Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Bentuk Penyajian dan Sistematika Karya Ilmiah Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA

Materi Bentuk Penyajian dan Sistematika Karya Ilmiah Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA - Hai adik adik yang baik apa kabar? jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan cara memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Nah pada kesempatan yang baik ini kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi yang sudah disusun, materi ini kakak ambil dari mata pelajaran Bahasa Indonesia tentang Bentuk Penyajian dan Sistematika Karya Ilmiah untuk adik adik yang duduk dibangku kelas XI SMA/MA, semoga bermanfaat dan selamat belajar!!

Materi Bentuk Penyajian dan Sistematika Karya Ilmiah Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA
Materi Bentuk Penyajian dan Sistematika Karya Ilmiah Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan mengetahui bentuk penyajian dan sistematika karya ilmiah dengan disiplin, kreatif dan tanggungjawab.

B. Uraian Materi

Dalam kegiatan pembelajaran kesatu kalian sudah belajar mengenai tujuan dan esensi karya ilmiah. Pada kegiatan pembelajaran kedua kalian akan belajar tentang bentuk penyajian karya ilmiah dan sistematika karya ilmiah.

Karya ilmiah dapat ditulis dalam berbagai bentuk penyajian. Setiap bentuk itu berbeda dalam hal kelengkapan strukturnya. Secara umum, bentuk penyajian karya ilmiah terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu bentuk populer, bentuk semiformal, dan bentuk formal.


1. Bentuk Populer
Karya ilmiah bentuk ini sering disebut karya ilmiah populer. Bentuknya manasuka. Karya ilmiah bentuk ini bisa diungkapkan dalam bentuk karya ringkas. Ragam bahasanya bersifat santai (populer). Karya ilmiah populer umumnya dijumpai dalam media massa, seperti koran atau majalah. Istilah populer digunakan untuk menyatakan topik yang akrab, menyenangkan bagi populus (rakyat) atau disukai oleh sebagian besar orang karena gayanya yang menarik dan bahasanya mudah dipahami. Kalimat-kalimatnya sederhana, lancar, namun tidak berupa senda gurau dan tidak pula bersifat fantasi (rekaan).
 

2. Bentuk Semiformal
Secara garis besar, karya ilmiah bentuk ini terdiri atas:
  • halaman judul,
  • kata pengantar,
  • daftar isi,
  • pendahuluan,
  • pembahasan,
  • simpulan, dan
  • daftar pustaka.
Bentuk karya ilmiah semacam itu, umumnya digunakan dalam berbagai jenis laporan biasa dan makalah.

3. Bentuk Formal
Karya ilmiah bentuk formal disusun dengan memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara lengkap, seperti dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Unsur-unsur karya ilmiah bentuk formal, meliputi hal-hal sebagai berikut.
  • Halaman Judul
  • Tim pembimbing/lembar pengesahan
  • Kata pengantar
  • Abstrak
  • Daftar isi
  • Bab Pendahuluan
  • Bab Telaah kepustakaan/kerangka teoretis
  • Bab Metode penelitian
  • Bab Pembahasan hasil penelitian
  • Bab Simpulan dan rekomendasi
  • Daftar pustaka
  • Lampiran-lampiran
  • Riwayat hidup
Karya ilmiah dibentuk oleh isi bagian awal, pendahuluan, tinjauan pustaka, metode, hasil dan pembahasan, dan simpulan/rekomendasi.

ISI BAGIAN JUDUL
Halaman Judul
Halaman judul berisi judul karya tulis, ditulis dengan huruf kapital, jenis karya tulis (misalnya: Laporan Ilmiah atau Karya Tulis Ilmiah, makalah, artikel ilmiah), nama lengkap dan NIS, lambang sekolah (bila perlu), nama lengkap sekolah, dan tahun. Lambang sekolah boleh diletakan setelah jenis tulisan. Semua ditulis dengan huruf kapital dan disusun secara simetris, rapi, dan serasi. Perhatikan contoh halaman sampul di bawah ini!

Pendahuluan
Bagian ini mencakup latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasn masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat atau kegunaan penelitian.

Latar Belakang Masalah
Uraian pada latar belakang msalah dimaksudkan untuk menjelaskan alasan timbulnya masalah dan pentingnya masalah tersebut untuk dibahas, baik itu dari segi pengembangan ilmu, kemasyrakatan, ataupun dalam kegiatan dengan kehidupan pada umumnya.

Rumusan Masalah
Masalah adalah persoalan yang dianggap membingungkan oleh penulis, pada umumnya ditanyakan dalam bentuk pertanyaan mengapa dan bagaimana. Berangkat dari pertanyaan itulah, penulis menganggap perlu untuk melakukan langkah-langkah pemecahan, misalnya melalui penelitian. Masalah itu pula yang nantinya menjadi fokus pembahasan di dalam karya ilmiah tersebut. Contoh:

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan pernyataan mengenai focus pembahasan di dalam penulisan karya ilmiah, berdasarkan masalah yang terlah dirumuskan. Dengan demikian, tujuan tersebut harus sesuai dengan masalah yang dirumuskan pada karya ilmiah.

Manfaat
Manfaat dalam karya tulis ilmiah merupakan kegunaan dari penulisan  karya  ilmiah.  Misalnya  untuk pengembangan suatu bidang ilmu ataupun untuk pihak atau lembaga-lembaga tertentu.

Kajian Pustaka
Kajian pustaka atau landasan teori merupakan bagian kedua (Bab II) dalam sebuah karya ilmiah. Kajian Pustaka memuat dua hal pokok, yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti dan argumentasi atas hipotesis yang diajukan. Bahan kajian pustaka dapat dirujuk dari buku teks, jurnal-jurnal penelitian, makalah, laporan-laporan sebelumnya, ataupun diskusi-diskusi ilmiah.

SISTEMATIKA PENULISAN

Halaman Judul
Lembar Pengesahan 
Kata Pengantar 
Abstraksi
Daftar isi
Daftar Tabel (bila ada) 
Daftar Lampiran
Bab I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian

Bab II KAJIAN PUSTAKA
Bab III Metode Penelitian
3.1 Rancangan Penelitian
3.2 Populasi dan Sampel
3.3 Teknik Pengumpulan Data
3.4 Instrumen Pengumpulan Data
3.5 Prosedur Pengumpulan

Bab IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab V Simpulan dan Saran 
Daftar Pustaka

Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan cara atau jalan mengadakan penelitian atau cara untuk mancari, memeriksa kembali dengan teliti. Kosasih (2019: 307) menyatakan bahwa setiap penelitian mempunyai metode penelitian masing-masing, yang umumnya bergantung pada tujuan penelitian itu sendiri. Metode-metode penelitian yang dimaksud, misalnya sebagai berikut:
  1. Metode deskriptif, yaitu metode penelitian yang bertujuan hanya menggambarkan fakta-fakta secara apa adanya, tanpa adanya perlakuan apapun. Data yang dimaksud dapat berupa fakta yang bersifat kuantitatif (statistika) ataupun fakta kualitatif.
  2. Metode eksperimen, yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran atas suatu gejala setelah mendapat perlakuan.
  3. Metode studi kasus, yaitu langkah-langkah pemerolehan dan pembahasan data lapangan berdasarkan temuan-temuan yang ada pada individu atau kasus tertentu.
  4. Metode penelitian kelas, yaitu metode penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki persoalan-persoalan yang terjadi pada kelas tertentu, misalnya tentang motivasi belajar, prestasi belajar siswa dalam kompetensi belajar tertentu.
Judul penelitian: Keanekaragaman Ikan Laut di Kabupaten Situbondo dalam Rangka    Penyediaan      Sumber Belajar Biologi Kelas 1 SMA Penulis: Titis Fajarsari W (SMAN 1 Panji Situbondo, Finalis LPIR 2002)

Rancangan Penelitian: Rancangan non-eksperimen, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan ciri (a) berlatar alamiah, (b) bersifat deskriptif, (c) lebih mengutamakan proses daripada hasil, dan (d) analisis data bersifat induktif (Rosidi, 2002:78)
Hasil dan Pembahasan
Bagian-bagian dalam bab ini disesuaikan dengan rumusan dan temuan data. Apabila ada tiga masalah dalam rumusan, maka pembahasannya juga harus berkaitan dengan ketiga rumusan dan tujuan yang ada. Agar hasil penelitian objektif, sertakanlah gambar, angka-angka (hasil penelitian kuantitatif atau kualitatifnya yang dikuantitatifkan tabel dan grafik. Pembahasannya disesuaikan dengan rumusan dan tujuan penelitian.

Simpulan dan Saran
Simpulan merupakan rangkuman dari hasil penelitian yang telah diuraikan pada Bab IV. Sedangkan saran merupakan pendapat yang dikemukakan untuk dipertimbangkan.

Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan daftar yang mencantumkan nama penulis, tahun, judul, kota, dan penerbit. Daftar pustaka ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku, dan disusun menurut abjad.
Contoh:
Kosasih, E.. 2019. Jenis-jenis Teks. Bandung: Yrama Widya.

C. Rangkuman

Bentuk penyajian karya ilmiah terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu bentuk populer, bentuk semiformal, dan bentuk formal.

Bentuk popular atau sering disebut juga karya ilmiah popular. Merupakan suatu karya yang ditulis dengan menggunakan bahsa yang mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca.
Bentuk semiformal, karya ilmiah yang terdiri atas: halaman judul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, pembahasan, simpulan, dan daftar Pustaka.

Bentuk formal merupakan karya ilmiah yang disusun dengan memenuhi unsur- unsur kelengkapan akademis secara lengkap, seperti dalam skripsi, tesis, atau disertasi.

D. Latihan Soal

1. Pahami dengan saksama!
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharap kritik dan saran yang membangun dari semua pihak.
Kutipan karya tulis tersebut terdapat di bagian ….
A. pendahuluan
B. kata pengantar
C. isi
D. simpulan
E. saran

2. Bagian karya ilmiah yang berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian disebut ….
A. simpulan
B. pembahasan
C. metode penelitian
D. pendahuluan
E. kata pengantar

3. Perhatian identitas buku berikut!
Judul buku : Kitab PUEBI: Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia
Pengarang : Eko Sugiarto 
Penerbit : Andi 
Tempat terbit : Yogyakarta 
Tahun terbit : 2017
Penulisan daftar pustaka yang tepat sesuai dengan identitas buku tersebut adalah
Jawab: Sugiarto, Eko. 2017. Kitab PUEBI: Pedomaan Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Yogyakarta: C.V. Andi.

4. Topik : Remaja kurang tertarik pada kesenian tradisional. Rumusan masalah yang sesuai dengan topik tersebut adalah ….
Jawab: 
Berdasarkan topik di atas, rumusan masalah yang dapat diambil yaitu:
  • Apa yang dimaksud kesenian tradisional?
  • Apa yang menyebabkan remaja kurang tertarik pada kesenian tradisional?
  • Bagaimana solusi tepat agar remaja tertarik pada kesenian tradisional?

E. Penilaian Diri

Setelah kalian belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan belajar 2, berikut diberikan tabel untuk mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari. Jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi modul ini, dan Isilah tabel refleksi diri terhadap pemahaman materi di tabel berikut dan (Centanglah).

Tabel Refleksi Diri Pemahaman Materi

Jika menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di atas, maka pelajarilah kembali materi tersebut dan pelajari ulang kegiatan belajar 2, yang sekiranya perlu kalian ulang. Jangan putus asa untuk mengulang lagi!.Dan apabila kalian menjawab “YA” pada semua pertanyaan, maka kalian sudah berhasil dalam mempelajari materi ini.


Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Bentuk Penyajian dan Sistematika Karya Ilmiah Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 


#
Bentuk Penyajian dan Sistematika Karya Ilmiah File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com


      Pencarian yang paling banyak dicari
      • contoh karya ilmiah
      • contoh esensi karya ilmiah
      • esensi adalah
      • bagaimana cara menyajikan identifikasi masalah
      • contoh karya ilmiah pdf
      • makalah karya ilmiah
      • karya ilmiah populer
      • karya ilmiah tentang covid-19
      • pengertian karya ilmiah
      • syarat karya ilmiah
      • struktur karya ilmiah
      • karya ilmiah remaja
      • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022