Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Hewan Invertebrata Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA

Materi Hewan Invertebrata Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA - Hai adik adik yang baik apa kabar? semoga dalam keadaan sehat ya, kebetulan pada kesempatan yang baik ini kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi yang sudah di siapkan yaitu materi tentng Hewan Invertebrata yang di ambil dari mata pelajaran Biologi untuk adik adik kelas kelas 10 SMA/MA. Mateir ini juga dilengkapi dengan Contoh latihan soal. Semoga bermanfaat yah.

Materi Hewan Invertebrata Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA
Materi Hewan Invertebrata Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA

Kingdom Animalia merupakan salah satu kingdom yang memiliki anggota yang paling banyak dan bervariasi. Secara garis besar kingdom animalia dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu golongan vertebrata (hewan bertulang belakang) dan golongan invertebrata (hewan tak bertulang belakang).  

Modul pembelajaran biologi ini disusun untuk membantu peserta didik dalam memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan rasa ingin tahunya tentang animalia. Sehingga peserta didik mampu mengelompokkan hewan ke dalam filum berdasarkan lapisan tubuh, rongga tubuh simetri tubuh, dan reproduksi serta menyajikan laporan perbandingan kompleksitas lapisan penyusun tubuh hewan (diploblastik dan triploblastik), simetri tubuh, rongga tubuh, dan reproduksinya. 

Istilah

  • Aselomata : Tidak memiliki rongga tubuh 
  • Ambulakral : daerah kaki tabung pada sistem vaskuler air 
  • Bilateral : Memiliki satu simetri / arah 
  • Chondrichtyes : ikan bertulang rawan 
  • Diploblastik : Memiliki dua lapisan tubuh 
  • Dermis : kulit bagian dalam 
  • Diocious : hewan berkelamin terpisah 
  • Endoskeleton : rangka dalam 
  • Epidermis : bagian kulit paling luar 
  • Foramen panizzae : lubang pada sekat antara kedua bilik jantung buaya 
  • Homoioterm : suhu tubuh tetap, tidak dipengaruhi suhu lingkungan 
  • Imago : stadium akhir atau dewasa 
  • Kelisera : alat gerak yang digunakan sebagi penjepit 
  • Karapaks : kerangka luar bagian atas 
  • Kitin : zat tanduk yang membentuk kulit 
  • Knidoblast : sel penyengat pada Cnidaria 
  • Larva : stadium muda 
  • Membran niktitans : selaput yang melindungi mata saat tidur 
  • Mesoglea : lapisan gelatin diantara dinding tubuh bagian dalam dan luar pada Porifera 
  • Nakreas : lapisan mutiara 
  • Nefridium : organ ekskresi pada Invertebrata yang berfungsi sebagai ginjal 
  • Nimfa  : stadium perkembangan serangga yang bentuknya mirip stadium dewasa 
  • Notocord : kerangka sumbu tubuh 
  • Operculum : tutup insang 
  • Pediselaria : struktur seperti jepit yang dimiliki beberapa jenis Echinodermata 
  • Periostracum : lapisan tipis dan keras dari cangkok yang tersusun dari zat tanduk 
  • Pinakosit : sel pipih yang terdapat pada epitelium terluar Porifera 
  • Poikiloterm : suhu tubuh tidak tetap, terpengaruh suhu di sekelilingnya 
  • Prismatik : lapisan tengah cangkok yang tersusun dai kristal karbonat 
  • Pseudoselomata : Rongga semu 
  • Radial : Memiliki lebih dari satu simetri tubuh 
  • Radula : organ pendek lebar deretan gigi kitin pada mulut Mollusca 
  • Selom : rongga tubuh yang dilapisi yang dibatasi epitelium berisi organ dalam 
  • Siring : alat suara pada burung 
  • Squamata : reptilia bersisik 
  • Triploblastik : Memiliki tiga lapisan tubuh 

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan mampu: 
  1. Mengelompokkan hewan invertebrata ke dalam filum berdasarkan lapisan tubuh, rongga tubuh, simetri tubuh, dan reproduksi. 
  2. Menentukan peran hewan dalam kehidupan di muka bumi. 
  3. Menyajikan data temuan hasil pengamatan  berbagai macam hewan invertebrata di lingkungannya baik yang hidup di dalam atau di luar rumah, di tanah, air laut dan danau, atau yang di pepohonan dalam bentuk laporan tertulis. 

B. Uraian Materi 

Selamat datang ke dalam kingdom Anda, kingdom animalia. Ahli  biologi telah mengidentifikasi 1,3 juta spesies hewan yang masih hidup sampai saat ini. Hewan adalah organisme eukariotik multiseluler dan heterotrofik dengan jaringan yang berkembang dari lapisan embrionik. Mengapa hewan dikelompokkan ke dalam organisme eukariotik multiseluler? Karena tubuh hewan disusun oleh milyaran sel yang memiliki membran nukleus dan sistem endomembran. Hewan berbeda dengan tumbuhan yang dapat menghasilkan molekul organik melalui peristiwa fotosintesis. Hewan harus mengkonsumsi molekul organik dengan memakan organisme hidup lain atau menelan molekul organik tak hidup. 
 
1. Ciri-ciri Kingdom Animalia  
  • Semua organisme yang termasuk ke dalam kingdom Animalia merupakan organisme eukariotik. 
  • Organisme yang termasuk ke dalam kingdom Animalia merupakan multiselular. 
  • Animalia tidak mempunyai dinding sel. 
  • Animalia dapat bergerak aktif. 
  • Tidak berklorofil sehingga bersifat heterotrof.  
  • Habitat darat dan aquatik. 
  • Bereproduksi secara seksual dan aseksual, aseksual diantaranya; fragmentasi dan tunas. 
  • Kingdom ini mempunyai keanekaragaman paling tinggi.  
2. Klasifikasi kingdom Animalia 

Klasifikasi kingdom Animalia berdasarkan simetri tubuh dan lapisan penyusun tubuh 


a. Simetri Tubuh 

a) Simetri Radial 

Simetri radial menggambarkan bahwa hewan mempunyai bagiantubuhyang tersusun melingkar.Apabila diambil garis yang melewati. Mulut akan menghasilkan bagian-bagian yang sama.  Hewan ini hanya memiliki bagian oral (puncak) dan bagian aboral (dasar). Contoh : bintang laut (Filum 
Echinodermata) 

b) Simetri Bilateral   

Simetri bilateral menggambar hewan yang bagian tubuhnyatersusun bersebelahan dengan bagian yang lain. Apabila diambil garis memotong yang melewati mulut dan anus, akan menghasilkan bagian yang sama antara sisi kiri dan kanan. Hewan dengan simetri bilateral memiliki sisi atas (dorsal), sisi bawah (ventral), sisi kepala (anterior), sisi ekor (posterior),dan sisi samping (lateral). Contoh : manusia, 

b. Lapisan Penyusun

Berdasarkan jumlah lapisan tubuh, hewan dapat dibedakan menjadi dua yaitu
diploblastik dan triploblastic 

a) Hewan Diploblastik 
Hewan diploblastik memiliki dua lapisan sel pembentuk tubuh, yaitu ektoderma (lapisan luar) dan endoderma (lapisan dalam). 

b) Hewan Tripoblastik 
Hewan tripoblastik memiliki tiga lapis sel pembentuk tubuh. Tiga lapis sel tersebut yaitu ektoderma, mesoderma (lapisan tengah), dan endoderma. Ektoderma pada hewan tripoblastik berkembang menjadi epidermis dan sistem saraf. Mesoderma berkembang menjadi jaringan otot dan jaringan lainnya. Sementara itu, endoderma berkembang menjadi usus dan kelenjer  pencernaan. 

Hewan tripoblastik dibedakan berdasarkan ada tidaknya rongga tubuh. Hewan tersebut yaitu aselomata, pseudeselomata, dan selomata. Aselomata merupakan hewan yang tidak mempunyai rongga di antara usus dan tubuh terluarnya. Pseudoselomata merupakan hewan yang mempunyai rongga dalam saluran tubuh yang berisi cairan tanpa dibatasi jaringan dari mesoderma. Hewan selomata memiliki rongga tubuh yang berisi cairan dan mempunyai batas yang berasal dari jaringan mesoderma. 

 
c. Klasifikasi 

Berdasarkan perbedaan pada simetri tubuh dan lapisan penyusun tubuhnya kingdom Animalia dibagi menjadi Sembilan Filum yaitu Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Echinodermata dan Arthropoda sering disebut hewan Avertebrata. Avertebrata merupakan hewan yang tidak mempunyai tulang belakang (vertebrae). Hewan-hewan ini banyak dijumpai di darat, air tawar, maupun di laut 

a) Filum Porifera 

Porifera merupakan kelompok hewan yang menetap (sessil) di dasar perairan. Tubuh hewan ini mempunyai pori atau lubang-lubang kecil yang disebut ostium. Porifera termasuk hewan diploblastik. Oleh karena itu, hewan ini tersusun atas dua lapis sel. 

Lapisan luar tersusun oleh sel-sel epitel sederhana yang disebut pinakosit. Sementara itu di lapisan dalam tersusun oleh sel-sel berleher dinamakan sel koanosit. Koanosit mempunyai flagella, vakuola dan nukleus. Diantara pinakosit dan koanosit terdapat mesoglea. 
 
Berdasarkan bentuk dan kandungan spikula, porifera dibagi menjadi tiga kelas sebagai berikut: 

a) Kelas Calcarea 

Rangka tubuh calcarea bersifat kalkareus. Hal ini Karena spikulanya mengandung kalsium karbonat (kapur). Sebagian spikulanya berbentuk monaxon dan triakson. Anggota kelas ini banyak tersebar di laut dangkal di seluruh dunia.  
Contoh: Scypa sp., Cerantia sp., Sycon sp., Leucon sp., dan Clathrina sp. 

b) Kelas Hexactinellida 
Spikula pada kelas ini mengandung banyak benang silikat. Sementara itu spikulanya berbentuk triakson dengan enam cabang. Bentuk hewanhewan pada kelas ini menyerupai gelas. Oleh karena itu anggotanya dikenal dengan nama sponggelas. Contoh: Euplec tella sp., Pheronema sp., Hyalonema sp. 

c) Kelas Demospongia 
Hewan anggota kelas ini bertulang lunak Karena tidak mempunyai rangka. Apabila ada yang memili  rangka, maka rangkanya tersusun dari serabut-serabut sponging dengan spikula dari zat silikat. 
Bentukspikulanya ada yang Monaxonatau tetraxon.  
Contoh: Euspongia sp., Callyspongia sp., Clionia sp., dan Spongia sp.  
 
Secara umum porifera berkembang biak dengan dua cara yaitu aseksual dan seksual secara aseksual dengan pembentukan kuncup tunas pada bagian luar dan pembentukan gemmulae (plasma bening) oleh arkeosit. Perkembangbiakan aseksual ini dilakukan bila keadaan tidak sesuai untuk melakukan perkembangan secara seksual. 
 
Beberapa jenis porifera bermanfaat bagi manusia. Sisa sponya dapat digunakan alat penggosok badan dan pembersih kaca. Contoh Spongia sp. Jenis lainnya berperan penting menyusun biodiversitas di dasar samudera. Selain itu, anggota porifera juga mampu bersimbiosis dengan bakteri yang menghasilkan “bioaktif”. Bioaktif ini dapat di manfaatkan sebagai bahan baku obat. 
 
b) Coelenterata/Cnidaria 

Coelenterata merupakan hewan berongga dengan bentuk tubuh simeti radial. Hewan ini ada yang hidup secara koloni di laut. Contohnya ubur-ubur dan anemon. Tetapi ada pula yang hidup soliter contohnya Hydra. Kelompok hewan coelenterata termasuk  hewan diploblastik. Pada bagian ektoderm, terutamabagian tentakel terdapat sel jelatang yang disebut knidoblas. Di dalam knidoblas terdapat nematokis. Nematokissebagai alat penyengat yang bisa membuat gatal mangsanya. Apabila bertemu dengan mangsanya nematokis bisa dilepaskan dan mengeluarkan zat racun hipnotoksin.Gastrodermis berfungsi sebagai rongga gastrovaskuler (enteron, usus) 

c) Filum Platyhelmithes 

Platyhelminthes (cacing pipih) merupakan hewan yang mempunyai bentuk simetri bilateral dan tidak mempunyai rongga tubuh (selom). Tubuhnya tersusun atas tiga lapisan (tripoblastik) yaitu ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Ekotoderm akanmembentuk epidermis dan kutikula. Mesoderm akan membentuk alat reproduksi, jaringan otot dan jaringan ikat. Sementara itu, endoderm akan membentuk gastrovaskuler yang merupakan saluran pencernaan. Walaupun sudah mempunyaisaluran pencernaan, akan tetapi tidak mempunyai anus. Kelompok hewan ini hidup secara parasit tetapi ada juga yang hidup bebas di perairan  
 
Platyhelminthes dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Turbellaria (cacing berambut getar), Trematoda (cacing isap), dan Cestoda (cacing pita) 

a) Kelas Turbellaria 

Kelompok cacing ini hidup di perairan, genangan air, kolam atau sungai. Biasanya cacing ini menempel pada bebatuan atau daun yang tergenang air.  
Contoh anggota Turbellaria yaitu Planaria sp. 

b) Kelas Trematoda 

Trematoda hidup parasit pada manusia dan hewan. Oleh karena itu, Trematoda mampu menghisap makanan dari inangnya. Cacing ini biasa hidup di dalam hati, paru-paru dan usus. Permukaan tubuh Trematoda tidak bersilia. Tubuhnya ditutupi kutikula. Di sekitar mulutnya terdapat satu atau lebih alat isap (sucker). Sucker ini dilengkapi dengan gigi kitin. 
Contoh cacing ini yaitu Fasiola hepatica (cacing  hati) 

c) Kelas Cestoda 

Kelompok cacing ini memiliki tubuh berbentk pipih panjang yang menyerupai pita. Cacing ini merupakan endoparasit dalam saluran pencernaan vertebrata dan bersifat hermaprodit. Tubuh cacing ini terdiri atas segmen-segmen. Setiap segmennya disebut proglotid. Cacing ini memiliki kepala yang disebut skoleks.  

Pada skoleks terdapat kait-kait (rostelum). Alat kait ini tersusun dari bahan kitin. Pada skoleks juga terdapat empat buat penghisap untuk melekat pada dinding usus. Di dalam tubuh manusia, cacing berkembangbiak secara seksual dengan membentuk telur. Proglotid akhir yang mengandung telur masak akan terlepas dari rangkaian proglotid serta keluar dari usus inang bersamaan dengan feses. Apabila proglotid akhir ini termakan oleh sapi, maka telur akan menetas dan keluarlah larva yang disebut heksakan (onkosfer). Larva heksakan akan menembus dinding usus sapi, menuju jaringan, antara lain jaringan otot. Di dalam jaringan ini heksakan berubah menjadi sistiserkus. Apabila manusia memakan daging sapi yang mengandung sistiserkus, maka sistiserkus akan berkembang menjadi cacing pita dewasa di dalam usus. Selanjutnya daur hidup cacing ini terulang kembali 

 
d) Filum Nemathelminthes 

Nemathelminthes (cacing gilig) mempunyai bentuk tubuh silindris dan bulat panjang. Permukaan tubuhnya tidak bersegmen, tetapi ditutupi oleh kutikula. Hewan ini  termasuk bilateral simetris. Tubuh Nemathelminthes tersusun triploblastik dan sudah mempunyai rongga badan yang disebut pseudocoelom. Cacingini hidup bebas, ada pula yang parasit. Cacing ini dapat di temukan di darat, air tawar dan air laut. Beberapa anggota Nemathelminthes hidup parasit dan merugikan manusia.  
Contoh :Ascaris lumbricoides (cacing filarial), Oxyuris vermincularis(cacing kremi). Cacing gelang hidup parasit di usus manusia, cacing ini dapat menyebabkan penyakit ascariasis atau cacingan. Tubuh cacing ini tertutup oleh lapisan kutikula yang berfungsimelindungi tubuh dari pencernaan manusia. Cacing betina mempunyai tubuh yang ujungnya lurus, sedang jantan tubuhnya melengkung. Cacing ini hanya berkembang secara seksual 

   
e) Filum Annelida 

Cacing anggota Annelida hidup di berbagi tempat yaitu air laut, air tawar dan daratan. Cacing ini telah mempunyai rongga (coelom). Tubuhnya dilapisi kutikula dan termasuk triploblastik. Annelida melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Walaupun Annelida bersifat hermaprodit namun saat melangsungkan fertilisasi tetap diperlukan dua individu cacing 
 


Jenis anelida yang mempunyai banyak seta dikelompokan kepada Polychaeta, sedangkan yang hanya memiliki sedikit seta dikelomokan kepada Oligohaeta, dan yang tidak memiliki seta dikelompokan kepada Hirudinea. 

a) Kelas Polychaeta 
Contohnya : Eunice (cacing palolo), Lycidice (cacing wawo). 

b) Kelas Oligohaeta 
Contohnya : Pheretima, Tubifek 

c) Kelas Hirudinae 
Contohnya : Haemadipsa javanica (pacet), Hirudo medicinalis (lintah) 
 
f) Filum Mollusca 

Anggota Mollusca mempunyai tubuh lunak dengan bentuk simetri bilateral. Lapisan  tubuhnya termasuk triploblastik. Hewan ini hanya hidup dilaut, air tawar dan darat. Tubuh mollusca tidak bersegmen tetapi bercangkang. Cangkang hewan ini terbuat dari kalsium karbonat dan berfungsi melindungi tubuhnya. Akan tetapi ada pula Mollusca yang tidak memiliki cangkang, hal ini karena rangka eksternalnya mengalami reduksi menjadi rangka internal. Antara tubuh dan cangkangnya terdapat mantel. Alat gerak hewan ini berupa kaki untuk merayap atau untuk menangkap mangsa. 

 
g) Filum Echinodermata 

Kelompok hewan ini merupakan kelompok hewan berkulit duri. Lapisan tubuhnya   tripoblastik dan berbentuk bilateral simetris saat masih larva. Setelah dewasa, tubuhnya menjadi simetris radial. Rangka tubuh hewan ini terdiri atas lempeng-lempeng kapur. Hal ini karena epidermisnya diperkuat oleh kepingan kapur (osikula). Epidermis dilengkapi dengan tonjolan duri-duri halus dari kapur. Mesodermis mengandungendoskeleton yang dapat digerakkan dan terikat lempengan kalkareus. Hewan ini bergerak menggunakan kaki pembuluh (kaki ambulakral) 

 
h) Filum Arthopoda 

Hewan Arthropoda mempunyai tubuh simetris bilateral, beruas-ruas dan mempunyai kerangka luar (eksoskeleton). Kerangka luar hewan Arthropoda terbuat dari bahan kitin (zat tanduk). Tubuh hewan ini terbagi atas ruas kepala (cephala), ruasdada (thorax), dan perut (abdomen). Sistem reproduksi pada arthropoda terpisah, artinya ada hewa jantan dan ada hewan betina. Sebagian hewan Arthropoda mengalami  metamorphosis,baik metamorphosis sempurna (holometebola) ataupun metamorphosis tidak sempurna (metabola). Sementara itu, Arthropoda yang tidak mengalami metamorphosis disebut ametabola. 


i) Filum Chordata 

Ciri Phylum Chordata: (1) mempunyai chorda dorsalis, (2) mempunyai nerve cord, dan (3) mempunyai branchial celft. Berdasarkan keadaan chorda dorsalis, chordata dibedakan atas 4 sub phylum: 
  • Hemichordata atau adelochordata 
  • Urochordata atau tunicata 
  • Cephalochordata  
  • Vertebrata 
Beberapa ahli zoology memasukkan sub phylum Hemichordata, Urochordata, dan  Cephalochordata menjadi satu kelompok yang disebut Acrania (A=tidak; cranium = tempurung kepala), sedangkan  kelompok lain yang telah mempunyai cranium disebut craniata, yaitu sub phylum vertebrata. Sub phylum vertebrata dibagi atas dua super klas yang semuanya terdiri atas 8 klas: 

a) Super klas I; Pisces ada 4 kelas yaitu: 
  1. Agnatha (a = tidak, gnathum = rahang) 
  2. Placodermata (bersisik placoid) 
  3. Chondrichtyes (ikan bertuulang rawan, termasuk ikan hiu) 
  4. Osteichtyes (ikan bertulang keras) 
b) Super klas II; Tetrapoda (tetra= empat, poda = kaki), ada 4 klas, yaitu: 
  1. Amphibia (amphi= dua, bios= hidup) 
  2. Reptilia (hewan melata) 
  3. Aves (hewan unggas atau burung) 
  4. Mamalia (mamae=susu, artinya hewan menyusui) 

C. Rangkuman 

  1. Semua organisme yang termasuk ke dalam kingdom Animalia merupakan organisme eukariotik, multiselular, tidak mempunyai dinding sel, dapat bergerak aktif, tidak berklorofil sehingga bersifat heterotrof, habitat darat dan aquatik dan bereproduksi secara seksual dan aseksual, aseksual. 
  2. Kingdom animalia dapat dikelompokkan berdasarkan simetri tubuh, lapisan tubuh serta ada atau tidaknya tulang belakang. 
  3. Berdasarkan Ada tidaknya tulang belakang, kindom animalia terdiri dari filum dua sub filum yaitu Invertebrata dan vertebrata. 
  4. Subfilum invertebrata terdiri dari filum Porifera, Cnidaria, Platihelminthes, Nemathelmintes, Mollusca, Arthropoda, Mollusca dan echinodermata. 
  5. Sub filum Vertebrata terdiri dari kelas Aves, Amphibia, Reptil, Aves dan mamalia 

D. Penugasan Mandiri  

Dalam kegiatan ini, kalian diminta untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang berbagai jenis hewan invertebrata yang ada di sekitar tempat tinggalmu kemudian menuliskannya di dalam tabel. Dengan kegiatan ini diharapkan kalian dapat menjelaskan berbagai jenis hewan dan memprediksi jenis hewanberdasarkan ciri yang teramati, hasilnya silakan diisikan kedalam tabel berikut. 
 


 

E. Latihan Soal   

Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling benar! 
 
1. Perhatikan data berikut: 
– Memiliki lapisan luar yang disebut epidermis. 
– Memiliki sel-sel silindris yang disebut porosit. 
– Memiliki material seperti jeli yang disebut mesenkim pada lapisan dalam epidermis. 
– Memiliki oskulum. 
– Memiliki sel amoebosit. 
Data tersebut merupakan ciri-ciri dari fillum…. 
A. Cnidaria 
B. Porifera 
C. Plathyhelminthes 
D. Nematoda 
E. Annelida 

2. Sel pada porifera yang bertugas untuk mengedarkan makanan ke seluruh tubuh adalah …. 
A. Sel amoeboit 
B. Koanosit 
C. Skleroblas 
D. Pinakosit 
E. Spikula 
 
3. Stadium berenang bebas pada daur hidup Aurelia, memiliki silis dan tidak bertentakel disebut …. 
A. Efira 
B. Strobila 
C. Skifistoma 
D. Medusa 
E. Planula  
 
4. Ditemukan hewan dengan ciri-ciri: 1) tubuh lunak dan tertutup cangkang, 2) menggunakan perut untuk berjalan, 3) jika berjalan meninggalkan jejak berupa lendir, 4) pada bagian kepala terdapat dua pasang tentakel, 5) bersifat hermaprodit. 
Hewan tersebut termasuk kelas …. 
A. Gastropoda 
B. Lamellibranchiata 
C. Amphineura 
D. Pelecypoda 
E. Bivalvia 
 
5. Organisrne-organisme mempunyai ciri- ciri  yaitu. memiliki anggota gerak yang berpasangan dan bersegmen, tubuh simetri bilateral, memiliki perbedaan yang jelas antara caput, thorak, dan abdomen, memiliki rangka luar yang tersusun oleh kitin, sistem peredaran darah terbuka, darah tidak memiliki hemoglobin berdasarkan persamaan ciri yang dimilikinya yaitu…. 
A. Mollusca  
B. Arthropoda 
C. Echinodermata 
D. Crustacea 
E. Myriapoda  
 
6. Salah satu cacing pipih (Plathyhelmintes) yang parasit pada manusia adalah cacing pita (Taenia sagnita ). 
Cara paling efektif untuk menghindari cacing tersebut adalah …. 
A. memasak dengan matang daging yang dimakan 
B. selalu memakai alaskaki kalau ke WC 
C. tidak menggaruk anus yang gatal 
D. mencuci tangan sebelum makan 
E. menghindari gigitan nyamuk 

7. Ada sejenis hewan yang hidup di laut, diplobastik.tubuh simetri radial, gerak menggunakan tentakel, proses pencernaan makanan berlangsung  ekstraseluler di rongga gastrovaskuler. 
Hewan ini adalah hewan yang tergolong …. 
A. Enchinodermata 
B. Arthoropoda 
C. Coelenterata 
D. Crustaceae 
E. Mollusca 

8. Suatu hewan berbetuk bilateral simetris, tidak mempunyai rangka, bersegmensegmen dan hidup di air tawar. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, hewan ini dapat digolongkan kedalam filum …. 
A. Platyhelminthes 
B. Coelenterata 
C. Arthropoda 
D. Mollusca 
E. Annelida 

9. Kejadian mutiara dalam tiram berasal dari …. 
A. masuknya cairan mutiara dalam tubuh 
B. makanan yang mengandung kalsium fosfat 
C. cangkang yang lama berubah menjadi mutiara 
D. secara bertahap hewan ini membuat mutiara 
E. masuknya benda asing dilapisan nakreas 

10. Kelas dari filum arthropoda antaralain heksapoda. Disebut demikian karena mempunyai kaki berjumlah 6, contohnya …. 
A. Kalajengking 
B. keluwing 
C. lalat rumah  
D. laba-laba 
E. kepiting 

Kunci Jawaban Soal Latihan Invertebrata 
1. B.  
Ciri – ciri Porifera,memiliki:  
  1. lapisan luar yang disebut epidermis. 
  2. sel-sel silindris yang disebut porosit. 
  3. material seperti jeli yang disebut mesenkim pada lapisan dalam epidermis  
  4. oskulum. 
  5. sel amoebosit 


2. A. 
Hasil pencernaan akan dipindahkan menuju sel amebosit untuk disebarkan ke seluruh bagian tubuh. Sel amebosit mampu menyebarkan nutrisi karena memiliki kemampuan bergerak di di sepanjang tubuh porifera. 

3. E. 
Fertilisasi sperma dan ovum di air - zigot planula (larva bersilia) - skifistoma (fase polip) - strobila (kuncup) - efira - medusa - medusa jantan dan betina. 

4. A. 
Ciri – ciri Gastropoda  
tubuh lunak dan tertutup cangkang, menggunakan perut untuk berjalan, berjalan meninggalkan jejak berupa lendir, pada bagian kepala terdapat dua pasang tentakel, bersifat hermaprodit. 

5. B. 
Ciri – ciri Arthropoda : 
Memiliki anggota gerak yang berpasangan dan bersegmen, tubuh simetri bilateral, memiliki perbedaan yang jelas antara caput, thorak, dan abdomen, memiliki rangka luar yang tersusun oleh kitin, sistem peredaran darah terbuka, dan darah tidak memilikik hemoglobin. 

6. A. 
Cara menghindari terhadap penyakit yang disebabkan cacing pita : mencuci tangan pakai sabun dan air yang mengalir, mencuci setiap bahan makanan dengan air mengalir hingga benar-benar bersih, memasak daging pada suhu minimal 63 derajat Celcius untuk membunuh telur atau larva cacing pita, membekukan daging selama 7 sampai 10 hari dan ikan minimal 24 jam di dalam freezer dengan suhu – 35 derajat Celcius untuk membunuh telur dan larva cacing, dan menghindari konsumsi daging yang mentah. 

7. C. 
Ciri – ciri Coelenterata 
  1. Diplobastik. 
  2. Bentuk tubuh simetri radial. 
  3. Mengalami  fase polip dan medusa. 
  4. Sistem respirasi secara difusi. 
  5. Gerak menggunakan tentakel. 
  6. Proses pencernaan makanan berlangsung secara intraseluler di sel gastrodermis  dan secara ekstraseluler di rongga gastrovaskuler. 

8. A. 
Ciri-ciri Platyhelminthes :  
  1. bentuk pipih,  
  2. simetri bilateral dan tidak mempunyai rongga tubuh  
  3. tripoblastik yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. ekotoderm akan membentuk epidermis dan kutikula. Mesoderm akan Membentuk alat reproduksi, jaringan otot dan jaringan ikat Endoderm akan membentuk gastrovaskuler yang merupakan saluran pencernaan.  

9. E
Cangkang kerang mutiara tersusun atas tiga lapisan  
1. Periostrakum (luar) 
2. Prismatik (tengah, tebal) 
3. Nakreas (dalam, disebut pula sebagai lapisan mutiara) 
- Periostrakum adalah lapisan terluar dari zat kitin yang berfungsi sebagai pelindung.  
- Prismatik, tersusun dari kristal-kristal kapur yang berbentuk prisma. 
- Nakreas atau sering disebut lapisan induk mutiara, tersusun dari lapisan kalsium karbonat yang tipis dan paralel dengan textur warna mengkilat seperti warna pada mutiara. 

10.  C. 
Insecta disebut juga serangga atau heksapoda. Heksapoda  berasal dari kata heksa yang artinya enam (6) dan kata podos yang berarti kaki. Insecta mempunyai ciri khas yaitu berkaki 6 (tiga pasang). 
Contoh : jangkrik, rayap, kutu, lalat rumah. 

F. Penilaian Diri 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggungjawab! 


Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak". Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Hewan Invertebrata Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Tumbuhan Lumut (Bryohyta) File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com

    Pencarian yang paling banyak dicari
    • ciri-ciri hewan invertebrata
    • invertebrata adalah
    • contoh hewan invertebrata adalah
    • peranan hewan invertebrata
    • klasifikasi invertebrata
    • contoh hewan invertebrata beserta kelas dan peranannya
    • bagaimana pengelompokan hewan invertebrata
    • siput termasuk hewan vertebrata atau invertebrata
    • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022