Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Kebahasaan Artikel dan/atau Buku Ilmiah Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA

Materi Kebahasaan Artikel dan/atau Buku Ilmiah Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA - Hai adik adik yang baik apa kabar? semoga dalam keadaan baik baik saja ya, nah pada kesempatan ini kakak ingin membagikan kepada adik adik mengenai materi yang telah disiapkan, materi ini diambil dari mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XII SMA/MA tentang Kebahasaan Artikel dan/atau Buku Ilmiah. Semoga bermanfaat yah.

Materi Kebahasaan Artikel dan/atau Buku Ilmiah Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA
Materi Kebahasaan Artikel dan/atau Buku Ilmiah Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan Kalian mampu menemukan unsur kebahasaan artikel opini serta mampu membedakan unsur kebahasaan dalam artikel opini dan buku ilmiah dengan cermat, teliti, dan bertanggung jawab. 

B. Uraian Materi 

Pada pembahasan modul sebelumnya, kalian telah mampu menyusun dan membedakan antara kalimat opini dan fakta yang terdapat dalam sebuah artikel.  Pada modul ini, kalian harus mampu menganalisis kebahasaan yang terdapat dalam sebuah artikel dan buku ilmiah. Namun, sebelum menganalisis kebahasaan, perlu kalian diingatkan kembali struktur dari artikel ini. 
 
Struktur Artikel 
  1. Pengenalan isu, yakni permasalahan, fenomena, peristiwa aktual. Bagian ini sama dengan teks editorial. Perbedaannya, isu dalam teks editorial dipilih oleh redaksi media itu sendiri, sedangkan isu dalam artikel ditentukan berdasarkan minat penulisnya. Bagian ini juga berbeda dengan karya ilmiah, yang tidak memperhatikan isu tertentu. Artikel ilmiah biasanya diawali dengan pernyataan umum berupa pengenalan masalah atau gagasan pokok (tesis) yang dianggap penting oleh penulis dan menarik untuk dibahas atau dicari cara penyelesaiannya. 
  2.  Rangkaian argumentasi berupa pendapat atau opini penulis terkait dengan isi ataupun topik yang dibahas. Bagian ini dilengkapi oleh sejumlah teori, pendukung, dan fakta baik yang diperoleh melalui pengamatan, wawancara, atau sumber-sumber lain. (artikel opini atau artikel ilmiah populer untuk teori tidak terlalu ditekankan). 
  3.  Penegasan kembali atas pembahasan sebelumnya. Bagian ini dapat disertai dengan solusi, harapan, ataupun saran-saran. 
Artikel juga ditandai dengan oleh penggunaan kata-kata yang bermakna lugas atau makna denotasi. Selain itu, dikenal pula makna kias atau makna konotasi. Makna konotasi sebenarnya merupakan makna denotasi yang telah mengalami penambahan. 

 

Jenis Makna

Contoh Kata

Makna

Denotasi

ibu hamil kerap merasakan asam lambung naik lebih sering disertai heartburn.

sejenis penyakit; asam klorida

Konotasi

Dari pagi wajahnya selalu asam saja, ia masih saja tak mau bicara.

cemberut; tidak cerah

Denotasi

Siasati dengan makan dalam porsi kecil, tetapi durasinya lebih sering.

Memasukkan sesuatu ke dalam mulut serta mengunyah dan menelannya

Konotasi

Pejabat itu tak mau makan uang rakyat, ia bekerja sangat jujur

Mengambil; mempergunakan


1. Menemukan Unsur Kebahasaan Artikel Opini  
 
Perhatikan artikel berikut! 
 
Kunyah Permen Karet Hingga Diet Karbo, Ini 9 Cara Mencegah Asam Lambung Naik 

Artikel oleh Azelia Trifiana 
 
Asam lambung naik atau acid reflux bisa terjadi kapan saja dan menyebabkan rasa tidak nyaman di ulu hati hingga tenggorokan. Cara mencegah asam lambung naik bisa dengan mengubah pola makan hingga menyiasati siklus tidur. Terlebih bagi orang yang menderita GERD, ciri-ciri asam lambung naik biasanya terjadi tidak lama setelah waktu makan. 
 
CARA MENCEGAH ASAM LAMBUNG NAIK 
 
Beberapa cara alami yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah asam lambung naik adalah: 

1.Tidak makan berlebihan 
Pada orang yang mengalami masalah dengan asam lambung, otot antara perut dan esofagus tak bisa menutup dengan sempurna. Akibatnya, asam lambung bisa naik kembali ke esofagus terutama setelah makan. Untuk itu, cara mencegah asam lambung naik bisa dengan menghindari makan dengan porsi terlalu besar. Siasati dengan makan dalam porsi kecil, tetapi durasinya lebih sering. 

2. Mengurangi berat badan 
Penumpukan lemak di perut bisa membuat tekanan otot pembatas antara perut dan esofagus semakin besar. Istilah medis untuk kondisi ini adalah hiatus hernia. Itulah mengapa orang obesitas hingga ibu hamil kerap merasakan asam lambung naik lebih sering disertai heartburn. Dengan demikian, mengurangi berat badan sebaiknya menjadi prioritas bagi orang obesitas sebagai cara mencegah asam lambung naik. Bagi ibu hamil, mengatur asupan nutrisi juga penting. Hamil bukan berarti lampu hijau untuk mengonsumsi banyak kalori tanpa dipantau. 

3. Diet rendah karbohidrat 
Salah satu cara mencegah asam lambung naik bisa dengan melakukan diet rendah karbohidrat. Ini berkaitan dengan karbohidrat yang tidak dicerna maksimal bisa menyebabkan bertambahnya jumlah bakteri dan tekanan di dalam abdomen. Bahkan, banyak yang menyebut karbohidrat sebagai salah satu pemicu naiknya asam lambung naik. 

4. Batasi asupan alkohol 
Mengonsumsi alkohol juga dapat berpengaruh pada naiknya asam lambung. Tak hanya itu, otot lower esophageal sphincter antara esofagus dan perut juga semakin tidak bisa menutup rapat. Lebih jauh lagi, terlalu banyak minum alkohol membuat esofagus kesulitan membersihkan asam. 

5. Minum kopi sewajarnya 
Jika ada pertanyaan apa saja bahaya minum kopi, risiko mengalami asam lambung naik adalah salah satunya. Kafein membuat otot pembatas esofagus dan perut menjadi rileks sehingga asam lambung rentan naik kembali. Meski demikian, bukti ilmiah terkait klaim ini masih terus dikembangkan. 

6. Mengunyah permen karet 
Beberapa penelitian menyebut mengunyah permen karet dapat menurunkan kadar asam di esofagus. Permen karet mengandung bikarbonat yang efektif meningkatkan produksi saliva. Meski demikian, ini hanya merupakan cara mencegah asam lambung naik bukan cara untuk meredakannya. 

7. Hindari minuman bersoda 
Selain kandungan gula yang tinggi, minuman bersoda juga bisa memperparah kondisi naiknya asam lambung pada penderita GERD. Lagi-lagi, minuman bersoda juga membuat otot lower esophageal sphincter menjadi lebih lemah dibandingkan dengan minum air putih. 

8. Hindari cokelat 
Jika cokelat termasuk salah satu camilan favorit penderita GERD, sebaiknya pertimbangkan untuk menghindari atau setidaknya menguranginya. Sebuah penelitian menyebut mengonsumsi sirup cokelat sebanyak 120 ml dapat membuat otot pembatas esofagus dan perut menjadi lebih lemah. Meski demikian, masih perlu penelitian lebih jauh terkait rekomendasi ini. 

9. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi 
Terkadang, ada orang yang mengalami asam lambung naik saat malam hari. Ini bisa mengganggu kualitas tidur bahkan menyebabkan sulit tidur semalaman. Cara menyiasatinya bisa dengan membuat posisi kepala lebih tinggi sehingga risiko heartburn bisa berkurang. 
 
Dari beberapa cara mencegah asam lambung naik di atas, ada yang benar-benar terbukti lewat penelitian ilmiah. Namun ada pula yang masih perlu penelitian lebih jauh lagi. Terlepas dari itu, kondisi tubuh setiap orang berbeda. () 
 
Sumber: https://www.sehatq.com
   
Sudahkah kalian mencermati  artikel tersebut, apa yang kalian temukan dalam penggunaan bahasanya? 
 
Penggunaan Bahasa dalam Artikel 
 
1. Penggunaan istilah 
 
Contoh: 
Mengurangi berat badan, Penumpukan lemak di perut bisa membuat tekanan otot pembatas antara perut dan esofagus semakin besar. Istilah medis untuk kondisi ini adalah hiatus hernia. Itulah mengapa orang obesitas hingga ibu hamil kerap merasakan asam lambung naik lebih sering disertai heartburn. Dengan demikian, mengurangi berat badan sebaiknya menjadi prioritas bagi orang obesitas sebagai cara mencegah asam lambung naik. Bagi ibu hamil, mengatur asupan nutrisi juga penting. Hamil bukan berarti lampu hijau untuk mengonsumsi banyak kalori tanpa dipantau. 
 
2. Penggunaan kata kerja mental (kata kerja abstrak) 
 
Contoh: 
Asam lambung naik atau acid reflux bisa terjadi kapan saja dan menyebabkan rasa tidak nyaman di ulu hati hingga tenggorokan. Cara mencegah asam lambung naik bisa dengan mengubah pola makan hingga menyiasati siklus tidur. Terlebih bagi orang yang menderita GERD, ciri-ciri asam lambung naik biasanya terjadi tidak lama setelah waktu makan. 
 
3. Penggunaan kata rujukan 
 
Contoh 1 
Fakta-fakta yang menujukkan kesenjangan gender pada bidang pendidikan tampak pada proses pembelajaran di sekolah kurang. Siswa laki-laki selalu ditempatkan  dalam posisi yang lebih menentukan. 
 
Contoh 2 
Menurut laporan yang dikeluarkan tanggal 20 Juli 2020 yang lalu, vaksin ini telah sukses melewati uji coba klinis tahap I dan II.   
 
Contoh 2 
Berdasarkan penelitian-penelitian, program kesetaraan gender melalui sekolah memberikan dampak yang signifikan dalam penelusuran bias gender di masyarakat. 
 
Teks artikel biasanya mengungkapkan  referensi dari sumber-sumber tertentu yang mungkin dikutip oleh penulis untuk menguatkan pendapat penulis itu sendiri. Oleh karena itu, kata-kata yang bermakna merujuk banyak digunakan di dalam teks artikel. 
 
4. Penggunaan kata keterangan/adverbia frekuentatif 
Diperlukan untuk meyakinkan pembaca, seperti selalu, biasanya, sebagian besar, sering, kadang-kadang, dan jarang. 
 
Contoh: 
Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi 
Terkadang, ada orang yang mengalami asam lambung naik saat malam hari. Ini bisa mengganggu kualitas tidur bahkan menyebabkan sulit tidur semalaman. Cara menyiasatinya bisa dengan membuat posisi kepala lebih tinggi sehingga risiko heartburn bisa berkurang. 
 
Itulah mengapa orang obesitas hingga ibu hamil kerap merasakan asam lambung naik lebih sering disertai heartburn. 
 
5. Penggunaan konjungsi untuk menata argumentasi 
Misalnya, pertama, kedua, berikutnya, selanjutnya, dan lain sebagainya. 
Contoh: 
Akibatnya, asam lambung bisa naik kembali ke esofagus terutama setelah makan. 
 
Lebih jauh lagi, terlalu banyak minum alkohol membuat esofagus kesulitan membersihkan asam. 
   
6. Penggunaan konjungsi untuk memperkuat argumentasi Misalnya, selain itu, sebagai, contoh, misalnya, padahal, justru. 
Contoh: 
Lagi-lagi, minuman bersoda juga membuat otot lower esophageal sphincter menjadi lebih lemah dibandingkan dengan minum air putih. 
 
Tak hanya itu, otot lower esophageal sphincter antara esofagus dan perut juga semakin tidak bisa menutup rapat. 
 
7. Adanya penggunaan kalimat retoris 
  • Mengapa kemampuan literasi baca-tulis perlu ditumbuhkan terutama di kalangan peserta didik? 
  • Seberapa pentingkah kemampuan literasi baca-tulis bagi peserta didik? 
  • Pertanyaan lebih jauh, seberapa pengaruhkah kemampuan literasi baca-tulis terhadap masa depan suatu bangsa? 
 
8. Penggunaan konjungsi kausalitas dan konsekuensi, seperti sebab, karena,  sebab, oleh karena itu, sehingga, hingga 
  • Asam lambung naik atau acid reflux bisa terjadi kapan saja dan rasa tidak nyaman di ulu hati hingga tenggorokan. 
  • Hal ini karena berkaitan dengan kultur lisan yang lebih dominan daripada baca-tulis dalam lingkungan peserta didik. 
2. Membandingkan Unsur Kebahasaan Artikel Opini dan Buku Ilmiah 
 
Setelah kalian menemukan unsur kebahasaan pada teks artikel, kalian akan membandingkan buku ilmiah atau tulisan karya ilmiah. Seperti yang sudah kalian pelajari pada modul sebelumnya bahwa artikel opini ada kesamaan dengan artikel ilmiah. 
 
Karya Ilmiah Murni 
 
Bahasa yang di gunakan adalah bahasa baku. Cara penulisan yang sistematis, dan memenuhi kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah. Topik bahasan membahas permasalahan dalam bidang ilmiah dan penelitian yang jauh dari jangkuan masyarakat awam. Karya ilmiah murni dapat kita jumpai pada jurnal imiah,tugas ahir kuliah berupa skripsi,tesis,disertasi dan hasil penelitian ‘ 
Contoh karya ilmiah murni adalah makalah,skripsi,tesis,disertasi,dan jurnal penelitian 
 
 
Karya Ilmiah Populer /Artikel Opini 
 
Bahasa yang digunakan tidak baku, karena karya ilmiah populer lebih mengutamakan pemahaman masyarakat awam terhadap karya tersebut. Cara penulisan yang sistematis , tetapi tidak berdasar kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah yang mencakup bahasa bab per bab. 
Topik bahasan cenderung membahas permasalahan yang berkaitan dengan masyrakat dan masalah di sekitarnya. Karya ilmiah populer dapat kita jumpai pada majalah,koran,atau tabloid. 
Contoh dari karya ilmiah populer adalah cara memelihara kesehatan di usia tua,mengembangkan kreativitas buah hati, managemen waktu yang efektif  
   
Persamaan Karya Ilmiah Murni dan Populer 
 
Sama-sama menggunakan metode ilmiah yang sistematis, menyajikan data, netral, dan objektif 
 
Cermati kedua kutipan berikut 
 
Kutipan 1 
Indah dan aneh. Itu yang terucap saat kita perhatikan tumbuhan yang bentuknya, seperti kantong dan bergelantungan di setiap ujung daun itu. Bunga itu tidak lain adalah kantong semar. "Sincerek", begitulah orang Sumatera Barat menyebut tumbuhan yang termasuk golongan Nepenthes ini. Secara sepintas lalu memang tumbuhan ini menampilkan keindahan dan keunikan dari kantong-kantong yang berwarna cerah. Namun di balik semua itu, tumbuhan ini merupakan penjebak serangga yang ulung. 
 
Tumbuhan ini bentuknya memang aneh. Bila dilihat dari batangnya, tumbuhannya tak jelas dan mirip herba - tumbuhan berbatang lunak dan tak berkayu. Namun, apabila diperhatikan lebih jelas lagi cabang tumbuhan ini sama sekali tak lunak, malah terlihat, seperti rotan dan kita pun menyebutnya sebagai perdu atau pohon. Tetapi dari semuanya itu sosoknya pun tak mirip dengan pohon. Lantas disebut apa ya tumbuhan yang aneh ini? 
 
Kutipan 2 
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia pada buku Edison A. Jamli, 2005. Proses globalisasi berlangsung melalui dua dimensi, yaitu dimensi ruang dan waktu. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, dan terutama pada bidang pendidikan. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia. Oleh karena itu globalisasi tidak dapat dihindari kehadirannya, terutama dalam bidang pendidikan. 
Bagaimana, dapatkah kalian merasakan perbedaannya? Pada kutipan 1 ketika membaca, kalian akan langsung paham, berbeda dengan kutipan 2. Penggunaan bahasanya juga terasa berbeda. Pada kutipan 1 bahasanya lebih luwes, sedangkan kutipan 2, penggunaan bahasa terasa lebih kaku. Menurut kalian lebih menarik yang mana? 
 

C. Rangkuman Materi 

  1. Artikel ditandai dengan penggunaan kata-kata yang bermakna lugas atau makna denotasi.  
  2. Kebahasaan artikel memiliki ciri utama, yakni (a) kata-katanya baku, (b) bermakna lugas, (c) Terdapat banyak istilah, dan (d) bersifat objektif. 
  3. Informasi yang disajikan pada artikel untuk masyarakat pada umumnya, sedangkan karya ilmiah hanya untuk kalangan tertentu saja. 
  4. Artikel opini dengan karya ilmiah, keduanya memiliki struktur yang sama, yaitu pernyataan umun / tesis, rangkaian argumentasi, dan penegasan ulang. 
  5. Artikel opini menggunakan gaya bahasa yang populer dan santai sehingga mudah dipahami oleh masyarakat umum  dan menarik dibaca.  
  6. Buku ilmiah/ karya ilmiah merupakan karya yang menyajikan gagasan deskriptif atau pemecahan masalah secara sistematis dengan menggunakan bahasa yang formal dan resmi. 

D. Penugasan Mandiri 

 
Lengkapilan analisis kedua kutipan tersebut dengan melihat unsur kebahasaannya! 

 

No.

Unsur-Unsur Kebahasaan

Kutipan 1

Kutipan 2

1.

Penggunaan

istilah

Bunga itu tidak lain adalah kantong semar. "Sincerek"

Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.

2.

Penggunaan kata kerja mental

Secara sepintas lalu memang tumbuhan ini menampilkan keindahan

Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.

3.

Kata Rujukan

begitulah orang Sumatera Barat menyebut tumbuhan yang termasuk golongan Nepenthes ini.

….  menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia berdasarkan pada buku Edison A. Jamli, 2005.

4.

Adverbial

Frekuentatif

 

 

5.

Konjungsi

Menata

Argumentasi

 

 

6.

Konjungsi

Menguatkan

Argumentasi

 

 

7.

Kalimat Retoris

 

 

8.

Konjungsi Kausalitas

 

 

9.

Konjungsi Konsekuensi

 

 

  

E. Latihan Soal 

Cermati artikel berikut! 
 
Ayo Cuci Tangan, agar Coronavirus Tidak Menyerang 
 
Artikel By : dr. Jonathan Christopher 
 
Akhir-akhir ini, dunia dihebohkan dengan infeksi virus baru yang bernama Coronavirus. Banyak korban yang meninggal akibat virus ini karena gagal napas. Vaksin dan pengobatan yang spesifik belum ditemukan untuk mengobati infeksi virus ini. Namun, tahukah Anda bahwa penyebaran virus tersebut dapat dicegah dengan tindakan mudah seperti mencuci tangan? Apakah Anda mengetahui kapan dan cara mencuci tangan yang benar? Simaklah artikel berikut ini untuk dapat mencegah, tak hanya infeksi Coronavirus, namun penyakit-penyakit menular lainnya. 
 
Coronavirus atau “Coronavirus disease 2019” (COVID-19) merupakan sebuah virus baru yang menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan pada manusia dan dapat menular antarsesama manusia. Virus ini ditemukan pertama kali pada sebuah tempat di Cina bernama Wuhan. Hingga 22 Maret 2020, terdapat 292.142 kasus terkonfirmasi dari berbagai negara, termasuk Cina, Singapura, Malaysia, Jepang, Vietnam, Australia hingga Perancis, Amerika Serikat dan Indonesia. 
 
Gejala dari virus ini dapat berupa demam, batuk, dan sesak napas. Jika kalian mengalami gejala tersebut, khususnya bagi yang dalam waktu dekat memiliki kontak dengan seseorang yang baru kembali dari Cina atau seseorang yang baru bepergian dari luar negeri, harap periksakan diri Anda ke fasilitas kesehatan terdekat. 
 
Seseorang dapat ditularkan Coronavirus melalui droplet dari saluran pernapasan yang diproduksi saat orang terinfeksi batuk atau bersin, mirip dengan cara influenza atau virus saluran pernapasan lainnya menular. Proses penularan dapat diteruskan bila seseorang menyentuh objek yang terdapat droplet virus tersebut kemudian menyentuh mulut, wajah atau mata sendiri atau bahkan orang lain. Maka penting untuk kita menjaga kerbersihan, salah satunya yaitu dengan mencuci tangan. 
 
Mencuci tangan mungkin terlihat mudah dan sering diremehkan hingga dilupakan. Namun, tahukah Anda bahwa mencuci tangan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam dunia medis, hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membuat sebuah kampanye global untuk menyatakan setiap tanggal 15 Oktober adalah Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS). Begitu banyak penyakit yang dapat ditularkan seperti penyakit saluran pernapasan, diare, infeksi cacing dan penyakit kulit. Dengan hanya mencuci tangan, tingkat infeksi saluran pernapasan dapat menurun hingga 16-25%. Lalu kapan waktu yang tepat untuk kita perlu mencuci tangan? Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Kementerian Kesehatan, berikut adalah saat-saat kita perlu mencuci tangan: 
  1. Sebelum, saat, dan sesudah menyiapkan makanan. 
  2. Sebelum dan setelah makan. 
  3. Sebelum menyusui bayi. 
  4. Sebelum dan setelah mengasuh seseorang yang sakit di rumah. 
  5. Setelah buang air. 
  6. Setelah batuk atau bersin. 
  7. Setelah menyentuh sampah. 
  8. Setelah beraktivitas seperti mengetik, menyentuh uang, hewan atau binatang, berkebun. 
Setelah mengetahui waktu yang tepat untuk mencuci tangan, Anda juga perlu mengetahui langkah-langkah yang tepat untuk mencuci tangan dengan benar. Menurut Kementerian Kesehatan, mencuci tangan terbagi dalam 5 langkah: 
 
Basahi seluruh tangan dengan air bersih yang mengalir. 
Ambil dan gosok sabun ke daerah telapak, punggung tangan, dan sela-sela jari. 
Bersihkan bagian bawah kuku. 
Bilas tangan dengan air bersih yang mengalir. 
Keringkan tangan dengan handuk atau tisu atau dengan cara diangin- anginkan. 
 
Dianjurkan untuk mencuci tangan selama 20 detik, atau lebih mudah dengan menyanyikan lagu “selamat ulang tahun” sebanyak 2 kali. Bila tidak terdapat sabun dan air mengalir, dapat menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%. 
 
Tidak sulit bukan? Dengan melakukan hal yang mudah ini, Anda dapat mencegah infeksi virus pada diri sendiri, orang sekitar, dan bahkan komunitas seperti keluarga dan tempat kerja. Setiap hari Anda beraktivitas, ingatlah untuk selalu mencuci tangan pada saat yang tepat dengan benar sehingga Anda terhindar dari infeksi virus. 

Berdasarkan artikel opini tersebut, temukan unsur kebahasaanya seperti contoh yang telah disajikan! 

No.

Unsur-Unsur Kebahasaan

Kalimat dalam Artikel

1.

Penggunaan istilah

 

 

 

2.

Penggunaan kata kerja mental

 

 

 

 

3.

Kata Rujukan

 

 

 

 

4.

Adverbial Frekuentatif

 

 

 

 

5.

Konjungsi Menata Argumentasi

 

 

 

 

6.

Konjungsi Menguatkan Argumentasi

 

 

 

 

7.

Kalimat Retoris

 

 

 

 

8.

Konjungsi Kausalitas

 

 

 

 

 

9.

Konjungsi Konsekuensi

 

 

 

 

 


 

KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN

 

No.

Unsur-Unsur Kebahasaan

Kalimat dalam Artikel

1.

Penggunaan istilah

   Akhir-akhir ini dunia dihebohkan dengan infeksi virus baru yang bernama Coronavirus. 

   Vaksin dan pengobatan yang spesifik belum ditemukan untuk mengobati infeksi virus ini.  

   Hingga 22 Maret 2020, terdapat 292.142 kasus terkonfirmasi dari berbagai negara, termasuk Cina, Singapura, Malaysia, Jepang, Vietnam, Australia hingga Perancis, Amerika Serikat dan Indonesia.

   Seseorang dapat ditularkan Coronavirus melalui droplet dari saluran pernapasan yang diproduksi saat orang terinfeksi batuk atau bersin, mirip dengan cara influenza atau virus saluran pernapasan lainnya menular.

   Dunia medis, hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa

(PBB) membuat sebuah kampanye global untuk

 

Dst.

 

2.

Penggunaan kata kerja mental

      Apakah Anda mengetahui kapan dan cara mencuci tangan yang benar? 

      Simaklah artikel berikut ini untuk dapat mencegah, tak hanya infeksi Coronavirus, namun penyakitpenyakit menular lainnya.

      Coronavirus atau “Coronavirus disease 2019” (COVID-19) merupakan sebuah virus baru yang menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan pada manusia dan dapat menular antarsesama manusia.

 

3.

Kata Rujukan

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Kementerian Kesehatan, berikut adalah saat-saat kita perlu mencuci tangan:

 

4.

Adverbial Frekuentatif

 

   Mencuci tangan mungkin terlihat mudah dan sering diremehkan hingga dilupakan. 

   Anda beraktivitas, ingatlah untuk selalu mencuci tangan pada saat yang tepat dengan benar sehingga Anda terhindar dari infeksi virus.

 

 

5.

Konjungsi Menata Argumentasi

 

1.    Sebelum, saat, dan sesudah menyiapkan makanan.

2.    Sebelum dan setelah makan.

3.    Sebelum menyusui bayi.

4.    Sebelum dan setelah mengasuh seseorang yang sakit di rumah.

5.    Setelah buang air.

 

 

6.    Setelah batuk atau bersin.

7.    Setelah menyentuh sampah.

8.    Setelah beraktivitas seperti mengetik, menyentuh uang, hewan atau binatang, berkebun.

 

6.

Konjungsi Menguatkan Argumentasi

Tidak sulit bukan? Dengan melakukan hal yang mudah ini, Anda dapat mencegah infeksi virus pada diri sendiri, orang sekitar, dan bahkan komunitas seperti keluarga dan tempat kerja

 

7.

Kalimat Retoris

 

Tidak sulit bukan? Dengan melakukan hal yang mudah ini, Anda dapat mencegah infeksi virus pada diri sendiri, orang sekitar, dan bahkan komunitas seperti keluarga dan tempat kerja.

 

8.

Konjungsi Kausalitas

 

      Ingatlah untuk selalu mencuci tangan pada saat yang tepat dengan benar sehingga Anda terhindar dari infeksi virus.

 

      Akhir-akhir ini, dunia dihebohkan dengan infeksi virus baru yang bernama Coronavirus. Banyak korban yang meninggal akibat virus ini karena gagal napas.

 

 

9.

Konjungsi Konsekuensi

 

Jika kalian mengalami gejala tersebut, khususnya bagi yang dalam waktu dekat memiliki kontak dengan seseorang yang baru kembali dari Cina atau seseorang yang baru bepergian dari luar negeri, harap periksakan diri Anda ke fasilitas kesehatan terdekat.

 

Mencuci tangan mungkin terlihat mudah dan sering diremehkan hingga dilupakan. Namun,

 

 

F. Penilaian Diri 

Berilah tanda centang (√) pada format di bawah ini sesuai dengan jawaban kalian!  

No.

PERNYATAAN

PENILAIAN

Ya

Tidak

1

Saya sangat senang belajar tentang  menganalisis kebahasaan artikel dan/ atau buku ilmiah

 

 

 

2

Penjelasan materi  menganalisis kebahasaan artikel dan/atau buku ilmiah pada modul  ini bagi saya sangat jelas.

 

 

3.

Saya memahami struktur penulisan artikel.

 

 

4.

Saya mengetahui unsur kebahasaan artikel dan buku ilmiah.

 

 

5.

Saya dapat  membedakan antara kebahasaan artikel dan buku ilmiah.

 

 

6.

Saya dapat menyelesaikan latihan/ tugas dengan semangat .

 

 

7.

Latihan soal yang diberikan sangat membantu kejelasan saya dalam memahami konsep  menganalisis kebahasaan artikel dan/atau buku ilmiah.

 

 

8.

Bahasa yang digunakan dalam modul ini sangat komunikatif.

 

 

9.

Semua  kegiatan pembelajaran yang diberikan pada modul tentang   menganalisis kebahasaan artikel dan/atau buku ilmiah sangat bermanfaat bagi kehidupan saya.

 

 

10.

Banyak hal  baru yang saya dapatkan dari belajar   menganalisis kebahasaan artikel dan/atau buku ilmiah.

 

 

 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Kebahasaan Artikel dan/atau Buku Ilmiah Mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 


#
Kebahasaan Artikel dan/atau Buku Ilmiah File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com


      Pencarian yang paling banyak dicari
      • contoh unsur kebahasaan artikel
      • perbedaan unsur kebahasaan artikel dan buku ilmiah
      • contoh artikel dan unsur kebahasaannya
      • unsur kebahasaan buku ilmiah
      • lakukanlah analisis terhadap kedua artikel dan buku ilmiah di atas, kemudian berikan komentarnya
      • unsur kebahasaan buku ilmiah menguak tabir kekuasaan sang pencipta
      • kebahasaan artikel opini
      • struktur artikel
      • pdf, 2018,2019,2020,2021,2022