Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi menganalisis pesan buku fiksi Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA

Materi Ulasan Buku Kumpulan Puisi Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA - Halo adik adik yang baik apa kabar? semoga dalam keadaan baik baik saja, nah pada kesempatan yang baik ini masih bersama kakak bospedia, kakak ingin membagikan kepada adik adik kelas XI SMA/MA mengenai materi yang telah kakak susun, yaitu Materi Ulasan Buku Kumpulan Puisi dari mata pelajaran Bahasa Indonesia. Semoga dengan adanya materi ini bisa membantu adik adik dalam proses belajar mengajar. Semoga bermanfaat yah.

Materi Ulasan Buku Kumpulan Puisi  Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA
Materi Ulasan Buku Kumpulan Puisi  Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan  
1. menyusun ulasan terhadap pesan dari buku kumpulan puisi yang dikaitkan dengan situasi kekinian; 

B. Uraian Materi 

 Pada pembahasan pertama modul ini, kalian telah memahami hakikat fiksi, jenisjenis fiksi, dan yang terakhir unsur-unsur fiksi. 

Selanjutnya kalian  akan mempelajari beberapa  hal tentang buku  kumpulan puisi  
 
1. Hakikat Puisi 
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata yang indah dan kaya makna. Keindahan sebuah puisi disebabkan oleh diksi, majas, rima, dan irama yang terkandung dalam karya sastra itu.  
 
2. Ragam Puisi 
Puisi merupakan karya cipta manusia yang telah ada sejak lama. Oleh karena itu, ada sejumlah puisi yang berkategori ke dalam bentuk lama di samping puisi baru atau puisi modern yang dikenal sekarang. Puisi lama terikat oleh berbagai peraturan, seperti banyaknya baris tiap bait, dan banyaknya suku kata tiap baris. 
 
a. Puisi Lama 
Berikut ini beberapa bentuk puisi lama. 

1) Mantra  
Mantra adalah puisi yang berupa gubahan bahasa, yang diserapi oleh kepercayaan akan dunia gaib. Irama bahasa sangatlah penting untuk menciptakan nuansa magis. Mantra timbul dari hasil imajinasi atas dasar kepercayaan animisme.  
Contoh: 
Sirih lontar pinang lontar 
Terletak di atas penjuru 
Hantu buta, jembalang buta Aku 
mengangkatkan jembalang rusa. …. 

2) Pantun Berkait 
Pantun berkait atau pantun berantai adalah pantun yang terdiri atas beberapa bait. Pantun ini terdiri atas  beberapa bait yang sambung menyambung. Hubungannya terlihat bahwa baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai kembali pada baris pertama dari ketiga pada bait kedua.  
Contoh: 
Sarang garuda di pohon beringin 
Buah kemuning di dalam puari 
Sepucuk surat dilayangkan angina 
Putih kuning sambutlah Tuari 
Buah kemuning di dalam puari 
Dibawa dari Indragiri 
Putih kuning sambutlah Tuan 
Sambutlah dengan si tangan kiri 
3) Talibun 
Talibun adalah pantun yang susunannya terdiri atas enam, delapan, atau sepuluh baris. Pembagian baitnya sama dengan pantun biasa, yakni terdiri atas sampiran da nisi. Jika talibun itu enam baris, maka tiga baris pertama merupakan sampiran dan tiga baris berikutnya merupakan isi.  
Contoh: 
Kalau anak pergi ke pekan 
Yu beli belanak beli 
Ikan panjang beli dahulu 
Kalau anak pergi berjalan 
Ibu cari sanak pun cari 
Induk semang cari dahulu 
 
4) Pantun Kilat 
Pantun kilat atau karmina, ialah pantun yang terdiri atas dua baris: baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua merupakan isi.  
Contoh: 
Gendang gendut, tali kecapi 
Kenyang perut, senanglah hati 
Pinggan tak retak, nasi tak dingin 
Tuan tak hendak, kami tak ingin 
 
5) Gurindam 
Gurindam sering juga disebut sajak peribahasa. Gurindam terdiri atas dua baris yang berirama. Baris pertama umumnya berupa sebab (hokum, pendirian), sedangkan baris kedua merupakan jawaban atau dugaan. 
Contoh: 
Barang siapa meninggalkan zakat 
Tiadalah artinya boleh berkat 
 
Barang siapa berbuat fitnah 
Ibarat dirinya menentang panah 
6) Syair 
Syair merupakan bentuk puisi klasik yang merupakan pengaruh kebudayaan Arab.  
Contoh: 
Diriku lemah anggotaku layu 
Rasakan cinta bertalu-talu 
Kalau begini datangnya selalu 
Tentulah kakanda berpulang dahulu 
 
b. Puisi Baru/Modern 
Sebelumnya kita sudah mengenali ciri-ciri puisi lama yang terikat oleh berbagai ketentuan. Hal itu berbeda dengan puisi baru yang cenderung bebas. Puisi baru tidak terikat oleh ketentuan banyak lirik pada setiap baitnya, banyaknya suku kata, ataupun pola rimanya. 
Berikut ini perbedaan puisi dengan karangan lain. 
1) Puisi itu padat makna 
2) Puisi banyak menggunakan kata-kata konotasi 
3) Puisi mengutamakan keindahan kata-kata 
4) Puisi disajikan dalam bentuk monolog 
 
Syarat puisi baru: 
1. Diketahui nama pengarangnya 
2. Dalam perkembangannya secara lisan dan juga tertulis 
3. Menggunakan majas atau gaya bahasa yang dinamis (berubah-ubah) 
4. Bentuk dari puisi baru ini rapid an simetris 
5. Banyak sekali menggunakan pola sajak pantun dan syair, walapun ada juga pola yang lain 
6. Puisi baru memiliki persajakan yang teratur 
7. Sebagian besar puisi empat seuntai 
8. Tiap-tiap barisnya terdiri atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis) 
9. Setiap gatranya terdiri dari dua kata, tapi juga bisa lebih (4—5 suku kata) 
 
3. Unsur Fisik dan Batin a. Unsur Fisik 
Unsur fisik puisi meliputi hal-hal sebagai berikut. 
  1. Perwajahan puisi (tipografi), adalah bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf capital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal tersebut menentukan pemaknaan terhadap puisi. 
  2. Diksi ialah pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Puisi menggunakan sedikit kata-kata yang dapat mengungkapkan banyak hal sehingga kata-kata tersebut harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata. 
  3. Citraan (imaji), yaitu kata atau susunan kata yang mengungkapkan pengalaman indrawi, misalnya penglihatan, pendengaran, dan perabaan. Citraan-citraan itu mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan sesuatu yang dialami penyair. 
  4. Kata konkret, adalah penggunaan bahasa dengan menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu dengan bahasa figurative yang menyebabkan puisi menjadi prismatic, artinya memancarkan banyak makna atau kaya makna. 
  5. Rima/irama ialah persamaan bunyi puisi baik di awal, tengah, maupun akhir baris puisi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi. Rima mencakup onomatope (tiruan terhadap bunyi) seperti /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi seperti pada puisi Soetardji Calsoem Bachri. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, atau keras lemahnya bunyi.  
b. Unsur Batin 
Unsur batin puisi, meliputi hal-hal berikut. 
  1. Tema merupakan gagasan pokok atau subject-matter yang dikemukakan pengarang.  
  2. Rasa (feeling) yaitu sikap penyair mengenai pokok permasalahan yang terdapat dalam puisi. 
  3. Nasa (tone) adalah sikap penyair terhadap pembacanya. 
  4. Amanat (intention) adalah pesan dalam puisi yang hendak disampaikan penyair kepada pembaca.  
4. Ulasan Puisi 
a.  Pengertian ulasan 
Teks Ulasan adalah teks yang berisi tentang ulasan atau penilaian atau review terhadap suatu karya. Karya yang biasanya dibuat ulasannya adalah dapat berupa cerpen singkat, puisi, novel, buku, film, album lagu, produ, ataupun berita. Pengulas harus bersikap kritis saat memberikan ulasannya agar tulisannya tersebut dapat menjadi suatu kontribusi di kemudian hari bagi kemajuan karya yang dijadikan ulasan 
 
b. Tujuan Teks Ulasan 
  1. Menunjukkan pandangan atau penilaian penulis resensi atau pengulas terhadap suatu karya, produk atau peristiwa 
  2. Memberikan informasi kepada pembaca atau publik tentang kelayakan yang dimiliki suatu karya atau produk 
  3. Membantu pembaca untuk mengetahui isi dari suatu karya 
  4. Memberikan informasi kepada pembaca tentang kelebihan dan kekurangan karya atau produk yang diulas atau diresensi 
  5. Mengetahui perbandingan karya atau produk tersebut dengan karya atau produk lain yang sejenis 
  6. Memberikan informasi yang komprehensif tentang suatu karya, produk atau peristiwa 
  7. Memberi ingormasi dan mengajak pembaca agar merenungkan, memikirkan dan mendiskusikan masalah yang terdapat dalam suatu karya. 
  8. Teks ulasan memiliki tujuan untuk memberikan pertimbangan kepada pembaca tentang suatu karya apakah pantas untuk dinikmati atau tidak. 
  9. Memudahkan pembaca dalam memahami hubungan suatu karya dengan karya lain atau suatu produk dengan produk lain yang serupa. 
  10. Memberikan pertimbangan bagi pembaca sebelum memutuskan untuk memilih, membeli dan menikmati suatu karya atau produk. 
c. Ciri-ciri Teks Ulasan 
Teks ulasan memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan teks cerita atau teks sejarah. Ciri-ciri yang dimiliki oleh teks ulasan adalah sebagai berikut: 
  1. Memiliki struktur teks yang tersusun dari Orientasi, Tafsiran, Evaluasi, dan Rangkuman. 
  2. Memuat informasi berdasarkan pandangan atau opini dari penulis terhadap suatu karya atau produk. 
  3. Opini yang dibuat berdasarkan fakta yang diinterpretasikan. 
  4. Teks ulasan disebut juga dengan resensi. 
 
d. Struktur Teks Ulasan 
Teks ulasan berbeda dari jenis teks lainnya. Ada 4 hal yang menyusun sebuah teks ulasan sehingga menjadi sebuah teks yang utuh. Struktur teks ulasan yang membedakannya dengan jenis teks lain adalah tersusun atas: 
  1. Orientasi, menjelaskan tentang gambaran umum mengenai karya yang akan diulas atau direview. Dari sini, pembaca akan dengan mudah mengetahui apa yang akan diulas dari karya atau produk tersebut. 
  2. Tafsiran, menjelaskan tentang rincian atau informasi detail tentang karya yang akan diulas atau direview. Rincian tersebut dapat berupa kelebihan atau keunggulan, hal yang unik, kualitas, atau bagian dari karya tersebut. 
  3. Evaluasi, memberikan gambaran tentang pandangan dari pengulas atau reviewer terhadap karya yang diulas. Evaluasi dilakukan setelah membuat tafsiran untuk mempermudah pengulas dalam menilai bagian yang bernilai atau pun yang kurang dari suatu karya atau produk. 
  4. Rangkuman, memberikan tentang komentar dari pengulas atau reviewer mengenai karya atau produk yang diulasnya, apakah bagus atau tidak, apakah berkualitas atau tidak. 

C. Rangkuman 

  1. Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata yang indah dan kaya makna. Keindahan sebuah puisi disebabkan oleh diksi, majas, rima, dan irama yang terkandung dalam karya sastra itu.  
  2. Ragam puisi, ada puisi lama dan puisi baru atau puisi modern. 
  3. Unsur-unsur yang terdapat dalam puisi yaitu unsur fisik dan unsur batin. Unsur fisik terdiri dari tipografi, diksi, citraan, kata konkret, gaya bahasa, rima, dan irama. Sedangkan unsur batin terdiri dari tema, rasa (feeling), nada (tone), dan amanat. 
  4. Teks  Ulasan  adalah tulisan  yang berisi  ulasan atau penilaian   terhadap karya sastra 

D. Latihan  Soal 

Bacalah puisi berikut! 
 
TELAH KAU ROBEK KAIN BIRU PADA BENDERA ITU 
Aming Aminoedin 
* pahlawan tak dikenal 
 
ribuan orang bergerak sepanjang jalan berteriak 
menuju hotel yamato tengah kota kibar bendera 
merah-putih-biru itu  menggemuruhkan gelegak 
antipati pada hati tanpa henti tanpa kompromi 
 
ribuan orang bergerak sepanjang jalan  berteriak 
menuju hotel yamato tengah kota ribuan orang 
memanjat hotel itu, dan kau telah robek kain 
biru pada bendera itu ribuan orang bersorak, 
gemuruh “Merdeka negeriku! 
Merdeka Indonesiaku” 
 
ribuan orang bergerak sepanjang jalan  berteriak 
menuju hotel yamato tengah kota sorak gemuruh 
mereka itu kian riuh “Ini negaraku, negara tercinta 
Satu Republik, Indonesia Raya!” 
 
hai bangsa pemabuk, pemilik  bendera merah-
putih-biru jika tak enyah dari negeriku, 
bambu runcing akan menuding mengusirmu!  
jika tak juga enyah, kutawarkan semangat 
dan darah kami muntah, biarkan tubuh kami 
berdarah-darah, tapi kau harus  
berserah. kau harus menyerah! 
 
telah kau robek kain biru pada bendera itu 
tinggal merah-putihnya, 
kian terasa indah di mata, mata kita semua! 
Merdeka! Merdeka! Merdeka! 
Jayalah bangsaku, jayalah negeriku! 
Jayalah Indonesiaku! 
 Mojokerto, 15/8/2011 
 
Soal 
 
Setelah kalian membaca puisi di atas, coba kalian analisis unsur-unsurnya berikut, jelaskan alasan serta tunjukbukti kutipannya! 
1. Tema 
2. Makna 
3. suasana 
 
Tulis jawaban kalian pada tabel  berikut! 


Rubrik/ Pedoman Penskoran Menganalisis unsur  puisi 

E. Penilaian Diri 

Setelah kalian belajar kegiatan belajar 2 berikut diberikan tabel untuk mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari. Isilah dengan memberi tanda  ceklis (V) pada kolom (ya/tidak) refleksi diri terhadap pemahaman materi pada tabel berikut! 
 
Tabel Refleksi Diri Pemahaman Materi 

Jika kalian menjawab  “TIDAK” pada salah satu pertanyaan tersebut, maka pelajarilah kembali materi dalam modul, ulang kegiatan pembelajarannya, apabila diperlukan silakan kalian menghubungi guru atau teman sejawat untuk menyampaikan pembimbingan. Jangan putus  asa untuk mengulang lagi! Dan apabila kalian menjawab “YA” pada semua pertanyaan, maka kalian telah menguasai isi modul ini. 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Ulasan Buku Kumpulan Puisi Mapel Bahasa Indonesia kelas 11 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 


#
Ulasan Buku Kumpulan Puisi File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com


      Pencarian yang paling banyak dicari
      • ulasan adalah
      • contoh teks ulasan buku
      • ulasan naskah drama
      • contoh teks ulasan lagu
      • contoh teks ulasan buku pelajaran
      • struktur teks ulasan buku
      • contoh teks ulasan brainly
      • manfaat teks ulasan buku
      • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022