Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Kelainan Sistem Pernafasan Mapel Biologi kelas 11 SMA/MA

Materi Kelainan Sistem Pernafasan Mapel Biologi kelas 11 SMA/MA - Halo adik adik dimana saja berada, nah pada kesempatan yang baik ini tentunya kakak tidak pernah bosan untuk membagikan soal dan materi. nah kali ini merupakan materi tentang Kelainan Sistem Pernafasan dan mata pelajaran Biologi untuk adik adik kelas XI SMA/MA. Kakak juga menyediakan latihan soal serta kunci jawaban dan pembahasan. Semoga bermanfaat yah.

Materi Kelainan Sistem Pernafasan Mapel Biologi kelas 11 SMA/MA
Materi Kelainan Sistem Pernafasan Mapel Biologi kelas 11 SMA/MA

Pada manusia dan mamalia lainnya, anatomi sistem pernapasan umumnya berupa saluran pernapasan. Saluran dibagi menjadi saluran pernapasan atas dan bawah. Saluaran pernapasan atas meliputi hidung, rongga hidung, sinus paranasal, faring, dan bagian laring di atas pita suara. Saluran pernapasan bawah meliputi laring, trakea, bronkus, bronkiolus, dan alveolus. 

Tujuan utama sistem pernapasan adalah mencapai keseimbangan tekanan parsial antara gas pernapasan di alveolar dengan di darah kapiler paru. Proses ini terjadi melalui difusi sederhana, melintasi membran yang sangat tipis (dikenal sebagai penghalang darah–udara), yang membentuk dinding alveoli paru . Dinding ini terdiri dari sel-sel epitel alveolar, membran basal, dan sel-sel endotelium kapiler alveolar Penghalang gas darah ini sangat tipis (pada manusia, rata-rata tebalnya 2,2 μm), yang dilipat menjadi sekitar 300 juta kantung udara kecil yang disebut alveoli (masing-masing berdiameter antara 75 dan 300 μm) yang bercabang dari bronkiolus pernapasan di paru-paru, sehingga membentuk area permukaan yang sangat besar (sekitar 145 m2) untuk pertukaran gas. 

Udara yang terkandung dalam alveoli memiliki volume semipermanen sekitar 2,5–3,0 liter yang sepenuhnya mengelilingi darah kapiler alveolar (Gambar 12). Hal ini memastikan bahwa keseimbangan tekanan parsial gas di dua kompartemen sangat efisien dan terjadi dengan sangat cepat. Darah yang meninggalkan kapiler alveolar dan akhirnya didistribusikan ke seluruh tubuh memiliki tekanan parsial oksigen 13– 14 kPa (100 mmHg), dan tekanan parsial karbon dioksida 5,3 kpa (40 mmHg) (yaitu sama dengan ketegangan oksigen dan gas karbon dioksida seperti pada alveoli). Seperti disebutkan dalam bagian mekanika pernapasan di atas, tekanan parsial oksigen dan karbon dioksida di udara lingkungan (kering) pada permukaan laut masing-masing adalah 21 kPa (160 mmHg) dan 0,04 kPa (0,3 mmHg). 
Tidak semua udara di paru-paru dapat dikeluarkan meskipun pernapasan sudah dipaksa secara maksimal. Volume udara yang masih tersisa ini disebut volume residual, yang besarnya sekitar 1,0-1,5 liter yang tidak dapat diukur dengan spirometri. Oleh karena itu, volume yang turut memperhitungkan volume residual (yaitu kapasitas residual fungsional sekitar 2,5-3,0 liter, dan kapasitas total paru sekitar 6 liter) juga tidak dapat diukur dengan spirometri. Pengukuran angkaangka ini membutuhkan teknik tersendiri. 


Penghitungan volume udara yang dihirup masuk atau keluar, baik melalui mulut atau hidung, atau masuk atau keluar dari alveoli dijelaskan dalam tabel di bawah, bersama dengan cara penghitungannya. Jumlah siklus napas per menit dikenal sebagai laju pernapasan. 

Istilah
  • Alveolus : Kantung udara kecil berdinding tipis. Terletak didalam paru-paru dan merupakan tempat bertukarnya oksigen dan karbon dioksida dari kapiler darah. 
  • Bronkiolus : Percabangan-percabangan lain yang dibentuk bronkus didalam paru-paru, membentuk cabang-cabang dengan pipa-pipa yang lebih kecil. 
  • Bronkus : Percabangan dari trakea, terletak diujung bawah trakea. Terdiri atas dua cabang, cabang kekanan menuju ke paruparu sebelah kanan dan yang lainnya menuju ke paruparu sebelah kiri. 
  • Diafragma : Otot utama yang digunakan untuk respirasi, yang terletak tepat di bawah dasar paru-paru. 
  • Difusi : Proses perpindahan zat dari lingkungan berkonsentrasi yang lebih tinggi ke lingkungan yang konsentrasi zatnya lebih rendah. 
  • Ekspirasi : Proses mengeluarkan udara dari dalam paru-paru (menghembuskan napas) 
  • Epiglotis : Tulang rawan yang berfungsi sebagai katup pada pita suara (laring) dan tabung udara (trakea), yang akan menutup selama proses menelan berlangsung. 
  • Esofagus : Disebut juga sebagai kerongkongan. Merupakan tabung yang menghubungkan faring (tenggoroka) dengan lambung. 
  • Faring : Suatu jalur berbentuk menyerupai pipa yang berfungsi sebagai tempat masuknya makanan, minuman, maupun udara. 
  • Inspirasi : Proses memasukkan udara kedalam paru-paru (menghirup/menarik napas). 
  • Laring Saluran udara tempat melekatnya pita suara. Disebut juga sebagai kotak suara. 

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 3 ini diharapkan mampu: 
  1. Mendiagnosis gejala-gejala penyakit /gangguan pada sistem pernafasan. 
  2. Menganalisis pengaruh pencemaran udara terhadap kelainan struktur dan fungsi organ pernafasan. 

B. Uraian Materi 

1. Gangguan sistem pernafasan 

Beberapa gangguan (kelainan dan penyakit) pada sistem pernapasan manusia antara lain sebagai berikut: 

a. Asma adalah  gangguan pada rongga saluran pernapasan yang diakibatkan oleh kontraksi otot polos pada trakea dan mengakibatkan penderita sulit bernapas. ditandai dengan kontraksi yang kaku dari bronkiolus . Asma biasanya disebabkan oleh hipersensitivas bronkiolus (disebut asma bronkiale) terhadap benda-benda asing di udara. penyebab penyakit ini juga dapat terjadi dikarenakan faktor psikis dan penyakit menurun. 
  
Gambar  16. Bronkiolus penderita asma (kiri) dibanding bronkiolus normal (kanan) www.p2ptm.kemkes.go.id 

b. Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit spesifik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosae. Bakteri ini dapat menyerang semua organ tubuh, tetapi yang paling sering adalah paru-paru dan tulang. Penyakit ini menyebabkan proses difusi oksigen yang terganggu karena adanya bintikbintik kecil pada dinding alveolus. Keadaan ini menyebabkan : · Peningkatan kerja sebagian otot pernapasan yang berfungsi untuk pertukaran udara paruparu · Mengurangi kapasitas vital dan kapasitas pernapasan · Mengurangi luas permukaan membran pernapasan, yang akan meningkatkan ketebalan membran pernapasan sehingga menimbulkan penurunan kapasitas difusi paru-paru  

c. Faringitis   merupakan peradangan pada faring sehingga timbul rasa nyeri pada waktu menelan makanan ataupun kerongkongan terasa kering. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan dapat juga disebabkan terlalu banyak merokok. Bakteri yang biasa menyerang penyakit ini adalah Streptococcus pharyngitis. 
  
Gambar 17. Peradangan faring pada penderita faringitis https://medium.com 

d. Bronkitis adalah penyakit karena peradangan pada bronkus (saluran yang membawa udara menuju paru-paru). Penyebabnya bisa karena infeksi kuman, bakteri atau virus. Penyebab lainnya adalah asap rokok, debu, atau polutan udara. 
  
Gambar 18. Peradangan saluran bronkus pada penderita  bronchitis (kanan), bandingkan dengan bronkus normal (kiri)   http://sakitbronchitis.blogspot.com/ 

e. Pneumonia  adalah peradangan paru-paru dimana alveolus biasanya terinfeksi oleh cairan dan eritrosit berlebihan. Infeksi disebarkan oleh bakteri dari satu alveolus ke alveolus lain hingga dapat meluas ke seluruh lobus bahkan seluruh paru-paru. Umumnya disebabkan oleh bakteri streptokokus (Streptococcus), Diplococcus pneumoniae, dan bakteri Mycoplasma pneumoniae. 
  
Gambar 19. Alveolus berisi cairan karena infeksi bakteri pada penderita  pneumonia (kanan), bandingkan dengan alveolus normal (kiri)  https://medlineplus.gov/ 

f. Emfisema adalah kelain paru-paru disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini. 
  
Gambar 20. Alveolus penderita emfisema dan alveolus normal https://idnmedis.com/ 

g. Dipteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphterial yang dapat menimbulkan penyumbatan pada rongga faring (faringitis) maupun laring (laringitis) oleh lendir yang dihasilkan oleh bakteri tersebut. 
  
Gambar 21. Rongga faring penderita dipteri https://hellosehat.com/ 

h. Asfiksi  adalah gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan yang disebabkan terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh. Misalnya alveolus yang terisi air karena seseorang tenggelam. Gangguan yang lain adalah keracunan karbon monoksida yang disebabkan karena hemoglobin lebih mengikat karbon monoksida sehingga pengangkutan oksigen dalam darah berkurang. 

i. Kanker Paru-paru adalah kelainan karena pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali di dalam jaringan paru-paru. Kanker ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru dan menjalar ke seluruh bagian tubuh. Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% kasus pada wanita. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru. Tetapi tidak menutup kemungkinan perokok pasif pun mengalami penyakit ini. Penyebab lain yang memicu penyakit ini adalah penderita menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum, dan radiasi ionisasi. 

j. Laringitis atau radang pada laring. Penderita serak atau kehilangan suara. Penyebabnya antara lain karena infeksi, terlalu banyak merokok, minum alkohol, dan terlalu banyak serak. 

k. Sinusitis adalah kelainan karena radang pada sinus. Sinus letaknya di daerah pipi kanan dan kiri batang hidung. Biasanya di dalam sinus terkumpul nanah yang harus dibuang melalui operasi. 
 
2. Tehnologi Pernafasan Pada Manusia 

a. Teknologi Pulmotor/Alat Pernapasan Buatan 

Pulmotor merupakan alat yang digunakan untuk melakukan proses pernapasan buatan. Alat ini biasanya digunakan pada pasien atau orang yang mengalami gangguan pernapasan, seperti gangguan pernapasan karena tenggelam dan kaget saat tersengat listrik.  

Bentuk Pulmotor yang digunakan dalam keadaan darurat dan yang berada di rumah sakit berbeda. Pulmotor yang ada di rumah sakit dilengkapi dengan tabung oksigen berukuran besar, dan biasanya dilengkapi dengan instalasi khusus yang memudahkan untuk proses penggunaanya.  
Pulmotor yang dilengkapi tabung oksigen lebih cepat membantu proses pemulihan pernapasan, karena setelah penyumbatan ditarik keluar, maka oksigen langsung dimasukkan ke tubuh pasien, sehingga diharapkan kondisi pasien bisa segera pulih seperti sediakala. 
 
b. Teknologi Oxygen Catheter/Selang Pernapasan. 

Jika Anda pernah ke rumah sakit atau menemani kerabat yang sedang dirawat, maka terkadang kita melihat ada selang yang terpasang di hidung pasien. Sebenarnya selang apakah itu? Selang tersebut merupakan bagian dari teknologi sistem pernapasan yang disebut Oxygen Catheter atau Oxygen Cannula.Selang tersebut berfungsi mengalirkan oksigen ke dalam tubuh pasien. Mengapa ini dilakukan, karena pasien memiliki ketidakmampuan untuk menyerap oksigen secara mandiri. Oxygen Catheter biasanya akan tersambung dengan tabung oksigen yang diletakkan di samping tempat tidur pasien. Oxygen Catheter biasanya dipasang ke pasien pada kondisi-kondisi darurat saja, misalnya saja jika ada pasien yang mengalami koma, penyakit berat, setelah mengalami operasi dan tindakan-tindakan lainnya. Untuk kenyamanan pasien, sebaiknya pihak medis perlu memilih Oxygen Catheter dengan kualitas yang baik, pertama pilihlah yang paling efektif dan efisien dalam menyalurkan oksigen, kedua pilihlah bahan Oxygen Catheter yang lembut dan non kinking, dan memiliki ujung konektor yang lunak. Ujung konektor yang lunak akan memudahkan tenaga medis untuk memasukkan ke oksigen outlet. 

c. Teknologi Spirometer /Alat Diagnosa Kondisi Paru-Paru 

Spirometer merupakan alat yang digunakan untuk diagnosa kondisi paruparu. Kapasitas paru-paru sering dijadikan parameter kerusakan yang terjadi pada paru-paru seseorang. Proses pengukuran inilah yang dilakukan oleh alat bernama Spirometer dan proses pengukurannya diberi nama spirometri. Untuk mengetahui kondisi paru-paru, maka Spirometer akan mengukurnya dan kemudian menampilkannya dalam bentuk grafik-grafik. Untuk menentukan baik atau tidaknya, maka grafik dari hasil pengukuran akan dibandingkan dengan grafik pada kondisi paru-paru yang normal.  

Spirometer sangat penting perannya dalam dunia kesehatan paru-paru. Spirometer berperan penting pada penyakit obstruktif kronis (PPOK). Teknologi sistem pernapasan yang satu ini mampu mendiagnosa penyakit, mulai dari pertama kali penyakit itu terdiagnosa hingga selama proses pengobatannya.  

d. Teknologi Nebulizer : Alat yang Digunakan Oleh Penderita Asma 

Nebulize merupakan alat yang sering digunakan bagi mereka yang mengidap asma kronis. Asma kronis ini merupakan asma yang tidak bisa disembuhkan lagi, tapi masih bisa diatasi dengan sejumlah obat-obatan tertentu. Nebulizer sendiri merupakan alat yang memiliki kemampuan mengubah obat dalam bentuk cair menjadi uap.  


Nebulizer ini merupakan alat yang dayanya dibantu dengan baterai. Penderita asma yang menggunakan Nebulizer akan merasa lebih lega saat bernapas. Nebulizer mampu mengubah partikel obat menjadi uap dengan partikel yang sangat kecil.  

Nebulizer terdiri dari beberapa jenis antara lain adalah Nebulizer compressor, Nebulizer ultrasonic, dan Nebulizer mesh. Nebulizer compressor akan menghasilkan gas dengan tekanan yang tinggi. Nebulizer dengan tipe seperti ini di pasaran harganya relatif lebih murah, ini dikarenakan lebih boros listrik dan lebih berisik saat proses penggunaannya. Langkah-langkah menggunakan Nebulizer adalah sebagai berikut: 
  1. Sebelum Anda menggunakan Nebulizer, maka Anda perlu memastikan tangan Anda bersih. Oleh karena itu cucilah tangan Anda sebelum menggunakan Nebulizer, sehingga hal ini bisa mencegah kuman masuk ke paru-paru bersama obat. 
  2. Siapkan obat yang akan Anda masukkan ke dalam Nebulizer, kemudian tambahkanlah cairan bernama saline, terutama jika dokter meresepkannya. 
  3. Setelah itu Anda bisa memasukkan wadah berisi obat ke mesin Nebulizer. 
  4. Jika semua sudah siap, maka Anda bisa memasang masker di wajah hingga hidung dan mulut Anda tertutup. 
  5. Setelah semua siap, maka inilah saatnya Anda menghidupkan mesin, dengan hidupnya mesin, maka Anda bisa menghirup udaranya menggunakan hidung dan mengeluarkan melalui mulut. 
  6. Jika semua uap sudah keluar, maka Anda bisa mengakhiri pengobatan 

C. Rangkuman 

1. Gangguan sistem pernafasan terjadi karena organ-organ pernafasan tidak berfungsi normal. Kelaianan fungsi tersebut bisa disebabkan oleh: 
  • Prilaku yang merusak organ pernafasan, misalnya kebiasaan merokok. 
  • Polutan di udara yang melebihi batas ambang, misalnya CO2. 
  • Infeksi penyakit 
2. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini dapat mengatasi beberapa gangguan sistem pernafasan, tetapi teknologi tersebut membutuhkan biaya yang tidak murah.  
 
Pulmotor merupakan alat yang digunakan untuk melakukan proses pernapasan buatan.Alat ini biasanya digunakan pada pasien atau orang yang mengalami gangguan pernapasan, seperti gangguan pernapasan karena tenggelam dan gangguan pernapasan karena kaget 

Oxygen Catheter biasanya dipasang ke pasien pada kondisi-kondisi darurat saja, misalnya saja jika ada pasien yang mengalami koma, penyakit berat, 

D. Penugasan Mandiri  

Bacalah artikel tentang pengaruh pencemaran udara terhadap gangguan sistem pernafasan berikut. 

Dampak Polusi Udara Terhadap Paru-paru 

Tingginya mobilitas masyarakat dalam berkendara turut andil terhadap tingkat polusi udara. Di daerah perkotaan misalnya, pada jam-jam sibuk, tingkat polusi udara cenderung lebih tinggi dibandingkan pada jam biasanya. 

Paparan polusi udara yang berlebih dapat berdampak buruk terhadap kesehatan. Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan, polusi udara merupakan salah satu masalah lingkungan terbesar yang memberi dampak signifikan pada kesehatan manusia. Dengan mengurangi tingkat polusi udara, sebuah negara dapat mengurangi risiko penyakit stroke, jantung, kanker paru-paru, serta masalah pernapasan akut maupun kronis seperti asma dan PPOK, di antara penduduknya. 

Pada tahun 2012 tercatat, 3,7 juta orang di dunia berusia kurang dari 60 tahun, meninggal akibat polusi udara dari luar ruangan. Selain polusi udara luar ruangan, polusi di dalam ruangan juga mengakibatkan risiko kesehatan serius bagi tiga miliar orang di dunia yang menggunakan arang dan kayu bakar di dalam rumah. Bahkan, setiap tahunnya, hampir 600.000 anak-anak di bawah usia 5 tahun dari seluruh dunia, meninggal dunia karena penyakit pernapasan akibat polusi udara. Berikut ini adalah beberapa polusi udara dan dampaknya terhadap kesehatan. 

• Nitrogen Dioksida 

Nitrogen dioksida (NO2) muncul dari proses pembakaran (pemanasan, pembangkit listrik, mesin kendaraan, dan kapal). Terpapar NO2 secara terus-menerus dapat meningkatkan gejala bronkitis pada anak-anak penderita asma. NO2 juga dapat mengurangsi fungsi paru-paru. • Unsur-Unsur Partikel 
Terdiri atas sulfat, nitrat, amonia, natrium klorida, dan debu mineral. Jika terpapar oleh kombinasi unsur-unsur tersebut secara terus-menerus, dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah, serta pernapasan seperti kanker paru-paru. 

• Ozon 

Jangan samakan ozon di permukaan tanah dengan lapisan ozon di atmosfer. Walau pada lapisan atmosfer ozon berfungsi sebagai penangkal sinar ultraviolet (UV), pada permukaan bumi ozon termasuk polusi. Ozon di permukaan bumi terbentuk ketika cahaya matahari memicu reaksi kimia antara unsur-unsur polusi. Polusi ozon dapat mengurangi fungsi paru-paru, memicu asma, dan penyakit paru-paru lainnya. 

• Sulfur Dioksida 

Sulfur dioksida atau SO2 dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan sehingga memicu gejala batuk-batuk berdahak. Menghirup unsur ini juga meningkatkan risiko asma serta bronkitis. Sulfur dioksida dihasilkan dari pembakaran batu bara dan bensin. 

Udara yang Anda hirup, meski terlihat bersih, kemungkinan mengandung banyak zatzat yang dapat membahayakan kesehatan. Untuk itu, coba lindungi diri dan keluarga dari polusi udara dengan cara menggunakan pembersih udara (air purifier), masker pernapasan dan menanam tanaman yang berfungsi sebagai pembersih udara. 
 
  1. Berdasarkan artikel tersebut, organ-organ pernafasan apa saja yang mengalami gangguan bila terjadi polusi udara? Jelaskan hubungannya dengan penyakit yang diderita! 
  2. Buatlah deskripsi singkat untuk menanggulangi permasalahan pencemaran udara tersebut agar tidak menyebabkan gangguan system pernafasan!     

E. Latihan Soal  

1. Asma Merupakan jenis kelainan pernafasan yang banyak diderita oleh banyak orang, penyakit ini biasanya bersifat… 
A. Menular 
B. Menahun 
C. Genetis 
D. Disebabkan Bacteri 
E. Disebabkan Virus 

2. Suatu penyakit yang biasanya menyerang saluran pernafasan dan biasanya diderita oleh manusia yang ber- usia lanjut adalah… 
A. TBC 
B. Broncitis 
C. ISPA 
D. Colera 
E. Pneumania 

3. Penyakit pada system pernafasan yang disebabkan oleh bacteri Micobacterium tuberculosis dan biasanya bersifat menaun dapat dicegah dengan memberikan vaksin…. 
A. DPT 
B. BCG 
C. SARS 
D. Tetanus 
E. Dipteri 

4. Suatu kelainan yang disebabkan oleh paru paru terisi air sehingga menyebabkan sesak nafas dan bisa menyebabkan kematian disebut…. 
A. Amiktosis 
B. Afiksi. 
C. Sklorosis 
D. Dipteri 
E. Laringitis. 

5. Suatu kelainan yang disebabkan alveolus tidak bisa menampung oksigen , dikarenakan CO2 terperangkap di paru paru disebut… 
A. Amiktosis 
B. Afiksi. 
C. Amfisema 
D. Sklorosis 
E. Dipteri 

6. Suatu kelainan yang menunjukkan gejala gejala  pada saat menelan terasa sakit dan nyeri pada tenggorokan hal yang demikian menunjukkan sakit… 
A. Amiktosis 
B. Laringitis 
C. Afiks. 
D. Sklorosis 
E. Dipteri 

7. Suatu kelainan yang ditunjukkan dengan gejala meradangnya tosil pada pangkal hidung dan biasanya menimbulkan bau yang tidak sedap pada hidung, kelainan ini disebut… 
A. Sinusitis 
B. Amiktosis 
C. Afiks. 
D. Sklorosis 
E. Dipteri 

8. Seseorang yang melalukan renang namun terlalu kecapean sehingga menyebabkan kesulitan bernafas , orang  yang dalam kondisi demikian dapat dibantu dengan menggunakan alat yang disebut… 
A. Pulmonik 
B. Pulmotor 
C. Psikomonik  
D. Psikomotor 
E. Tranfomator 

9. Seseorang yang menunjukkan gejala sesak nafas yang disebabkan oleh gangguan pada system kerja paru paru , hal ini dapat dideteksi dengan menggunakan alat yang disebut… 
A. Pulmonik 
B. Pulmotor 
C. ventilator 
D. Psikomotor 
E. Spirogram 

10. Pada rongga hidung terdapat rambut rambut halus, yang mempunyai fungsi sebagai… 
A. Menghangatkan udara 
B. Menyaring Udara 
C. Menetralkan udara 
D. Mengeluarkan udar 
E. Menolak udara 
 
Kunci Jawaban dan Pembahsan 

1. C
Meski bersifat genetis, bila orang tua asma, belum tentu anaknya pasti mengidap asma, lho. Tapi hati-hati, bagi ibu hamil yang juga perokok dan mengidap asma, kemungkinan besar bayi yang  dilahirkan anak mengidap asma. Asma merupakan gangguan inflamasikronik saluran napas yang melibatkan banyak seldan elemennya.  Inflamasikronik menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan napas yang menimbulkan gejala episodic berulang berupa, sesak napas, dada terasa berat dan batuk-batuk terutama malam dan atau dini hari.  

2. C
Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA adalah infeksi di saluran pernapasan, yang menimbulkan gejala batuk, pilek, disertai dengan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia. 

Sesuai dengan namanya, ISPA akan menimbulkan peradangan pada saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Kebanyakan ISPA disebabkan oleh virus, sehingga dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus dan antibiotik. 

3. B
Pemberian vaksin BCG merupakan bagian dari program imunisasi WHO sejak 1960-an. Vaksin BCG terbuat dari kuman Mycobacterium tuberculosis yang dilemahkan. Menurut panduan Kementerian Kesehatan, vaksin BCG diberikan bagi anak berusia satu bulan. Vaksin ini kerap dibarengi dengan imunisasi polio 1. 

4. B
Asfiksia adalah gangguan dalam pengangkutan oksigen (O2) ke jaringan tubuh yang disebabkan terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh.[1] Misalnya alveolus yang terisi air karena seseorang tenggelam.[1] Pada orang yang tenggelam, alveolusnya terisi air sehingga difusi oksigen sangat sedikit bahkan tidak ada sama sekali sehingga mengakibatkan orang tersebut shock dan pernapasannya dapat terhenti. 

5. C
Emfisema adalah penyakit kronis akibat kerusakan kantong udara atau alveolus pada paru-paru. Seiring waktu, kerusakan kantong udara semakin parah sehingga membentuk satu kantong besar dari beberapa kantong kecil yang pecah. Akibatnya, luas area permukaan paru-paru menjadi berkurang yang menyebabkan kadar oksigen yang mencapai aliran darah menurun. Kondisi ini juga membuat paru-paru membesar secara perlahan akibat udara yang terperangkap di dalam kantong dan sulit dikeluarkan. 

6. B
Laryngitis atau penyakit laringitis adalah peradangan yang terjadi pada laring, yaitu bagian dari saluran pernapasan di mana pita suara berada. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penggunaan laring yang berlebihan, iritasi, atau infeksi.  
Laringitis biasanya ditandai dengan gejala berupa sakit tenggorokan, batuk, demam, suara serak, atau bahkan kehilangan suara. Pada anak-anak, karena struktur saluran pernapasannya lebih kecil, dapat terjadi kesulitan bernapas. 

7. A
  • Sinusitis adalah inflamasi atau peradangan pada dinding sinus. 
  • Sinus merupakan rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak. Sinus terletak di bagian belakang tulang dahi, bagian dalam struktur tulang pipi, kedua sisi batang hidung, dan belakang mata. 
  • Sinus menghasilkan lendir atau mukus yang berfungsi untuk menyaring dan membersihkan bakteri atau partikel lain dalam udara yang dihirup. Selain itu, sinus juga berfungsi untuk membantu mengendalikan suhu dan kelembapan udara yang masuk ke paru. 

8. B
Pulmotor merupakan alat yang sering digunakan di rumah sakit untuk  melakukan pernapasan buatan terhadap orang-orang yang mengalami gangguan pernapasan karena tenggelam atau shock karena sengatan listrik. 

9. C
Ventilator adalah mesin yang berfungsi untuk menunjang atau membantu pernapasan. Ventilator sering kali dibutuhkan oleh pasien yang tidak dapat bernapas sendiri, baik karena suatu penyakit atau karena cedera yang parah. Tujuan penggunaan alat ini adalah agar pasien mendapat asupan oksigen yang cukup. 
Melalui ventilator, pasien yang sulit bernapas secara mandiri dapat dibantu untuk bernapas dan mendapatkan udara layaknya bernapas secara normal. 

10. B
Ternyata, bulu hidung memiliki fungsi yang penting di dalam proses pernapasan kita. Fungsinya yaitu sebagai pelindung di dalam rongga hidung. Di saat hidung kita menghirup oksigen, bulu-bulu yang ada akan membantu menyaring masuknya udara kotor yang mengandung debu. Ini dilakukan sebelum udara tersebut diproses oleh paru-paru kita. 

F. Penilaian Diri 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggungjawab! 


Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak". 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Kelainan Sistem Pernafasan Mapel Biologi kelas 11 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Kelainan Sistem Pernafasan File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com

    Pencarian yang paling banyak dicari
    • makalah gangguan sistem pernapasan pada manusia
    • penyakit pada sistem pernapasan dan cara pencegahannya
    • sebutkan 4 gangguan atau penyakit pada sistem pernapasan manusia beserta penyebabnya
    • gangguan pada sistem pernapasan brainly
    • penyakit pada sistem pernapasan brainly
    • kelainan sistem pernapasan berupa ketidaknormalan pengikatan oksigen disebut
    • penyakit pernapasan manusia
    • penyebab gangguan pernapasan pada manusia