Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Materi Organ Tumbuhan Mapel Biologi kelas 11 SMA/MA

Materi Organ Tumbuhan Mapel Biologi kelas 11 SMA/MA - Halo adik adik dimana saja berada, semoga dalam lindungan Tuhan YME. oke seperti biasa kakak ingin membagikan adik adik materi dan latihan soal tentang mata pelajaran Biologi yang diambil dari pembahasan Organ Tumbuhan dalam bab Jaringan Tumbuhan. Materi ini merupakan materi untuk adik adik yang sedang duduk dibangku kelas XI SMA/MA. Semoga bermanfaat yah.

Materi Organ Tumbuhan Mapel Biologi kelas 11 SMA/MA
Materi Organ Tumbuhan Mapel Biologi kelas 11 SMA/MA

Tumbuhan merupakan organisme multiseluler yang terdiri atas banyak sel. Sel-sel tumbuhan yang memiliki bentuk, susunan dan fungsi yang sama akan membentuk jaringan tumbuhan tertentu. Beberapa jenis jaringan yang berbeda akan membentuk suatu organ, misalnya akar, batang, daun, buah dan biji. Beberapa organ tumbuhan dimanfaatkan untuk perkembangbiakan tumbuhan. 

Mengapa kita perlu mempelajari jaringan tumbuhan? Mari kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita ingin mengembangbiakkan tanaman dengan mencangkok, kita sebaiknya tahu jaringan apa saja pada tanaman yang harus kita hilangkan. Dengan demikian kita dapat mencangkok dengan benar dan menghasilkan tanaman baru sesuai yang kita inginkan. 

Dalam perkembangan ilmu biologi, jaringan dimanfaatkan untuk mnegembangbiakkan tanaman dengan teknologi maju, yaitu kultur jaringan. Suatu jaringan pada tumbuhan ditanam dengan media buatan. Jaringan tersebut dapat tumbuh menjadi tanaman baru. Dengan teknologi kultur jaringan, akan diperoleh tanaman baru yang sama dengan induknya dengan perkembangbiakannya memerlukan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan menanam tumbuhan secara konvensional. Mari kita pelajari berbagai macam jaringan pada tumbuhan.  

Istilah
  • Amfikibral : ikatan pembuluh radial dengan letak xilem berada di tengah dan dikelilingi oleh floem 
  • Amfivasal : ikatan pembuluh radial dengan letak floem berada di tengah dan dikelilingi oleh xilem 
  • Empulur : jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh pengangkut pada daerah stele 
  • Floem : pembuluh angkut yang berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun menuju ke bagian tumbuhan yang lain. Jaringan floem dibentuk oleh sel-sel buluh tapis dan parenkim pengirim 
  • Jaringan : sekumpulan sel yang struktur dan fungsinya sama 
  • Kambium : jaringan meristematik yang terletak di antara floem dan xilem atau antara kulit dan kayu pada tumbuhan dikotil 
  • Klorenkim : parenkim yang sel-selnya mengandung bayak kloroplas 
  • Kolateral : sistem atau tipe jaringan pengangkut akar dikotil, letak floem selalu lebih ke arah luar dari xilem 
  • Kolenkim : jaringan tumbuhan yang sel-selnya mengalami penebalan pada sudut-sudut dinding selnya 
  • Meristem : jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional sehingga terusmenerus membelah 
  • Organ : sekumpulan jaringan yang melakukan satu atau beberapa fungsi tertentu 
  • Parenkim : jaringan dasar tumbuhan yang sel-selnya berdinding tipis dan dapat 
  • Pertumbuhan primer  : pertumbuhan memanjang batang atau akar akibat aktivitas jaringan meristematikdi ujung akar atau ujung bantang 
  • Pertumbuhan sekunder : pertumbuhan membesar akar atau batang akibat aktivitas jaringan meristem interkalar atau kambium 
  • Sklerenkim : jaringan dasar hasil modifikasi dari parenkim yang dindingnya mengalami penebalan lignin yang merata di seluruh dindingnya 
  • Totipotensi : kemampuan setiap sel tumbuhan untuk tumbuh menjadi individu baru yang sempurna dengan bentuk aslinya 
  • Xilem : pembuluh angkut yang berfungsi menganggkut air dan mineral dari akar ke daun. Jaringan xilem dibentuk oleh sel-sel trakea, trakeid dan parenkim pengiring 

A. Tujuan Pembelajaran 

Setelah kegiatan pembelajaran 3 ini diharapkan peserta didik diharapkan mampu:  
  1. Memahami struktur organ penyusun tubuh tumbuhan. 
  2. Memahami perbedaan berbagai jenis organ penyusun tubuh tumbuhan. 
  3. Memahami fungsi dari masing-masing organ penyusun tubuh tumbuhan. 
  4. Menganalisis keterkaitan antara struktur fungsi sel pada organ. 

B. Uraian Materi 

Mengawali pembelajaran kita tentang organ tumbuhan perhatikan gambar berikut ini 
  
Gambar 10. Perbandingan Organ Tumbuhan Dikotil dan Monokotil www.lifestyle.kontan.co.id
Gambar 10. Perbandingan Organ Tumbuhan Dikotil dan Monokotil www.lifestyle.kontan.co.id 

Pertanyaan  
Tentukan perbedaan antara organ-organ yang terdapat pada tumbuhan dikotil dan monoktil mulai dari akar, batang, daun , bunga, buah 
Organ pada tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu organ nutritif dan organ reproduktif. Organ nutritif adalah organ-organ yang berhubungan dengan penyusunan makanan, seperti batang, akar, dan daun. Sementara itu, organ reproduktif adalah organorgan yang berhubungan dengan perkembangbiakan atau reproduksi, seperti bunga, buah, dan biji. 
 
1. Batang 


Batang merupakan organ tumbuhan yang berfungsi untuk menegakkan tubuh tumbuhan, serta menghubungkan bagian akar dan daun. Berfungsi untuk menopang daun, bunga, dan buah. Bagian batang tempat munculnya daun disebut nodus (buku). Sementara bagian di antara dua buku disebut ruas (internodus). Pada batang yang bercabang, terdapat kuncup samping yang akan tumbuh menjadi cabang.  

Pada tumbuhan Angiospermae, batang dibedakan menjadi tiga, yaitu  
  • kalmus (tipe rumput),  
  • terna (herbaceous), 
  • berkayu. 
Secara umum, batang memiliki fungsi sebagai berikut. 
  • Sebagai tempat pengangkutan air dan unsur hara dari akar, serta hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. 
  • Memperluas tajuk tumbuhan untuk e_ siensi penangkapan cahaya matahari. 
  • Sebagai tempat tumbuhnya organ-organ generatif, seperti bunga dan buah. 
  • Meningkatkan e_ siensi penyerbukan dan membantu pemencaran biji. 
  • Pada tumbuhan tertentu, dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan, misalnya berupa umbi atau rimpang.  
  • Sebagai alat perkembangbiakan vegetatif. 
Batang memiliki tiga bagian pokok, yaitu epidermis, korteks, dan stele (silinder pusat). 

a. Epidermis 

Epidermis batang terdiri atas selapis sel yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Pada batang, dinding sel bagian luar dilengkapi dengan kutikula yang dapat melindungi batang dari kekeringan. Sementara itu, pada tumbuhan kayu yang telah tua, terdapat kambium gabus yang menggantikan fungsi dari jaringan primer.  
 
Kambium gabus akan membentuk lapisan gabus untuk menggantikan lapisan epidermis yang telah rusak, terdiri atas sel-sel mati yang membantu melindungi batang, terdapat celah-celah kecil yang menonjol atau disebut lentisel. Fungsi lentisel adalah sebagai tempat pertukaran gas antara bagian dalam tubuh tumbuhan dan udara luar.  
 
b. Korteks 

Korteks batang tersusun dari parenkim, kolenkim, dan sklerenkim yang berupa serabut, sklereid, serta idioblas. Sel-sel parenkim letaknya tidak teratur sehingga banyak terbentuk ruang antarsel. Pada beberapa jenis tumbuhan, terdapat klorenkim atau parenkim korteks yang mengandung klorofil. Sel-sel korteks paling dalam yang mengandung zat tepung (amilum) disebut flooeterma (sarung tepung). Pada tumbuhan xerofit, di bagian korteks dan empulurnya terdapat jaringan penyimpan air. 
 
c. Silinder pusat (stele) 

Silinder pusat terletak di sebelah dalam batang. Silinder pusat terdiri atas dua bagian, yaitu perikambium (perisikel) dan berkas pengangkut.  
  • Perisikel (perikambium), merupakan lapisan terluar dari silinder pusat. Perisikel merupakan lapisan yang bersifat meristematis dengan sel-sel yang aktif membelah membentuk sel-sel baru. 
  • Berkas pengangkut, merupakan bagian yang terdiri atas jaringan xilem dan floem. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun, serta sebagai jaringan penguat daun. Sementara floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Empulur merupakan bagian terdalam dari batang tumbuhan berpembuluh yang tersusun dari jaringan parenkim.  
Batang monokotil dan dikotil memiliki perbedaan, baik pada struktur luarnya maupun struktur dalamnya. Untuk memahami perbedaan antara keduanya, perhatikan penjelasan berikut: 

a) Batang monokotil 

Batang monokotil umumnya tidak bercabang dan sebagian besar memiliki ruasruas batang. Batang monokotil juga tidak memiliki kambium sehingga batang tidak membesar seperti pada batang dikotil. Struktur dalam batang monokotil adalah epidermis, jaringan dasar, dan berkas pengangkut. 
  • Epidermis, merupakan bagian terluar dari batang yang berfungsi sebagai pelindung. 
  • Jaringan dasar, merupakan jaringan parenkim yang tersusun renggang, sehingga terdapat ruang antarsel. Jaringan dasar pada batang monokotil tidak dapat dibedakan menjadi bagian korteks dan empulur. 
  • Berkas pengangkut, terdiri atas xilem dan floem. Pada batang monokotil, tipe berkas pengangkutnya adalah kolateral tertutup, yaitu letak xilem dan floem berdampingan, serta di antara keduanya tidak terdapat kambium.  
b) Batang dikotil 

Batang dikotil dapat dikenali dari bentuk luarnya, terutama pada tumbuhan dengan batang berkayu. Pada umumnya, batang dikotil bercabang-cabang dan tidak beruasruas. Adanya kambium pada batang dikotil menyebabkan batang mengalami pertumbuhan membesar.  
 
Struktur dalam batang dikotil adalah kulit kayu, kayu, dan empulur. 

1) Kulit kayu 
Kulit kayu merupakan struktur terluar batang dikotil. Pada batang tanaman berkayu, terdapat kambium gabus (felogen) yang akan membentuk lapisan gabus sebagai pengganti epidermis.  

2) Kayu 
Kayu merupakan struktur yang terletak antara kambium vaskuler dan empulur. Kambium vaskuler terletak di antara jaringan xilem dan floem. Aktivitas kambium vaskuler ke arah luar akan membentuk floem sekunder dan ke arah dalam akan membentuk xilem sekunder.  

3) Empulur 
Empulur merupakan jaringan parenkim yang berfungsi menyimpan cadangan makanan, ditemukan pada batang yang masih muda. Pada batang yang sudah tua, sudah jarang ditemukan lagi. Pada batang dikotil, tipe berkas pengangkutnya adalah kolateral terbuka, yaitu letak floem dan xilem berdampingan, serta di antara keduanya terdapat kambium. Selain itu, berkas pengangkut pada batang dikotil letaknya teratur membentuk lingkaran. 
 
Untuk lebih memahami tentang perbedaan antara batang monokotil dan dikotil, perhatikan tabel berikut. 
 
Tabel 2. Perbedaan antara batang monokotil dan dikotil 

Berikut ini adalah gambar struktur anatomi batang monokotil dan dikotil. 
Gambar 11. Struktur anatomi batang monokotil dan dikotil www.edubio.info
Gambar 11. Struktur anatomi batang monokotil dan dikotil www.edubio.info 
 
2. Akar 

Akar merupakan bagian tumbuhan yang biasanya berkembang di bawah permukaan tanah. Pada beberapa tumbuhan yang akarnya tumbuh di udara. Akar berasal dari akar lembaga (radikula). Bentuk dan struktur akar sangat beragam. Pada tumbuhan tingkat tinggi, yaitu dikotil dan monokotil, akarnya sudah merupakan akar sejati. Akar  berbagai organ pada tumbuhan dibentuk dari beberapa jaringan yang berbeda. 
 
Akar memiliki struktur yang sangat kuat. Hal ini terbukti dengan kemampuannya untuk menerobos beberapa lapisan tanah yang keras. Kemampuan akar untuk menerobos lapisan tanah ini dikarenakan akar memiliki lapisan pelindung yang disebut kaliptra (tudung akar). Sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amilum yang dinamakan kolumela. Kaliptra dapat ditemukan pada akar-akar tumbuhan monokotil maupun dikotil. 
 
Berdasarkan asalnya, akar tumbuhan dapat dibagi menjadi dua, yaitu akar primer dan akar liar. 
  • Akar primer adalah akar yang mulai tumbuh sejak tumbuhan masih dalam fase embrio dan tetap ada selama tumbuhan itu hidup. Fungsi akar primer adalah untuk menyokong batang tumbuhan, menyerap air dan garam mineral melalui bulu-bulu akar, tempat melekatnya tumbuhan pada media (tanah), dan tempat menyimpan cadangan makanan. 
  • Akar liar adalah akar yang muncul dari batang, daun, dan jaringan lain, serta dapat bersifat permanen atau temporer. Akar liar memiliki bermacam-macam fungsi. 
Akar memiliki fungsi sebagai berikut: 
  • Untuk mengikat tubuh tumbuhan pada tanah. 
  • Untuk menyimpan cadangan makanan. 
  • Untuk menyerap air dan garam-garam mineral terlarut. 
  • Sebagai alat perkembangbiakan vegetatif 
Secara umum, batang dan akar memiliki struktur yang relatif sama, yaitu keduanya mempunyai silinder pusat dengan xilem dan floem, korteks, serta epidermis. Perbedaannya terletak pada struktur berkas pengangkutnya. Pada batang, tipe berkas pengangkutnya adalah kolateral. Sementara pada akar, tipe berkas pengangkutnya adalah radial.  
 
Struktur akar dapat dibagi menjadi menjadi dua macam, yaitu struktur luar (morfologi akar) dan struktur dalam (anatomi akar). 

1) Struktur luar akar 

Struktur luar akar meliputi leher akar, batang akar, cabang akar, serabut akar, rambut akar, dan tudung akar. 
  • Leher akar, merupakan bagian akar yang bersambungan dengan pangkalbatang. 
  • Batang akar, merupakan bagian akar yang terletak antara leher akar dan ujungakar. 
  • Cabang akar, merupakan bagian yang tidak langsung bersambungan dengan pangkal batang, tetapi keluar dari akar pokok. 
  • Serabut akar, merupakan cabang-cabang akar yang halus dan berbentuk serabut.
  • Rambut akar atau bulu akar, merupakan perluasan permukaan dari lapisan epidermis akar yang berfungsi untuk mengoptimalkan penyerapan air dan mineral-mineral hara. 
  • Tudung akar (kaliptra), merupakan bagian yang terletak paling ujung dan berfungsi untuk melindungi akar terhadap kerusakan mekanis pada waktu menembus tanah. 
2) Struktur dalam akar 

Struktur dalam akar terdiri atas epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat (stele). 

a) Epidermis 

Epidermis akar terdiri atas selapis sel yang tersusun rapat, dengan dinding sel yang mudah dilewati air. Disebut juga epiblem atau lapisan pilifer. Sebagian sel epidermis akan membentuk rambut akar dengan pemanjangan ke arah lateral dari dinding luarnya. Rambut akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar yang bertugas menyerap air dan garamgaram mineral terlarut. 

b) Korteks 

Korteks merupakan bagian yang berada di bawah epidermis. Korteks terdiri atas sel-sel yang tersusun renggang, sehingga terdapat banyak ruang antarsel untuk melakukan pertukaran gas. Sebagian besar korteks dibangun oleh jaringan parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Korteks berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan. Lapisan terluar korteks terdiri atas sel-sel yang dinding selnya mengalami penebalan oleh zat suberin dan berdiferensiasi menjadi eksodermis. Sementara itu, lapisan terdalamnya berdiferensiasi menjadi endodermis. 

c) Endodermis 

Endodermis merupakan lapisan pemisah antara korteks dan silinder pusat. 
Endodermis tersusun atas sel-sel yang mengalami penebalan dari zat gabus (suberin) dan lignin membentuk deretan seperti pita yang disebut pita Caspary. Penebalan dinding sel pada pita Caspary membentuk huruf U.  

d) Silinder pusat 

Silinder pusat merupakan bagian terdalam dari akar. Silinder pusat terdiri atas berbagai macam jaringan, antara lain adalah perisikel, berkas pengangkut, dan empulur.  
  • Perisikel, merupakan lapisan terluar dari stele yang tersusun atas satu atau beberapa lapis sel. Aktivitas perisikel ke arah luar akan membentuk akar cabang. Selain itu, perisikel juga berperan dalam pertumbuhan sekunder dan pembentukan akar samping.  
  • Berkas pengangkut, merupakan bagian yang terletak di sebelah dalam dari perisikel. Berkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem. Pada monokotil, letak xilem dan floem berselang-seling menurut jarijari. Sementara pada dikotil, xilem berbentuk bintang di pusat akar dan dikelilingi oleh floem. Pada akar dikotil, terdapat kambium di antara xilem dan floemnya. 
  • Empulur, merupakan bagian yang terletak paling dalam. Empulur terdiri atas jaringan parenkim. 
 Akar monokotil dan dikotil memiliki perbedaan, baik pada struktur luar maupun struktur dalamnya. Untuk memahami perbedaan antara keduanya, perhatikan penjelasan berikut: 

1) Akar monokotil 

Akar monokotil umumnya adalah akar serabut, dengan batas antara ujung akar dan tudung akar yang tampak jelas. Struktur dalam akar monokotil adalah epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat. 
  • Epidermis, terdiri atas selapis sel yang tersusun rapat. Epidermis memiliki dinding sel yang tipis sehingga mudah dilewati oleh air. Epidermis disebut juga epiblem. 
  • Korteks, terdiri atas beberapa lapis sel parenkim yang tersusun longgar sehingga banyak terdapat ruang antarsel. Fungsi utama korteks adalah untuk menyimpan air dan cadangan makanan. 
  • Endodermis, merupakan lapisan paling dalam dari korteks. Endodermis terdiri atas selapis sel yang tersusun kompak. Sel-sel endodermis mengalami penebalan dari zat suberin, kecuali beberapa sel yang tidak mengalami penebalan pada dinding selnya.  
  • Silinder pusat, terdiri atas perisikel, jaringan penghubung, berkas pengangkut, dan empulur. 
  • Perisikel adalah lapisan terluar dari silinder pusat yang terdiri atas beberapa lapis sel parenkim. Bagian ini berfungsi untuk membentuk akar cabang. 
  • Jaringan penghubung adalah lapisan yang terdiri atas sel-sel parenkim yang tersusun longgar. Fungsi jaringan penghubung adalah menjaditempat penyimpanan air. 
  • Berkas pengangkut pada akar monokotil tersusun secara radial. Xilem dan floem letaknya berselang-seling membentuk lingkaran. 
  • Empulur adalah bagian paling tengah yang terdiri atas jaringan parenkim yang tersusun longgar. 
2) Akar dikotil 

Akar dikotil umumnya berupa akar tunggang, dengan batas antara ujung akar dan tudung akar yang tidak jelas. Struktur dalam dari akar dikotil adalah epidermis, korteks, endodermis,. dan silinder pusat. 
  • Epidermis, merupakan bagian terluar yang tersusun dari selapis sel yang berdinding tipis. Pada bagian ini, terdapat sel-sel yang membentuk rambut akar dengan cara mengadakan perpanjangan dari dinding luarnya ke arah lateral. 
  • Korteks, merupakan bagian antara epidermis dan endodermis. Bagian ini menempati porsi paling besar pada akar. Korteks terdiri atas beberapa lapis sel dan di dalamnya terdapat ruang antarsel yang memanjang sepanjang akar. 
  • Endodermis, merupakan bagian yang terletak di sebelah dalam dari korteks. Endodermis terdiri atas sel-sel berbentuk kotak yang tersusun rapat tanpa ruang antarsel. 
  • Silinder pusat, terdiri atas perisikel dan berkas pengangkut.  
  • Perisikel, merupakan bagian terluar dari silinder pusat yang hanya terdiri atas satu lapis sel. Perisikel berfungsi untuk membentuk akar cabang dan kambium gabus. 
  • Berkas pengangkut, terdiri atas xilem dan floem. Xilem berbentuk seperti bintang dan berada di pusat akar, sedangkan floem mengelilingi xilem. Di antara xilem dan floem terdapat kambium. 
Untuk lebih memahami tentang perbedaan antara akar monokotil dan dikotil, perhatikan tabel berikut. 
 
Tabel 3. Perbedaan antara akar monokotil dan dikotil 


Berikut ini adalah gambar struktur anatomi akar monokotil dan dikotil. 
 
Gambar 12. Struktur anatomi akar monokotil dan dikotil www.zenius.net
Gambar 12. Struktur anatomi akar monokotil dan dikotil www.zenius.net 

 3. Daun 

Daun merupakan organ tumbuhan yang menjadi tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Berdasarkan ada tidaknya jaringan palisade, ada dua tipe daun, yaitu daun dorsiventral dan daun isobilateral. 
  • Daun dorsiventral adalah daun yang hanya memiliki jaringan palisade (jaringan tiang) pada sisi atas saja. Akibatnya, daun bagian atas tampak lebih gelap dibandingkan dengan bagian bawahnya.  
  • Daun isobilateral adalah daun yang permukaan atas dan bawahnya memiliki struktur yang seragam. 
Daun menjadi kokoh karena adanya tulang-tulang daun. Ada empat macam pertulangan daun, yaitu menyirip, menjari, melengkung, dan sejajar. 
  1. Pertulangan daun menyirip, contohnya daun mangga. 
  2. Pertulangan daun menjari, contohnya daun pepaya. 
  3. Pertulangan daun melengkung, contohnya daun eceng gondok. 
  4. Pertulangan daun sejajar, contohnya daun kelapa. 
  
Gambar 13. Macam-macam pertulangan daun www.rebanas.com
Gambar 13. Macam-macam pertulangan daun www.rebanas.com 

Fungsi daun bagi tumbuhan adalah sebagai berikut. 
  • Membuat makanan melalui proses fotosintesis. 
  • Sebagai alat pengeluaran air melalui gutasi. 
  • Sebagai alat pengeluaran uap air dalam proses transpirasi. 
  • Menyerap CO2 dan melepaskan O2 pada saat fotosintesis. 
  • Alat respirasi bagi tumbuhan. 
  • Tempat menyimpan cadangan makanan. 
Daun dikatakan sebagai daun lengkap jika memiliki bagian-bagian berikut: 
  1. Helaian daun adalah bagian berupa lembaran yang bentuknya bermacammacam. Helaian daun menjadi tempat utama berlangsungnya proses fotosintesis. 
  2. Pelepah daun adalah bagian pangkal atau bawah daun yang membungkus batang. Pelepah daun juga berfungsi untuk mendudukkan daun pada batang. 
  3. Tangkai daun adalah bagian yang menempel pada batang dan berfungsi sebagai penopang helaian daun. Contoh tumbuhan yang memiliki daun lengkap adalah daun bambu (Bambusa sp.), sedangkan contoh tumbuhan yang tidak memiliki daun lengkap adalah daun mangga. 
Secara umum, daun memiliki bagian-bagian seperti epidermis, jaringan dasar (meso_ l), jaringan pengangkut, jaringan penguat, dan jaringan sekretoris. 

a) Epidermis 

Epidermis merupakan jaringan yang terdapat di permukaan atas dan permukaan bawah daun. Jaringan epidermis terdiri atas selapis sel atau beberapa lapis sel. Sel-sel jaringan epidermis daun umumnya tidak memiliki klorofil, kecuali yang sudah bermodi_ kasi menjadi sel penjaga stomata. Sel penjaga stomata adalah sepasang sel yang membentuk bukaan dari stomata. Dinding sel epidermis yang menghadap ke lingkungan luar akan mengalami penebalan dari bahan lignin dan kutin membentuk lapisan kutikula.  

b) Jaringan mesofill 

Jaringan mesofil merupakan jaringan yang terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah daun. Pada kebanyakan daun dikotil, jaringan mesofil berdiferensiasi menjadi jaringan palisade dan spons, sedangkan pada daun monokotil umumnya tidak. 
  • Jaringan palisade, terdiri atas selapis sel atau lebih, berbentuk silindris, tersusun rapat, dan banyak mengandung klorofil. 
  • Jaringan spons, terdiri atas sel-sel dengan bentuk yang tidak teratur,berdinding tipis, memiliki ruang antarsel yang besar, serta memiliki klorofil lebih sedikit dibandingkan dengan jaringan palisade. 
c) Jaringan pengangkut 

Jaringan pengangkut terdapat pada tulang daun. Selain berfungsi untuk engangkutan, jaringan pengangkut juga berfungsi sebagai penguat daun. 

Jaringan pengangkut terdiri atas xilem dan floem. Pada tulang daun, xilem terletak di bagian atas floem atau di sebelah dalam. Sementara itu, floem terletak di bagian bawah xilem atau di sebelah luar. Hal ini terjadi karena tulang daun merupakan kelanjutan dari tangkai daun yang berasal dari batang. 

d) Jaringan penguat 

Jaringan penguat terdiri atas jaringan kolenkim dan sklerenkim. Kolenkim umumnya terdapat di sekitar ibu tulang daun dan tepi daun dikotil. Sementara serabut-serabut sklerenkim umumnya banyak ditemukan pada berkas engangkut tumbuhan monokotil.  
 
e) Jaringan sekretoris 

Jaringan sekretoris dapat berupa saluran kelenjar, sel resin, sel mirosin, sel tanin, saluran getah, dan sel-sel kristal. Contoh jaringan sekretoris adalah kelenjar minyak pada daun jeruk (Citrus sp). 
 
Daun monokotil dan dikotil memiliki perbedaan, baik pada struktur luar maupun struktur dalamnya. Untuk memahami perbedaan antara keduanya, perhatikan penjelasan berikut. 


1) Daun monokotil 

Daun monokotil umumnya memiliki pertulangan daun sejajar atau melengkung. Pada pertulangan daun sejajar, daun memiliki bentuk seperti pita, misalnya pada daun rumput-rumputan. Sementara itu, pada pertulangan daun melengkung, daun memiliki bentuk bulat atau seperti hati, misalnya pada daun eceng gondok. Struktur dalam daun monokotil terdiri atas epidermis, mesofil, dan jaringan pengangkut. 

a) Epidermis 

Epidermis daun monokotil terdiri atas epidermis atas dan epidermis bawah. Epidermis daun monokotil tersusun dari selapis sel, dengan dinding sel yang menghadap ke luar mengalami penebalan membentuk lapisan kutikula. 

b) Mesofil 

Pada daun monokotil, umumnya mesofil tidak terdiferensiasi menjadi jaringan palisade dan spons. Oleh karena itu, daun monokotil umumnya digolongkan ke dalam tipe isobilateral. Sel-sel mesofil berbentuk isodiametris, berdinding tipis dan tersusun rapat, serta memiliki kloroplas. Ruang antarsel pada daun monokotil berkembang dengan baik. 

c) Jaringan pengangkut 

Jaringan pengangkut pada daun monokotil memiliki tipe yang sama dengan jaringan pengangkut pada batangnya, yaitu kolateral tertutup. Xilem yang terdiri atas trakea menghadap ke permukaan atas daun. Sementara floem yang terdiri atas sel buluh tapis dan sel pengiring menghadap ke permukaan bawah daun. Setiap berkas pengangkut biasanya diselubungi oleh seludang berkas pengangkut yang terdiri atas sel-sel parenkim berdinding tipis. Biasanya, sel-sel seludang berkas pengangkut mengandung butir-butir amilum. 
 
2) Daun dikotil 

Daun dikotil umumnya memiliki pertulangan daun menyirip atau menjari. Struktur bagian dalam daun dikotil terdiri atas epidermis, mesofil, dan jaringan pengangkut. 

a) Epidermis 

Epidermis daun dikotil terdiri atas epidermis atas dan epidermis bawah. Epidermis tersusun dari selapis sel, kecuali pada daun Ficus, terdapat epidermis ganda. Dinding sel yang menghadap ke luar mengalami penebalan membentuk lapisan kutikula. Stomata memiliki sel-sel penjaga berbentuk seperti ginjal. Daun dikotil umumnya bertipe dorsiventral, sehingga stomata paling banyak terdapat pada permukaan bawah daun (hipostomatik). 

b) Mesofil 

Mesofil terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah. Berbeda dengan daun monokotil, mesofil daun dikotil berdiferensiasi menjadi jaringan palisade dan jaringan spons. 
  • Jaringan palisade tersusun dari sel-sel berbentuk silindris yang saling berdekatan satu sama lain. Akan tetapi, masih terdapat ruang antarsel. Jaringan palisade terletak di bawah epidermis atas daun. Jaringan ini mengandung banyak kloroplas sehingga menjadi tempat penting untuk proses fotosintesis. 
  • Jaringan spons tersusun dari sel-sel berdinding tipis, tidak teratur, dan memiliki ruang antarsel yang besar. Jaringan spons berfungsi sebagai tempat pertukaran gas.. 
c) Jaringan pengangkut 

Jaringan pengangkut pada daun dikotil memiliki tipe yang sama dengan jaringan pengangkut pada batangnya, yaitu kolateral terbuka. Jaringan pengangkut terdapat di dekat atau di pusat ibu tulang daun. Xilem terletak di dekat permukaan atas daun, sedangkan floem terletak di dekat permukaan bawah daun. 

Untuk lebih memahami tentang perbedaan antara daun monokotil dan daun dikotil, perhatikan tabel berikut. 

Tabel 4. Perbedaan antara daun monokotil dan daun dikotil 
Gambar 13. Macam-macam pertulangan daun www.rebanas.com

Berikut ini adalah gambar struktur anatomi daun monokotil dan dikotil. 
 
Gambar 14. Struktur anatomi daun monokotil dan dikotil www.brainly.co.id
Gambar 14. Struktur anatomi daun monokotil dan dikotil www.brainly.co.id 

 4. Bunga 

Bunga merupakan organ reproduksi seksual atau generatif pada tumbuhan berbiji yang berasal dari modifikasi tunas (batang dan daun). Bunga yang lengkap memiliki bagianbagian berupa dasar bunga, perhiasan bunga (kelopak dan mahkota), benang sari, dan putik. Pada umumnya, bunga memiliki beberapa sifat, antara lain adalah mempunyai warna yang menarik, berbau harum, bentuknya bermacam-macam, dan mengandung madu. 
 
Bunga merupakan alat perkembangbiakan generatif yang menjadi tempat bersatunya gamet jantan dan gamet betina untuk menghasilkan biji. Bunga sebagai organ seksual tumbuhan memiliki alat kelamin jantan berupa benang sari dan alat kelamin betina berupa putik dengan bakal buah. 

Bagian-bagian bunga dapat dibedakan menjadi bagian steril dan bagian fertil. Bagian steril terdiri atas tangkai bunga, dasar bunga, kelopak bunga, dan mahkota bunga. Sementara bagian fertil terdiri atas benang sari dan putik. 
  • Tangkai bunga merupakan cabang batang yang langsung mendukung bunga. 
  • Dasar bunga merupakan ujung tangkai bunga sebagai tempat bertumpunya bagian-bagian bunga yang lain. 
  • Kelopak bunga (kaliks) merupakan perhiasan bunga yang letaknya paling luar dan berfungsi melindungi bunga saat masih kuncup. Kelopak bunga biasanya berwarna hijau, meskipun ada juga kelopak yang berwarna-warni. Kelopak bunga tersusun dari beberapa daun kelopak (sepala).  
  • Mahkota bunga merupakan perhiasan bunga yang tampak paling mencolok, karena berwarna-warni dan berukuran besar. Fungsi mahkota bunga adalah untuk menarik perhatian serangga agar mengisap madu sekaligus membantu penyerbukan. Mahkota bunga tersusun dari beberapa daun mahkota (petala). 
  • Benang sari atau stamen merupakan alat kelamin jantan pada bunga.  Benang sari terdiri atas kepala sari dan tangkai sari. Pada kepala sari, terdapat ruang serbuk sari (mikrosporangium) yang biasanya berjumlah empat buah. Di dalam ruang serbuk sari, terdapat sel-sel induk yang nantinya mengalami pembelahan meiosis membentuk serbuk sari (mikrospora).  
  • Putik adalah alat kelamin betina pada bunga. Putik terletak di pusat bunga dan tersusun dari satu atau lebih daun buah (karpela). Putik terdiri atas kepala putik, tangkai putik, dan bakal buah. Kepala putik berfungsi sebagai tempat melekatnya serbuk sari yang jatuh pada bunga. Tangkai putik berfungsi menghubungkan kepala putik dengan bakal buah. 

Gambar 15. Bagian-bagian bunga www.pengajar.co.id 

Hampir seluruh bagian bunga disusun oleh jaringan parenkim. Sel-sel parenkim  penyusun bunga disebut parenkim mesofil. Mesofil terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah. Struktur anatomi bunga terdiri atas daun kelopak, daun mahkota, benang sari, dan putik. 

1) Daun kelopak 

Daun kelopak umumnya mempunyai struktur yang sederhana. Bagian luar epidermis daun kelopak dilapisi kutin, stomata, dan trikomata. Seperti struktur pada daun, sel-sel daun kelopak ini juga mengandung klorofil. 

2) Daun mahkota 

Daun mahkota mempunyai satu atau banyak berkas pengangkut yang kecilkecil. Daun mahkota mempunyai epidermis berbentuk khusus, yaitu berupa tonjolan yang disebut papila dan dilapisi kutikula. 

3) Benang sari 

Benang sari terdiri atas tangkai sari dan kepala sari. Tangkai sari dibentuk oleh jaringan dasar, yaitu sel-sel parenkimatis yang mempunyai vakuola dan tersusun rapat tanpa ruang antarsel. Pada epidermis tangkai sari, terdapat kutikula, trikomata, atau mungkin juga stomata.  

4) Putik 

Kepala putik dan tangkai putik mempunyai struktur khusus dan sifat  fisiologi yang dapat membuat butir serbuk sari berkecambah pada stigma. Selain itu, sifat ini juga membuat buluh serbuk sari dapat menembus ovulum.  
 
Bunga pada tumbuhan monokotil dan dikotil memiliki perbedaan, yaitu pada jumlah bagian-bagian bunganya. 
  • Bunga monokotil: bagian-bagian bunganya berjumlah 3 atau kelipatan 3. 
  • Bunga dikotil: bagian-bagian bunganya berjumlah 4 atau 5, atau kelipatan dari kedua angka tersebut. 

Gambar 16. Struktur bunga monokotil dan dikotil www.brainly.co.id
Gambar 16. Struktur bunga monokotil dan dikotil www.brainly.co.id 

5. Buah 

Buah merupakan perkembangan lebih lanjut dari bakal buah. Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Berdasarkan asalnya, buah dibagi menjadi dua macam, yaitu buah sejati dan buah semu. 

1) Buah sejati 

Buah sejati adalah buah yang berasal dari perkembangan bakal buah. Buah sejati ada tiga macam, yaitu buah sejati tunggal, buah sejati ganda, dan buah sejati majemuk.  

a) Buah sejati tunggal 

Buah sejati tunggal adalah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dan satu bakal buah saja. Buah ini dapat berisi satu biji atau lebih, dapat pula tersusun dari satu atau banyak daun buah, dengan satu atau banyak ruangan. Contohnya adalah buah mangga (Mangifera indica, L.) yang mempunyai satu ruang dengan satu biji. Selain itu, ada buah pepaya (Carica papaya, L.) yang mempunyai beberapa daun buah dengan satu ruang dan banyak biji. 
Buah sejati tunggal dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu sebagai berikut. 
  • Buah sejati tunggal kering, misalnya buah kacang tanah. 
  • Buah sejati tunggal berdaging, misalnya buah kelapa dan buah kenari. 
b) Buah sejati ganda 

Buah sejati ganda adalah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dan beberapa bakal buah yang bebas satu sama lain. Masing-masing bakal buah akan menjadi satu buah. Contohnya adalah buah cempaka (Michelia champaca L.).  

Buah sejati ganda dapat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu sebagai berikut. 
  • Buah kurung ganda, seperti buah mawar. 
  • Buah batu ganda, seperti buah arbei. 
  • Buah bumbung ganda, seperti buah cempaka. 
  • Buah buni ganda, seperti buah srikaya. 
c.  Buah sejati majemuk 

Buah sejati majemuk adalah buah yang berasal dari suatu bunga majemuk, yang masing-masing bunganya mendukung satu bakal buah. Akan tetapi, setelah menjadi buah, semuanya akan berkumpul sehingga tampak seperti satu buah saja. Contohnya adalah buah pandan (Pandanus tectorius.). 
Buah sejati majemuk dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu sebagai berikut. 
  • Buah buni majemuk, seperti buah nanas. 
  • Buah batu majemuk, seperti buah pandan. 
  • Buah kurung majemuk, seperti buah bunga matahari. 
2) Buah semu 

Buah semu adalah buah yang bukan berasal dari perkembangan bakal buah. Buah semu terbentuk dari bagian-bagian bunga lain yang menyatu dengan bakal buah. Akan tetapi, bagian lain dari bunga tersebut justru menjadi bagian utama dari buahnya. Buah semu dibedakan menjadi tiga macam, yaitu buah semu tunggal, buah semu ganda, dan buah semu majemuk. 

a) Buah semu tunggal 

Buah semu tunggal adalah buah yang terjadi dari satu bagian bunga dan satu bakal buah. Pada buah ini, bagian lain dari bunga akan ikut membentuk buah, misalnya tangkai bunga pada buah jambu monyet dan kelopak bunga pada buah ciplukan. 

b) Buah semu ganda 

Buah semu ganda adalah buah yang terjadi jika pada satu bunga terdapat lebih dari satu bakal buah yang bebas satu sama lain. Kemudian, masing-masing bakal buah tersebut dapat tumbuh menjadi buah. Di samping itu, ada bagian lain dari bunga yang ikut tumbuh serta menjadi bagian buah yang mencolok dan berguna. Contohnya adalah buah arbe (Fragraria vesca L.) 

c) Buah semu majemuk 

Buah semu majemuk adalah buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tetapi dari luar tampak seperti satu buah saja. Contohnya adalah buah nangka (Artocarpus integra Merr.) dan keluwih (Artocarpus communis Forst.). 

Dinding buah yang berasal dari perkembangan dinding bakal buah pada bunga dikenal sebagai perikarp (perikarpium). 

Gambar 17. Struktur buah www.sel.co.id
Gambar 17. Struktur buah www.sel.co.id 

6. Biji 

Biji merupakan perkembangan lebih lanjut dari bakal biji. Biji umumnya terdiri atas bagian-bagian berikut: 
  1. Kulit biji atau spermodermis berasal dari selaput bakal biji (integumentum). \t biji pada Gymnospermae terdiri atas tiga lapisan, yaitu sebagai berikut. 
  2. Kulit luar (sarcotesta), merupakan kulit yang tebal dan berdaging, serta mengalami perubahan warna dari muda hingga tua. 
  3. Kulit tengah (sclerotesta), merupakan kulit yang kuat dan keras, berkayu, serta menyerupai kulit dalam (endokarpium) pada buah batu. 
  4. Kulit dalam (endotesta), lapisan kulit ini biasanya melekat pada bagian biji dan berbentuk seperti selaput tipis. 
  5. Tali pusar, adalah bagian biji berbentuk menyerupai tangkai yang menghubungkan biji dengan tembuni. 
  6. Inti biji merupakan bagian inti pada biji yang dikelilingi oleh kulit biji. Inti biji terdiri atas lembaga (embrio) dan putih lembaga. 
  7. Lembaga (embrio), merupakan calon individu baru yang akan tumbuh dari biji pada kondisi lingkungan yang menguntungkan. Bagian-bagian dari lembaga adalah calon akar (radikula), daun lembaga (kotiledon), dan batang lembaga (kaulikulus). 
  8. Calon akar, disebut juga akar lembaga. Pada tumbuhan dikotil, akar ini akan tumbuh terus hingga membentuk akar tunggang. 
  9. Daun lembaga, merupakan daun pertama yang tumbuh pada saat perkecambahan setelah keluarnya akar lembaga. Fungsi daun lembaga adalah sebagai tempat penimbunan makanan, sebagai alat untuk melakukan fotosintesis, dan sebagai alat penghisap makanan dari putih lembaga. 
  10. Batang lembaga, dapat dibedakan menjadi dua, yaitu batang lembaga yang terletak di atas daun lembaga (epikotil) dan batang lembaga yang terletak di bawah daun lembaga (hipokotil). 
  11. Putih lembaga, merupakan bagian biji yang berisi cadangan makanan yang digunakan pada saat perkecambahan. Putih lembaga digunakan saat tumbuhan belum dapat membuat makanannya sendiri. 

C. Rangkuman 

  1. Organ utama tumbuhan meliputi akar, batang dan daun. Organ tambahan meliputi  bunga, buah dan biji 
  2. Akar merupakan organ tumbuhan yang berada di dalam tanah dan berfungsi menyerap air dan mineral dari tanah serta melekatkan dan menyokong tegaknya tubuh tumbuhan. 
  3. Akar tumbuhan  memiliki tiga jaringan utama yaitu epidermis, korteks dan stele. Pada akar tumbuhan dikotil, xilem primer terletak di pusat akar dan berbentu bintang, sedangkan floem primer terletak di sebelah luar xilem primer. Pada akar tumbuhan monokotil, xilem primer terletak berselang seling dengan floem primer 
  4. Batang tumbuhan memiliki tiga  jaringan utama yaitu epidermis, korteks dan stele. Batang tumbuhan dikotil memiliki ikatan pembuluh tipe kolateral terbuka, yaitu di antara xilem dan floem terdapat kambium. Pada batang tumbuhan monokotil, ikatan pembuluhnya bertipe kolateral tertutup, yaitu di antara xilem dan floem tidak terdapat kambium 
  5. Daun memiliki tiga jaringan yaitu epidermis, mesofil dan berkas vaskuler. Pada epidermis terdapat stomatayang berfungsi sebagai tempat terjadinya pertukaran gas dan air. Pada tumbuhan dikotil, di bagian mesofil terdapat jaringan parenkim palisade dan jaringan spons. Di jaringan parenkim palisade terjadi fotosintesis. Pada jaringan spons terdapat pembuluh pengangkut. Pada tumbuhan monokotil tidak terdapat jaringan parenkim palisade dan jaringan spons, tetapi berupa jaringan mesofil. 

D. Penugasan Mandiri  

Bacalah uraian materi di atas : 
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang tepat. 

1. Lengkapai tabel di bawah ini berdasarkan gambar berikut ini :    


2. Perhatikan struktur anatomi batang berikut ini, kemudian lengkapilah tabel dibawahnya. 

3. Perhatikan gambar anatomi akar berikut ini 
a. Jelaskan perbedaan tipe jaringan pengangkut pada tanaman dikotil dan monokotil  
b. Apakah fungsi jaringan perisikel pada akar tanaman?  
c. Mengapa susunan perisikel tanaman dikotil dan monokotil berbeda,  
d. Apakah fungsi kaliptra, mengapa struktur ini hanya tampak pada akar tanaman monokotil.  
 
4. Setelah kalian mengamati struktur anatomi organ- organ tersebut di atas, isilah tabel berikut ini dengan tepat: 

Keterangan: Isilah dengan tanda (+) jika terdapat, (--) jika tidak terdapat.

E. Latihan Soal  

1. Struktur anatomi batang monokotil dan dikotil berbeda dalam hal-hal berikut, kecuali .... 
A. letak epidermis 
B. letak korteks 
C. letak jaringan pengangkut 
D. struktur jaringan dasar 
E. struktur empulur 

2. Berikut ini yang bukan ciri-ciri batang dikotil adalah.... 
A. batang bercabang-cabang 
B. letak jaringan pengangkutnya teratur 
C. memiliki meristem lateral 
D. bagian korteks dan silinder pusat dapat dibedakan 
E. jaringan pengangkutnya dikelilingi oleh seludang berkas pengangkut 
 
3. Berikut ini adalah ciri-ciri dari akar monokotil, kecuali .... 
A. merupakan akar serabut 
B. letak xilem dan floem berselang-seling menurut jari-jari 
C. batas antara ujung akar dan kaliptra tidak jelas 
D. tidak memiliki kambium 
E. terdapat empulur di pusat akar 
 
4. Bagian daun yang dapat melakukan proses fotosintesis adalah .… 
A. xilem, epidermis, dan foem 
B. epidermis, mesofil palisade, dan stomata 
C. sel penjaga, epidermis, dan mesofil spons 
D. mesofil palisade, mesofil spons, dan sel penjaga 
E. xilem, mesofil palisade, dan mesofil spons 
 
5. Perhatikan ciri-ciri daun berikut. 
1. Pertulangan daun menjari. 
2. Meso_ l daun tidak berkembang. 
3. Tipe jaringan pengangkut kolateral tertutup. 
4. Terdapat palisade dan spons. 
5. Tipe daun umumnya isobilateral. 
Pernyataan yang benar tentang daun monokotil adalah .... 
A. 1, 2, dan 3 
B. 1, 3, dan 4 
C. 2, 3, dan 4 
D. 2, 3, dan 5 
E. 3, 4, dan 5 
 
6. Proses pembentukan serbuk sari berlangsung di dalam .… 
A. kepala putik 
B. tangkai putik 
C. kaliks 
D. ruang serbuk sari 
E. tangkai sari 
 
7. Berikut ini adalah bagian-bagian bunga. 
1. Mahkota 
2. Kelopak 
3. Benang sari 
4. Putik 
Bunga melati disebut bunga lengkap, karena memiliki bagian-bagian .... 
A. 1 dan 2 saja 
B. 1, 2, dan 3 saja 
C. 2 dan 4 saja 
D. 2, 3, dan 4 saja 
E. 1, 2, 3, dan 4 
 
8. Bagian dari endodermis akar yang mengatur masuknya air dan mineral dari korteks ke stele adalah .… 
A. plasmodesma 
B. pita Caspary 
C. trikoma 
D. lentisel 
E. sel penerus 

Kunci jawaban dn pembahasan 

1. A
  1. Letak korteks: pada batang monokotil, letak korteks tidak jelas karena tidak dapat dibedakan dengan empulur. Sementara itu, pada batang dikotil letaknya jelas, yaitu di antara epidermis dan silinder pusat (stele).  
  2. Letak jaringan pengangkut: pada batang monokotil, letak jaringan pengangkutnya tersebar, sehingga daerah korteks dan daerah silinder pusat sulit dibedakan. 
  3. Sementara itu, pada batang dikotil, letak jaringan pengangkutnya teratur, sehingga daerah korteks dan silinder pusat mudah dibedakan.  
  4. Struktur jaringan dasar: jaringan dasar pada batang monokotil tidak dapat dibedakan menjadi korteks dan empulur. Sementara itu, pada batang dikotil, dapat dibedakan menjadi korteks dan empulur. 
  5. Struktur empulur: pada batang monokotil, empulur meluas hingga akar dan batang, serta diapit oleh xilem dan _ oem secara berselang-seling. Sementara itu, pada batang dikotil, empulur terletak di pusat batang dan ditemukan pada batang yang masih muda atau tanaman tidak berkayu. 
Jadi, struktur anatomi batang monokotil dan dikotil tidak berbeda dalam hal letak epidermis, yaitu sama-sama di bagian terluar dari batang. 

2. E
Batang dikotil memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 
  1. Batang bercabang-cabang dan tidak beruas-ruas. 
  2. jaringan pengangkutnya membentuk lingkaran konsentris. 
  3. Mengalami pertumbuhan membesar karena aktivitas dari meristem lateral (kambium). 
  4. Bagian korteks dan silinder pusat dapat dibedakan dengan jelas. 
  5. Empulur terletak di tengah-tengah batang  
  6. Memiliki tipe jaringan pengangkut kolateral terbuka 
Jadi, yang bukan ciri-ciri batang dikotil adalah adanya seludang berkas pengangkut yang mengelilingi jaringan pengangkut. Ini merupakan ciri-ciri dari batang monokotil. 
 
3. C
Akar monokotil memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 
  1. Merupakan akar serabut. 
  2. Letak xilem dan _ oem berselang-seling menurut jari-jari. 
  3. Tidak memiliki kambium, sehingga tidak mengalami pertumbuhan membesar. 
  4. Memiliki empulur yang terletak di pusat akar. 
  5. Perisikel terdiri atas beberapa lapis sel berdinding tebal dan hanya berfungsi membentuk akar cabang. 
  6. Ujung akar dan kaliptra berbatasan dengan jelas. 
Jadi, yang bukan ciri-ciri akar monokotil adalah batas antara ujung akar dan kaliptra tidak jelas. Ciri tersebut dimiliki oleh akar dikotil. 
 
4. D
Proses fotosintesis yang berlangsung di daun terutama terjadi pada bagian mesofil daun. Hal ini dikarenakan sel-sel mesofil daun mengandung kloroplas. Pada daun dikotil, mesofil berdiferensiasi  menjadi palisade dan spons. Sementara pada daun monokotil, mesofil tidak berdiferensiasi. mesofil palisade memiliki jumlah kloroplas yang lebih banyak dibandingkan dengan mesofil spons. Selain mesofil, fotosintesis juga dapat berlangsung di dalam sel-sel penjaga stomata. Hal ini dikarenakan sel penjaga juga mempunyai kloroplas. Sel-sel penjaga adalah modifikasi dari epidermis daun. Jadi, bagian daun yang dapat melakukan proses fotosintesis adalah mesofil palisade, mesofil spons, dan sel penjaga. 

5. D
Ciri -ciri daun monokotil adalah sebagai berikut. 
  1. Tipe daun umumnya isobilateral, yaitu struktur permukaan atas dan bawahnya sama, sehingga kecerahan warna di kedua permukaan juga sama.  
  2. Pertulangan daun sejajar atau melengkung. 
  3. Mesofil tidak berdiferensiasi menjadi palisade dan spons.  
  4. Tipe jaringan pengangkut kolateral tertutup. 
Jadi, pernyataan yang benar tentang daun monokotil adalah 2, 3, dan 5. 

6. D
Benang sari terdiri atas tangkai sari dan kepala sari. Di dalam kepala sari, terdapat ruang serbuk sari yang biasanya berjumlah 4 buah. Di dalam ruang inilah berlangsung proses pembentukan serbuk sari melalui pembelahan meiosis. 

7. E
Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki perhiasan bunga 
(kelopak dan mahkota bunga), serta memiliki alat-alat reproduksi (benang sari dan putik). Selain itu, pada bunga lengkap juga terdapat dasar bunga dan tangkai bunga. Bunga melati memiliki kelopak, mahkota, benang sari, dan putik. Bagian-bagian tersebut duduk di atas dasar bunga yang ditopang oleh tangkai bunga. Oleh sebab itu, bunga melati dapat dikelompokkan ke dalam bunga lengkap. 
Jadi, bagian bunga yang dimiliki oleh bunga melati adalah 1, 2, 3, dan  

8. E
Endodermis akar tersusun atas sel-sel yang mengalami penebalan dari zat gabus (suberin) dan lignin membentuk deretan seperti pita yang disebut pita Caspary. Adanya pita Caspary menyebabkan air dari korteks tidak dapat masuk ke stele. Akan tetapi, pada pita Caspary terdapat beberapa sel yang tidak mengalami penebalan. Sel tersebut dinamakan sel peresap atau sel penerus. Sel-sel inilah yang dapat dilewati oleh air dari korteks ke stele. 

F. Penilaian Diri 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggungjawab! 


Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak". 

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan dengan adanya Materi Organ Tumbuhan Mapel Biologi kelas 11 SMA/MA ini para siswa akan lebih semangat lagi dalam belajar demi meraih prestasi yang lebih baik. Selamat belajar!! 

#
Organ Tumbuhan File ini dalam Bentuk .pdf File Size 74Kb
Diupload oleh www.bospedia.com

    Pencarian yang paling banyak dicari
    • struktur organ tumbuhan
    • sistem organ tumbuhan
    • fungsi organ tumbuhan
    • 7 organ tumbuhan dan fungsinya
    • organ tumbuhan dan fungsinya brainly
    • organ pada manusia
    • gambar organ tumbuhan
    • struktur tumbuhan