Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Komponen Ekosistem dan Interaksi Antar Komponen Biotik Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA

Materi Komponen Ekosistem dan Interaksi Antar Komponen Biotik Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA - Halo adik adik yang baik apa kabar? semoga dalam keadaan sehat yah. Kebetulan pada kesempatan yang cerah ini kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi yang sudah dipersiapkan yaitu materi tentang Komponen Ekosistem dan Interaksi Antar Komponen Biotik dari mata pelajaran Biologi yang disusun untuk adik adik kelas 10 SMA/MA. Materi ini juga dilengkapi dengan contoh latihan soal. Semoga bermanfaat yah.

Materi Komponen Ekosistem dan Interaksi Antar Komponen Biotik Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA
Materi Komponen Ekosistem dan Interaksi Antar Komponen Biotik Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA

Untuk mempelajari ekosistem, alangkah lebih baik kalau Anda memperhatikan lingkungan di sekitar rumah masing-masing. Tentunya lingkungan tersebut merupakan sebuah ekosistem yang di dalamnya dijumpai komponen-komponen penyusun ekosistem yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik.  

Untuk mempermudah pemahaman Anda tentang komponen-komponen  ekosistem di lingkungan Anda,  cermati gambar sebuah ekosistem di darat berikut. 

Sumber: itms.co.id
Sumber: itms.co.id 

Apa saja komponen-komponen biotik dan abiotik yang menyusun ekosistem tersebut? 
Ekosistem adalah interaksi antar organisme dalam sebuah komunitas yang dengan lingkungannya terjadi antar hubungan. Jadi di dalam ekosistem tidak hanya meliputi komunitas organisme atau faktor biotik saja tetapi juga ada faktor abiotik, misalnya cahaya matahari, batuan, tanah, udara, dan air. 
 
Setiap organisme hidup (biotik) di lingkungan selalu berinteraksi dengan faktor-faktor fisik dan kimia yang biasa disebut faktor abiotik.  Faktor biotik dengan abiotik saling mempengaruhi atau saling mengadakan pertukaran material yang merupakan suatu sistem. Sistem yang demikian disebut ekosistem. Jadi komunitas dengan lingkungan fisiknya membentuk ekosistem, Untuk menjelaskan konsep ekosistem maka modul ini akan membahas komponenkomponen penyusun ekosistem, macam interaksi yang ada di ekosistem dan pola interaksi dalam ekosistem (rantai makanan, jaring-jaring makanan, daur materi, daur energi, piramida ekologi, dan daur biogeokimia).  Sebelum mempelajari materi ini, maka pemahaman tentang organisasi kehidupan sangat diperlukan. Untuk menyelesaikan pembelajaran pada modul ini, anda akan melalui tiga kegiatan pembelajaran yaitu kegiatan pembelajaran 1, kegiatan pembelajaran 2, dan kegiatan pembelajaran 3. 

Istilah

  • Abiotik : Komponen ekosistem dari benda mati. 
  • Alelopati : Interaksi antarpopulasi, bila populasi yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. 
  • Autotrof : Organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri. 
  • Abisal : Daerah dengan kedalaman mencapai 4.000 m. Sinar matahari tidak mampu menembus daerah ini. 
  • Biotik : Komponen ekosistem dari mahluk hidup.  
  • Bioma : Ekosistem darat yang khas pada wilayah tertentu dan dicirikan oleh jenis vegetasi yang dominan di wilayah tersebut. 
  • Bentik : Daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati. 
  • Batial : Daerah lereng benua dengan kedalaman 200-2.500 m. 
  • Biomassa : Massa kering organisme. 
  • Biogeokimia : Siklus yang melibatkan senyawa kimia yang berpindah tempat melalui organisme sebagi perantara kemudian senyawa ini kembali ke lingkungan fisik. 
  • Bentos : Hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat sessil    (melekat) atau bergerak bebas, misalnya cacing dan remis. 
  • Dekomposer : Disebut juga pengurai yaitu organisme yang mampu merombak sisa produk organisme / organisme yang telah mati menjadi senyawa anorganik. 
  • Detritivor : Organisme yang memakan serpihan-serpihan organik dari suatu organisme. 
  • Ekosistem : Kesatuan fungsional antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang di dalamnya terdapat hubungan dan interaksi yang sangat erat dan saling memengaruhi. 
  • Eutrofik : Danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. 
  • Heterotorf : Organisme yang memanfaatkan senyawa organik dari makhluk hidup lain. 
  • Hadal : Bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman lebih dari 6.000 meter. 
  • Individu : Organisasi mahluk hidup terdiri dari kesatuan sistem organ.  
  • Intertidal : Area pasang surut air laut disepanjang garis pantai 
  • Jaring-jaring makanan : Kesatuan dari rantai-rantai makanan yang komplek. 
  • Komensalisme : Hubunganantara dua organisme yang berbeda spesies dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan, salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. 
  • Konsumen : Organisme yang memperoleh bahan organik dari organisme lain. 
  • Komunitas : Organisasi mahluk hidup terdiri dari populasi-populasi. 
  • Kompetisi : Interaksi antarpopulasi, bila antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. 
  • Litoral : Daerah pasang surut yang berbatasan dengan darat. 
  • Limnetik : Daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari. 
  • Mutualisme : Hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak. 
  • Mesopelagik : Daerah dibawah epipelagik dengan kedalaman 200-1000 m. 
  • Nekton : Hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan. 
  • Neuston : Organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air. 
  • Netral : Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak. 
  • Neritik : zona diantara intertidal dan pelagik. Kedalaman rata-rata zona laut dangkal ini adalah sekitar 200 m. 
  • Oligotrofik  : Danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. 
  • Populasi : Organisasi mahluk hidup terdiri dari individu-individu sejenis. 
  • Produsen : organisme yang mampu mensintesis senyawa organik dari bahan senyawa an organik dengan bantuan energi matahari. 
  • Predasi : Hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator).  
  • Parasitisme : Hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bila salah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya. 
  • Plankton : Terdiri alas fitoplankton dan zooplankton, biasanya melayang-layang (bergerakpasif) mengikuti gerak aliran air. 
  • Perifiton : Tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda lain,  misalnya keong. 
  • Profundal : Bagian dari zona benthal di bagian perairan yang dalam dan tidak dapat ditembus lagi oleh cahaya matahari. 
  • Rantai makanan : Perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu. 
  • Suksesi : Perubahan dalam komunitas yang  berlangsung  menuju ke  satu  arah secara teratur disebut suksesi. 
  • Trofik : Fungsi atau kedudukan organisme di ekosistem.   

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan Anda dapat: 
  1. Mengidentifikasi komponen-komponen penyusun ekosistem. 
  2. Menjelaskan tipe-tipe interaksi antar komponen biotik. 
  3. Menggambar skema  pola interaksi antar komponen biotik menjadi rantai makanan dan jaring-jaring makanan.  

B. Uraian Materi 

1) Komponen-Komponen Ekosistem 

Ekosistem diartikan sebagai kesatuan fungsional antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang di dalamnya terdapat hubungan dan interaksi yang sangat erat dan saling memengaruhi. Ekosistem terdiri dari berbagai unsur yang membentuk tata lingkungan. Komponen ekosistem yang dikenal di alam ini adalah komponen biotik dan komponen abiotik. 
 
Komponen biotik adalah komponen ekosistem yang tergolong mahluk hidup. Menurut perananya komponen biotik dibedakan menjadi produsen, konsumen, dekomposer dan detritivor. 
  • Produsen : yaitu organisme yang mampu mensintesis senyawa organik dari bahan senyawa an organik dengan bantuan energi matahari. 
  • konsumen : organisme yang memperoleh bahan organik dari organisme lain. 
  • dekomposer : di sebut juga pengurai yaitu organisme yang mampu merombak sisa  produk organisme/organisme yang telah mati menjadi senyawa anorganik. 
  • detritivor : organisme yang memakan serpihan-serpihan organik dari suatu     organisme.  
Berdasarkan cara memperoleh makanannya komponen biotik dibagi komponen autotrof  (Auto = sendiri dan trophikos = menyediakan makan). Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri. Komponen autotrof berperan sebagai produsen, contohnya tumbuh-tumbuhan hijau. Selain itu ada komponen heterotroph (Heteros  = berbeda, trophikos = makanan). Heterotrof (konsumen) merupakan organisme yang memanfaatkan senyawa organik dari makhluk hidup lain. Contohnya berbagai jenis hewan.  
 
Komponen abiotik adalah komponen materi yang tergolong makhluk tak hidup, misalnya : cahaya matahari, tanah, air, kelembaban , dan iklim.  
 
2)  Interaksi Antar Komponen Ekosistem 

Interaksi antar komponen ekosistem dapat merupakan interaksi antar biotik dengan biotik ataupun biotik dengan abiotik.  

a. Interaksi antara komponen biotik dengan biotik 


Interaksi ini bisa terjadi antar organisme, antar populasi, dan antar komunitas. 

1) Interaksi antar organisme 

Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis, baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain.  Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai berikut. 

a) Netral 
Hubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama,    yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak, disebut netral. Contohnya : antara capung dan sapi, ayam dan kucing. 

b) Predasi 
Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh : Singa dengan mangsanya, yaitu kijang, rusa,dan burung hantu dengan tikus. 

c) Parasitisme 
Parasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bila salah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya. contoh : Plasmodium dengan manusia, Taeniasaginata dengan sapi, dan benalu dengan pohon inang, nyamuk anopheles dengan manusia 

d) Komensalisme 
Komensalisme merupakan hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies dalam bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan, salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya anggrek dengan pohon yang ditumpanginya, ikan hiu dengan ikan remora. 

e) Mutualisme 
Mutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Contoh: bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan, bunga dan lebah. 
 
2. Interaksi antar populasi 

Antara populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi secara langsung atau tidak langsung dalam komunitasnya. Contoh interaksi antarpopulasi adalah sebagai berikut. 

a) Alelopati  
Alelopati merupakan interaksi antarpopulasi, bila populasi yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. Contohnya, di sekitar pohon walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini menghasilkan zat yang bersifat toksik. Pada mikroorganisme istilah alelopati dikenal sebagai anabiosa. Contoh, jamur Penicillium sp. dapat menghasilkan antibiotika yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu. 

b) Kompetisi 
Kompetisi merupakan interaksi antarpopulasi, bila antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. Contoh, persaingan antara populasi kambing dengan populasi sapi di padang rumput, persaingan hewan jantan memperebutkan wilayah atau pasangan. 
 
3. Interaksi antar komunitas  

Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan saling berinteraksi. Contoh komunitas, misalnya komunitas sawah dan sungai. Komunitas sawah disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya padi, belalang, burung, ular, dan gulma. Komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang, zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer. Antara komunitas sungai dan sawah terjadi interaksi dalam bentuk peredaran nutrien dari air sungai ke sawah dan peredaran organisme hidup dari kedua komunitas tersebut. Interaksi antar komunitas cukup komplek karena tidak hanya melibatkan organisme, tapi juga aliran energi dan makanan 
 
b. Interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik 

Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem. Hubungan antara organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran energi dalam sistem itu. Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga struktur atau tingkat trofik, keanekaragaman biotik, serta siklus materi. Dengan adanya interaksiinteraksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini merupakan ciri khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh maka akan mendorong terjadinya dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai keseimbangan baru. 
 
3) Macam-Macam  Ekosistem 

Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut. 
 
a. Ekosistem Darat 

Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma. Bioma yaitu ekosistem darat yang khas pada wilayah tertentu dan dicirikan oleh jenis vegetasi yang dominan di wilayah tersebut. Batas antara dua bioma disebut ecotone. Jenis-jenis bioma adalah sebagai berikut : 

1) Bioma gurun 

Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia, dan Asia Barat. 
Ciri-ciri : 
  • Curah hujan sangat rendah, + 25 cm/tahun. 
  • Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi. 
  • Kelembaban udara sangat rendah. 
  • Perbedaan suhu siang hari dengan malam hari sangat tinggi (siang dapat mencapai 45ºC dan malam dapat turun sampai 0ºC). 
  • Tanah sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air. 
  • Flora: tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan daerah kering (tumbuhan serofit), seperti kaktus. 
  • Hewan besar yang hidup di gurun umumnya yang mampu menyimpan air, misalnya unta,  sedang untuk hewan-hewan kecil misalnya kadal, ular, tikus, semut, umumnya hanya aktif hidup pada pagi hari, pada siang hari yang terik mereka hidup pada lubang-lubang. 
2) Bioma padang rumput 

Bioma padang rumput membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan daerah beriklim sedang, seperti Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, dan Australia. 
Ciri-ciri : 
  • Curah hujan antara 25-50 cm/tahun, di beberapa daerah padang rumput curah hujannya dapat mencapai 100 cm/tahun. 
  • Curah hujan yang relatif rendah turun secara tidak teratur. 
  • Turunnya hujan yang tidak teratur menyebabkan porositas dan drainase kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air. 
  • Flora : tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan daerah dengan porositas dan drainase kurang baik adalah rumput, meskipun ada pula tumbuhan lain yang hidup selain rumput, tetapi karena mereka merupakan vegetasi yang dominan maka disebut padang rumput. Nama padang rumput bermacammacam seperti stepa di Rusia Selatan, puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara dan pampa di Argentina. 
  • Fauna : bison dan kuda liar (mustang) di Amerika, gajah dan jerapah di Afrika, domba dan kanguru di Australia. Juga terdapat karnivora seperti hewan singa, serigala, anjing liar, dan cheetah. 
3) Bioma Hutan Basah/Bioma Hutan Tropis 

Bioma hutan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan yang paling tinggi. Meliputi daerah aliran sungai Amazone-Orinaco, Amerika Tengah, sebagian besar daerah Asia Tenggara dan Papua Nugini, serta lembah Kongo di Afrika. 
Ciri-ciri : 
  • Curah hajannya tinggi, merata sepanjang tahun, yaitu antara 200 - 225 cm/tahun. 
  • Matahari bersinar sepanjang tahun. 
  • Dari bulan satu ke bulan yang lain perubahan suhunya relatif kecil. 
  • Di bawah kanopi atau tudung pohon, gelap sepanjang hari, sehingga tidak ada perubahan suhu antara siang dan malam hari. 
  • Mempunyai iklim mikro : iklim di sekitar organisme 
  • Flora: terdapat beratus-ratus spesies tumbuhan. Pohon-pohon utama dapat mencapai ketinggian 20 - 40 m, dengan cabang-cabang berdaun lebat sehingga membentuk suatu tudung atau kanopi. Tumbuhan khas yang dijumpai adalah liana dan epifit. Liana adalah tumbuhan yang membelit di permukaan hutan, contoh: rotan. Epifit adalah tumbuhan yang menempel pada batang-batang pohon, dan tidak merugikan pohon tersebut, contoh: Anggrek dan paku Sarang Burung. 
  • Fauna: di daerah tudung yang cukup sinar matahari, pada siang hari hidup hewan-hewan yang bersifat diurnal yaitu hewan yang aktif pada siang hari, di daerah bawah kanopi dan daerah dasar hidup hewan-hewan yang bersifat nokfurnal yaitu hewan yang aktif pada malam hari, misalnya: burung hantu, babi hutan,kucing hutan, dan macan tutul. 
4) Bioma hutan gugur 

Ciri khas bioma hutan gugur adalah tumbuhannya sewaktu musim dingin, daun-daunnya meranggas. Bioma ini dapat dijumpai di Amerika Serikat, Eropa Barat, Asia Timur, dan Chili. 
Ciri-ciri : 
  • Curah hujan merata sepanjang tahun, 75 - 100 cm/tahun. 
  • Mempunyai 4 musim: musim panas, musim dingin, musim gugur dan musim semi. 
  • Keanekaragaman jenis tumbuhan lebih rendah daripada bioma hutan tropis. - Pohon sedikit (10-20) dan tidak terlalu rapat. 
  • Hewan yang terdapat di hutan gugur antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakun (sebangsa luwak). 
5) Bioma taiga/Konifer 

Bioma ini kebanyakan terdapat di daerah antara subtropika dengan daerah kutub, seperti di daerah Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska, dan Kanada. 
Ciri-ciri : 
  • Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup tinggi, pada musim panas suhu tinggi, pada musim dingin suhu sangat rendah. 
  • Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan. 
  • Flora : Flora khasnya adalah pohon berdaun jarum/pohon konifer, contoh pohon konifer adalah Pinus merkusii (pinus). Keanekaragaman tumbuhan di  bioma taiga rendah, vegetasinya nyaris seragam, dominan pohon-pohon konifer karena nyaris seragam, hutannya disebut hutan homogen.  
  • Fauna : Fauna yang terdapat di daerah ini adalah beruang hitam, ajak, srigala dan burung-burung yang bermigrasi kedaerah tropis bila musim dingin tiba. Beberapa jenis hewan seperti tupai dan mamalia kecil lainnya maupun berhibernasi pada saat musim dingin. 
6) Bioma tundra/Kutub 

Bioma ini terletak di kawasan lingkungan kutub utara sehingga iklimnya adalah iklim kutub. Istilah tundra berarti dataran tanpa pohon, vegetasinya didominasi oleh lumut dan lumut kerak, vegetasi lainnya adalah rumputrumputan dan sedikit tumbuhan berbunga berukuran kecil. 
Ciri-ciri : 
  • Mendapat sedikit energi radiasi matahari, musim dingin sangat panjang dapat berlangsung selama 9 bulan dengan suasana gelap. 
  • Musim panas berlangsung selama 3 bulan, pada masa inilah vegetasi mengalami pertumbuhan. 
  • Fauna khas bioma tundra adalah "Muskoxem" (bison berhulu tebal) dan Reindeer/Caribou(rusa kutub). 
  • Pohon sedikit (10-20) dan tidak terlalu rapat. 
Gambar berbagai macam bioma di eksistem darat Sumber: catatangeografi.wordpress.com
Gambar berbagai macam bioma di eksistem darat Sumber: catatangeografi.wordpress.com 

b. Ekosistem Perairan 

1) Ekosistem air  tawar 

Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain: 
  • Variasi suhu tidak menyolok. 
  • Penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. 
  • Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. 
  • Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. 
  • Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai berikut: 
  • Plankton, terdiri alas fitoplankton dan zooplankton, biasanya melayanglayang (bergerakpasif) mengikuti  gerak aliran air. 
  • Nekton,  hewan yang aktif berenang dalam air,  misalnya ikan. 
  • Neuston, organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air. 
  • Perifiton, merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan ataubenda lain,  misalnya keong. 
  • Bentos, hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup pada endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak bebas, misalnya cacing dan remis. 
 
Gambar area hidup/habitat organisme ekosistem air tawar Sumber: ekosistem-ekologi.blogspot.com
Gambar area hidup/habitat organisme ekosistem air tawar, Sumber: ekosistem-ekologi.blogspot.com

Contoh ekosistem air tawar adalah: 

a) Danau 
Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi. Zonasi Danau dibagi menjadi: - Litoral 
Litoral merupakan bagian dari zona benthal yang masih dapat ditembus oleh cahaya matahari. Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Pada zona litoral, produser utamanya adalah tanaman yang berakar (anggota spermatophyta) dan tanaman yang tidak berakar (fitoplankton, ganggang dan tanaman hijau yang mengapung). Sedangkan konsumernya meliputi beberapa larva serangga air seperti, platyhelminthes, rotifer, oligochaeta, moluska, amphibi, ikan, penyu, ular dan lain sebagainya. 

- Limnetik 
Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih dapat ditembus sinar matahari. Fotosintesis dapat terjadi secara maksimal dan konsentrasi oksigen (O2) lebih besar dari karbondioksida (CO2). Pada zone limnetik, produsernya terutama fitoplankton dan tumbuhan air yang terapung bebas seperti, water hyacinth (Eichornia crassipes), Cerratophyllum sp, Utricularia sp, Hydrilla verticillata, duckweed (Lemna sp); dan vascular plants, seperti: Equisetum sp, Ioetes sp dan Azolla sp. Sedangkan konsumernya meliputi zooplankton dari copepoda, rotifera dan beberapa jenis ikan. 

- Profundal 
Zona profundal merupakan bagian dari zona benthal di bagian perairan yang dalam dan tidak dapat ditembus lagi oleh cahaya matahari. Pada zona profundal, banyak dihuni oleh jenis-jenis bakteri dan fungi, cacing darah, yang meliputi larva chironomidae, dan annelida yang banyak mengandung haemoglobin, jenis-jenis kerang kecil seperti anggota famili sphaeridae dan larva "phantom" atau Chaoboras (corethra). 

- Bentik 
Zona bentik merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati. 

Gambar Zona di ekosistem air tawar, Sumber: ekosistem-ekologi.blogspot.com
Gambar Zona di ekosistem air tawar, Sumber: ekosistem-ekologi.blogspot.com

Danau dikelompokkan berdasarkan produksi materi organiknya, yaitu sebagai berikut: 
o Danau oligotrofik 
Oligotrofik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciricirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun. 

o Danau Eutrofik 
Eutrofik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme, dan oksigen terdapat di daerah profundal. 
 
b) Sungai 
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah.Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Secara umum, sebuah sungai bisa dibagi menjadi tiga bagian. Bagian atas (hulu), tengah, dan bawah (hilir). Setiap bagian ini memiliki ciri khas, bentuk, dan aktivitasnya sendiri sendiri. 
- Bagian Hulu 
Bagian hulu merupakan bagian awal dari sebuah sungai. Biasanya bagian ini terletak di pegunungan.  Ciri cirinya adalah, sungai sungai dibagian hulu memiliki aliran yang sangat deras dan sungai sungainya lumayan dalam. Hal ini di karenakan karena letaknya yang di daerah pegunungan yang memiliki kemiringan cukup curam. Sehingga air akan sangat cepat untuk mengalir ke bawah. Proses yang terjadi disini adalah proses erosi sehingga lembah sungai ini membentuk huruf V. 

- Bagian Tengah 
Bagian tengah biasanya memiliki ciri lembah sungai membentuk huruf U. Hal ini dikarenakan kondisi lokasinya yang tidak curam lagi, melainkan landai. Hal ini mengakibatkan aliran air tidak begitu deras, maka proses erosi disini sidah tidak begitu dominan. Proses yang dominan terjadi di daerah ini adalah transportasi. Maksudnya adalah, hasil dari erosi yang terjasi di bagian hulu tadi, dibawa oleh air menuju ke daerah bawahnya. 

- Bagian Hilir 
Bagian hilir adalah bagian sungai terakhir, yang akhirnya bagian ini akan mengantar sungai itu ke laut (muara). Ciri-ciri bagian ini adalah, lembah sungai menyerupai huruf U yang lebar. Sungai di daerah hilir ini biasanya sudah ber-meander (Berliku-liku). Di daerah ini proses yang dominan adalah sedimentasi. Partikel partikel hasil erosi di bagian hulu, yang kemudian di transportasi di bagian tengah, akan di endapkan di bagian hilir ini, maka kemungkinan akan terbentuk delta. 
 
c. Ekosistem Air Laut 
Ciri-ciri : 
  • Memiliki kadar mineral yang tinggi, ion terbanyak ialah Cl(55%), namun kadar garam di laut bervariasi, ada yang tinggi (seperti di daerah tropika) dan ada yang rendah (di laut beriklim dingin). 
  • Ekosistem air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. 
Ekosistem laut dibagi menjadi beberapa zona ,yaitu zona intertidal, zona neritik, zona pelagik, zona fotik, zona bentik, dan zona afotik. Untuk lebih jelasnya bisa melihat gambar dari zonasi ekosistem laut berikut ini. 

Gambar Zona ekosistem laut Sumber: nusagates.com
Gambar Zona ekosistem laut, Sumber: nusagates.com

1. Zona intertidal 
Adalah area pasang surut air laut disepanjang garis pantai disebut dengan zona intertidal. Zona intertidal dapat berupa pantai berpasir, berbatu atau berlumpur. Organisme yang ada di zona intertidal ini antara lain rumput laut, abalon, anemon, kepiting, ganggang hijau, teripang, dan bintang laut. 

2. Zona neritik 
Zona neritik berada diantara zona intertidal dan zona pelagik. Kedalaman ratarata zona laut dangkal ini adalah sekitar 200 m. Diwilayah tropis, zona neritik biasanya dihuni oleh terumbu karang. Terumbu karang menjadi rumah bagi ikan tropis dan ikan karang, contoh parrotfish, angelfish, buterflyfish. Selain itu organisme penghuni terumbu karang yaitu spons, cacing, udang-udangan, bulu babi, dan moluska. 

3. Zona pelagik 
Kedalaman rata-rata zona pelagik adalah 4000 m. Sekitar 75% air laut berada dizona ini. Zona pelagik merupakan zona yang paling tidak produktif, karena kandungan nutrisinya begitu rendah. Organisme dizona ini umumnya bergantung pada sampah organik yang tenggelam dizona fotik. Contoh hewan yang hidup di zona ini adalah cumi-cumi raksasa. 
 
Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai berikut :  
  • Litoral,  merupakan daerah yang berbatasan dengan darat.  
  • Neretik,  merupakan daerah yang masih dapat ditembus cahaya matahari sampai bagian dasar dalamnya ± 300 m. 
  • Batial,  merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m 4. Abisal,  merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1.500-10.000 m).  
Gambar zona ekosistem air laut menurut kedalaman, Sumber: dunia.pendidikan.co.id
Gambar zona ekosistem air laut menurut kedalaman, Sumber: dunia.pendidikan.co.id

Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari tepi laut semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut: 
  • Epipelagik, merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar 200 m. 
  • Mesopelagik, merupakan daerah dibawah epipelagik dengan kedalaman 2001000 m. 
  • Batiopelagik, merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman 200-2.500 m. 
  • Abisal pelagik, merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4.000 m. Sinar matahari tidak mampu menembus daerah ini. 
  • Hadal pelagik, merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman lebih dari 6.000 mr. 
d. Ekosistem  Estuari 
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Ekosistem estuari memiliki produktivitas yang tinggi dan kaya akan nutrisi. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan. 
 
e. Ekosistem Pantai 
Ekosistem pantai dikenal sebagai salah satu jenis ekosistem yang unik sebab mencakup tiga unsur yakni tanah di daratan, air di lautan dan juga udara. Pantai merupakan pertemuan antara ekosistem daratan dan juga ekosistem akuatik. 
 
Ekosistem pantai sangat dipengaruhi oleh siklus harian arus yang pasang dan surut. Dengan demikin, flora dan fauna yang bisa bertahan di pantai adalah mereka yang bisa beradaptasi dengan cara melekat ke substrat keras agar tidak terhempas gelombang. Wilayah paling atas dari ekosistem pantai adalah titik yang hanya terkena air pada saat pasang naik tinggi. Area ini didiami beberapa jenis moluska, ganggang, kerang, dan beberapa jenis burung pantai. Sementara itu, titik tengah pantai terendam jika pasang tinggi juga pasang rendah. Tempat ini didiami beberapa organisme semisal anemon laut, remis, siput, ganggang, porifera dan masih banyak lagi lainnya. Sementara itu wilayah terdalam dari ekosistem pantai dihuni oleh beragam jenis mahluk invertebrata juga ikan dan berbagai jenis rumput laut. 
 
f. Ekosistem Buatan 
Secara sederhana, pengertian ekosistem buatan (Man Made-ecosystem) tak lain adalah suatu ekosistem yang terbentuk berkat rekayasa manusia dalam tujuannya untuk memenugi pun mencukupi kebutuhan hidup manusia atau penduduk yang semakin hari semakin meningkat. Ekosistem buatan ini memperoleh subsidi energi dari luar dan baik itu tanaman maupun hewan akan memperoleh pengaruh besar dari manusia oleh karena itu bisa dikatakan keanekaragamannya sangat rendah. 
Ada banyak contoh ekosistem buatan yang direkayasa manusia, antara lain:  
  1. Ekosistem Bendungan. 
  2. Ekosistem Tanaman Produksi  misalnya hutan jati dan atau hutan pinus. 
  3. Ekosistem Sawah Irigasi. 
  4. Ekosistem Perkebunan misalnya sawit, teh, cengkeh dan masih banyak lagi lainnya. 
  5. Ekosistem Tambak. 
  6. Ekosistem ladang 
  
4. Aliran Energi Dalam Ekosistem 
Aliran energi merupakan rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke bentuk energi yang lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, konsumen primer, konsumen tingkat tinggi, sampai ke saproba di dalam tanah. Siklus ini berlangsung dalam ekosistem. 
 
Produsen merupakan makhluk hidup yang mampu menangkap energi matahari untuk kegiatan fotosintesis sehingga dapat menghasilkan materi organik yang berasal dari materi anorganik. Bumi mendapatkan pasokan energi dari matahari sebanyak 1022 Joule tetapi hanya sekitar 1 % yang dapat diperoleh produsen dan diubah menjadi energi kimia melalui fotosintesis. 
 
Konsumen merupakan makhluk hidup yang memperoleh energi dalam bentuk materi organik. Berdasarkan tingkat trofiknya (dalam hal pemenuhan kebutuhan makanan), konsumer dibedakan atas : -Konsumen primer atau herbivor 
  • Konsumen sekunder atau karnivor 
  • Konsumen tersier atau karnivor puncak 
  • Omnivor (pengecualian) 
Dekomposer merupakan makhluk hidup yang memperoleh makanannya dengan cara menguraikan senyawa-senyawa organik yang berasal dari makhluk hidup yang sudah mati. Dekomposer berperan mengembalikan materi ke lingkungan abiotik dan digunakan kembali oleh tumbuhan hijau. 
 
a. Rantai makanan dan jaring-jaring makanan 
Rantai makanan yaitu perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Tiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau taraf trofi. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan adalah tumbuhan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki tumbuhan hijau sebagai produsen. Tingkat selanjutnya adalah tingkat trofi kedua, terdiri atas hewan pemakan tumbuhan (herbifora) yang biasa disebut konsumen primer. Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi ketiga atau konsumen primer sekunder, terdiri atas hewan-hewan karnivora dan seterusnya. Organisme yang menduduki tingkat tropik tertinggi disebut konsumen puncak. Setiap pertukaran energi dari satu tingkat trofi ke tingkat trofi lainnya, sebagian energi akan hilang. 
Gambar  Rantai makanan, Sumber: ilmulingkungan.com
Gambar  Rantai makanan, Sumber: ilmulingkungan.com 

Pada rantai makanan Gambar di atas, terjadi proses makan dan dimakan dalam urutan tertentu yaitu rumput dimakan belalang, belalang dimakan katak, katak dimakan ular dan jika ular mati akan diuraikan oleh jamur yang berperan sebagai dekomposer menjadi zat hara yang akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang. Dengan demikian, pada rantai makanan tersebut dapat dijelaskan bahwa : 
  • Rumput bertindak sebagai produsen. 
  • Belalang sebagai konsumen I (kerbivora) 
  • Katak sebagai konsumen II (karnivora) 
  • Ular sebagai konsumen III/konsumen puncak (karnivora) 
  • Jamur sebagai decomposer. 
Rantai makanan pertama kali diteliti oleh ilmuwan Arab Al-Jahiz pada abad ke-9, yang lalu dipopulerkan kembali oleh Charles Sutherland Elton pada tahun 1927. Dalam rantai makanan terdapat tiga macam "rantai" pokok yang menghubungkan antar tingkatan trofik, yaitu: 
  1. Rantai pemangsa, yaitu rantai makanan yang terjadi ketika hewan pemakan tumbuhan dimakan oleh hewan pemakan daging. contoh: kelinci-ular-elang. 
  2. Rantai saprofit, yaitu rantai makanan yang terjadi untuk mengurai organisme yang sudah mati. Rantai ini muncul karena adanya dekomposer. contoh: elang mati-bakteri. 
  3. Rantai parasit, yaitu rantai makanan yang terjadi karena terdapat organisme yang dirugikan. contoh: pohon besar-benalu, manusia-kutu. 
Ada dua tipe dasar rantai makanan: 
  1. Rantai makanan rerumputan (grazing food chain), yaitu rantai makanan yang diawali dari tumbuhan pada trofik awalnya. Contohnya: rumput - belalang - tikus - ular. 
  2. Rantai makanan sisa/detritus (detritus food chain), yaitu rantai makanan yang tidak dimulai dari tumbuhan, tetapi dimulai dari detritivor. Contohnya: serpihan daun - cacing tanah - ayam - manusia. 
Rantai makanan merupakan gambar peristiwa makan dan dimakan yang sederhana.  Kenyataannya dalam satu ekosistem tidak hanya terdapat satu rantai makanan, karena satu produsen tidak selalu menjadi sumber makanan bagi satu jenis herbivora, sebaliknya satu jenis herbivora tidak selalu memakan satu jenis produsen. Dengan demikian, di dalam ekosistem terdapat rantai makanan yang saling berhubungan membentuk suatu jaring-jaring makanan, sehingga jaringjaring makanan merupakan sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan. 
 
Gambar  Jaring-jaring makanan, Sumber: ilmulingkungan.com
Gambar  Jaring-jaring makanan, Sumber: ilmulingkungan.com 


 Perbedaan rantai makanan dengan jaring jaring makanan, pada rantai makanan organisme hanya memakan satu jenis organisme saja, sedangkan pada jaring jaring makanan organisme memakan organisme lainnya yang tidak hanya satu jenis saja. 
 

C. Rangkuman 

  1. Ekosistem merupakan kesatuan fungsional antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang di dalamnya terdapat hubungan dan interaksi yang sangat erat dan saling memengaruhi.  
  2. Komponen  ekosistem yang dikenal di alam ini adalah komponen biotik dan komponen abiotik.  
  3. Di dalam sebuah ekosistem juga terdapat satuan-satuan makhluk hidup yang meliputi individu, populasi, komunitas, ekosistem dan biosfer. Interaksi antar komponen ekosistem dapat merupakan interaksi antar organisme,antar populasi, dan antar komunitas. 
  4. Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat, ekosistem , dan ekosistem buatan.  
  5. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air tawar dan ekosistem air Laut.  
  6. Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. 
  7. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma. Sedangkan ekosistem buatan sengaja di buat manusia untuk kepentingan pemenuhan kebutuhanya bisa di darat maupun di perairan. 
  8. Di dalam ekosistem terjadi pula aliran energi dan materi, aliran ini terjadi melalui rantai makanan dan jaring-jaring makanan.  

D. Penugasan 

Di suatu ekosistem sawah dekat pemukiman terdapat komponen-komponen ekosistem dan aliran energi antar komponen yang digambarkan sebagai berikut.  
Gambar  Jaring-jaring makanan, Sumber: ilmulingkungan.com
Gambar  Jaring-jaring makanan, Sumber: ilmulingkungan.com 
  1. Sebutkan komponen-komponen biotik dan komponen-komponen abiotik yang menyusun ekosistem tersebut! 
  2. Setiap komponen biotik memiliki peranan masing-masing sehingga keberlangsungan ekosistem dapat dipertahankan. Sebutkan komponen-komponen yang berfungsi sebagai produsen, sebagai konsumen dan sebagai pengurai. 
  3. Sebutkan kemungkinan macam interaksi antar komponen biotik ayang terjadi di ekosistem tersebut, berilah contohnya masing-masing! 
  4. Adanya aliran energi di ekosistem digambarkan sebagai jaring-jaring makanan. Cermati jaring-jaring makanan di ekosistem tersebut, kemudian uraikan menjadi rantai-rantai makanan! 

E. Latihan Soal   

Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!  
 
1. Di bawah ini yang bukan merupakan kompinen abiotik adalah …. 
A. tanah                 
B. mikroorganisme 
C. sinar matahari 
D. air 
E. udara 
      
2. Interaksi antar spesies yang merupakan predasi adalah …. 
A. ikan hiu dengan ikan remora B. anggrek di suatu pohon 
C. bunga Nerium oleander dengan manusia 
D. ular dengan tikus 
E. kerbau dengan burung jalak 
 
3. Perhatikan skema interaksi di suatu ekosistem berikut! 


Tipe interaksi antara X dan Y adalah ….  
A. Kompetisi 
B. Predasi  C. Parasitismei 
D. Netralisme 
E. parasitisme   
 
4. Gambar skema jaring-jaring makanan. 
 
Tingkat trofik kedua diduduki oleh organisme …. 
A. jagung, padi dan belalang 
B. ulat, tikus dan  belalang 
C. ayam, ulat dan katak 
D. ayam, elang dan katak 
E. belalang, katak dan elang 
 
5. Disebuah kolam terdapat populasi : 
  1. ikan kecil 
  2. fitoplangton 
  3. zooplangton 
  4. ikan besar 
  5. pengurai 
 Aliran energi yang terjadi pada ekosistem kolam tersebut  adalah …. 
A. 1 --- 3 --- 2 --- 4 --- 5 
B. 1 --- 2 --- 4 --- 3 --- 5 
C. 2 --- 3 --- 1 --- 4 --- 5  
D. 2 --- 1 --- 3 --- 4 --- 5 
E. 2 --- 4 --- 3 --- 1 --- 5  
 
6. Yang manakah organisme berikut ini yang secara tidak tepat dipasangkan dengan tingkat trofiknya? 
A. sianobakter ---- produsen primer 
B. belalang --- konsumen primer 
C. zooplangton --- konsumen sekunder 
D. elang --- konsumen tersier 
E. fungi --- detritivor  
        
7. Gambar jarring-jaring makanan pada ekosistem padang rumput. 
 
Berdasarkan skema jaring-jaring makanan tersebut, apabila tikus dimusnahkan maka yang akan terjadi adalah …. 
A. ekosistem akan tetap stabil karena tikus merupakan hama penganggu 
B. menurunnya populasi ular dan ekosistem menjadi stabil karena ular sebagai predator 
C. meningkatnya populasi serangga herbivora dan ekosistem menjadi tidak stabil 
D. polpulasi burung pemakan biji-bijian meningkat dan ekosistem tetap stabil 
E. meningkatnya populasi burung elang dan ekosistem menjadi tidak stabil   
 
8. Ditemukan bioma pada ekosistem dengan ciri-ciri sebagai berikut : 
  • curah hujan sangat rendah. 
  • evaporasi lebih tinggi dari peresapan. 
  • tumbuhan menahun memiliki lapisan kutikula tebal. 
  • tumbuhan semusim mempunyai daun kecil-kecil bahkan tidak berdaun. 
  • hewannya rodentia, kadal, ular dan semut. 
Berdasarkan ciri-ciri tersebut maka dapat diketahui bioma tersebut adalah …. 
A. Hutan tropis 
B. Hutan gugur 
C. Taiga 
D. Tundra 
E. Gurun 
 
9. Pada gambar di bawah ini,  plangton paling banyak terdapat pada daerah …. 
  
A. litoral 
B. limnetik 
C. profundal 
D. continental 
E. dasar danau 

Kunci  jawaban, pembahasan dan pedoman penilaian 

1. B
Komponen abiotik adalah komponen materi yang tergolong makhluk tak hidup, misalnya : cahaya matahari, tanah, air, kelembaban , dan iklim.  

2. D
Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi mangsa. Contoh : Singa dengan mangsanya, yaitu kijang, rusa, dan ukar dengan tikus. 

3. A
Kompetisi merupakan interaksi antarpopulasi, bila antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. Contoh, persaingan antara harimau dan ceetha memperebutkan mangsa, populasi kambing dengan populasi sapi di padang rumput, persaingan hewan jantan memperebutkan wilayah atau pasangan. 

4. B
Pada rantai makanan tersebut dapat dijelaskan bahwa : 
  • tumbuhan bertindak sebagai produsen. 
  • herbivora sebagai konsumen I (kerbivora) 
  • karnivora sebagai konsumen II (karnivora) 
  • karnivora puncak sebagai konsumen III/konsumen puncak.  
  • Jamur sebagai dekomposer. 

5. C
Aliran energi merupakan rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke bentuk energi yang lain dimulai dari sinar matahari lalu ke produsen, konsumen primer, konsumen tingkat tinggi, sampai ke saproba di dalam tanah. Siklus ini berlangsung dalam ekosistem. Di ekosistem laut, aliran energi dimulai dari fitoplangton sebagai produsen. 

6. C
Komponen biotik adalah komponen ekosistem yang tergolong mahluk hidup. Menurut perananya komponen biotik dibedakan menjadi produsen, konsumen, dekomposer dan detritivor. 
  • Produsen : yaitu organisme yang mampu mensintesis senyawa organik dari bahan senyawa an organik dengan bantuan energi matahari. 
  • konsumen : organisme yang memperoleh bahan organik dari organisme lain. 
  • dekomposer : di sebut juga pengurai yaitu organisme yang mampu merombak sisa produk organisme / organisme yang telah mati menjadi senyawa anorganik. 
  • detritivor : organisme yang memakan serpihan-serpihan organik dari suatu     organisme.  

7. C
Ekosistem akan stabil apabila Komposisi komponen-komponen penyusun ekosistem, baik biotik maupun abiotik dalam keadaan seimbang yaitu jumlahnya sesuai dengan peranannya dalam ekosistem tersebut. Dengan demukian jika salah satu komponennya musnah maka akan terjadi ketidakstabilan ekosistem tersebut. Misalnya jika tikus musnah di suatu ekosistem, maka ular akan musnah dan elang menyusul akan berkurang.  Kemungkinan lainnya adalah tidak adanya pesaing yang memakan tumbuhan sehingga populasi serangga herbivora akan meningkat tajam dan ekosistem menjadi tidak stabil. 

8. E
Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia, dan Asia Barat. 
Ciri-ciri : 
  • Curah hujan sangat rendah, + 25 cm/tahun. 
  • Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi. 
  • Kelembaban udara sangat rendah. 
  • Perbedaan suhu siang hari dengan malam hari sangat tinggi (siang dapat mencapai 45ºC dan malam dapat turun sampai 0ºC). 
  • Tanah sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air. 
  • Flora: tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan daerah kering (tumbuhan serofit) seperti kaktus. 
  • hewan besar yang hidup di gurun umumnya yang mampu menyimpan air, misalnya unta, sedang untuk hewan-hewan kecil misalnya kadal, ular, tikus, semut, umumnya hanya aktif hidup pada pagi hari, pada siang hari yang terik mereka hidup pada lubang-lubang. 
9. B
Di ekosistem air tawar misalnya di danau, plangton termasuk fitoplangton berada di zona limnetik karena merupakan zona fotik yang penetrasi sinar matahari sampai di dasar zona tersebut. 
 

F. Penilaian Diri 

Untuk mengukur diri Anda terhadap materi yang sudah Anda pelajari di kegiatan belajar 1, jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi pada modul ini di tabel berikut. 


Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak". Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya. 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Komponen Ekosistem dan Interaksi Antar Komponen Biotik Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Komponen Ekosistem dan Interaksi Antar Komponen Biotik File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com

    Pencarian yang paling banyak dicari
    • interaksi antar komponen ekosistem
    • komponen penyusun ekosistem dan contohnya
    • komponen biotik dan abiotik
    • komponen biotik dalam ekosistem
    • interaksi makhluk hidup dengan lingkungan
    • interaksi antara komponen biotik dan abiotik disebut
    • contoh interaksi makhluk hidup
    • pola interaksi makhluk hidup
    • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022