Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Mengidentifikasi nilai-nilai dalam buku drama (fiksi) Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA

Materi Mengidentifikasi nilai-nilai dalam buku drama (fiksi) Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA - Hai adik adik dimana saja berada, jangan lupa mengikuti protokol kesehatan yang disarankan oleh pemerintah. Oiya pada kesempatan yang baik ini tentunya kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi yang sudah dirangkum dari berbagai sumber, yaitu materi Mengidentifikasi nilai-nilai dalam buku drama (fiksi) Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA. Semoga bermanfaat yah.

Materi Mengidentifikasi nilai-nilai dalam buku drama (fiksi) Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA
Materi Mengidentifikasi nilai-nilai dalam buku drama (fiksi) Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah menguasai materi dan latihan pada  kegiatan 2,  kalian diharapkan  dapat mengidentifikssi nilai-nilai dalam buku drama yang kalian baca.  Kegiatan   ini  hendaknya kalian lakukan dengan  jujur, penuh rasa ingin  tahu, bertanggung jawab serta responsif. 

B. Uraian Materi 

Buku Drama (Fiksi) 
 
1. Pengertian Drama 
Buku drama adalah buku yang berisi naskah drama yaitu salah satu sastra lisan yang menggambarkan kehidupan manusia dengan bergerak dan bercakap atau berdialog. Drama menggambarkan kenyataan hidup seseorang dan tingkah laku seseorang melalui sebuah percakapan dan penokohan yang dipentaskan. Dalam pementasan drama biasanya mengandung konflik dan emosi yang secara khusus di ceritakan dalam sebuah pementaan teater. 

2. Jenis-Jenis Drama 
Ada beberapa jenis drama tergantung dari dasar yang dipakainya. Dalam pembagian jenis drama, biasanya digunakan ada tiga dasar, yakni: berdasarkan penyajian lakon drama, berdasarkan sarana, dan berdasarkan keberadaan naskah drama. Berdasarkan penyajian lakon, drama dapat dibedakan menjadi delapan jenis, yaitu: 
  • Opera: drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik. 
  • Tragedi: drama yang penuh dengan kesedihan 
  • Komedi: drama penggeli hati yang penuh dengan kelucuan. 
  • Tragekomedi: perpaduan antara drama tragedi dan komedi. 
  • Farce: drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan. 
  • Tablo: jenis drama yang mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan dialog, tetapi hanya melakukan gerakan-gerakan. 
  • Melodrama: drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi melodi/musik. 
  • Sendratari: gabungan antara seni drama dan seni tari. 
3. Ciri Ciri Drama 
  • Naskah cerita drama berisi kumpulan dialog atau percakapan yang disusun dalam bentuk teks yang digunakan tokoh maupun yang digunakan narrator. 
  • Dialog yang di tuliskan bukan kalimat langsung dan tidak menggunakan tkalian petik (“....”) 
  • Dalam sebuah drama terdapat sebuah kalimat petunjuk tertentu yang sangat perlu diperhatikan oleh tokoh yang sedang pentas karena petunjuk itu selalu membritahu suasana dalam suatu cerita, dan kalimat petunjuk itu dituliskan dala bentuk kalimat yang di ampit dengan tkalian kurung 
  • Terdapat suatu cerita yang diceritakan dalam naskah drama 
  • Dalam pementasan drama terdapat 3-10 orang yang tertulis dalam dialog. 
4. Struktur Drama 
Dalam sebuah teks karangan tentu memiliki sebuah struktur karena struktur inilah yang menjadi suatu bagan dari karangan yang dibuat. Dan dalam drama juga terdapat struktur yang di bagi menjadi 3 bagian yaitu prolog, dialog, dan epilog, berikut adalah penjelasan dari ketiga struktur diatas: 
  • Prolog adalah suatu bagian pengantar yang berisi ganbaran atau keaadaan dari sebuah cerita yang di kisahkan. Dan pada bagian ini pula awal dari sebuah drama yang akan di pertunjikan, biasanya prolog ini di bacakan oleh narrator dalm sebuah pementasan 
  • Dialog adalah sebuah percakapan antar tokoh dalam drama yang yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dan merupakan inti dari pertunjukan drama karena disaat inilah drama dimulai dengan percakapan dan gerak. 
  • Epilog adalah akhir dari drama yang berisi kesimpulan dari drama yang di pertunjukan dan pada bagian ini pula terdapat pesan yang disampaikan dalam sebuah drama dan bagian ini adalah bagian penutup dari drama. 
5. Kaidah Kebahasaan Drama 
  • Kalimat-kalimat pada teks drama hampir semuanya berupa dialog atau tuturan langsung paratokohnya (kalimat langsug). Kalimat langsung dalam drama lazimnya diapit oleh dua tkalian petik (“.....”) 
  • Menggunakan kata ganti orang ketiga pada prolog dan epilog. Kata ganti yang biasanya digunakan adalah mereka. 
  • Pada bagian dialognya, menggunakan kata ganti orang pertama dan kedua atau mungkin juga menggunakan kata sapaan. 
  • Dialog dalam teks drama tidak lepas dari munculnya kata-kata tidak baku dan kosakata percakapan. 
  • Menggunakan konjungsi temporal. 
  • Menggunakan kata kerja. 
  • Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat atau suasana. 
  • Menggunakan kalimat seru. 
  • Menggunakan kalimat perintah/suruhan. 
  • Menggunakan kalimat tanya. 
6. Nilai-Nilai Drama 
  • Nilai sosial, yaitu nilai yang berkaitan dengan masyarakat, sifat yang suka  memperhatikan kepentingan umum (menolong, menderma, dan lain-lain). 
  • Nilai budaya, yaitu nilai yang berkaitan dengan pikiran, akal budi, kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat suatu tempat yang menjadi kebiasaan dan sulit diuah. 
  • Nilai ekonomi, yaitu nilai yang berkaitan dengan pemanfaatan dan asas-asas produksi, distribusi, pemakaian barang, dan kekayaan (keuangan, tenaga, waktu, industri, dan pedagangan). 
  • Nilai filsafat, yaitu nilai yang berkaitan dengan hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya. 
  • Nilai politik, yaitu nilai yang berkaitan dengan proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengetahuannya pada perilaku. 
https://mradit-indonesia.blogspot.com

Dari  beberapa  informasi yang telah kalian pahami, yang  akan   menjadi  bagian yang  mendapat   penekanan  adalah bagian  nilai-nilai.  Sesuai tuntutan kompetensi  keterampilan yang akan kalian tunjukkan  adalah  

“Merefleksi nilai-nilai pada buku fiksi dan nonfiksi.” 
 
 
7. Contoh nilai sosial pada drama berjudul 

Sepasang Merpati Tua karya Bakdi Sumanto: 

Pementasan Seni Drama “Sepadang Merpati Tua” 
Karya  Bakdi Soemanto 
 
Kekek adalah seorang yang perduli terhadap kehidupan sosial, kakek peduli terhadap orang-orang yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah dan pedului terhadap lingkungan sekitarnya. dan memberikan banyak pengertian hidup terhadap istrinya, dari sinilah kita mengetahui bahwa nilai moral yang baik yang  menyangkut dengan nilai sosial, karena moral yang baik itu ada dalam diri seseorang yang nantinya akan timbul jiwa sosial. berikut kutipan dialognya: 
…. 
Kakek: banyak diplomat yang dikirim ke pos-pos manapun di dunia ini. Tapi pemerintah belum punya wakil untuk bicara-bicara dengan mereka yang abadi di kolong jembatan, bukan? Ini tidak adil. Maka aku akan menyediakan diri untuk mewakili pemerintahan ini sebagai diplomat kolong jembatan. 
…. 
Kakek:  aku mau jadi deknokrat  dalam bidang… …. 
Kakek: bidang perampahan Nenek: apa? 
Kakek: Bidang sampah-sampah! Ini perlu sekali, salah satusebab adanya banjir di kota ini, karena orang-orang kurang tahu artinya selokan-selokan itu. Aku lihat di jalan-jalan yang sering tergenang air itu. Coba selokan itu dikeduk, sampahnya luar biasa banyaknya… …. 
Kakek: manusia harus menghayati hidupnya, bukan menghayati disiplia mati itu…doktrin-doktrin itu harus…harus… 
 
Sumber: https://www.facebook.com/notes/sugik-khan/tentang-sepasang-merpatitua/947622601979451/ 
 

C. Rangkuman  

1. Pengertian Drama 
Buku drama dalah buku yang berisi naskah drama yaitu salah satu sastra lisan yang menggambarkan kehidupan manusia dengan bergerak dan bercakap atau berdialog. 

2. Jenis-jenis drama 
a. opera 
b. tragedy 
c. komedi 
d. tragekomedi 
e. farce 
f. tablo 
g. melodrama 
h. sendratari 

3. Ciri-Ciri Drama 
a. merupakan dialog 
b. kerdapat kalimat petunjuk 
c. terdapat kronologis cerita 
d. terdapat 3 - 10 pelaku dalam pementasan 

4. Truktur Drama 
a. prolog (adegan pembukaan) 
b. dialog 
c. epilog 

5. Kaidah kebahasaan  drama 
a. Dalam dialog menggunakan  kalimat langsung 
b. Menggunakan kata ganti orang ektiga pada prolog dan epilog 
c. Menggunakan kata ganti otang pertama pada dialog 
d. Menggunakan  kata kerja 
e. Menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat atau suasana. 
f. Menggunakan  kalimat seru 
g. Menggunakan kalimat perintah/suruhan 
h. Menggunakan kalimat Tanya 

6. Nilai-nilai drama 
a. nilai sosial 
b. nilai budaya  
c. nilai ekonomi 
d. nilai filsafat 
e. nilai politik 

D. Penugasan Mandiri 

1. Siapkan satu buku drama! 
2. Baca dan cermati seluruh isi buku atau naskah! 
3. Tulis identitas buku/naskah! 
4. Identifikasi nilai-nilai pada  buku/naskah  tersebut! 

E. Latihan Soal 

1. Identitas Buku/Naskah 
a. Judul                  : ____________________________________ 
b. Penulis : ____________________________________ 
c. Penerbit : ____________________________________ 
d. Tahun  Terbit : ____________________________________ 
e. Jumlah Halaman : ____________________________________ 
 
2. Nilai-Nilai Drama 

 

No

Nilai-Nilai

Halaman

Kutipan Drama

 

1

Nilai Sosial

 

 

 

 

 

 

2

Nilai  Budaya

 

 

 

 

 

 

3

Nilai Ekonomi

 

 

 

 

 

 

4

Nilai Filsafat

 

 

 

 

 

 

5

Nilai Politik

 

 

 

 

 

 

 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Mengidentifikasi nilai-nilai dalam buku drama (fiksi) Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Mengidentifikasi nilai-nilai dalam buku drama File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com


      Pencarian yang paling banyak dicari
      • nilai-nilai dalam buku fiksi
      • contoh buku pengayaan non fiksi
      • buku pengayaan nonfiksi adalah
      • nilai sosial ekonomi adalah
      • buku pengayaan adalah
      • berikut bagian bagian unsur unsur buku nonfiksi kecuali
      • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022