Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Mendemontrasikan Naskah Drama Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA

Materi Mendemontrasikan Naskah Drama Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA - Hai adik adik yang baik apa kabar? semoga dalam keadaan sehat sehat saja, nah pada kesempatan yang baik ini tentunya kakak tidak bosan bosannya untuk membagikan kepada adik adik mengenai materi yang sudah kakak siapkan, materi ini bisa adik adik pelajari ya, oiya materi yang kakak bagikan ini sudah termasuk dengan latihan soal serta jawaban soal dan kakak juga memberikan tugas mandiri untuk adik adik. Selamat belajar!!

Materi Mendemontrasikan Naskah Drama Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA
Materi Mendemontrasikan Naskah Drama Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah memahami dan  menguasai materi  pada kegiatan pertama serta menguasai materi dan seluruh kegiatan pada modul ini,  diharapkan kalian dapat menyusun teks drama dan mementaskannya 
 

B. Uraian Materi 

1.  Alur Drama  
 
a) Definisi  Alur Cerita Drama 
Menurut Wahyudi Siswanto. 2008. alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin sebuah cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita, sedangkan menurut  Aminuddin (2004: 83) Alur / plot adalah kesinambungan dari sebuah jalan cerita. Urutan cerita dapat tersusun secara sistematis atas urutan waktu, peristiwa / kejadian dari sebab dan akibat. Selanjutnya  Hariyanto (2000:39), menyatakan bahwa alur merupakan jalan cerita atau urut-urutan peristiwa dalam drama dari awal sampai akhir.  Dari pendapat beberapa ahli di atas dapat didefinisikan bahwa alur adalah jalan cerita atau rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapantahapan dari awal sampai akhir dalam drama.  
 
b) Jenis-Jenis Alur Cerita Drama 
Jenis alur dapat dikelompokkan dengan menggunakan berbagai kriteria sebagai berikut: 
Berdasarkan urutan waktu alur dibedakan menjadi dua yaitu  
  1. Alur maju atau disebut juga alur kronologis, alur lurus atau alur progresif.  Peristiwa-peristiwa ditampilkan secara kronologis, maju, secara runtut dari awal tahap, tengah hingga akhir. 
  2. Alur mundur atau disebut juga alur tak kronologis, sorot balik, regresif, atau  flash-back. Peristiwa-peristiwa ditampilkan dari tahap akhir atau tengah dan baru kemudian tahap awalnya. 
 Berdasarkan kriteria jumlah alur terdiri atas: 
  1. Alur tunggal, yaitu alur yang hanya menampilkan seorang tokoh protagonis.  Cerita hanya mengikuti perjalanan hidup tokoh tersebut. 
  2. Alur jamak, yaitu cerita drama menampilkan lebih dari satu tokoh  protagonis. Perjalanan hidup tiap tokoh ditampilkan. 
 Berdasarkan kriteria  hubungan antarperistiwa alur terdiri atas: 
  1. Alur erat atau disebut juga alur ketat atau padat. Dalam drama yang beralur  cepat, susul menyusul, setiap bagian terasa penting dan menentukan. 
  2. Alur longgar yaitu, alur longgar berbanding terbalik dengan alur ketat. Hubungan antarperistiwanya longgar, tersajikan secara lambat, dan diselingi berbagai peristiwa tambahan. Pembaca atau penonton dapat meninggalkan atau mengabaikan adegan tertentu yang berkepanjangan dengan tanpa kehilangan alur utama cerita. 
Berdasarkan kriteria cara pengakhirannya, alur terdiri dari: 
  1. Alur tertutup, yaitu alur penampilan kisahnya diakhiri dengan kepastian atau secara jelas. 
  2. Alur terbuka, yaitu alur yang penampilan kisahnya diakhiri secara tidak  pasti, tidak jelas, serba mungkin. Jadi akhir ceritanya diserahkan kepada imajinasi pembaca atau penonton. 
Berdasarkan  Kamus Istilah Sastra,  alur terdiri atas: 
  1. Alur bawahan yaitu alur kedua atau tambahan yang disusupkan disela- sela  bagian alur utama sebagai variasi. Alur bawahan merupakan lakuan tersendiri tetapi yang masih ada hubungannya dengan alur utama. Ada kalanya alur bawahan ini dimaksudkan untuk menimbulkan kontras, adakalanya sejalan dengan alur utama. (Sudjiman, 1990: 4) 
  2. Alur erat (ketat) yaitu, Jalinan peristiwa yang sangat padu di dalam suatu  karya sastra, kalau salah satu peristiwa ditiadakan, keutuhan cerita akan terganggu. (Sudjiman, 1990: 4-5) 
  3. Alur longgar yaitu, Jalinan peristiwa yang tidak padu di dalam karya sastra,  meniadakan salah satu peristiwa tidak akan menganggu jalan cerita. (Sudjiman, 1990: 5) 
  4. Alur menanjak, yaitu jalinan peristiwa dalam satu karya sastra yang semakin menanjak sifatnya. (Sudjiman, 1990: 5) 
Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa jenisjenis alur cerita drama adalah: 
  1. Alur maju, yaitu alur yang jalan ceritanya diawali dengan perkenalan, permasalahan, dan diakhiri dengan penutup. 
  2. Alur mundur, yaitu alur yang jalan ceritanya langsung ke puncak masalah  baru kemudian kembali ke awal cerita. 
  3. Alur campuran, yaitu alur campuran antara alur maju dan alur mundur. Pengarang   menuliskan   secara   berurutan   dari awal  cerita selanjutnya menyisipkan kembali masa lalu atau kembali lagi ke awal cerita. 
2. Tahapan Alur dalam  Drama 
 
a) Tahap Eksposisi / Perkenalan 
Dalam tahap ini, pengarang memperkenalkan para tokoh dan memberikan gambaran   peristiwa  yang akan terjadi. Eksposisi sering disebut sebagai Paparan. Eksposisi adalah bagian karya sastra drama yang berisi keterangan mengenai tokoh serta latar. Biasanya eksposisi terletak pada bagian awal. 
  
b) Tahap Konflik Awal 
Pada tahap ini, tokoh mulai terlibat persoalan dengan tokoh lain, baik secara individu maupun kelompok, Biasanya konflik ini merupakan titik tolak untuk membangun konflik lain yang lebik panas. 
 
c) Tahap Komplikasi 
Pada tahap ini tokoh terlibat persoalan yang lebih serius, baik dengan tokoh yang telah berkonflik sebelumnya, atau dengan orang lain, sehingga konflik smakin menajam. Masing-masing tokoh makin memperlihatkan keinginan atau tujuan yang hendak dicapai. 
 
d) Tahap Klimaks 
konflik menajam bergerak ke arah puncak. Masing-masing tokoh memberikan pilihan atau tawaran jalan keluar. Tokoh jahat dan tokoh baik sama-sama berusaha menanggapi keinginannya. Untuk itu, masing-masing tokoh dapat memanfaatkan tokoh lain memihak padanya. Tokoh baik lebih menyukai jalan keluar yang memenangkan tujuannya. Sebaiknya tokoh jahat akan memilih penyelesaian yang sesuai keinginanan dirinya sendiri. 
 
e) Tahap Antiklimaks / Penurunan laku 
Pada tahap ini konflik mulai mereda. Masing-masing tokoh menempuh penyelesaian yang diputuskan masing-masing dengan atau tanpa kesepakatan. 
 
f) Tahap Penyelesaian / Ending 
Jika penulis naskah menghendaki tema untuk mengedepankan kebaikan, lazimnya tokoh antagonis akan mengalami kekalahan. Akan tetapi, jika pengarang ingin menunjukkan bahwa sebuah kebaikan itu mudah diraih, maka biasanya tokoh baik diletakkan pada posisi menang. 
 
Dalam  drama  dikenal pula istilah  prolog, dialog, dan epilog. Prolog merupakan bagian pembukaan suatu drama, sedangkan dialog berisi percakapan antartokoh yang terdapat dalam drama tersebut. Epilog merupakan adegan akhir atau penutup drama 

3. Memerankan Tokoh dalam  Drama Pemeran dalam drama disebut tokoh. 
 
Silakan kalian simak contoh naskah drama berikut ini. 
 
Zaman 
Karya   : Sri Kuncoro 
( Sumber : www.crayonpedia.org) 
………………………………………………………………………………………………………………… 
Di beranda sebuah rumah yang sederhana, tetapi cukup asri, seorang ibu tampak gelisah 
Ibu :   Ayah, sepertinya hujan akan turun. Lihatlah mendung itu gelap sekali.     
Ayah :   Tenanglah Bu. Mereka, ‘kan sudah dewasa. 
Ibu :    Tapi, kan tidak biasanya mereka pulang terlambat. Lagi pula                    mendung   
Ayah :   Mereka toh bisa berlindung, jika nanti hujan turun dengan lebat. 
Ibu :   Ah, Ayah selalu begitu! 
Ayah :  Ah, Ibu juga selalu begitu! (Keduanya diam, lalu anak ke-2 memasuki pintu panggung) 
Ibu :   Kenapa pulang terlambat, Man? Sudah makan siang, Nak? 
Anak 2 :   Sudah Bu. Tadi, ada demo yang menghambat lalu lintas. 
Ayah :   Demo tentang apa dan oleh siapa? 
Anak 2 :   Tidak tahu, Ya. Saya tidak peduli demo macam apa dan oleh siapa.  (Masuk ke kamar, ganti baju, dan keluar lagi). 
Ibu :   Kau mau kemana lagi, Man? 
Anak 2 :   Voli, Bu. Ada latihan di stadion. 
Ibu :   Mendung begitu gelap, kakakmu belum pulang. Carilah dulu! 
Anak 2 :   Saya sudah terlambat, Bu. Lagi pula Kakak pasti bisa menjaga diri. 
Ibu :   Hujan akan segera turun. Nanti dia terjebak hujan. Jemputlah dulu! 
Anak 2 :   Bu, saya sudah berumur 19 tahun. Jadi, saya rasa, Kakak juga sudah dewasa.    
Ayah  :   Man, jangan kasar kepada ibumu! (Anak 1 mendadak nyelonong masuk dan menghempaskan tubuhnya ke kasur)   
Anak 2 :   Tuh, Bu, Putri Cinderela sudah kembali ke istana. Saya pergi dulu! 
Anak 1 :   Reseh, lu! 
Anak 1 :   Biasalah, Bu, memperjuangkan keadilan. 
Ayah  :   Keadilan macam apa? 
Anak 1 :   Keadilan bagi rakyat jelata. Sekarang ini, ya, segala kepentingan                     umum.            
Ibu  :   Kau berurusan dengan polisi? 
Anak 1 :   Demi keadilan, Bu. 
Ibu  :   Jangan macam-macam kamu, ya,! 
Anak 1 :   Ibu jangan khawatir. Jangan panik seperti itu! 
…………………………………………………………………………………………………………. 

Pemeran atau tokoh-tokoh dalam drama tersebut adalah: Ayah, ibu. Anak 1 dan anak 2, yang memiliki karakter dan perwatakannya masing-masing. 
  

C. Rangkuman Materi 

  1. Alur adalah jalan cerita atau rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapantahapan dari awal sampai akhir dalam drama.   
  2. Jenis alur berdasarkan urutan waktu terdiri atas alur maju atau kronologis dan alur mundur, sedangkan berdasarkan jumlah alur terdiri atas alur tunggal dan alur ganda. Berdasarkan hubungan antarperistiwa dibagi menjadi alur rapat dan alur longgar, sedangkan berdasarkan cara pengakhirannya terdiri atas alur tertutup dan alur terbuka. Alur menurut kamus istilah sastra terdiri atas alur bawahan, alur erat, alur longgar, dan alur menanjak, sedangkan menurut beberapa ahli disimpulkan terdiri atas alur maju, alur mundur, dan alur campuran. 
  3. Dalam memerankan tokoh dalam drama diperlukan penguasaan karakter dan penokohan. 

D. Penugasan Mandiri 

Anak-anak hebat, tentunya  kalian sudah mencermati dan memahami  seluruh materi pada kegiatan kedua di atas. Tibalah kalian  akan  mengerjakkan tugas agar pemahaman  dan keterampilan kalian maksimal. Ikuti instruksi tugas berikut dengan  seksama! 
  1. Susunlah naskah drama dengan tema persahabatan! 
  2. Menyusun bagian-bagian  penting ulasan yang  akan ditulis. 
  3. Menyusun ulasan terhadap  pesan yang kalian peroleh dalam cerita  pada buku fiksi  yang telah dibaca. 
  4. Mengedit tulisan yang sudah kalian buat, dari segi isi, bahasa dan ejaan yang belum sesuai, sehingga menjadi tulisan yang menarik  dan tepat. 
Hasil Kegiatan 

E. Latihan Soal  

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan alur dalam teks drama? 
2. Tuliskan jenis-jenis alur! 
3. Jelaskan tahapan alur dalam drama!  
 
Pembahasan dan Pedoman Penskoran Latihan Soal Pembelajaran 2 




 
       skor yang diperoleh x 100 
Nilai: ____________________   = 
 
Skor maksimal 
 

F. Penilaian Diri 

Setelah kalian belajar melalui kegiatan pembelajaran dua, berikut diberikan tabel untuk mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari. Jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi, dan Isilah tabel refleksi diri terhadap pemahaman materi di tabel berikut dan centanglah (√). 
Jika menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di atas, maka pelajarilah kembali materi tersebut dan pelajari ulang kegiatan pembelajaran dua. Jangan putus asa untuk mengulang lagi. 


Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Mendemontrasikan Naskah Drama Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 


#
Mendemontrasikan Naskah Drama File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com


      Pencarian yang paling banyak dicari
      • struktur drama
      • contoh struktur drama
      • kaidah kebahasaan drama
      • struktur teks drama
      • struktur drama dan penjelasannya
      • pengertian teks drama
      • struktur drama dalam bahasa jawa
      • ciri ciri teks drama
      • naskah drama pdf
      • naskah drama remaja
      • naskah drama cerita rakyat
      • naskah drama adalah
      • contoh naskah drama teater
      • naskah drama panjang
      • naskah drama 5 babak
      • naskah drama monolog
      • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022