Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Langkah-Langkah Melindungi Diri Dan Orang Lain Dari Penyakit Menular Mapel PJOK kelas 12 SMA/MA

Materi Langkah-Langkah Melindungi Diri Dan Orang Lain Dari Penyakit Menular Mapel PJOK kelas 12 SMA/MA - Halo adik adik yang baik apa kabar? semoga dalam keadaan sehat ya, kebetulan kakak ada materi yang ingin dibagikan kepada adik adik materi ini adalah langkah-langkah melindungi diri dan orang lain dari penyakit menular yang disebakan oleh erosi, penyebab lain PMS, pencegahan, pengobatan dan penaggulangan penyakit menular seksual dari mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dan dilengkapi juga dengan latihan soal. Semangat!!

Materi Langkah-Langkah Melindungi Diri Dan Orang Lain Dari Penyakit Menular Mapel PJOK kelas 12 SMA/MA
Materi Langkah-Langkah Melindungi Diri Dan Orang Lain Dari Penyakit Menular Mapel PJOK kelas 12 SMA/MA

Penyakit menular adalah penyakit yang dapat menjalar dari seseorang ke orang lain. Penyakit dapat ditularkan baik melalui kontak langsung dengan penderita, melalui serangga atau binatang perantara, udara, makanan dan minuman atau benda-benda yang sudah tercemar oleh bakteri, virus, cendawan, atau jamur.  
 
Penyakit menular seksual atau biasa dikenal dengan infeksi menular seksual merupakan infeksi yang umumnya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman. Penyebarannya pun bisa melalui darah, sperma, atau cairan tubuh lainnya. Selain itu, penyebarannya bisa melalui pemakaian jarum suntik secara berulang atau bergantian di antara beberapa orang. 
 
Penyakit ini dapat ditandai dengan ruam atau lepuhan dan rasa nyeri di area kelamin. Ada banyak jenis penyakit menular seksual, di antaranya chlamydia, gonore, sifilis, trikomoniasis, dan HIV. Sesuai namanya, penyakit menular seksual menyebar melalui hubungan intim/kelamin. Tidak hanya hubungan intim, penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah dan berbagi jarum suntik dengan penderita. Infeksi juga dapat ditularkan dari ibu hamil ke janin, baik selama kehamilan atau saat persalinan. Pada pembahasan modul kali ini kalian akan belajar tentang penyakit menular seksual (PMS). Untuk itu pelajari dan cermati tentang materi ini sebagai bekal kalian menjalani kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah dan masyarakat. 


Isitilah
  • Ruam : Munculnya lesi kulit berwarna merah, menonjol, bersisik, atau gatal yang bersifat sementara dan mungkin disertai lepuhan atau bilur. 
  • Infeksi : Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme yang menyerang jaringan.. 
  • Transfusi darah : Proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. 
  • Bakteri : Kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.  
  • Virus : Sel-sel pada tubuh manusia, terkait perkembangan dan fungsinya, dapat terganggu oleh adanya infeksi karena mikroorganisme. 
  • Cendawan : Tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof 
  • Patogen : Agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya. 
  • Parasit : Organisme yang hidup pada atau di dalam makhluk hidup lain dengan menyerap nutrisi, tanpa memberi bantuan atau manfaat lain padanya. 
  • Kuman : Binatang yang amat kecil yang menyebabkan penyakit kudis 
  • Asimtomatik : Terdeteksinya sejumlah bakteri pada spesimen urine yang diperoleh dengan benar dari individu yang tidak menunjukkan gejala infeksi saluran kemih 
  • Masa inkubasi : Selang waktu yang berlangsung antara pajanan terhadap patogen hingga gejala-gejala pertama kali muncul. 
  • Antibiotik : Segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia pada organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. 
  • Histerektomi : Prosedur medis untuk mengangkat rahim wanita 
  • Diagnosis : Identifikasi mengenai sesuatu 
  • Pneumonia : Infeksi yang menimbulkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru yang dapat berisi cairan 
  • Anyang-anyangan : Masalah buang air kecil yang sering tidak tuntas dan dibarengi rasa nyeri atau terbakar saat berkemih 

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan kalian dapat : 
  1. Menjelaskan langkah-langkah melindungi diri dan orang lain dari penyakit menular yang disebakan oleh erosi, penyebab lain PMS, pencegahan, pengobatan dan penaggulangan penyakit menular seksual. 
  2. Menganalisis langkah-langkah melindungi diri dan orang lain dari penyakit menular yang disebakan oleh erosi, penyebab lain PMS, pencegahan, pengobatan dan penaggulangan penyakit menular seksual. 
  3. Mempresentasikan langkah-langkah melindungi diri dan orang lain dari penyakit menular yang disebakan oleh erosi, penyebab lain PMS, pencegahan, pengobatan dan penaggulangan penyakit menular seksual. 

B. Uraian Materi 

Pada modul pembelajaran yang sebelumnya kalian sudah mempelajari tentang materi langkah-langkah melindungi diri dan orang lain dari dari faktor resiko, ciri-ciri, macam-macam penyakit menular seksual, dan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh peradangan. Untuk pembelajaran kali ini, kalian akan menganalisis dan mempresentasikan langkah-langkah melindungi diri dan orang lain dari Penyakit menular seksual yang disebabkan erosi (iritasi, lecet), penyebab lain PMS, pencegahan, pengobatan dan penanggulangan penyakit menular seksual.  
 
Penyakit menular seksual merupakan gangguan kesehatan yang menyerang organ genital seseorang, baik pria maupun wanita. Mengetahui jenis-jenis penyakit kelamin adalah hal penting, agar kamu bisa mendeteksi penyakit sejak dini. Sebagian besar penyakit kelamin ditularkan lewat aktivitas seksual. Meski, ada beberapa yang bisa disebarkan melalui cara lain, seperti penggunaan bersama jarum suntik dan transfusi darah. Yuk, cari tahu apa saja penyakit menular seksual yang umum terjadi di Indonesia selanjutnya. 
 
1. Penyakit Menular Seksual Yang Disebabkan Erosi (Iritasi, Lecet) 

a. Sipilis (Raja Singa) 

Sipilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini sering tidak disadari, karena gejalanya muncul cukup lama setelah infeksi pertama. Pemeriksaan medis adalah satu-satunya cara untuk memastikan apakah terdapat infeksi tersebut atau tidak. Penyakit sipilis atau disebut juga sipilis alias raja singa merupakan infeksi bakteri yang menular melalui hubungan seksual. Pada tahap awal penyakit sipilis ini dapat disembuhkan, namun jika dibiarkan bertambah parah bukan tidak mungkin sang penderita menjadi cacat, mendapatkan gangguan otak dan berujung pada kematian. 
 
Kasus penyakit sipilis dikatakan cukup sering terjadi. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan jika pada 2015 setidaknya 60 persen kasus hubungan seksual sesama jenis oleh para lelaki bisa dipastikan akan mendapatkan penyakit ini. Tentu saja penyakit ini juga bisa menular ke para wanita dan bagi wanita hamil, penyakit ini bisa diturunkan kepada janin. 
 
Gejala sipilis yang bisa diperhatikan berbeda-beda dari proses inkubasi bakterinya. Setidaknya ada empat proses yang dilewati: sipilis primer, sipilis sekunder, sipilis laten, dan sipilis tersier. Berikut ini adalah gejala-gejala awal penularan bakteri. Gejala sipilis akan muncul dalam lima tahap, apabila tidak diobati : 

1) Tahap I (Sipilis Primer) 
Gejala muncul antara 10 hingga 90 hari setelah terpapar bakteri penyebab sipilis. Awalnya, gejala yang muncul berupa luka kecil pada kulit (chancre) yang tidak terasa sakit. Luka ini timbul pada lokasi bakteri masuk ke dalam tubuh, biasanya di area sekitar kelamin. Selain di area kelamin, luka juga dapat muncul di area mulut atau dubur. Tidak hanya muncul di bagian luar, luka akibat sipilis atau sifilis ini, juga bisa muncul di bagian dalam kemaluan wanita, dubur, atau mulut sehingga tidak terlihat. Karena luka tersebut bisa tidak menimbulkan rasa sakit, penderita bisa tidak menyadari terkena sipilis. 
 
Luka ini dapat menghilang dalam waktu 3 hingga 6 minggu, namun hal tersebut bukan berarti penderita telah pulih. Bila tidak diobati, kondisi ini justru menandakan infeksi telah berkembang dari primer menjadi sekunder. 
Pada tahap ini, di area selangkangan juga dapat muncul benjolan yang menandakan pembengkakan kelenjar getah bening, sebagai reaksi dari pertahanan tubuh. 
 
2) Tahap II (Sipilis Sekunder) 
Beberapa minggu setelah luka menghilang, gejala sipilis sekunder berbentuk ruam bisa muncul di bagian tubuh mana pun, terutama di telapak tangan dan kaki. Ruam tersebut dapat disertai kutil pada area kelamin atau mulut, namun tidak menimbulkan rasa gatal. Biasanya ruam yang muncul berwarna merah atau merah kecoklatan dan terasa kasar, tapi ruam tersebut sering terlihat samar sehingga penderita tidak menyadarinya. 

Selain timbul ruam, gejala sipilis (sifilis) tahap sekunder juga dapat disertai gejala lain, seperti demam, lemas, nyeri otot, sakit tenggorokan, pusing, pembengkakan kelenjar getah bening, rambut rontok, serta penurunan berat badan. Ruam pada tahap ini juga akan menghilang meski penderita tidak menjalani pengobatan. Namun gejala dapat muncul berulang kali setelahnya. Tanpa pengobatan yang tepat, infeksi dapat berlanjut ke tahap laten atau tahap tersier. 
 
3) Tahap III ( Sipilis Laten)  
Pada sipilis tahap ini, bakteri tetap ada, tapi sipilis tidak menimbulkan gejala apa pun selama bertahun-tahun. Selama 12 bulan pertama tahap sipilis laten, infeksi masih bisa ditularkan. Setelah dua tahun, infeksi masih ada di dalam tubuh, tapi tidak bisa ditularkan kepada orang lain lagi. Jika tidak diobati, infeksi ini dapat berkembang menjadi tahap tersier yang merupakan tahap sipilis paling berbahaya. 

 
4) Tahap IV (Sipilis Tersier) 
Infeksi pada tahap ini dapat muncul antara 10 hingga 30 tahun setelah terjadinya infeksi pertama. Sipilis pada tahap tersier ditunjukkan dengan kerusakan organ permanen, sehingga bisa berakibat fatal bagi penderitanya. 
Pada tahap ini, sipilis bisa sangat berbahaya dan bahkan menyebabkan kematian. Sipilis tersier bisa berdampak pada mata, otak, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan sendi-sendi. Akibatnya, penderita bisa mengalami kebutaan, stroke, atau penyakit jantung. 
 
5) Tahap V (Sipilis Kongeniotal) 
Bila ibu hamil terkena sipilis atau raja singa, infeksi ini juga dapat menyebar kepada anaknya, baik sejak dalam kandungan atau saat persalinan. Sipilis jenis ini disebut sipilis bawaan atau sipilis kongenital. Kondisi ini sering menimbulkan komplikasi serius saat kehamilan, seperti keguguran, kematian janin dalam kandungan, atau kematian bayi beberapa saat setelah dilahirkan. 
Bila berhasil hidup, bayi yang lahir dengan sipilis atau sifilis kongenital biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu pada awalnya. Namun, beberapa bayi dapat mengalami ruam di bagian telapak tangan atau telapak kaki, serta pembengkakan kelanjar getah bening dan organ limpa. 

Kondisi sipilis kongenital dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti : 
  • Batang hidung yang rata. 
  • Kelainan bentuk gigi. 
  • Anemia berat. 
  • Pertumbuhan tulang yang abnormal. 
  • Meningitis. 
  • Ganguan saraf, seperti buta atau tuli. 
Kalian perhatikan gambar di bawah ini : 
  
Gambar 6 : Akibat penyakit sipilis 
Sumber : https://palembang.tribunnews.com/2015/08/26/begini-caramendiagnosis-penyakit-sifilis-pengobatan-dan-pencegahannya 
 
b. Herpes 

Penyakit herpes genital yakni penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV). Penyakit ini biasanya ditandai dengan bentol-bentol berair pada alat kelamin, dubur, atau mulut. Herpes genital bisa tersebar lewat sentuhan, meskipun lebih acap kali menyebar lewat hubungan seksual. Ada 2 ragam virus herpes simplex, adalah herpes ragam 1 dan 2. Herpes ragam 1, disebut juga HSV 1 atau herpes oral, menyebabkan bentol berair (lenting) di sekitar mulut dan bibir. Walaupun HSV 1 bisa menyebar dan menyebabkan herpes genital, herpes genital biasanya disebabkan oleh virus herpes yang lain, adalah herpes simplex ragam 2 (atau HSV 2). 
 
Penyakit herpes genital merupakan suatu kondisi yang kerap kali terjadi pada wanita dan laki-laki. Tetapi, wanita lebih beresiko terkena virus ini dibandingi laki-laki. Lazimnya terjadi pada orang yang aktif berhubungan seksual. Seorang ibu yang mempunyai herpes genital yang tak terduga sebelumnya juga dapat menularkan penyakit herpes pada bayinya ketika melahirkan melalui persalinan. 
  
Penyebab Penyakit Herpes Genital 
Virus herpes simpleks (HSV) yakni penyebab dari penyakit herpes genital atau herpes kelamin. Penyebaran HSV paling kerap terjadi melewati hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi virus ini. Selain itu, herpes genital dari ibu hamil juga bisa ditularkan terhadap bayi yang dikandungnya. Sekali terinfeksi, virus tinggal di dalam tubuh dalam keadaan dorman (berhenti tumbuh sementara waktu) dan dapat aktif kembali sebagian kali dalam setahun. Ada 2 jenis virus herpes. 
  1. Virus herpes simpleks jenis 1 (HSV 1) menyebabkan sariawan dan lepuhan tapi dapat menyebar ke alat kelamin lewat seks yang tidak wajar. 
  2. Virus herpes simpleks jenis 2 (HSV 2) biasanya menyebabkan penyakit herpes genital. Virus ini benar-benar menular dan dapat menular lewat hubungan seksual serta kontak kulit dengan kulit. 
Virus biasanya akan otomatis mati di luar tubuh. Penularannya tak mungkin terjadi oleh karena dudukkan di kamar mandi atau menggunakan handuk bekas penderita yang kemungkinan sangat kecil. 
 
Beberapa elemen yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit herpes genital merupakan: 
  1. Jenis kelamin. Berdasarkan kasus yang telah terjadi, tampak bahwa wanita lebih gampang terinfeksi herpes dibanding laki-laki. 
  2. Memiliki pasangan seksual lebih dari satu. Resiko seseorang kian meningkat dengan bertambahnya jumlah pasangannya. Penting untuk melakukan hubungan seksual yang aman dan pemeriksaan secara teratur. 
  3. Sistem imun lemah. Hal ini lah yang memicu seseorang lebih rentan terhadap infeksi virus. 
Gejala Penyakit Herpes Genital Baik Pada Wanita Dan Pria 
Penyakit herpes genital kerap kali tidak menimbulkan gejala. Tetapi kalau muncul, gejala yang menonjol berupa luka lepuh di zona kelamin. Luka yang demikian biasanya terasa sakit dan gatal. 

Gejala ini bisa kambuh sesekali dalam setahun. Tapi seiring terbentuknya metode kekebalan tubuh terhadap virus herpes, frekuensi kekambuhannya akan berkurang. Tetapi, ada beberapa gejala khas dari herpes genital antara lain : 
  1. Nyeri atau gatal di zona alat kelamin atau pantat. 
  2. Benjolan merah kecil atau lenting putih kecil. 
  3. Luka yang terbentuk setelah lenting pecah. 
  4. Koreng yang terbentuk setelah luka sembuh. 
  5. Nyeri saat buang air kecil. 
  6. Gejala seperti flu seperti pembengkakan kelenjar getah bening di lipatan paha, sakit kepala, nyeri otot, dan demam. 
Bahaya Penyakit Herpes Genital 
Siapa saja yang dapat menderita Penyakit Herpes Genital ? Diketahui, baik remaja dan dewasa di Amerika memiliki herpes genital, hal ini terjadi pada    4 – 5 orang, membuat herpes genital menjadi penyakit menular seksual yang paling acap kali terjadi. Semenjak akhir 1970-an, jumlah penderita infeksi herpes genital di Amerika meningkat sebanyak 30 persen pada remaja dan orang dewasa muda. 
  
Cara Penularan Herpes Kelamin : 
Infeksi menular melalui kontak seksual kelamin, anus dan mulut, karena terjadi kontak langsung dengan bintil atau lecet/luka. Penularannya dapat pula melalui alat-alat tercemar. Penyakit herpes dapat ditularkan wanita hamil pada bayinya saat masih dalam kandungan maupun sewaktu melewati jalan lahir ketika persalinan. Keadaan–keadaan di bawah ini merupakan faktor pencetus serangan kambuhan herpes : 
  1. Stres emosional 
  2. Kelelahan fisik berlebihan 
  3. Kurang tidur 
  4. Infeksi lain 
  5. Menstruasi (menjelang/ setelah) 
  6. Minum alkohol berlebihan 
  7. Gesekan kulit, misalnya waktu hubungan seksual, masturbasi atau pemakaian baju/celana ketat. 
Kalian perhatikan gambar di bawah ini : 
  
Gambar 7 : Akibat penyakit herpes 
Sumber : http://obatherpesgatal.mystrikingly.com/blog/obat-herpes-dimata 
 
2. Penyebab Lain Penyakit Menular Seksual 

a. Kutil kelamin 

Kutil kelamin adalah benjolan kecil yang tumbuh di sekitar area kelamin dan dubur. Penyakit ini bisa dialami siapa saja yang aktif secara seksual. Kutil kelamin berbeda dengan kutil yang tumbuh di bagian tubuh lain, karena kondisi ini termasuk infeksi menular seksual. Kutil kelamin berukuran kecil dan tidak mudah terlihat dengan kasat mata. Akan tetapi kutil kelamin menyebabkan rasa gatal, sensasi seperti terbakar, serta nyeri dan perdarahan saat berhubungan intim. 
 
Kutil kelamin atau Kandiloma Akuminata merupakan salah satu bentuk penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Human papilloma virus (HPV) yaitu  berupa kutil di sekitar alat kelamin, bahkan sampai kebagian dalam liang kemaluan dan leher rahim. Tanda- tanda dan gejala kutil kelamin: 
  1. Kelainan berupa tonjolan kulit berbentuk jengger ayam yang berwarna seperti kulit, ukurannya bervariasi dari sangat kecil sampai besar sekali. 
  2. Pada pertemuan dapat mengenai kulit di daerah kelamin sampai dubur, selaput lendir bagian dalam, liang kemaluan sampai leher rahim. 
  3. Pada laki-laki mengenai alat kelamin dan saluran kencing bagian dalam. 
  4. Pada perempuan hamil, kutil dapat tumbuh sampai besar sekali. 
  5. Kadang-kadang kutil tidak terlihat sehingga sering tidak disadari. 
  6. Ada kalanya seorang perempuan baru mengetahui bahwa dirinya terinfeksi pada saat pemeriksaan papsmear (pap-test) 
  7. Biasanya laki-laki baru menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi setelah menularkan pasangannya. 
Penyebab Kutil Kelamin : 
Kutil kelamin disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Penyebaran kutil kelamin terjadi melalui hubungan seksual, baik melalui alat kelamin wanita, maupun hubungan seksual yang tidak wajar. Di samping itu, virus juga bisa menular ketika tangan penderita kutil kelamin menyentuh kelamin sendiri, lalu menyentuh kelamin pasangannya. 

Penyebaran kutil kelamin juga dapat terjadi, akibat berbagi penggunaan alat bantu seks (sex toys). Pada kasus yang jarang terjadi, kutil kelamin dapat menular ke bayi, dari ibu yang terinfeksi virus. Perlu diketahui, kutil kelamin tidak menular melalui ciuman, atau media tertentu seperti alat makan, handuk, dan toilet duduk. 
 
Cara penularan kutil kelamin melalui : 
  1. Hubungan seksual dengan seseorang yang terserang HPV. 
  2. Dari ibu hamil dengan kutil kelamin kepada bayinya pada saat persalinan. 
  3. Cara penularan melalui tangan atau jari yang mengandung kutil ke daerah alat kelamin, meskipun sangat jarang. 
Bahaya kutil kelamin : 
Kutil kelamin kadang-kadang dapat berakibat lanjut menjadi kanker leher rahim ataupun kanker kulit sekitar kelamin. Pada laki-laki dapat menimbulkan kanker alat kelamin. Bila tidak diobati, dapat menularkan kepada pasangan seksualnya. Kalian perhatikan gambar di bawah ini : 
  
Gambar 8 : kutil kelamin 
Sumber : https://medium.com/@kciriciri/gambar-penyakit-kutil-kelaminwanita-225825037253 
 
b. Kutu kemaluan 
Kutu kemaluan (Pthirus pubis) adalah serangga parasit kecil yang dapat menempati area berambut di tubuh manusia, umumnya di rambut kemaluan. Parasit ini hidup dengan cara menghisap darah melalui kulit, dan dapat menimbulkan rasa gatal pada area yang dijangkitinya. 
 
Selain pada rambut kemaluan, kutu kemaluan juga bisa mendiami bulu ketiak dan bulu kaki, janggut dan kumis, bulu mata dan alis, serta bulu dada dan punggung. Dengan ukuran tubuh yang lebih kecil dari kutu kulit kepala, kutu kemaluan lebih dapat bertahan pada rambut yang bertekstur kasar dan tebal dibanding pada rambut kulit kepala yang cenderung lebih halus dan lembut. 

1) Gejala Kutu Kemaluan 
Gejala akibat kutu kemaluan biasanya mulai muncul setelah 1-3 minggu kutu menempati area tubuh. Gejala akibat keberadaan kutu kemaluan adalah: 
  • Gejala awal ditandai dengan rasa gatal pada kulit akibat reaksi , dan memburuk saat malam hari. Hal ini karena saat malam hari kutu kemaluan aktif menghisap darah manusia. 
  • Bintik kecil berwarna merah kebiruan pada kulit bekas gigitan. 
  • Terdapat bintik cokelat pada pakaian dalam, yang merupakan kotoran kutu kemaluan. 
  • Terlihat telor kutu atau kutu pada rambut-rambut tersebut. 
  • Demam. 
  • Peradangan dan iritasi akibat digaruk. 
  • Peradangan pada mata, jika infeksi kutu kemaluan terdapat pada bulu mata atau alis. 
Terkadang gejala-gejala tersebut tidak muncul pada sebagian penderita, sehingga dapat menyebarkan kutu kemaluan pada orang lain tanpa disadarinya. 
 
2) Penularan Kutu Kemaluan 

Kutu kemaluan memiliki 3 bentuk perkembangan, yaitu telur, nimfa, serta kutu dewasa. Telur kutu biasanya melekat erat pada batang rambut. Telur akan menetas dalam waktu 6 - 1  hari, dan menjadi nimfa. Bentuk nimfa serupa dengan kutu dewasa, namun berukuran lebih kecil. Perkembangan nimfa hingga menjadi kutu dewasa berkisar 2 – 3  minggu. 
 
Kutu dewasa berwarna sedikit abu-abu, memiliki 6 kaki, dan berukuran sekitar 2 mm. Ukuran kutu betina biasanya lebih besar dibanding kutu jantan dapat mengeluarkan hingga 300 telur sepanjang hidupnya yang berkisar antara 1 – 3 bulan.  Jika kutu kemaluan terlepas atau jatuh dari rambut, maka kutu akan mati dalam waktu satu hingga dua hari. 
 
Kutu kemaluan dapat menular dari orang yang terinfeksi ke orang yang sehat melalui kontak tubuh. Kutu dapat merayap dari rambut ke rambut, meski tidak dapat melompat atau terbang. Untuk bertahan hidup, kutu kemaluan akan mengisap darah dari kulit manusia. Penyebaran yang paling banyak terjadi adalah melalui kontak seksual (termasuk seks yang tidak wajar), baik dengan menggunakan alat kontrasepsi atau tidak. Pada kasus yang jarang terjadi, kutu kemaluan dapat menyebar akibat menggunakan pakaian, seprai, atau handuk secara bersama. 
 
Pada anak-anak, penularan kutu kemaluan dapat terjadi ketika anak tidur di atas kasur yang sudah terpapar parasit ini dari orang dewasa yang terinfeksi. Di sisi lain, infeksi kutu kemaluan pada anak-anak juga dapat menandakan adanya kemungkinan pelecehan seksual, sehingga perlu diselidiki lebih lanjut. Umumnya, kutu kemaluan pada anak-anak terdapat pada bulu mata dan alis. 
Kalian perhatikan gambar di bawah ini : 
  
Gambar 9 : Kutu kemaluan 

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1797990/kutukelamin-paling-doyan-hinggap-di-kemaluan-remaja- 
 
3. Pencegahan Penyakit Menular Seksual 

Langkah utama pencegahan penyakit menular seksual adalah menerapkan perilaku seks yang aman, yaitu menggunakan pengaman dan tidak bergonta-ganti pasangan seksual. Selain itu, ada beberapa tindakan pencegahan lain yang dapat dilakukan, yaitu: 
  • Kenali pasangan seksual masing-masing. 
  • Lakukan vaksinasi, terutama vaksin HPV dan hepatitis B. 
  • Tidak menggunakan NAPZA, terutama dengan berbagi penggunaan jarum suntik. 
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, khususnya yang berkaitan dengan organ reproduksi. 
  • Penderita penyakit menular seksual sebaiknya tidak melakukan hubungan seks hingga penyakit dinyatakan sembuh oleh dokter. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan penyakit kepada pasangan. 
4. Pengobatan Penyakit Menular Seksual 

Pengobatan terhadap penyakit menular seksual disesuaikan dengan penyebab infeksi, melalui pemberian obat-obatan berikut ini : 

a. Antibiotik 
Antibiotik digunakan untuk mengobati berbagai penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti gonore, chlamydia, dan sipilis. Antibiotik harus tetap dikonsumsi, walaupun gejala yang dirasakan telah membaik. Hal ini dilakukan untuk mencegah infeksi kembali terjadi. 
 
Dokter juga akan menganjurkan pasien untuk tidak berhubungan seksual hingga masa pengobatan berakhir dan gejala menghilang. Jenis antibiotik yang diberikan antara lain penisilin, doxycycline,  amoxicillin, dan  erythromycin. Selain membunuh bakteri, antibiotik seperti metronidazole dapat membunuh parasit pada penyakit trikomoniasis. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet yang diminum maupun sediaan yang dimasukkan ke dalam alat kelamin wanita. 

b. Anti virus 
Pengobatan dengan obat antivirus hanya bertujuan untuk meredakan gejala dan mengurangi resiko penyebaran. Jenis obat antivirus yang digunakan untuk menangani herpes genital adalah acyclovir, famciclovir, dan valacyclovir. Sementara untuk hepatitis, obat yang diberikan meliputi entecavir, interferon, dan lamivudine. 

c. Antijamur 
Untuk penyakit menular seksual yang disebabkan oleh jamur, seperti candidiasis, dokter akan memberikan krim anti jamur yang dioleskan ke alat kelamin wanita, seperti nystatin dan clotrimazole. Obat anti jamur dalam bentuk tablet juga dapat diresepkan oleh dokter, seperti fluconazole dan miconazole. 
 
Deteksi dan penanganan terhadap penyakit menular seksual perlu dilakukan sejak dini. Jika dibiarkan, penyakit menular seksual dapat menyebabkan beberapa komplikasi berikut: 
  • Peradangan pada mata 
  • Radang sendi 
  • Nyeri panggul 
  • Radang panggul 
  • Infertilitas 
  • Penyakit jantung 
  • Kanker serviks 
  • Kanker anus 
  • Abses anus 
Penyakit menular seksual juga dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan. Beberapa penyakit menular seksual, seperti gonorea, chlamydia, HIV/AIDS, dan sipilis dapat menular dari ibu hamil ke janinnya selama kehamilan atau saat persalinan. Kondisi ini dapat memicu keguguran dan gangguan kesehatan atau cacat lahir pada bayi. Segeralah berkonsultasi dengan dokter bila seseorang mengalami keluhan pada organ kelamin atau gejala-gejala di atas. Juga perlu memeriksakan diri ke dokter jika pasangan diketahui menderita penyakit menular seksual. 
 
5. Penanggulangan Penyakit Menular Seksual  
a. Penanggulangan Penyakit Menular Seksual Terhadap Diri Sendiri 
Beberapa cara yang bisa dilakukan dalam rangka pencegahan penyakit menular seksual sebagai berikut:
  • Bersikap setia dengan pasangan (setelah menikah) 
  • Memastikan jarum suntik yang dipakai steril (ketika dibutuhkan untuk disuntik, menerima donor darah) 
  • Menjaga kesehatan organ reproduksi manusia 
  • Perkuat sistem kekebalan tubuh dengan gaya hidup sehat, seperti konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan tinggi Vitamin C/D/E, rutin berolahraga, dan pola hidup yang teratur. 
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin bila termasuk aktif secara seksual dan terindikasi melakukan hubungan seks tidak aman. 
 
b. Penanggulangan Penyakit Menular Seksual Terhadap Keluarga 
Keluarga menjadi salah satu kelompok tempat yang paling efektif dalam penanggulangan penyakit menular seksual. Memberikan pemahaman akan dampak yang diakibatkan oleh penyakit menular seksual di dalam keluarga memberikan pengertian pengaruh yang sangat besar. Keluarga harus menganggap masalah penyakit menular seksual menjadi hal yang penting sehingga keharmonisan berumah tangga dapat terjaga dan terhindar dari penyakit menular seksual. Beberapa hal yang dapat dilakukan di keluarga sebagai berikut: 
  • Pencegahan non seksual dapat dilakukan dengan mengadakan pemeriksaan donor darah sehingga darah akan terbebas dari HIV/AIDS. 
  • Penyuluhan atau edukasi yang intensif tentang bahaya penyakit HIV/AIDS, PMS sangat penting. Hindari seks bebas dan narkoba yang akan merusak generasi muda bangsa. 
c. Penanggulangan Penyakit Menular Seksual Terhadap Masyarakat 
  • Penyuluhan yang intensif tentang bahaya penyakit penyakit menular seksual sangat penting. Hindari seks bebas dan narkoba yang akan merusak generasi muda bangsa. 
  • Memberikan penyuluhan akan bahayanya penyakit menular seksual untuk itu mereka harus mengerti akan arti pentingnya pencegahan penyakit menular seksual. 
  • Memberitahu bagaimana cara-cara dalam pencegahan penyakit menular seksual. 
  • Memberitahukan akan arti pentingnya pencegahan penyakit menular seksual. 
  • Memberikan kesadaran akan arti pentingnya sikap setia. 
  • Memberikan kesadaran akibat bila berganti-ganti pasangan. 
  • Memberikan kesadaran apa akibat bila tidak bisa menjaga kebersihan organ intim. 
Penanggulangan inilah yang perlu kalian lakukan baik pada diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Karena kalian kelak menjadi dewasa, dan kalian kelak akan menikah. Lakukanlah yang terbaik sesuai dengan norma agama, norma hukum dan norma sosial.  Karena itu mulailah dari diri sendiri untuk berbuat dan berlaku jujur jika kelak kalian memiliki pasangan hidup. Tidak berganti-ganti pasangan dan tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah dan sembarangan. Terus semangat dan lakukanlah yang terbaik untuk masa depan yang lebih cerah.  
 

C. Rangkuman 

Bakteri dan virus penyebab penyakit menular seksual bisa bersarang pada cairan tubuh yang keluar saat berhubungan seks dan kemudian berpindah melalui permukaan kulit yang terbuka (luka). Lalu, apa saja penyakit kelamin yang paling umum terjadi? Baik pria atau wanita, keduanya wajib menjaga kebersihan organ kelamin agar terhindar dari penyakit kelamin. Penyakit ini umumnya terjadi karena tidak terjaganya kebersihan organ intim dengan baik atau melakukan hubungan seksual secara sembarangan. Ketika hal tersebut terjadi, bakteri, jamur, dan parasit akan bersarang pada organ intim dan menimbulkan sejumlah penyakit kelamin berbahaya. 
 
Gejala penyakit kelamin tidak selalu tampak jelas. Namun, gejalanya bisa muncul lebih parah pada wanita daripada pria. Jika wanita terkena penyakit kelamin dan lalu hamil, dampaknya dapat menyebabkan masalah kesehatan serius bagi bayi. 
 
Untuk mengatasi penyebaran dan penularan penyakit menular seksual, maka perlu adanya pencegahan, pengobatan dan penggulangan penyakit tersebut. Tentunya diawali dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat agar selalu bertindak dan berbuat sesuai dengan aturan dan norma susila yang ada. Jangan lupa selalu taat dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing agar terhindar dari perbuatan yang tercela dan dapat menimbulkan terjadinya penyakit menular seksual tersebut. 

D. Penugasan Mandiri  

Coba kalian kerjakan tugas ini secara mandiri untuk dipresentasikan dengan mencari literasi lain tentang penyakit menular seksual, tuliskan jenis penyakitnya, apa penyebabnya, bagaimana gejala-gejala yang ditimbulkan, dan bagaimana cara penularan penyakit tersebut. Tulisan tersebut dapat diketik atau ditulis tangan untuk dipresentasi kepada teman kalian. 
 

E. Latihan Soal  

Nah untuk mengetahui kemampuan kalian sejauh mana dalam penguasaan materi penyakit menular seksual pada pembelajaran II, ayo kerjakan latihan berikut dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan benar !  

1. Sipilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini sering tidak disadari, karena …  
2. Bila ibu hamil terkena sipilis atau raja singa, infeksi ini juga dapat menyebar kepada anaknya, baik sejak dalam kandungan atau saat persalinan. 
Sipilis jenis ini disebut ...  
3. Herpes genital bisa tersebar lewat sentuhan, meskipun lebih acap kali menyebar lewat hubungan seksual. Ada 2 ragam virus herpes simplex, adalah herpes ragam 1 dan 2. Herpes ragam 1, disebut juga HSV 1 atau herpes oral, menyebabkan …  
4. Kutil kelamin berbeda dengan kutil yang tumbuh di bagian tubuh lain, karena kondisi ini termasuk infeksi menular seksual. Kutil kelamin berukuran kecil dan tidak mudah terlihat dengan kasat mata. 
Akan tetapi kutil kelamin ...  
5. Kutu kemaluan memiliki 3 bentuk perkembangan, yaitu telur, nimfa, serta kutu dewasa. Telur kutu 
biasanya melekat erat pada … 
 
Kunci Jawaban dan Pembahasan : 
1. Karena gejalanya muncul cukup lama setelah infeksi pertama 
Pembahasan : Sipilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini sering tidak disadari, karena gejalanya muncul cukup lama setelah infeksi pertama. Pemeriksaan medis adalah satusatunya cara untuk memastikan apakah terdapat infeksi tersebut atau tidak 

2. Sipilis Kongenital  
Pembahasan : Bila ibu hamil terkena sipilis atau raja singa, infeksi ini juga dapat menyebar kepada anaknya, baik sejak dalam kandungan atau saat persalinan. Sipilis jenis ini disebut sipilis bawaan atau sipilis kongenital. Kondisi ini sering menimbulkan komplikasi serius saat kehamilan, seperti keguguran, kematian janin dalam kandungan, atau kematian bayi beberapa saat setelah dilahirkan 

3. Sariawan dan lepuhan tapi dapat menyebar ke alat kelamin lewat seks yang tidak wajar. 
Pembahasan : Virus herpes simpleks jenis 1 (HSV 1) menyebabkan sariawan dan lepuhan tapi dapat menyebar ke alat kelamin lewat seks yang tidak wajar 

4. Kutil kelamin menyebabkan rasa gatal, sensasi seperti terbakar, serta nyeri dan perdarahan saat berhubungan intim 
Pembahasan : Kutil kelamin adalah benjolan kecil yang tumbuh di sekitar area kelamin dan dubur. Kutil kelamin berukuran kecil dan tidak mudah terlihat dengan kasat mata. Akan tetapi kutil kelamin menyebabkan rasa gatal, sensasi seperti terbakar, serta nyeri dan perdarahan saat berhubungan intim. 

5. Pada batang rambut 
Pembahasan : Kutu kemaluan memiliki 3 bentuk perkembangan, yaitu telur, nimfa, serta kutu dewasa. Telur kutu biasanya melekat erat pada batang rambut. Telur akan menetas dalam waktu 6 - 1  hari, dan menjadi nimfa. Bentuk nimfa serupa dengan kutu dewasa, namun berukuran lebih kecil. Perkembangan nimfa hingga menjadi kutu dewasa berkisar 2 – 3  minggu 
 

F. Penilaian Diri 

Berilah tkalian √ pada kolom ‘Ya’ jika kalian sudah menguasai materi tersebut dan pada kolom ‘Tidak’ jika kalian belum menguasainya. 


Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Langkah-Langkah Melindungi Diri Dan Orang Lain Dari Penyakit Menular Mapel PJOK kelas 12 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Langkah-Langkah Melindungi Diri Dan Orang Lain Dari Penyakit Menular  File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com


      Pencarian yang paling banyak dicari
      • langkah-langkah melindungi orang lain dari penyakit menular seksual
      • dampak dari penyakit menular seksual
      • penyebab penyakit menular seksual
      • cara penularan penyakit menular seksual
      • jenis penyakit menular seksual
      • bahaya penyakit menular seksual
      • cara mencegah penyakit menular
      • 8 cara menghindari penyakit menular seksual
      • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022