Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Langkah-Langkah Melindungi Diri Dan Orang Lain Dari Faktor Resiko Mapel PJOK kelas 12 SMA/MA

Materi Langkah-Langkah Melindungi Diri Dan Orang Lain Dari Faktor Resiko Mapel PJOK kelas 12 SMA/MA - Halo adik adik yang baik apa kabar? semoga dalam keadaan baik baik saja, kebetulan pada kesempatan yang baik ini kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi yang diambil dari mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan tentang Langkah-langkah melindungi diri dan orang lain dari faktor resiko, ciri-ciri, macam-macam penyakit menular seksual, dan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh peradangan. Materi ini sudah dilengkapi dengan latihan soal dan kunci jawaban.

Materi Langkah-Langkah Melindungi Diri Dan Orang Lain Dari Faktor Resiko Mapel PJOK kelas 12 SMA/MA
Materi Langkah-Langkah Melindungi Diri Dan Orang Lain Dari Faktor Resiko Mapel PJOK kelas 12 SMA/MA
Penyakit menular adalah penyakit yang dapat menjalar dari seseorang ke orang lain. Penyakit dapat ditularkan baik melalui kontak langsung dengan penderita, melalui serangga atau binatang perantara, udara, makanan dan minuman atau benda-benda yang sudah tercemar oleh bakteri, virus, cendawan, atau jamur.  
 
Penyakit menular seksual atau biasa dikenal dengan infeksi menular seksual merupakan infeksi yang umumnya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman. Penyebarannya pun bisa melalui darah, sperma, atau cairan tubuh lainnya. Selain itu, penyebarannya bisa melalui pemakaian jarum suntik secara berulang atau bergantian di antara beberapa orang. 
 
Penyakit ini dapat ditandai dengan ruam atau lepuhan dan rasa nyeri di area kelamin. Ada banyak jenis penyakit menular seksual, di antaranya chlamydia, gonore, sifilis, trikomoniasis, dan HIV. Sesuai namanya, penyakit menular seksual menyebar melalui hubungan intim/kelamin. Tidak hanya hubungan intim, penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah dan berbagi jarum suntik dengan penderita. Infeksi juga dapat ditularkan dari ibu hamil ke janin, baik selama kehamilan atau saat persalinan. Pada pembahasan modul kali ini kalian akan belajar tentang penyakit menular seksual (PMS). Untuk itu pelajari dan cermati tentang materi ini sebagai bekal kalian menjalani kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah dan masyarakat. 


Isitilah
  • Ruam : Munculnya lesi kulit berwarna merah, menonjol, bersisik, atau gatal yang bersifat sementara dan mungkin disertai lepuhan atau bilur. 
  • Infeksi : Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme yang menyerang jaringan.. 
  • Transfusi darah : Proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. 
  • Bakteri : Kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.  
  • Virus : Sel-sel pada tubuh manusia, terkait perkembangan dan fungsinya, dapat terganggu oleh adanya infeksi karena mikroorganisme. 
  • Cendawan : Tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof 
  • Patogen : Agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya. 
  • Parasit : Organisme yang hidup pada atau di dalam makhluk hidup lain dengan menyerap nutrisi, tanpa memberi bantuan atau manfaat lain padanya. 
  • Kuman : Binatang yang amat kecil yang menyebabkan penyakit kudis 
  • Asimtomatik : Terdeteksinya sejumlah bakteri pada spesimen urine yang diperoleh dengan benar dari individu yang tidak menunjukkan gejala infeksi saluran kemih 
  • Masa inkubasi : Selang waktu yang berlangsung antara pajanan terhadap patogen hingga gejala-gejala pertama kali muncul. 
  • Antibiotik : Segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia pada organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. 
  • Histerektomi : Prosedur medis untuk mengangkat rahim wanita 
  • Diagnosis : Identifikasi mengenai sesuatu 
  • Pneumonia : Infeksi yang menimbulkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru yang dapat berisi cairan 
  • Anyang-anyangan : Masalah buang air kecil yang sering tidak tuntas dan dibarengi rasa nyeri atau terbakar saat berkemih 

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan kalian dapat : 
  1. Menjelaskan langkah-langkah melindungi diri dan orang lain dari faktor resiko, ciri-ciri, macam-macam penyakit menular seksual, dan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh peradangan. 
  2. Menganalisis langkah-langkah melindungi diri dan orang lain dari faktor resiko, ciri-ciri, macam-macam penyakit menular seksual, dan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh peradangan.  
  3. Mempresentasikan hasil analisis langkah-langkah melindungi diri dan orang lain dari faktor resiko, ciri-ciri, macam-macam penyakit menular seksual, dan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh peradangan. 

B. Uraian Materi 

Aktivitas seksual yang tidak aman sangat berisiko menyebabkan Sexually Transmitted Disease (STD) atau yang lebih dikenal dengan Penyakit Menular Seksual. Infeksi yang menyerang organ seksual ini bisa timbul jika seseorang melakukan kontaks langsung (berhubungan seks) dengan penderita. Gejala PMS cukup beragam tergantung jenisnya, dari yang ringan sampai parah. Sebagai langkah pencegahan, berikut jenisjenis penyakit menular seksual yang perlu Anda ketahui. 
 
Penyakit menular seksual (PMS) adalah penyakit infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit yang juga sering disebut dengan istilah penyakit kelamin ini menular lewat darah, sperma, cairan kewanitaan, atau cairan tubuh lainnya. Penularan penyakit ini juga bisa terjadi melalui hubungan ibu pada janin dalam kandungan atau setelah bayi dilahirkan. Selain itu, penggunaan jarum suntik secara bergantian atau berulang pun akan meningkatkan risiko penularan. 
 
Penyakit menular seksual harus sangat diwaspadai dan segera diobati karena beberapa di antaranya dapat menyebabkan kematian. Ada beberapa penyakit seksual yang sering terjadi di masyarakat Indonesia. Terdapat lebih dari 30 jenis patogen yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Meski demikian, tanda-tanda PMS tak selalu muncul di alat kelamin, namun juga bisa terdapat pada mulut, saluran pencernaan, dan bagian tubuh lainnya. Perhatikan gambar di bawah ini : 
  
Gambar 1 : Penyakit menular sekasual 

1. Faktor Resiko Penyakit Menular Seksual 

Penyebab terjadinya penyakit ini memang bermacam-macam. Namun, resiko penularan akan lebih tinggi jika seseorang melakukan hal-hal berikut ini seperti: 
  • Berhubungan seks secara tidak aman : Penetrasi alat kelamin oleh pasangan yang terinfeksi yang tidak menggunakan pengaman secara signifikan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini. 
  • Melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan : Seringnya seseorang melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan maka makin besar pula seseorang tertular penyakit ini. Tak hanya berlaku bagi diri sendiri saja, tetapi ini juga berlaku bagi pasangannya. 
  • Memiliki riwayat penyakit seksual :  Faktor resiko lainnya yang dapat memperbesar resiko terkena penyakit ini adalah memiliki riwayat penyakit seksual sebelumnya. Memiliki satu penyakit seksual akan membuatnya lebih mudah bagi penyakit seksual lainnya untuk masuk dan bertahan. 
  • Siapa pun yang dipaksa melakukan aktivitas seksual : Misalnya saja korban pemerkosaan atau penyerangan. Penting untuk mengunjungi dokter sesegera mungkin untuk mendapatkan skrining, perawatan, serta dukungan emosional. 
  • Penyalahgunaan alkohol dan narkoba : Penyalahgunaan zat-zat yang terkandung dalam alkohol dan narkoba dapat membuat seseorang lebih bersedia melakukan perilaku berisiko. 
  • Obat suntik : Berbagi jarum suntik dapat menyebarkan infeksi serius, termasuk HIV, hepatitis B dan C. 
  • Anak muda : Setengah dari penyakit menular seksual terjadi pada orang yang berusia antara 15 dan 24 tahun. 
  • Pria yang meminta obat  untuk mengobati  impoten : Pria yang meminta resep obat dari dokter mereka seperti sildenafil (Viagra, Revatio), tadalafil (Ciasis, Adcirca) dan vardenafil (Levitra) memiliki tingkat penularan penyakit ini lebih tinggi. 

2. Ciri-ciri Penyakit Menular Seksual 

Penyakit menular seksual tidak selalu menimbulkan gejala atau bisa hanya menyebabkan gejala ringan. Oleh karena itu, tidak heran beberapa orang baru mengetahui dirinya menderita penyakit menular seksual setelah muncul komplikasi atau ketika pasangannya terdiagnosis menderita penyakit menular seksual. 
 
Gejala yang dapat muncul akibat penyakit menular seksual akan berbeda-beda tergantung jenis penyakitnya, namun umumnya berupa: 
  • Muncul benjolan, luka, atau lepuhan di sekitar alat kelamin, anus, atau mulut. 
  • Alat kelamin terasa gatal dan terbakar. 
  • Nyeri ketika buang air kecil atau berhubungan seksual. 
  • Keluar cairan dari alat kelamin laki-laki  (kencing nanah) atau perempuan (keputihan). 
  • Nyeri perut bagian bawah. 
  • Demam dan menggigil. 
  • Muncul pembengkakan kelenjar getah bening atau benjolan di selangkangan. 
  • Muncul ruam kulit di badan, tangan, atau kaki. 
  • Kulit alat kelamin kering, ruam, dan kemerahan. 
Selain beberapa gejala di atas, wanita juga bisa merasakan gejala lain, yaitu perdarahan di luar masa menstruasi dan muncul bau tidak sedap dari alat kelamin. Ini juga merupakan salah satu tanda gejala penyakit kelamin wanita. Sementara pada pria, gejala lain penyakit menular seksual yang dapat dialami adalah nyeri, sperma berdarah, atau pembengkakan pada testis. 
 
3. Macam-Macam Penyakit Menular Seksual 

Penyakit menular seksual dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, dan parasit. Berikut ini adalah macam-macam penyakit menular seksual (PMS) biasa dikelompokkan dalam 3 kelompok besar, yaitu : 
  • Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh peradangan. 
  • Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh erosi. 
  • Penyakit menular seksual lain. 
4. Penyakit Menular Seksual Yang Disebabkan Oleh Peradangan 

Adapun penyebab peradangan pada penyakit menular seksual yang paling sering dijumpai, adalah: 
  • Bakteri : Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri adalah Gonorea, Klamidia. 
  • Jamur : Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh jamur adalah Kandidiasis. 
  • Parasit : Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit  adalah Trikomoniasis. 
Untuk lebih jelasnya di bawah ini akan diterangkan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh 3 macam kuman di atas. 
 
Jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri: 

a. Gonorea (GO) 

Sebagian orang Indonesia menyebut penyakit menular seksual yang satu ini dengan tepukan atau tetesan. Gonorea adalah jenis infeksi yang menyerang selaput lendir, seperti alat kelamin, mulut, rektum, maupun mata. Oleh karena itu, penularan gonorea bisa terjadi melalui berbagai kontak seksual (tidak melulu lewat penetrasi). Gejala gonorea pada pria dan wanita berbeda. Pria biasanya akan mengalami keluhan seperti sensasi terbakar saat buang air kecil, pembengkakan disertai nyeri pada testis, serta keluarnya cairan berwarna dari alat kelamin. Adapun pada wanita gejalanya berupa perdarahan usai berhubungan seks, pembengkakan vulva, mata merah, nyeri panggul, serta rasa terbakar saat buang air kecil. 

Apa pun jenisnya, pada dasarnya penyakit menular seksual (PMS) disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat dan kebiasaan berganti-ganti partner seks. Yuk, lakukan pencegahan mulai dari sekarang demi hidup yang lebih sehat dan berkualitas! 

Gonorea atau yang sering disebut kencing nanah adalah salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS) yang umum dan disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae atau gonococcus. Gonorea dapat menyerang siapapun baik perempuan maupun laki-laki bisa terjangkit infeksi ini. Bakteri gonococcus biasanya ditemukan di cairan kelamin dari orang yang terinfeksi. Gejala pada saluran kemih seperti nyeri saat berkemih, keluar cairan atau nanah dari tubuh, dan anyang-anyangan. Pada wanita juga dapat menyebabkan keluhan berupa keluarnya cairan tubuh pada serviks. Gonorea biasa dikenal dengan kencing nanah karena menyebabkan keluarnya cairan saat buang air kecil yang menyebabkan rasa nyeri pada alat kelamin. 
 
Gejala Infeksi gonorea pada laki-laki : 
  1. Gejala timbul dalam waktu satu minggu. 
  2. Rasa sakit pada waktu buang air kecil dan kemaluan dalam keadaan tegang. 
  3. Keluar nanah dari saluran kencing terutama pada pagi hari. 
  4. Sering tidak ada gejala pada stadium dini. 
Gejala infeksi gonorea pada perempuan: 
  1. Sering tanpa gejala apapun atau gejalanya sulit dilihat. 
  2. Nyeri di daerah perut bagian bawah, kadang-kadang disertai keputihan dengan bau yang tidak sedap. 
  3. Alat kelamin terasa gatal atau sakit. 
  4. Rasa sakit atau panas kalau kencing dan pendarahan setelah hubungan seksual. 
  5. Walaupun demikian gonorea sering terjadi tanpa keluhan atau gejala apapun sehingga tidak disadari oleh perempuan. 
Pada laki-laki dan perempuan yang menderita gonorea : 
  1. Untuk orang yang melakukan seks tidak wajar dapat terjadi diare kronis atau diare berdarah serta tenggorokan dapat terasa sakit dan berwarna merah 
  2. Masa inkubasinya 1 – 14 hari dengan rata- rata 2 – 5 hari. 
Akibat bila gonorea terlambat diobati: 
  1. Dapat menimbulkan nyeri perut bagian bawah. Ini berarti infeksi sudah menjalar ke saluran telur, sehingga dapat terjadi kehamilan di luar kandungan, bahkan sampai terjadi kemandulan. 
  2. Bila gonorea masih ada saat melahirkan bayi, infeksi dapat menular pada mata bayi dan bila terlambat ditangani dapat timbul kebutaan. 
Gambar 2 : Akibat penyakit gonorea atau kencing nanah 
Sumber : https://www.slideshare.net/KowshikSankar/neisseria-gonorrhoea 
 
b. Klamidia 

Infeksi Klamidia adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis yang terutama menyerang leher rahim. Klamidia merupakan penyakit menular seksual yang paling umum dapat disembuhkan. Infeksi ini menyerang serviks pada wanita dan uretra alat kelamin pada pria. Banyak orang yang menderita penyakit ini tidak mengalami gejala yang nyata, tetapi jika gejala tersebut muncul biasanya meliputi: 
  1. Rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berhubungan seks atau buang air kecil 
  2. Keluar cairan hijau atau kuning dari alat kelamin 
  3. Sakit perut di bagian bawah 
Sangat penting untuk mengobati penyakit ini dengan segera, karena jika penyakit ini tidak segera diobati akan menyebabkan infeksi pada saluran kencing, kelenjar prostat, atau penyakit radang panggul. Jika penyakit ini tidak diobati akan merusak tubuh dalam jangka panjang. Penggunaan pelindung kelamin efektif dalam membantu mencegah penyakit ini. 

Gejala Infeksi Klamidia pada perempuan: 
  1. Infeksi ini menimbulkan gejala atau keluhan keputihan, dapat disertai nyeri saat kencing dan pendarahan setelah hubungan seksual. Gejalanya mirip gonorea, tapi biasanya lebih ringan. 
  2. Penularan tanpa disadari, karena kebanyakan perempuan yang terinfeksi tidak merasakan gejalanya (asimtomatik). 
  3. Pada infeksi kronik dapat terjadi penyebaran ke saluran telur yang menimbulkan nyeri pada perut bagian bawah dan mengakibatkan kemandulan atau kehamilan di luar kandungan. 
  4. Bayi yang baru lahir yang terinfeksi klamidia dari ibunya dapat mengalami kebutaan atau radang paru (pneumonia). 
  5. Masa inkubasinya 7 – 21 hari.  
Kalian perhatikan gambar di bawah ini : 
  
Gambar 3 : Akibat penyakit klamidia 

Sumber : http://kreditsmiling.blogspot.com/2012/05/penyakitklamidia.html 
 
c. Vaginosis Bakterial 

Vaginosis bakterialis adalah infeksi alat kelamin wanita yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan flora normal di dalam alat kelamin. Umumnya, tubuh memiliki bakteri baik yang berfungsi melindungi tubuh dari bakteri jahat yang dapat menyebabkan infeksi. Namun pada penderita vaginosis bakterialis, jumlah bakteri baik di dalam alat kelamin berkurang sehingga tidak mampu melawan infeksi. 
 
Vaginosis bakterialis dapat dialami oleh wanita pada segala usia. Namun, sebagian besar vaginosis bakterialis terjadi ketika wanita dalam masa reproduksi, yaitu usia 15 – 44 tahun. Vaginosis bakterialis termasuk infeksi ringan, namun jika dibiarkan tanpa pengobatan dapat menyebabkan infeksi menular seksual. Bila infeksi bakteri alat kelamin terjadi saat hamil, risiko mengalami komplikasi kehamilan menjadi lebih tinggi. 
 
Penyebab vaginosis bakterialis adalah adanya pertumbuhan berlebih dari bakteri tertentu, sehingga mengganggu keseimbangan alami bakteri di dalam alat kelamin. Ada dua jenis bakteri di dalam alat kelamin wanita, yaitu bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri baik adalah bakteri Lactobacillus yang berfungsi membatasi pertumbuhan bakteri jahat dengan menjaga pH normal atau tingkat keasaman. Bakteri ini mendominasi jumlah bakteri di dalam alat kelamin, yaitu sekitar 95%. 
 
Selain itu, juga terdapat bakteri jahat, yaitu bakteri anaerob. Ketika jumlah bakteri baik menurun, pertumbuhan bakteri anaerob akan berlebih sehingga menyebabkan vaginosis bakterialis. Penyebab pasti terganggunya keseimbangan pertumbuhan bakteri di dalam alat kelamin belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah faktor diduga dapat meningkatkan risiko wanita mengalami vaginosis bakterialis, antara lain: 

  1. Merokok. 
  2. Sering berganti pasangan seksual dan tidak menggunakan pelindung kelamin. 
  3. Penurunan bakteri Lactobacillus secara alami. 
Gejala infeksi vaginosis bakterialis : 
Vaginosis bakterialis seringkali tidak menimbulkan gejala. Namun pada sebagian wanita, gejala utama vaginosis bakterialis adalah keputihan. Keputihan tersebut memiliki tekstur encer dan berwarna kelabu atau puti. 

Keputihan juga mengeluarkan bau amis, terutama ketika menstruasi atau melakukan hubungan seksual dengan pasangan. 
 
Selain itu, ada gejala lain yang mungkin muncul, seperti alat kelamin terasa gatal dan nyeri, serta perih ketika buang air kecil dan berhubungan seksual. Segera konsultasikan dengan dokter ketika mengalami gejala-gejala tersebut. Vaginosis bakterialis biasanya diobati oleh antibiotik, baik dalam bentuk tablet minum atau tablet yang dimasukkan ke dalam alat kelamin (ovula). Antibiotik dapat membunuh bakteri yang menyebabkan gejala penyakit ini. 

Untuk beberapa kasus, vaginosis bakterialis dapat hilang tanpa pengobatan. Namun, jika gejala terus berlangsung, maka akan berbahaya karena dapat menyebabkan organ reproduksi rentan terhadap infeksi atau peradangan. 

Dokter akan memberikan antibiotik, jika: 
  1. Gejala terus berlangsung. 
  2. Gejala muncul saat kehamilan. 
  3. Akan menjalani prosedur operasi daerah panggul, seperti histerektomi atau pengangkatan rahim. Pengobatan antibiotik akan menurunkan risiko infeksi serius yang mungkin terjadi pasca operasi. 
 
Jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Jamur : 

a. Kandidiasis Vaginitis 

Pada kondisi normal, hormon estrogen membantu bakteri baik untuk tumbuh dan melawan organisme yang berpotensi menyebabkan penyakit, namun ketika terdapat penurunan daya tahan tubuh atau gangguan lainnya maka akan menyebabkan infeksi jamur. Spora jamur ini memang terdapat di kulit maupun di dalam  lubang kemaluan perempuan. Tetapi pada keadaan tertentu (penyakit kencing manis, kehamilan, pengobatan steroid, antibiotik), jamur ini dapat meluas sedemikian rupa sehingga menimbulkan keputihan. Penyakit ini tergolong penyakit menular seksual, tetapi pasangan seksual dan perempuan yang terinfeksi jamur ini dapat mengeluh gatal dengan gejala bintik-bintik kemerahan di kulit kelamin. 
 
Kandidiasis vaginitis merupakan suatu infeksi jamur Candida yang menyebabkan iritasi, rasa gatal yang sangat hebat, serta keluarnya cairan abnormal dari kemaluan dan vulva. Risiko penularan kandidiasis vaginitis meningkat melalui hubungan seksual karena penyebarannya dapat melalui kontak mulut dan alat kelamin. Jika mengalami kondisi selama empat kali atau lebih dalam setahun, segera lakukan perawatan.   
 
Penyebab kandidiasis vaginitis adalah infeksi jamur Candida. Secara alami, jamur tersebut beserta dengan bakteri Lactobacillus memang ada di kemaluan dalam kondisi yang berimbang. Keseimbangan tersebut terganggu dan menjadi penyakit jika salah satunya menjadi lebih banyak, seperti dalam kasus kandidiasis, di mana keberadaan jamur Candida lebih dominan dibandingkan Lactobacillus. Infeksi ini dapat disebarkan melalui kontak seksual yang tidak wajar atau kontak seksual. Tumbuhnya jamur yang berlebih dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti: 
  1. Diabetes yang tidak terkontrol 
  2. Kehamilan 
  3. Gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti pada penderita HIV/AIDS 
  4. Penggunaan antibiotik yang dapat menurunkan jumlah bakteri Lactobacillus di alat kelamin dan mengubah pH alat kelamin 
  5. Kontrasepsi atau terapi hormon yang meningkatkan kadar estrogen 
  6. Penggunaan pembersih alat kelamin. Penggunaannya dapat menyebabkan ketidakseimbangan pH dan bakteri pada alat kelamin. 
Gejala infeksi kandidiasis vaginitis 
Terdapat beberapa gejala yang ditimbulkan oleh kandidiasis vaginitis, seperti: 
  1. Rasa nyeri atau tidak nyaman pada saat buang air kecil 
  2. Rasa nyeri pada saat berhubungan seksual 
  3. Keputihan yang tidak normal 
  4. Rasa gatal atau nyeri pada alat kelamin 
  5. Kemerahan, terasa panas, pembengkakan, dan luka di dinding kemaluan pada infeksi yang berat 
  6. Lendir atau cairan alat kelamin yang kental dan berwarna keputihan seperti keju 
Kalaian perhatikan gambar di bawah ini : 
  
Gambar 4 : Akibat penyakit kandidiasis vaginitis 
Sumber : https://challyniz.wordpress.com/2015/10/21/medical-sciencekandidiasis/ 
 
Jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasite : 

a. Trikomoniasis 

Trikomoniasis salah satu jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis. Penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual dan hubungan seksual yang tidak wajar. Meskipun begitu, aktivitas ciuman dan penggunaan barang bersama dengan pengidap (seperti alat makan, dudukan toilet, atau handuk) tidak bisa menjadi media penularan. 

Siapa pun yang aktif secara seksual beresiko tertular trikomoniasis. Sayangnya, wanita lebih rentan dan beresiko tinggi mengalaminya dibandingkan dengan pria. Tanpa adanya perawatan, trikomoniasis berisiko memicu masalah penyakit menular seksual lainnya, termasuk HIV/AIDS. 
 
Gejala penyakit trikomoniasis 
National Health Service mengungkapkan, gejala trikomoniasis biasanya akan berkembang dalam waktu satu bulan setelah terjadinya penularan atau infeksi. Namun, masalah reproduksi ini sering tidak menimbulkan gejala. Jika tanda muncul, ini bisa mirip dengan gejala penyakit menular lainnya, sehingga sering terjadi kesalahan diagnosis. Kalian perlu tahu, ternyata trikomoniasis yang terjadi pada wanita dan pria memiliki perbedaan. Apa perbedaannya? 
 
 
Gejala Trikomoniasis pada Wanita 
Trikomoniasis pada wanita berdampak pada alat kelamin wanita dan saluran pembuangan urine atau uretra. Gejalanya berupa : 
  1. Nyeri pada perut bagian bawah. 
  2. Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan intim. 
  3. Keputihan abnormal, yakni cairan menjadi kental, encer, berbusa, bau amis, dan berwarna kekuningan atau kehijauan. 
  4. Nyeri, bengkak dan gatal di area kemaluan dan paha bagian dalam. 
Gejala Trikomoniasis Pria 
Sementara itu, trikomoniasis pada pria menyerang uretra, alat kelamin pria, dan kelenjar prostat. Gejalanya berupa : 
  1. Frekuensi buang air kecil meningkat 
  2. Nyeri saat buang air kecil dan kelamin dalam keadaan tegang. 
  3. Muncul cairan putih dari alat kelamin. 
  4. Nyeri, bengkak dan kemerahan pada ujung alat kelamin. 
Kalian perhatikan gambar di bawah ini : 

Gambar 5 : Akibat penyakit trikomoniasis 

Sumber : https://makassar.tribunnews.com/2015/09/23/jangan-beraniberhubungan-tanpa-pengaman-penyakit-ini-akan-menyerangmu 
 

C. Rangkuman 

Penyakit menular seksual (PMS) atau infeksi menular seksual (IMS) adalah infeksi yang terutama ditularkan lewat hubungan seksual, meski tidak ada gejala yang timbul di alat kelamin. Penyakit menular seksual akan lebih beresiko apabila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan, baik melalui alat kelamin, atau hubungan seksual yang tidak wajar. Penyakit menular seksual perlu mendapat perhatian karena dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang serius. 
 
Terdapat lebih dari 20 jenis penyakit menular seksual. Beberapa jenisnya yang umum terjadi dan pada pembelajaran ini pembahasanya meliputi gonorea, klamidia, vaginosis bakterial, kandidiasis vagina, dan trikomoniasis. Bila dialami oleh ibu hamil, penyakit menular seksual bahkan dapat menyebabkan kondisi medis serius pada bayinya, terutama saat persalinan. 
 
Aktivitas seksual berperan dalam menyebarkan berbagai jenis infeksi lainnya, walaupun mungkin saja terinfeksi tanpa kontak seksual. Tak hanya itu saja, penyakit ini juga dapat disebabkan melalui hubungan seks yang tidak wajar dan aktivitas ejakulasi lainnya. Penyebab lainnya seseorang terkena penyakit ini adalah berbagi jarum suntik yang terkontaminasi, seperti yang digunakan untuk menyuntikkan narkoba. Jarum suntik untuk menggunakan alat tindik atau tato juga dapat menularkan beberapa infeksi, seperti HIV, hepatitis B dan C. Penyebaran non-seksual lainnya adalah melalui transfusi darah.  

Apabila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaaan, sakit berkepanjangan, kemandulan, dan bahkan kematian. Penyakit menular seksual dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, parasite, maupun jamur. 
 

D. Penugasan Mandiri  

Setelah kalian mempelajari modul pada pembelajaran I ini, cobalah kerjakan tugas berikut ini : 
  1. Mengapa orang yang memiliki riwayat penyakit seksual faktor resiko penularan penyakit menular seksual lebih tinggi ? 
  2. Apakah penyakit HIV/AIDS termasuk dalam kategori penyakit menular seksual ? berilah alasannya ! 
  3. Apa yang membedakan gejala infeksi gonorea pada laki-laki dengan perempuan ? 
  4. infeksi kronik pada penyakit klamidia dapat terjadi penyebaran ke saluran telur yang menimbulkan nyeri pada perut bagian bawah dan mengakibatkan apa ? 
  5. Gejala apa yang diserang pada penyakit kelamin trikomoniasis pada pria ? 

E. Latihan Soal   

Nah untuk mengetahui kemampuan kalian sejauh mana dalam penguasaan materi penyakit menular seksual (PMS), ayo kerjakan latihan berikut dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan benar !  

1. Penyebab peradangan pada penyakit menular seksual yang paling sering dijumpai, adalah …  
2. Apa gejala yang ditimbulkan dari penyakit gonore pada laki-laki ? …  
3. Klamidia merupakan penyakit menular seksual yang paling umum dapat disembuhkan. Infeksi ini menyerang …  
4. Penggunaan antibiotik pada penyakit kandidiasis dapat menurunkan ...   
5. Apa dampak yang ditimbulkan akibat penyakit Trikomoniasis pada wanita ? …  
 
Kunci Jawaban : 
1. Penyebab peradangan pada penyakit menular seksual yang paling sering dijumpai, adalah : 
Pembahasan : 
a. Bakteri : Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri adalah Gonorea, Klamidia. 
b. Jamur : Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh jamur adalah Kandidiasis. 
c. Parasit : Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit  adalah Trikomoniasis. 

2. Gejala Infeksi gonorea pada laki-laki : 
Pembahasan :  
a. Gejala timbul dalam waktu satu minggu. 
b. Rasa sakit pada waktu buang air kecil dan kemaluan dalam keadaan tegang. 
c. Keluar nanah dari saluran kencing terutama pada pagi hari. 
d. Sering tidak ada gejala pada stadium dini. 

3. Infeksi ini menyerang serviks pada wanita dan uretra alat kelamin pada pria. 
Pembahasan : 
Infeksi Klamidia adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis yang terutama menyerang leher rahim. Klamidia merupakan penyakit menular seksual yang paling umum dapat disembuhkan. Infeksi ini menyerang serviks pada wanita dan uretra alat kelamin pada pria  

4. Jumlah bakteri Lactobacillus di alat kelamin dan mengubah pH alat kelamin. 
Pembahasan : 
Penyebab kandidiasis vaginitis adalah infeksi jamur Candida. Secara alami, jamur tersebut beserta dengan bakteri Lactobacillus memang ada di kemaluan dalam kondisi yang berimbang. Penggunaan antibiotik yang dapat menurunkan jumlah bakteri Lactobacillus di alat kelamin dan mengubah pH alat kelamin  

5. Dampak trikomoniasis pada wanita adalah pada alat kelamin wanita dan saluran pembuangan urine atau uretra. 
Pembahasan : 
Trikomoniasis salah satu jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis. Penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual dan hubungan seksual yang tidak wajar. Trikomoniasis pada wanita berdampak pada alat kelamin wanita dan saluran pembuangan urine atau uretra 
 

F. Penilaian Diri 

Berilah tkalian √ pada kolom ‘Ya’ jika kalian sudah menguasai materi tersebut dan pada kolom ‘Tidak’ jika kalian belum menguasainya. 


Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Langkah-Langkah Melindungi Diri Dan Orang Lain Dari Faktor Resiko Mapel PJOK kelas 12 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Langkah-Langkah Melindungi Diri Dan Orang Lain Dari Faktor Resiko  File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com


      Pencarian yang paling banyak dicari
      • langkah langkah melindungi orang lain dari pms
      • penyebab penyakit menular seksual
      • dampak dari penyakit menular seksual
      • cara penularan penyakit menular seksual
      • bahaya penyakit menular seksual
      • cara pencegahan pms terhadap diri sendiri
      • upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi penularan penyakit menular seksual adalah
      • 8 cara menghindari penyakit menular seksual
      • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022