Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Pembelahan Sel Mapel Biologi kelas 11 SMA/MA

Materi Pembelahan Sel Mapel Biologi kelas 11 SMA/MA - Hai adik adik yang baik apa kabar? semoga dalam keadaan sehat selalu, jangan lupa untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan tentunya makan makanan yang bergizi. Oiya pada kesempatan yang baik ini kakak ingin membagikan Materi Sintesisi Protein untuk mata pelajaran Biologi kelas 11 SMA/MA. Kakak juga menyiapkan latihan soal serta kunci jawaban. Semoga bermanfaat yah.

Materi Sintesisi Protein Mapel Biologi kelas 11 SMA/MA
Materi Sintesisi Protein Mapel Biologi kelas 11 SMA/MA

Para siswa hebat, selamat berjumpa dengan modul pembelajaran Biologi. Kali ini akan menjelajahi pengetahuan tentang Bioproses. Modul ini mencakup  uraian materi tentang Transportasi antar membran sel, Sintesis protein dan pembelahan sel. Setelah mempelajari modul ini diharapkan kalian dapat menganalisis berbagai proses pada sel yang meliputi antara Transportasi antar membran sel, Sintesis protein dan pembelahan sel sebagai dasar pemahaman bioproses dalam sistem hidup. 

Istilah
  • Difusi : Proses perpindahan partikel partikelsuatu zat dari larutan yang kosentrasinya lebih tinggi kedalam larutan yang kosentrasinya lebih rendah untuk mencapai keseimbangan 
  • DNA : Asam Deoksiribonukleat adalah senyawa dalam protein inti sel yang mempunyai peranan penting dalam pewarisan sifat sifat keturunan dari satu generasi ke generasi berikutnya 
  • Dinding sel : Merupakan bagian terluar dari sel tumbuhan yang mengandung selulosa dan berfungsi melindungi sel 
  • Fagosit : Sel sel darah putih yang menelan dan mencernakan mikroorganisme yang Menyerang tubuh 
  • Fagositosis : Proses memakan benda benda asing yang masuk kedalam tubuh yang dilakukan oleh sel sel darah putih. 
  • Kromosom : Bagian inti sel yang berbentuk benang yang berubah menjadi batang batang pendek, tebal, dan berpasangan pada sel somatis ketika terjadi pembelahan sel, berfungsi sebagai faktor pembawa keturunan (gen). 
  • Kloroplas : Merupakan organel sel yang berfungsi sebagai tempat fotosintesa. 
  • Larutan Hipertonik : Larutan dengan kosentrasi zat terlarut lebih tinggi dibandingkan kosentrasi larutan disekitRNAya 
  • Larutan  Hipotonik : Larutan dengan kosentrasi zat terlarut lebih rendah dibandingkan kosentrasi larutan disekitRNAya 
  • Meiosis : Proses pembelahan sel dimana sel anak hanya mempunyai setengah kromosoM 
  • Mitosis : Proses pembelahan sel dimana sel anak hanya mempunyai kromosom sama dengan induknya 
  • Mitokondria : organel sel yang berfungsi dalam menghasilkan energi 
  • Organel : Bagian atau unit suatu sel yang terspesialis dan mempunyai fungsi khusus terdapat dalam sitoplasma. 
  • Plasmolisis : Peristiwa keluRNAya cairan sel tumbuhan karena sel diletakkan pada lingkungan sel yang hipertonik yang mengakibatkan sitoplasma mengerut dan membran sel terlepas dari dinding sel 
  • Pinositosis : Proses endositosis dimana benda yang dimasukkan ke dalam sel berupa zat cair atau larutan 
  • RNA : Asam Ribonukleat, senyawa yang terdapat pada inti sel dan merupakan asam nukleat yang terdiri atas adenin, guanin, sitosin dan Urasil. 
  • Ribosom : Merupakan organel sel yang berfungsi sebagai tempat sintesa protein. 
  • Semipermiabel : Membran yang dapat dilalui oleh air dan bebnerapa larutan tertentu. 

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 3 ini diharapkan peserta didik diharapkan mampu:  
  1. Memahami mekanisme pembelahan secara amitosis. 
  2. Memahami mekanisme pembelahan secara mitosis. 
  3. Memahami mekanisme pembelahan secara meiosis. 
  4. Membedakan proses amitosis, mitosis dan meiosis. 

B. Uraian Materi 

Pembelahan sel dibedakan menjadi secara langsung (amitosis) dan tidak langsung (mitosis dan meiosis). 

1. Amitosis 

Pembelahan sel secara langsung tanpa adanya tahapan pembentukan serat gelendong serta penampilan kromosom. Amitosis terjadi pada organisme prokariotik seperti bakteri, dan alga hijau biru. Setiap sel membelah menjadi dua, maka pembelahan ini disebut juga pembelahan biner. 
  
Gambar 8. Pembelahan Biner www. seputarpengetahuan.co.id
Gambar 8. Pembelahan Biner www. seputarpengetahuan.co.id
 
2. Pembelahan mitosis 

Terjadi pada perbanyakan sel tubuh dan menghasilkan sel anak dengan jumlah kromosom sama dengan sel induk. Mitosis terjadi melalui beberapa tahap yaitu profase, metafase, anafase dan telofase. Antara mitosis yang satu dengan berikutnya terdapat interfase yang disebut fase istirahat, sehingga siklus sel terdiri dari interfase dan tahapan mitotik (pembelahan mitosis). 


a. interfase 

Meskipun sering disebut sebagai fase istirahat karena bentuk kromosom tidak terlihat, tetapi kenyataannya pada interfase terjadi berbagai aktivitas metabolisme. Interfase merupakan waktu terlama dari seluruh siklus sel yaitu sekitar 90%, yang terdiri dari fase G1, S, dan G2. Selama fase G1 (Gap 1) terjadi pembentukan/pembelahan organel dan sintesis protein. Fase S (sintesis) terjadi sintesis dan replikasi DNA dan G2 (Gap 2) terjadi replikasi sentriol dan peningkatan energi simpanan. 

b. Profase 
  • Kromatin memendek dan menebal menjadi kromosom. 
  • Kromosom membelah menjadi kromatid. 
  • Sentriol berpisah dan bergerak menuju kutub yang berlawanan (kecuali tumbuhan tingkat tinggi, tidak memiliki sentriol, dan benang spindel terbentuk tanpa terikat pada sentriol) 
  • Dari masing-masing sentriol, mikrotubulus membentuk serat gelendong pembelahan  (benang spindel) • Nukleolus lenyap. 
  • Membran inti lenyap. 
  • Serat gelendong memegang kromatid. 
c. Metafase 

Kromatid mengatur diri dan berjejer dibidang equator, sehingga merupakan saat yang tepat menghitung jumlah kromosom dari suatu sel. 

d. Anafase 
  • Pembelahan inti ( kariokinesis ) melalui pembelahan sentromernya. 
  • Kromatid bergerak ke kutub yang berlawanan. 
  • Peristiwa berpisahnya kromatid disebabkan pengaruh enzim dinein. 
  • Pemendekan spindel, sebagaimana pembentukannya maka pemendekan ini juga dipengaruhi oleh molekul tubulin. 
  • Tahap anafase menghasilkan salinan kromoso berpasangan (1c, 2n). e. Telofase 
  • Kromosom berada di masing-masing kutub. 
  • Membran inti terbentuk kembali. 
  • Kromatid berubah menjadi kromatin. 
  • Benang spindel lenyap dan nukleolus terbentuk kembali. 
  • Pembelahan sitoplasma (sitokinesis), sehingga terbentuk 2 sel anak yang sama  jumlah kromosomnya dengan jumlah kromosom induknya. 
 
Gambar 9.  Pembelahan mitosis hingga terbentuknya 2 sel anak www.perkinselearning.org
Gambar 9.  Pembelahan mitosis hingga terbentuknya 2 sel anak www.perkinselearning.org 

 
3. Pembelahan miosis (Pembelahan Reduksi) 

Meiosis meliputi satu kali pembelahan kromosom diikuti dua kali pembelahan inti dan sel, sehingga menghasilkan sel anak dengan kromosom tereduksi yaitu setengah dari kromosom induk. Meiosis terjadi pada pembentukan gamet sperma dan ovum pada hewan dan tumbuhan berbiji, produksi spora di sporangium pada tumbuhan berspora. Setiap meiosis terdiri dari dua kali pembelahan, diantara meiosis I dengan meiosis II tidak terjadi interfase, hanya mungkin terdapat masa istirahat singkat yang disebut interkinase. 
  • Meiosis I, mirip mitosis kecuali tingkat profase terdapat perbedaan yang sangat besar. 
  • Meiosis II, identik dengan mitosis, bedanya pada meiosis II tidak terjadi duplikasi. 
a. Meiosis I 

1) Profase I 

Organisme memiliki pasangan kromosom yang diperoleh dari kedua induknya. Pasangan kromosom tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang sama, disebut kromosom homolog. 
  • Leptoten : benang-benang kromatin menjadi kromosom. 
  • Zygoten : Sentrosom membelah dan masing-masing sentriol ke kutub yang berlawanan, sementara itu kromosom homolog berpasangan (disebut bivalen). Proses ini disebut sinapsis. 
  • Pakiten : tiap kromosom membelah menjadi 2 kromatid, sehingga masingmasing terbentuk 4 kromatid (tetrad) yang menyatu melalui satu sentromer. 
  • Diploten : kromosom homolog memisahkan diri dari pasangannya, terjadi kiasma dan crossing over. 
  • Diakinesis : sentriol berada di kutub yang berlawanan, terbentuk serat gelendong, membran inti dan nukleolus lenyap. Pada profase ini dapat terjadi pindah silang (crossing over). 
2) Metafase I 
Kromosom tetrad berjejer berhadap-hadapan disepanjang equator dan melekat pada serat gelendong. 

3) Anafase I 
Kromosom homolog yang masing-masing terdiri dari tetrad terpisah dan bergerak ke arah kutub yang berlawanan. 

4) Telofase I 
  • Membran inti terbentuk kembali. 
  • Serat gelendong lenyap. 
  • Kromosom berubah menjadi kromatin. 
  • Nukleolus terbentuk kembali. 
  • Pembelahan sitoplasma (sitokinesis), sehingga terbentuk dua sel anak yang bersifat haploid (n). 
 
Gambar 10. Meiosis 1 www.utakatikotak.com 

b. Meiosis II 

1) Profase II 
  • Kromatin berubah kembali menjadi kromosom. 
  • Kedua sentriol bergerak menuju kutub pembelahan. 
  • Membran inti dan nukleolus lenyap. 
  • Dari sentriol terbentuk serat gelendong. 
  • Melalui sentromernya kromosom menggantung di serat gelendong. 
2) Metafase II 
Kromosom yang terdiri dari dua kromatid berjejer di bidang equator. 

3) Anafase II 
  • Pembelahan sentromer/inti (kariokinesis) 
  • Kromatid bergerak menuju kutub yang berlawanan. 
4) Telofase II 
  • Kromatid telah mencapai kutub pembelahan. 
  • Pembelahan sitoplasma (sitokinesis) sehingga terbentuk 4 sel anakan haploid. 
Gambar 11. Meiosis II www. kakajaz.blogspot.com 

C. Rangkuman 

  1. Pembelahan sel dibedakan menjadi secara langsung (amitosis) dan tidak langsung (mitosis dan meiosis). 
  2. Pembelahan sel secara langsung/amitosis adalah pembelahan sel tanpa adanya tahapan pembentukan serat gelendong serta penampilan kromosom. Amitosis terjadi pada organisme prokariotik seperti bakteri, dan alga hijau biru. Setiap sel membelah menjadi dua, maka pembelahan ini disebut juga pembelahan biner. 
  3. Mitosis adalah perbanyakan sel tubuh dan menghasilkan sel anak dengan jumlah kromosom sama dengan sel induk. Mitosis terjadi melalui beberapa tahap yaitu profase, metafase, anafase dan telofase. Antara mitosis yang satu dengan berikutnya terdapat interfase yang disebut fase istirahat, sehingga siklus sel terdiri dari interfase dan tahapan mitotik (pembelahan mitosis) 
  4. Meiosis meliputi satu kali pembelahan kromosom diikuti dua kali pembelahan inti dan sel, sehingga menghasilkan sel anak dengan kromosom tereduksi yaitu setengah dari kromosom induk. Meiosis terjadi pada pembentukan gamet sperma dan ovum pada hewan dan tumbuhan berbiji, produksi spora di sporangium pada tumbuhan berspora. Setiap meiosis terdiri dari dua kali pembelahan, diantara meiosis I dengan meiosis II tidak terjadi interfase, hanya mungkin terdapat masa istirahat singkat yang disebut interkinase. 

D. Penugasan Mandiri 

Setelah kalian melakukan kegiatan pembelajaran pada pembelahan sel tumbuhan dan hewan, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini ! 


1. Beradasarkan gambar tersebut, analisislah setiap tahapannya ! 
2. Lengkapilah tabel dibawah ini, terkait dengan tahapan pada proses pembelahan sel secara mitosis ! 

 
3. Lengkapilah tabel dibawah ini, terkait dengan tahapan pada proses pembelahan sel secara meiosis ! 
 
 
   

E. Latihan Soal 

1. Pada siklus kehidupan sel, benang kromosom tidak ditemukan pada tahap .... 
A. profase 
B. anafase 
C. interfase 
D. metafase 
E. telofase 

2. Saat paling tepat menghitung jumlah kromosom adalah metafase, karena pada fase tersebut .... 
A. terbentuk kromatida 
B. kromatida berjejer di bidang equator 
C. kromosom bergerak ke kutub yang berlawanan 
D. kromosom berubah jadi kromatin 
E. kromatin berubah jadi kromosom 

3. Ciri-ciri berikut merupakan beberapa tahapan pembelahan meiosis. 
  1. Kromosom homolog melekat satu sama lain. 
  2. Terbentuk tetrad atau bivalen. 
  3. Kemungkinan terjadi saling tukar-menukar gen. 
  4. Kromosom homolog mengatur diri pada bidang ekuator. 
  5. Kromosom homolog berpisah. 
  6. Kromosom menuju kutub-kutub yang berlawanan. 
Ciri tahapan pembelahan yang terjadi pada profase I ditunjukkan nomor .... 
A. 1 – 2 – 3 
B. 2 – 3 – 4 
C. 3 – 4 – 5 
D. 3 – 4 – 6 
E. 4 – 5 – 6 

4. Semua ciri-ciri di bawah ini merupakan ciri tahap telofase pembelahan mitosis, kecuali .... 
A. menebalnya benang-benang kromatin 
B. terbentuk membran nukleus kembali 
C. terjadi pembelahan plasma sel pada bidang pembelahan 
D. benang-benang kromatin mencapai kutub sel 
E. terbentuk nukleolus kembali 

5. Perhatikan gambar pembelahan sel di bawah ini!  


Sel tersebut berada pada fase .... 
A. profase I 
B. metafase I 
C. metafase II 
D. profase II 
E. anafase II 
   
Kunci Jawaban dan Penjelasannya. 

1. C
Tahap Interfase tidak memperlihatkan perubahan pada kromosom, sehingga disebut juga fase istiraha

2. B
Pata tahap Metafase, kromosom tertata pada bagain equator sehingga terlihat dengan jelas bentuk dan ukurannya.

3. A
1. Kromosom homolog melekat satu sama lain. 
2. Terbentuk tetrad atau bivalen. 
3. Kemungkinan terjadi saling tukar-menukar gen. Merupakan tahap Profase I  

4.  A
menebalnya benang-benang kromatin, merupakan ciri kromosom pada tahap Profase.

5. B
Metafase I, memperlihatkan letak kromatid berpasangan berada di bagian equator. 

F. Penilaian Diri 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggungjawab! 


Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak". 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Pembelahan Sel Mapel Biologi kelas 11 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Pembelahan Sel File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com

    Pencarian yang paling banyak dicari
    • pembelahan sel pada tumbuhan
    • pembelahan sel tumbuhan
    • pembelahan sel pdf
    • pembelahan mitosis adalah
    • pembelahan sel ppt
    • pembelahan sel meiosis
    • pembelahan sel terjadi pada
    • pembelahan sel dikendalikan oleh