ZCgRxn24sMSt1P8PT34NVVluf7C7ODQ8eSh7SrtI
Bookmark

Materi Perubahan Lingkungan Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA

Materi Perubahan Lingkungan Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA - Hai adik adik semuanya bagaimana kabarnya? semoga dalam keadaan selalu sehat yah. Nah pada kesempatan yang baik ini kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi yang sudah disusun yaitu materi tentng Perubahan Lingkungan yang di susun dari mata pelajaran Biologi untuk adik adik yang duduk dibangku kelas X SMA/MA. Materi yang kakak sediakan juga sudah dilengkapi dengan contoh latihan soal dan pembahasan. Semoga bermanfaat yah.

Materi Perubahan Lingkungan Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA
Materi Perubahan Lingkungan Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA

Sebelum belajar pada materi ini silahkan kalian memperhatikan gambar kejadian yang sering menimpa lingkungan. Bila di suatu lingkungan mengalami kejadian seperti gambar berikut, Apa yang menjadi penyebabnya? 


Apakah di sekitar tempat tinggal kalian juga mengalami perubahan lingkungan seperti pada gambar tersebut? Permasalahan lingkungan selalu ada sepanjang umur manusia karena manusia sering tidak bijak dalam memanfaatkan alam sehingga lingkungan mengalami perubahan yang tidak sesuai peruntukannya. Isu global lingkungan saat ini antara lain global warming  menyebabkan beberapa dampak yang sekarang sudah dirasakan, antara lain kenaikan suhu rata-rata atmosfir dan naiknya permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub.  
Untuk menjelaskan konsep perubahan lingkungan, modul ini akan membahas tentang perubahan lingkungan, penyebab perubahan lingkunan dan dampak perubahan lingkungan tersebut bagi manusia. Sebelum mempelajari materi ini, pemahaman tentang ekosistem sangat diperlukan. Untuk menyelesaikan pembelajaran pada modul ini, anda akan melalui dua kegiatan pembelajaran yaitu kegiatan pembelajaran 1 dan kegiatan pembelajaran 2. 

Istilah

  • Abiotik : Komponen ekosistem dari benda mati. 
  • Biotik : Komponen ekosistem dari mahluk hidup.  
  • Biodegradable : Bahan pencemar yang dapat terdegradasi atau teruraikan.  
  • B3 : Limbah dari bahan berbahaya dan beracun, misalnya merkuri, timbal. 
  • CFC : Chloro Fluoro Carbon, atau sering disebut gas freon yang berasal dari kebocoran mesin pendingin ruangan, kulkas, AC mobil. 
  • Daya lenting : Kemampuan lingkungan untuk pulih kembali ke keadaan seimbang.  
  • E-waste : Limbah dari peralatan listrik dan elektronik. 
  • Daya dukung : Kemampuan lingkungan untuk dapat memenuhi kebutuhan. 
  • DDT : Dikloro Difenil Trikloroetana, pestisida yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman. 
  • Global warming : Pemanasan global akibat.  
  • Insenerator : Tempat pembakaran akhir sampah dengan suhu yang sangat tinggi sehingga tidak membuang asap. 
  • Konservasi : Usaha untuk melindungi, mengatur, dan memperbaharui sumber daya alam. 
  • Mikroorganisme : Mahluk hidup renik yang tidak dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop.  
  • Pencemaran : Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. 
  • Reuse : Pemanfaat kembali limbah.  
  • Recycle : Mendaur ulang limbah. 
  • Vulkanik : Aktifitas gunung berapi 

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian dapat: 
  1. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab perubahan lingkungan. 
  2. Menganalisis dampak perubahan lingkungan. 

B. Uraian Materi 

1. Perubahan Lingkungan  


Lingkungan hidup dapat diartikan sebagai lingkungan fisik yang mendukung kehidupan serta proses-proses yang terlibat dalam aliran energi dan siklus materi. Karenanya keseimbangan lingkungan secara alami dapat berlangsung apabila komponen yang terlibat dalam interaksi dapat berperan sesuai kondisi keseimbangan serta berlangsungnya aliran energi dan siklus biogeokimia.  
 
Keseimbangan lingkungan dapat terganggu jika terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya rantai makanan dalam ekosistem di lingkungan itu. 

Lingkungan yang seimbang memiliki daya lenting dan daya dukung yang tingi. Daya lenting adalah daya untuk pulih kembali ke keadaan seimbang. Daya dukung adalah kemampuan lingkungan untuk dapat memenuhi kebutuhan sejumlah makhluk hidup agar dapat tumbuh dan berkembang secara wajar di dalamnya. Keseimbangan Iingkungan ini ditentukan oleh seimbangnya energi yang masuk dan energi yang digunakan, seimbangnya antara bahan makanan yang terbentuk dengan yang digunakan, seimbangnya antara faktor-faktor abiotik dengan faktor-faktor biotik. Gangguan terhadap salah satu faktor dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. 
 
Kegiatan pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia sering menimbulkan perubahan lingkungan. Perubahan tersebut menjadikan kerusakan lingkungan yang terkadang dalam taraf yang sudah mengkawatirkan. Perubahan lingkungan akibat pencemaran lingkungan saat ini sudah menjadi isu lokal, nasional dan global.  
 
Perubahan lingkungan yang menyebabkan kerusakan lingkungan bisa terjadi karena faktor alam maupun faktor manusia.  

a) Kerusakan Lingkungan Karena Faktor Manusia 

Manusia memiliki berbagai jenis kebutuhan, baik kebutuhan pokok atau kebutuhan lainnya. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut manusia memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia. Semakin banyak jumlah manusia, semakin banyak pula sumber daya alam yang digali. Dalam proses pengambilan, pengolahan, dan pemanfaatan sumberdaya alam terdapat zat sisa yang tidak digunakan oleh manusia. Sisa-sisa tersebut dibuang karena dianggap tidak ada manfaatnya lagi. Proses pembuangan yang tidak sesuai dengan mestinya akan mencemari perairan, udara, dan daratan. Sehingga lama-kelamaan lingkungan menjadi rusak. 
Kerusakan lingkungan yang diakibatkan pencemaran terjadi dimana-mana berdampak pada menurunya kemampuan kungan menimbulkan dampak buruk bagi manusia seperti penyakit dan bencana alam. Beberapa kegiatan manusia yang dapat meneyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan yaitu: 
  1. Penebangan hutan 
  2. Penambangan liar 
  3. Pembangunan perumahan 
  4. Penerapan intensifikasi pertanian 
Gambar Kerusakan lingkungan karena penebangan liar - Sumber: kompasiana.com

b) Perubahan Lingkungan Karena Faktor Alam 

Sadar atau tidak lingkungan yang kita tempati sebenarnya selalu berubah. Pada awal pembentukannya bumi sangat panas seehingga tidak ada satupun bentuk kehidupan yang berada didalamnya.namun dalam jangka waktu yang sangat lamadan berangsur-angsur lingkungan bumi berbah menjadi lingkungan yang memungkinkan adanya bentuk kehidupan. Perubahan lingkungan itu terjadi karena adanya faktor-faktor alam. Beberapa faktor alam yang dapat mempengaruhi berubahnya kondisi lingkungan antara lain  bencana alam, seperti gunung meletus, tsunami, tanah longsor, banjir, dan  kebakaran hutan. 
 
2. Pencemaran lingkungan 

Pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. 
 
Menurunnya kualitas lingkungan terlihat dari melemahnya fungsi atau menjadi kurang dan tidak sesuai lagi dengan kegunaannya, berkurangnya pertumbuhan serta menurunnya kemampuan reproduksi. Pada akhirnya ada kemungkinan terjadinya kematian pada organisme hidup dalam lingkungan tersebut. Segala sesuatu yang dapat menimbulkan pencemaran disebut dengan polutan atau bahan pencemar. Syarat-syarat suatu zat dapat disebut polutan adalah jika keberadaannya dapat merugikan mahluk hidup karena jumlahnya melebihi batas normal, berada pada waktu yang tidak tepat, atau berada pada tempat yang tidak tepat. 

Baca juga - Soal Virus

Bahan pencemar yang umumnya merusak lingkungan berupa limbah. Limbah adalah bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang kehadirannya dapat berdampak negatif bagi lingkungan. Berdasarkan sifatnya bahan pencemar dapat dikategorikan kedalam dua macam, yaitu bahan pencemar yang dapat terdegradasi atau teruraikan (biodegradabel) dan bahan pencemar yang tidak dapat terdegradasi (non biodegradabel). Biodegradabel adalah limbah yang dapat diuraikan atau didekomposisi, baik secara alamiah yang dilakukan oleh dekomposer (bakteri dan jamur) ataupun yang disengaja oleh manusia, contohnya adalah limbah rumah tangga, kotoran hewan, daun, dan ranting. Sedangkan nonbiodegradabel adalah limbah yang tidak dapat diuraikan secara alamiah oleh dekomposer. Keberadaan limbah jenis ini di alam sangat membahayakan, contohnya adalah timbal (Pb), merkuri, dan plastik. Untuk menanggulangi menumpuknya sampah tersebut maka diperlukan upaya untuk dapat menanggulangi hal tersebut seperti proses daur ulang menjadi produk tertentu yang bermanfaat. 
 
Berdasarkan tempat terjadinya pencemaran dibedakan menjadi: 

a. Pencemaran Air 

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat masuknya organisme atau zat tertentu yang menyebabkan menurunya kualitas air tersebut. Cottam (1969) mengemukakan bahwa pencemaran air adalah bertambahnya suatu material atau bahan dan setiap tindakan manusia yang mempengaruhi kondisi perairan sehingga mengurangi atau merusak daya guna perairan. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia.  

Baca juga - Soal Bakteri

Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata. Air merupakan kebutuhan vital bagi seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Untuk dapat dikonsumsi air harus memenuhi syarat fisik, kimia maupun biologis. Akan tetapi apabila air tersebut tidak baik dan tidak layak untuk dikonsumsi, maka air tersebut bisa dikatakan tercemar.  
 
Penyebab pencemaran air diantaranya: 
  1. Pembuangan limbah industri ke perairan (sungai, danau, laut). 
  2. Pembuangan limbah rumah tangga (domestik) kesungai, seperti air cucian, air kamar mandi. 
  3. Penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan. 
  4. Terjadinya erosi yang membawa partikel-partikel tanahke perairan. 
  5. Penggunaan racun dan bahan peledak dalam menangkap ikan. 
  6. Pembuangan limbah rumah sakit, limbah peternakan ke sungai. 
  7. Tumpahan minyak karena kebocoran tanker atau ledakan sumur minyak lepas pantai. 
Gambar Pencemaran air karena sampah - Sumber: environmental-damage.blogspot.com
Gambar Pencemaran air karena sampah - Sumber: environmental-damage.blogspot.com
 
b. Pencemaran udara 

Pencemaran udara adalah masuknya atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan. 

Baca juga - Soal Protista

Udara dimana di dalamnya terkandung sejumlah oksigen, merupakan komponen esensial bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Udara merupakan campuran dari gas, yang terdiri dari sekitar 78 % Nitrogen, 20 % Oksigen; 0,93 % Argon;0,03 % Karbon Dioksida (CO2) dan sisanya terdiri dari Neon (Ne), Helium (He), Metan (CH4) dan Hidrogen (H2). Udara dikatakan "Normal" dan dapat mendukung kehidupan manusia apabila komposisinya seperti tersebut diatas dan seimbang. Sedangkan apabila terjadi penambahan gas-gas lain yang menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi tersebut, maka dikatakan udara sudah tercemar/terpolusi. Adapun beberapa jenis bahan yang dapat mencemari udara yakni Karbon monoksida (CO), Nitrogen dioksida (NO2), Sulfur Dioksida (SO2), Karbon dioksida (CO2), Ozon (O3), Benda Partikulat (PM), Timah (Pb) dan HydroCarbon (HC). 
 
Akibat aktifitas perubahan manusia, udara seringkali menurun kualitasnya. Perubahan kualitas ini dapat berupa perubahan sifat-sifat fisis maupun sifat-sifat kimiawi. Perubahan kimiawi, dapat berupa pengurangan maupun penambahan salah satu komponen kimia yang terkandung dalam udara, yang lazim dikenal sebagai pencemaran udara. Kualitas udara yang dipergunakan untuk kehidupan tergantung dari lingkungannya. Kemungkinan disuatu tempat dijumpai debu yang bertebaran dimana-mana dan berbahaya bagi kesehatan. Demikian juga suatu kota yang terpolusi oleh asap kendaraan bermotor atau angkutan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. 

Pencemaran udara dapat diklasifikasikan kedalam 2 macam, yaitu pencemaran primer dan pencemaran sekunder. 

1) Pencemar primer 

Pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara, diantaranya kendaraan bermotor dan aktifitas mesin pembakaran pada pabrik-pabrik penghasil sulfur monoksida dan karbon monoksida akibat dari proses pembakaran yang tidak lengkap.  

2) Pencemar sekunder 

Pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Contohnya gabungan sulfur dioksida,sulfur monoksida dan wap air akan menghasilkan asid sulfuric. Tindak balas antara pencemar primer dengan gas terampai di atmosfera akan menghasilkan peroksid asetil nirat (PAN). Contoh:  Sulfur dioksida, Sulfur monoksida dan uap air akan menghasilkan asam sulfurik. 

Baca juga - Soal Jamur

Beberapa kegiatan yang dapat menimbulkan polusi udara diantaranya berikut ini: 
  1. Asap dari cerobong pabrik, kendaraan bermotor, pembakaran atau kebakaran hutan, asap rokok, yang membebaskan CO dan CO2 ke udara. 
  2. Asap vulkanik dari aktivitas gunung berapi dan asap letusan gunung berapi yang menebarkan partikelpartikel debu ke udara. Bahan dan partikel-partikel radioaktif dari bom atom atau percobaan nuklir yang membebaskan partikelpartikel debu radioaktif ke udara. Asap dari pembakaran batu bara pada pembangkit listrik atau pabrik yang membebaskan partikel, nitrogen oksida, dan oksida sulfur. 
  3. Chloro Fluoro Carbon (CFC) yang berasal dari kebocoran mesin pendingin ruangan, kulkas, AC mobil.  
Gambar Pencemaran udara karea aktifitas industri - Sumber: nationalgeographic.grid.id
Gambar Pencemaran udara karea aktifitas industri - Sumber: nationalgeographic.grid.id 

c. Pencemaran tanah 

Pencemaran darat atau tanah adalah semua keadaan dimana polutan masuk kedalam lingkungan tanah sehingga menurunkan kualitas tanah tersebut. Dimana Polutan bisa berupa zat-zat bahan pencemar baik berupa zat kimia, debu, panas, suara, radiasi, dan mikroorganisme. Sebelum adanya kemajuan teknologi dan industri manusia hanya membuang sampah dan limbah organik. Sampah atau limbah tersebut mudah diurai oleh mikroorganisme sehingga menjadi bahan yang mudah menyatu kembali dengan alam. Namun, dewasa ini perkembangan teknologi dan industri sangat pesat berkembang. Dan sampah serta limbah yang dibuang bukan hanya sampah organik, melaikan sampah organik juga. Sampah organik sangat sulit untuk diurai oleh mikroorganisme, sehingga memerlukan waktu yang lama untuk hancur dan menyatu kembali dengan alam. Contoh sederhana sampah anorganik yaitu plastik yang dapat terurai dalam waktu 240 tahun, sedangkan sampah kaleng yang terbuat dari alumunium memerlukan waktu 500 tahun untuk dapat diuraikan. 

Baca juga - Soal Plantae

Menurut sumbernya, penyebab pencemaran tanah dibagi menjadi 3 golongan yaitu, limbah domestik, limbah industri dan limbah pertanian. 
  1. Limbah domestik. Limbah jenis ini berasal dari pemukiman penduduk; perdagang-an/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain. Kebanyakan limbah domestik merupakan sampah basah atau organik yang  mudah diurai. 
  2. Limbah industri, yaitu limbah padat hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan. Misalnya sisa pengolahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood, pengawetan buah, ikan daging dll. 
  3. Limbah pertanian, seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat berakibat buruk  terhadap tanaman dan organisme lainnya. 
Gambar Pencemaran tanah oleh limbah industri pestisida Sumber: tubagus-indra.blogspot.com
Gambar Pencemaran tanah oleh limbah industri pestisida Sumber: tubagus-indra.blogspot.com
     
 3. Jenis-jenis Limbah 

Berdasarkan sifatnya limbah digolongkan menjadi 5, yaitu: 

1) Limbah cair 

Limbah cair mengacu pada semua lemak, minyak, lumpur, air pencuci, limbah deterjen, dan air kotor yang telah dibuang. Mereka berbahaya dan beracun bagi lingkungan kita dan ditemukan di industri maupun rumah tangga. Air limbah, demikian sering disebut, adalah segala limbah yang ada dalam bentuk cair. 

2) Limbah padat 

Limbah padat adalah semua sisa sampah padat, lumpur, dan yang ditemukan di rumah tangga Anda dan lokasi industri dan komersial. Lima jenis utama sampah padat adalah: 
  • Kaca dan Keramik, adalah bahan kaca dan keramik yang diproduksi oleh perusahaan untuk kebutuhan sehari-hari. Cara mengelolanya yang benar di sini adalah Anda harus membuangnya dengan benar supaya bisa di daur ulang. 
  • Sampah plastic, adalah segala wadah, botol, dan tas yang ditemukan di perusahaan dan rumah. Plastik tidak dapat terurai secara hayati, dan sebagian besar tidak dapat didaur ulang. Jangan mencampur sampah plastik dengan sampah biasa. Dan kurangi penggunaannya. 
  • Sampah kertas, adalah limbah dari semua surat kabar, bahan kemasan, kardus, dan produk kertas lainnya. Kertas dapat didaur ulang. Penting untuk bisa memisahkan dari sampah kotor lainnya yang bisa membuatnya rusak. 
  • Logam dan Kaleng, mudah ditemukan di sekitar kita karena kaleng dan logam di rumah dipakai untuk wadah makanan dan bahan rumah tangga dibuat dari keduanya. Sebagian besar logam dapat didaur ulang, jadi bisa memisahkannya dari sampah lain dan membawanya ke tempat daur ulang.  
3) Limbah organik 


Baca juga - Soal Animalia

Sampah organik mengacu pada limbah daging, kebun, dan makanan busuk. Jenis sampah ini banyak ditemukan di rumah-rumah. Seiring waktu, mereka terurai dan berubah menjadi kotoran oleh mikroorganisme. 


4) Limbah daur ulang 

Semua barang yang dibuang seperti logam, furnitur, sampah organik yang dapat didaur ulang termasuk dalam kategori ini. 

5) Limbah berbahaya 

Limbah berbahaya mencakup bahan yang mudah terbakar, korosif, beracun, dan reaktif. Singkatnya, mereka adalah limbah yang menimbulkan ancaman signifikan atau potensial bagi lingkungan kita. 
Jenis limbah berbahaya khusus meliputi: 
  • E-waste: adalah limbah dari peralatan listrik dan elektronik seperti komputer, telepon, dan peralatan rumah tangga. Limbah elektronik umumnya digolongkan berbahaya karena mengandung komponen beracun, misalnya  PCB dan berbagai logam). 
  • Limbah medis: berasal dari sistem perawatan kesehatan manusia dan hewan dan biasanya terdiri dari obat-obatan, bahan kimia, farmasi, perban, peralatan medis bekas, cairan tubuh dan bagian-bagian tubuh. Limbah medis dapat menular, beracun atau radioaktif atau mengandung bakteri dan mikroorganisme berbahaya (termasuk yang kebal obat). 
  • Limbah radioaktif: mengandung bahan radioaktif. Pengelolaan limbah radioaktif berbeda secara signifikan dari limbah lainnya.  

C. Rangkuman 

  1. Lingkungan hidup dapat diartikan sebagai lingkungan fisik yang mendukung kehidupan serta proses-proses yang terlibat dalam aliran energi dan siklus materi. 
  2. Keseimbangan lingkungan dapat terganggu jika terjadi perubahan berupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya rantai makanan dalam ekosistem di lingkungan itu. 
  3. Perubahan lingkungan dapat disebabkan oleh faktor alam seperti gunung meletus dan gempa bumi serta oleh aktivitas manusia seperti penebangan hutan dan pencemaran lingkungan. 
  4. Pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. 
  5. Zat pencemar atau limbah, berdasarkan sifatnya digolongkan menjadi: limbah cair, limbah padat, limbah organik, limbah daur ulang dan limbah berbahaya (disebut dengan B3)  

D. Penugasan 


Baca juga - Soal Ekosistem

Cermati berbagai gambar perubahan lingkungan berikut!  

  • Sebutkan faktor-faktor yang mengakibatkan perubahan lingkungan pada gambar 1, 2, 3 dan 4! 
  • Jelaskan jenis pencemaran yang terjadi pada gambar 3 dan 4!   
  • Jelaskan dampak perubahan lingkungan yang terjadi pada peristiwa di gambar 4 serta carilah alternatif penanggulangannya! 

E. Latihan Soal   

Petunjuk: Pilihlah salah satu pilihan jawaban yang benar!  
 
1. Keseimbangan lingkungan dapat menjadi rusak jika... 
A. Perubahan tidak melebihi daya dukung dan daya lenting 
B. Perubahan melebihi daya dukung 
C. Perubahan melebihi daya lenting 
D. Perubahan yang terjadi statis/tetap 
E. Perubahan  melebihi daya dukung dan daya lenting 
 
2. Perbuatan manusia yang berdampak negatif terhadap perubahan lingkungan adalah ….. 
A. Perusakan hutan, pembangunan perumahan, urbanisasi    
B. Pemupukan dan pemberantas hama ,reboisasi/ penghijauan 
C. Pembangunan berwawasan lingkungan  
D. Penggunaan pupuk organik 
E. Intensifikasi pertanian     

3. Hutan yang dijadikan areal perkebunan akan mengakibatkan terganggunya keseimbangan lingkungan karena…. 
A. hilangnya fungsi hutan sebagai penyedia oksigen 
B. berkurangnya tumbuhan yang menyerap karbondioksida 
C. meningkatnya kesuburan tanah karena pemupukan 
D. meningkatnya jumlah populasi hewan pemakan tanaman budidaya 
E. menurunnya keanekaragagaman sebagai daya dukung hutan 
 
4. CO2  merupakan polutan udara yang dapat menyebabkan .... 
A. perubahan suhu udara 
B. gangguan respirasi manusia 
C. korosi pada logam 
D. peningkatan suhu udara 
E. terbentuknya hujan asam 
 
5. Contoh limbah yang terdegradasi secara lambat adalah.... 
A. Plastik dan almunium 
B. Daun kering dan kayu 
C. Deterjen dan DDT 
D. Bangkai dan kotoran hewan 
E. Kertas dan kain sutra 
   
Kunci jawaban, pembahasan dan pedoman penilaian
 
1. E
Lingkungan yang seimbang memiliki daya lenting dan daya dukung yang tingi. Daya lenting adalah daya untuk pulih kembali ke keadaan seimbang. Daya dukung adalah kemampuan lingkungan untuk dapat memenuhi kebutuhan sejumlah makhluk hidup agar dapat tumbuh dan berkembang secara wajar di dalamnya. 
2. A
Perbuatan manusia yang berdampak negatif terhadap perubahan lingkungan contohnya: perusakan hutan, pembangunan perumahan, urbanisasi. 
   
3. E
Pembabatan hutan dijadikan perkebunan akan menghilangkan banyak spesies tumbuhan yang mati sehingga mengurangi keanekaragaman hayati. 

4. D
CO dan CO2  limbah dari kegiatan industri dapat mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca, yang dapat meningkatkan rata-rata suhu bui. 

5. D
Bangkai dan kotoran hewan merupakan sampah organik  yang mudah terurai oleh mikroorganisme. 
 

F. Penilaian Diri 

Untuk mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari di kegiatan belajar 1, jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi pada modul ini di tabel berikut.   
Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak". Bila semua jawaban "Ya", maka Anda dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya. 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Perubahan Lingkungan Mapel Biologi kelas 10 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Perubahan Lingkungan File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com

    Pencarian yang paling banyak dicari
    • akibat perubahan lingkungan
    • perubahan lingkungan adalah
    • perubahan lingkungan biologi
    • contoh perubahan lingkungan
    • perubahan lingkungan materi kelas 10
    • jenis perubahan lingkungan
    • perubahan lingkungan akibat manusia
    • macam macam perubahan lingkungan
    • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022


    0

    Post a Comment