di bawah ini ! 

  
Pada gambar tersebut merupakan rangkaian teknik gerakan dalam lari jarak pendek, yaitu … 
 
Kunci Jawaban  dan Pembahasan : 
1. Depan 
Pembahasan : karena dalam aba-aba bersedia kaki depan berfungsi untuk melakukan tolakan, yakni dengan mendorong sekuat tenaga ke arah depan. 
2. Tolakan kaki tumpu depan yang kuat  
Pembahasan : hal ini karena tolakkan kaki penumpu depan yang kuat, otomatis pada awalan lari badan akan condong ke depan, dan jika posisi badan terlalu tegak akan menghambat kecepatan, terlalu membungkuk akan mengganggu pernafasan. Posisi yang tepat adalah tubuh condong ke depan. 
3. Dilihat dari foto finish  
Pembahasan : dalam lomba lari terutama di nomor 100 meter kadang hal ini terjadi, untuk itu diperlukan foto finish agar dapat diketahui perbedaan  posisi anggota badan pelari yang mana pertama kali menyentuh garis saat memasuki finish dalam menentukan juara yang waktu tempuhnya sama. 
4. Aba-aba bersedia 
Pada gambar tersebut letak kedua kaki berada pada balok tumpuan, lutut menyentuh tanah, telapak tangan dan jari-jari terbuka menapak tanah, pandangan atau kepala melihat ke depan yang merupakan sikap saat aba-aba bersedia. 
5. Sikap start jongkok 
Start atau pertolakan yang digunakan dalam lari jarak pendek start jongkok (crouching start) 

F. Penilaian Diri 

Berilah tkalian √ pada kolom ‘Ya’ jika kalian sudah menguasai materi tersebut dan pada kolom ‘Tidak’ jika kalian belum menguasainya. 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Aktivitas Keterampilan Nomor Lari Jarak Pendek Mapel PJOK kelas 10 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Materi Aktivitas Keterampilan Nomor Lari Jarak Pendek File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com

    Pencarian yang paling banyak dicari
    • teknik dasar lari jarak pendek ada 3 yaitu
    • nomor lari jarak pendek yang diperlombakan adalah
    • start yang digunakan dalam lari jarak pendek adalah
    • nomor lari jarak pendek adalah
    • manfaat lari jarak pendek
    • lari jarak pendek menggunakan start
    • lari jarak menengah
    • peraturan lari jarak pendek
    • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022