Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Peran dalam Drama Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA

Materi Peran dalam Drama Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA - Hai adik adik yang baik, apa kabar? semoga dalam keadaan baik baik saja, nah pada kesempatan yang baik ini kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi yang sudah kakak siapkan, nah sebelum belajar baiknya adik adik sudah mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah dengan selalu mengikuti 3M, oiya materi ini diambil dari mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk adik adik kelas XI SMA/MA tentang Peran dalam Drama. Semoga bermanfaat yah.

Materi Peran dalam Drama Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA
Materi Peran dalam Drama Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan kalian mampu memerankan drama dengan cermat, kritis, dan bertanggung jawab sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

B. Uraian Materi

Memerankan drama berarti mengaktualisasikan segala hal yang terdapat di dalam naskah drama ke dalam lakon drama di atas pentas. Aktivitas yang menonjol dalam memerankan drama ialah dialog antartokoh, monolog, ekspresi mimik, gerak anggota badan, dan perpindahan letak pemain.
Pada saat melakukan dialog ataupun monolog, aspek-aspek suprasegmental (lafal, intonasi, nada atau tekanan dan mimik) mempunyai peranan sangat penting. Lafal yang jelas, intonasi yang tepat, dan nada atau tekanan yang mendukung penyampaian isi/pesan.

1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memerankan drama
a. Membaca dan Memahami Teks Drama
Sebelum memerankan drama, kegiatan awal yang perlu kita lakukan ialah membaca dan memahami teks drama. Teks drama adalah karangan atau tulisan yang berisi nama-nama tokoh, dialog yang diucapkan, latar panggung yang dibutuhkan, dan pelengkap lainnya (kostum, lighting, dan musik pengiring). Dalam teks drama, yang diutamakan ialah tingkah laku (acting) dan dialog (percakapan antartokoh) sehingga penonton memahami isi cerita yang dipentaskan secara keseluruhan. Oleh karena itu, kegiatan membaca teks drama dilakukan sampai dikuasainya naskah drama yang akan diperankan.
Dalam teks drama yang perlu dipahami ialah pesan-pesan dan nilai-nilai yang dibawakan oleh pemain. Dalam membawakan pesan dan nilai-nilai itu, pemain akan terlibat dalam konflik atau pertentangan. Jadi, yang perlu dibaca dan pahami ialah rangkaian peristiwa yang membangun cerita dan konflik- konflik yang menyertainya.

b. Menghayati Watak Tokoh yang akan Diperankan
Sebelum memerankan sebuah drama, kita perlu menghayati watak tokoh. Apa yang perlu kita lakukan untuk menghayati tokoh? Watak tokoh dapat diidentifikasi melalui (1) narasi pengarang, (2) dialog-dialog dalam teks drama, (3) komentar atau ucapan tokoh lain terhadap tokoh tertentu, dan (4) latar yang mengungkapkan watak tokoh.

Melalui menghayati yang sungguh-sungguh, kamu dapat memerankan tokoh tertentu dengan baik. Watak seorang tokoh dapat diekspresikan melalui cara sang tokoh memikirkan dan merasakan, bertutur kata, dan bertingkah laku, seperti dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Artinya, watak seorang tokoh bisa dihayati mulai dari cara sang tokoh memikirkan dan merasakan sesuatu, cara tokoh bertutur kata dengan tokoh lainnya, dan cara tokoh bertingkah laku.
 
Hal yang paling penting dalam memerankan drama adalah dialog. Oleh karena itu, seorang pemain harus mampu:
  1. Mengucapkan dialog dengan lafal yang jelas, Seorang pemain dikatakan mampu bertutur dengan jelas apabila setiap suku kata yang diucapkannya dapat terdengar jelas oleh penonton sampai deretan paling belakang. Selain jelas, pemain harus mampu mengucapkan dialog secara wajar. Perasaan dari masing-masing pemain pun harus bisa ditangkap oleh penonton.
  2. Membaca dialog dengan memperhatikan kecukupan volume suara. Seorang pemain harus bisa menghasilkan suara yang cukup keras. Ketika membaca dialog, suara pemain harus bisa memenuhi ruangan yang dipakai untuk pementasan. Suara pemain tidak hanya bisa didengar ketika panggung dalam keadaan sepi, juga ketika ada penonton yang berisik.
  3. Membaca dialog dengan tekanan yang tepat, Kalimat mengandung pikiran dan perasaan. Kedua hal ini dapat ditangkap oleh orang lain bila pembicara (pemain) menggunakan tekanan secara benar. Tekanan dapat menunjukkan bagian-bagian kalimat yang ingin ditonjolkan.
Ada 3 macam tekanan yang biasa digunakan dalam melisankan naskan drama:
1) Tekanan dinamik
Yaitu tekanan yang diberikan terhadap kata atau kelompok kata tertentu dalam kalimat, sehingga kata atau kelompok kata tersebut terdengar lebih menonjol dari kata-kata yang lain. Misalnya, ”Engkau boleh pergi. Tapi, tanggalkan bajumu sebagai jaminan!” (kata yang dicetak miring menunjukkan penekanan dalam ucapan).
2) Tekanan tempo
Yaitu tekanan pada kata atau kelompok kata tertentu dengan jalan memperlambat pengucapannya. Kata yang mendapat tekanan tempo diucapkan seperti mengeja suku katanya. Misalnya, ”Engkau boleh pergi. Tapi, tang-gal-kan ba-ju-mu sebagai jaminan!” Pengucapan kelompok kata dengan cara memperlambat seperti itu merupakan salah satu cara menarik perhatian untuk menonjolkan bagian yang dimaksud.
3) Tekanan nada
Yaitu nada lagu yang diucapkan secara berbeda-beda untuk menunjukkan perbedaan keseriusan orang yang mengucapkannya. Misalnya, ”Engkau boleh pergi. Tapi, tanggalkan bajumu sebagai jaminan!” bisa diucapkan dengan tekanan nada yang menunjukkan ”keseriusan” atau ”ancaman” jika diucapkan secara tegas mantap. Akan tetapi, kalimat tersebut bisa juga diucapkan dengan nada bergurau jika pengucapannya disertai dengan senyum dengan nada yang ramah.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan dialog drama adalah:
  1. Penggunaan bahasa, baik secara pelafalan maupun intonasi, harus relevan. Logat yang diucapkan hendaknya disesuaikan dengan asal suku atau daerah, usia, atau status sosial tokoh yang diperankan.
  2. Ekspresi tubuh dan mimik muka harus disesuaikan dengan dialog. Bila dialog menyatakan kemarahan, maka ekspresi tubuh dan mimik pun harus menunjukkan rasa marah.
  3. Untuk lebih menghidupkan suasana dan menjadikan dialog lebih wajar dan alamiah, para pemain dapat melakukan improvisasi di luar naskah.
2. Memahami Teknik Bermain Drama
Teknik bermain (akting) merupakan unsur penting dalam seni peran. Berikut ini hal-hal yang sangat mendasar berkaitan dengan teknik bermain drama.
a. Teknik Muncul
Teknik muncul adalah cara seorang pemain tampil pertama kali ke pentas yaitu saat masuk ke panggung telah ada tokoh lain, atau ia masuk bersama tokoh lain. Tentu, setelah muncul, pemain harus menyesuaikan diri dengan suasana perasaan adegan yang sudah tercipta di atas pentas. Kehadiran seorang tokoh harus mendukung perkembangan alur, suasana, dan perwatakan yang sudah tercipta atau dibangun.

b. Teknik Memberi Isi
Kalimat ”Engkau harus pergi!” mempunyai banyak nuansa. Ucapan tulus mengungkap keikhlasan atau simpati, sedangkan ucapan kejengkelan atau kemarahan tentu bernada lain. Nuansa tercipta melalui tekanan ucapan yang telah dijelaskan di muka (tekanan dinamik, tekanan nada, dan tekanan tempo).

c. Teknik Pengembangan
Teknik pengembangan berkait dengan daya kreativitas pemeran, sutradara, dan bagian estetis. Dengan pengembangan, sebuah naskah akan menjadi tontonan memikat. Bagi pemain, pengembangan dapat ditempuh dengan beberapa cara, diantaranya:

1) Pengucapan
Pengembangan pengucapan dapat ditempuh dengan menaikkan – menurunkan volume dan nada. Dengan demikian setiap kata, frase, atau kalimat dalam dialog diucapkan dengan penuh kesadaran. Artinya, setiap pemain sadar kapan harus mengucap dengan keras-cepat-tinggi atau lembut-lambat-rendah.

2) Gestur.
Pengembangan gesture dapat dicapai dengan lima cara. Setiap cara, tentu saja, tidak dapat dipisah-pisahkan sebab saling melengkapi dan menyempurnakan.

d. Menciptakan Peran
Tentu saja untuk menciptakan peran, pemain harus sadar bahwa ia sedang ”memerankan sebagai……..” Artinya, seluruh sifat, watak, emosi, pemikiran yang dihadirkan adalah sifat, watak, emosi, dan pemikiran ”tokoh yang diperankan”. Dengan demikian, seorang pemain harus berkemampuan menciptakan peran dalam sebuah pertunjukan.

Hal-hal berikut dapat membantu untuk menciptakan peran:
  1. kumpulkan tindakan-tindakan pokok yang harus dilakukan oleh pemeran dalam pementasan
  2. kumpulkan sifat-sifat tokoh, termasuk sifat yang paling menonjol
  3. carilah ucapan atau dialog tokoh yang memperkuat karakternya
  4. ciptakan gerakan mimik atau gesture yang mampu mengekspresikan watak tokoh
  5. ciptakan intonasi yang sesuai dengan karakter tokoh
  6. rancanglah garis permainan tokoh untuk melihat perubahan dan perkembangan karakter tokoh
  7. ciptakan blocking dan internalisasi dalam diri sehingga yang berperilaku adalah tokoh yang diperankan.
3. Metode menanggapi sebuah pementasan drama
Menanggapi adalah memberikan ulasan, komentar, pendapat, dan kritik atau penilaian secara lisan terhadap suatu pementasan karya sastra.
Ada beberapa tahapan dalam menanggapi pementasan drama yaitu sebagai berikut :
a. Menghayati pementasan
Ini adalah sebuah langkah awal yang harus dilakukan sebelum menanggapi pementasan karya sastra adalah menghayati sungguh-sungguh pementasan karya sastra yang akan ditanggapi. Setelah itu ada dua hal yang ditanggapi dari pementasan yaitu pertama, tanggapan terhadap karya sastra yang dipentaskan. Kedua, tanggapan terhadap teknik pementasan karya sastra.
b. Menentukan topik yang akan ditanggapi
Saat melihat sebuah pementasan, catatlah hal-hal penting yang pantas untuk ditanggapi. Ada dua hal penting yang pantas untuk ditanggapi yaitu : unsur- unsur cerita drama yang dipentaskan dan teknik pementasannya.
c. Mempersiapkan alasan yang logis
Pementasan karya sastra bermakna memberikan alasan, komentar, pendapat, dan kritik secara lisan terhadap pementasan karya sastra. Pendapat itu merupakan pendapat pribadi. Maka dari itu, agar pendapat bisa diterima maka harus disertai dengan alasan yang logis.
d. Menyusun kerangka
Butir-butir yang telah didapat kemudian dikembangkan menjadi kerangka yang runtut dan sistematis. Kerangka tanggapan identik dengan kerangka bicara. Oleh karena itu, kerangka berfungsi sebagai pedoman atau penuntun arah dalam bicara dan juga sebagai sarana yang memudahkan untuk  mengikuti dan memahami isi pembicaraan.
e. Menyampaikan tanggapan secara lisan
Setelah semua tahap dilakukan, barulah tahap penyampaian tanggapan dilakukan. Penyampaian tanggapan dilakukan dengan mengembangkan kerangka tanggapan yang telah dibuat sebelumnya.

C. Rangkuman

  1. Memerankan drama berarti mengaktualisasikan segala hal yang terdapat di dalam naskah drama ke dalam lakon drama di atas pentas. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memerankan drama yaitu : memahami isi teks drama dan menghayati watak tokoh yang akan diperankan.
  2. Dalam memerankan sebuah drama, penting untuk mengetahui teknik-teknik dalam bermain drama seperti : teknik muncul, teknik memberi isi, teknik pengembangan, dan teknik menciptakan peran
  3. Menanggapi drama adalah memberikan ulasan, komentar, pendapat, dan kritik atau penilaian secara lisan terhadap suatu pementasan karya sastra. Tanggapan sebuah drama sangat penting untuk menilai apakah drama yang dipentaskan sudah cukup bagus atau masih ada yang kurang.
  4. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui dalam menanggapi pementasan drama yaitu : menghayati pementasan, menentukan topik yang akan ditanggapi, mempersiapkan alasan yang logis, menyusun kerangka, dan menyampaikan tanggapan secara lisan.

D. Penugasan Mandiri

Bacalah teks drama monolog berikut. Seandainya kalian menjadi tokoh dalam teks tersebut, perankan oleh kalian sesuai dengan karakter dalam tokoh itu. Lalu berlatihlah untuk memerankan tokoh. Perhatikan oleh kalian perihal kejelasan lafal, volume, dan tekanan suara.

Aku kini berada di sekolah tingkat menengah (SMA). Pada tempat inilah aku memiliki banyak sekali pengalaman. Mulai dari teman yang baik, guru yang terkadang cerewet dan juga pujaan hatiku. Semuanya hal tersebut selalu membuatku tersenyum. Yah !!! hari-hari menyenangkan itulah yang sedang kujalani saat ini.

Mereka selalu mendukung keinginanku demi kemajuan hidupku. Bagiku, mereka adalah sosok hangat, baik, menyenangkan dan juga lembut. Namun, ada pepatah mengatakan selimut yang terlalu lembut, hangat, dapat membuat badan sang pemakai akan terasa panas, terbakar, bahkan bisa membuatnya menjadi melempuh. Euuuuh !!

Ya Tuhanku … saat ini kuikhlaskan air mata ini yang membasahi seluruh jiwa dan ragaku. Mereka adalah orang-orang yang hampir setiap hari membuatku tersenyum, walaupun di satu sisi, mereka juga memiliki kekurangan.

E. Latihan Soal

Bacalah teks drama berikut ini!

Di sebuah kelas SMA, 4 orang siswa yang sedang bahagia. Namun kondisi berubah ketika mereka mendapatkan kabar bahwa besok akan ujian.
Rena : “Eh kalian udah belajar buat ulangan besok?” Roy : “Belum”
Zainal : “Astaga, Innalillahi”.
Rena : “Apa? Kalau nilai ulangannya jelek bisa dihukum.”
Zainal : “Paling-paling hukumannya juga cuma lari keliling lapangan bola 10 kali doang”.
Ren : “Bukan! Kali ini hukumannya serem, harus ikut pelajaran tambahan setiap pulang sekolah. Kamu sudah belajar, Rin?” (Melirik ke arah Ririn).
Ririn : “Sudah dong, Ririn (sambil menunjuk-nunjuk bangga ke dirinya sendiri)”.

Singkat cerita, kemudian mereka bertaruh. Siapa yang nilai ujiannya paling tinggi, maka akan dianggap menang dan bisa memerintah orang yang kalah. Ririn berusaha keras untuk belajar, sedangkan Roy berjuang keras untuk membuat contekan di kertas kecil.

(Saat Ujian)
Pak Asep : “Baik anak-anak, silahkan buka lembar soalnya sekarang!” Ririn : “Bismillah”.
Roy : “Soal ini kan gampang sekali. Kalau gini kan gak akan ketahuan”.
Pak Asep :” Bapak keluar dulu, ingat jangan nyontek atau bertanya pada temannya ya. Dan satu lagi, jangan ribut”. (keluar kelas).
Roy : “Rencana B dimulai” (menyilangkan kaki dan melihat kertas contekan di atas sepatunya).
Roy : “Ah, bukan yang ini” (bingung)
Roy : “Ah yang ini nih!” (sambil mengeluarkan kertas contekan dari dasi).
Roy : “Selesai” (sambil merebahkan diri di kursi, tersenyum puas sambil melirik teman-temannya yang lain belum selesai mengerjakan).

Akhirnya ulangan selesai, dan Pak Asep membagikan kertas hasil ujian kepada semua siswanya.
Pak Asep : “Ini hasil ujian kalian”. (sambil membagikan kertas). Ririn :” Hore! Nilaiku 85”. (tersenyum puas)
Zainal : “Hahahaha, aku dapat 65. Lumayan ujian kemarin cuma 60”. Roy : “Lhah Pak, kok nilai ujian saya cuma 50”?
Pak Asep : “Sebab soal nomor 11–20 di balik kertas gak kamu isi. Roy : “Apa? Masih ada soal lagi?”
Ririn : “Hahahaha, kamu kalah Roy! Dengan ini saya perintahkan kamu gak nyontek lagi waktu ujian”! (sambil menunjuk-nunjuk Roy dengan tertawa lepas).
Pak Asep :” Apa? Jadi kamu kemarin nyontek? Oke, kalau begitu nilai kamu saya kurangi 5 poin lagi!”
Roy : “Aduuuh, apes benar aku ini” (mengucek-ngucek rambut)

Akhirnya, Roy menyadari kesalahannya dan berjuang keras untuk belajar. Dia tidak pernah menyontek saat ujian lagi.
1. Berdasarkan cerita teks drama tersebut, sebutkan watak tokoh dalam drama itu!
2. Apa tanggapan kalian terhadap tokoh Roy, pada teks drama di atas!
3. Apa tanggapan kalian terhadap tokoh Ririn, pada teks drama di atas!

Kunci jawaban soal latihan:

1. Watak tokoh pada teks drama.
a. Pak Asep : baik dsn tegas
b. Rena : mudah panik
c. Roy : tidak jujur, tidak teliti
d. Zainal : mudah percaya diri
e. Ririn : percaya diri, rajin belajar, percaya diri
2. Tokoh Roy adalah tokoh siswa yang tidak baik untuk ditiru, karena sebagai siswa kita harus rajin belajar agar di saat akan berlangsung ulangan/ujian harus siap dan percaya diri untuk sangggup menjalaninya.
3. Tokoh Ririn adalah tokoh siswa yang baik untuk ditiru. Ririn mempunyai karakter yang baik, rajin belajar dan percaya diri. Ketika akan diadakan ulangan, Ririn sudah mempunyai persiapan dalam menghadapi ulangan tersebut, sehingga ia percaya diri dalam menjalani ulangan.

F. Penilaian Diri

Berilah tanda centang (√) pada format di bawah ini sesuai dengan jawaban kalian!


Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Peran dalam Drama Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 


#
Peran dalam Drama File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com


      Pencarian yang paling banyak dicari
      • penokohan dalam drama
      • manakah berikut ini yang merupakan dasar dasar teknik teater
      • jenis jenis penokohan dalam cerpen
      • hakikat seni peran dalam teater adalah pemain teater harus mampu
      • protagonis adalah
      • tokoh utility adalah
      • karakter yang tidak mengalami perkembangan emosi dan derajat status sosial dalam sebuah lakon adalah
      • tuliskan dan jelaskan perbedaan karakter dan penokohan
      • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022